
setelah lama asik mengobrol Amalia mengajak Revan masuk kedalam rumah
tuan sudah larut malam saya antar kedalam
angin malam tidak baik untuk kesehatan
baik ca pasti kamu juga kediginan Dengan gaun seperti itu
"gaun mu cantik ca !
terima kasih tuan ini pemberian nyonya Marta kok tuan !
mana mungkin saya sanggup membeli gaun yang mahal seperti ini kalau saya sih mending buat sekolah adik saya tuan
"kamu punya adik ca tanya Revan?
"punya tuan adik saya laki laki
saya harus rajin bekerja agar adik saya bisa kuliah ucap Caca dengan tersenyum
aku salut sama kamu ca kamu wanita hebat dan kuat walaupun kamu memikul beban berat , tetap saja tegar dan kamu masih bisa tersenyum
kalau bagi saya itu bukan beban tuan melainkan kewajiban saya sebagai kakak ,sudah keharusan saya untuk menjaga dan melindungi keluarga saya setelah ayah saya meningal ,
oh...ayahmu udah meningal dunia ?
benar tuan ! ayah saya meningal dunia ketika saya duduk di bangku SMA ,mulai saat itu aku terus bekerja keras untuk adik dan mama ku
Reza terdiam alangkah malang nasip gadis ini ingin rasanya aku melindunginya
yang sabar ya ca mungkin Tuhan punya rencana terbaik untukmu
"tentu saja tuan , saya tidak boleh mengeluh karena semua udah di rencanakan sama yang diatas
"aku jadi malu sama kamu ca!
"malu kenapa tuan ?
kadang aku kurang bersyukur ca ! sebelum aku kecelakan aku sibuk dengan duniaku foya foya hambur - hamburin duit orang tua sampai suatu malam kecelakan naas terjadi padaku
flash back
Revan tengah asik dengan hp nya,dia menunggu adik kesayangan nya datang Meraka janjian untuk nongkrong di kafe
"udah lama kak? tanya vera"
"balum Ver! baru aja nyampai"
"kakak apa kabar udah lama nggak ketemu"
"kakak lagi sibuk ver baru sempet nemuin kamu"
"kasihan mama kak selalu nanyain kamu"
"kakak sibuk apa sih! sibuk senang senang dengan temanmu itu
"apa sih ver"
"kakak harus berhenti minum minum dan main perempuan kakak ngak Takut azap"
"ngomong apa sih kamu ,biasa aja kali
kakak mau sampai kapan kaya ngini terus
kakak ngak kasian mama ,kakak pulang ya! ucap Vera seraya membujuk kakaknya
'aku ngak mau pulang sebelum laki laki itu pergi dari rumah kita"
"seharusnya kakak bisa menerima kak gio jadi adik kakak"
"aku ngak Sudi menerima dia sebagai adiku bukankah dia anak wanita penggoda itu
"udahlah kakak seharus nya kakak lupain wanita itu kan udah meningal juga"
"bodo amat pokoknya aku tidak mau menerima dia sebagai adiku titik"
"ya udah kakak jangan emosi, sekarang kakak mau pesen apa biar aku pesenin"
"terserah kamu " ucap Revan dengan nada ketus
"pelayan ! panggil Vera
ya nona mau pesan apa ?
pesen jus jeruk 2
" baik nona "
setelah beberapa saat terlihat gio tengah ada satu kafe dengan mereka
kak gio ucap Vera Revan kaget melihat gio berada di sana dengan seorang wanita yang ternyata adalah raya pacar Revan
Revan mengepal tangan nya menahan emosi
melihat kekasihnya bermesraan dengan adik tiri nya
revan ,menghampiri meja gio apa yang kau lakukan di sini raya ucap Revan
Revan! aku bisa jelasin ucap raya
"*** kamu"
"brukkk"
Revan memukul gio Hinga tersungkur
kakak jangan kasar sama kak gio Vera memapah tubuh gio
urusin aja kakakmu itu , jangan pedulikan aku
hahhhh aku muak sama elo sama ibumu sama sama penggoda
gio hanya menatap Revan dengan datar tak mengucapkan satu patah kata pun
Revan pun meningal kan kafe dengan emosi amarah nya tak terkendali
Vera mengikuti Revan dari belakang
kamu ngak apa apa gio ucap raya khawatir
sebenar nya ada hubungan apa kamu sama Revan
aku..... sebenarnya ....aku ......
__ADS_1
cepat jawab kata gio dengan marah
sebenar nya aku dan Revan berpacaran
apa kamu bilang kenapa kamu tidak bilang dari awal
gio aku ngak tau kalau kamu adik Revan
arghhh sial ,,,,,
kakak Revan tunggu aku
Revan tak menggubris omongan Vera dan meningal kan Vera sendiri di parkiran dan melajukan mobil dengan kencang
kakak tunggu! teriak Vera dengan khawatir kalau terjadi apa apa sama kakak gimana! kakak tidak bisa mengontrol emosi nya kalau sedang marah
sial ,biadap , umpat Revan dasar ibu sama anak sama saja penggoda ,sial brengsek Revan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tiba tiba di depan ada truk melintas dan mobil Revan menabrak truk dan mobil Revan tersukur Hinga Revan tak sadarkan diri
Revan bangun nak jangan tinggalin mama nak ,,,,,,,
Revan perlahan membuka mata, dia melihat sekeliling nya ternyataa , dia sudah berada di rumah sakit
"mama, panggil Revan"
"Revan kamu udah sadar nak",
Revan merasakan sekujur tubuh nya sakit Revan mulai mengerakkan tubuh nya dan hendak bangun tapi yang dia rasakan adalah kaki nya sulit di gerakan.
ma kenapa kaki Revan sulit di gerakkan ma ! Revan hendak berdiri tapi terjatuh
sayang apa yang kamu lakukan jangan bangun dulu
ma kenapa kakiku sulit untuk berjalan ,apa aku lumpuh ma? ucap Revan sambil menagis frustasi
air mata menetes di pipi Marta ,tak tahan
melihat penderitaan putranya
Marta hanya bisa memeluk erat putranya
Hinga saat itu Revan memilih menyendiri dan mengurung diri di kamar dan tidak mau di obati Setipa dokter yang datang ingin mengobati Revan, di tolak
Revan akan marah marah dan mengamuk kalau dokter mendekat
******
begitulah ceritanya ca kenapa aku bisa seperti ini lumpuh tak berdaya
"mukin itu teguran dari yang di atas ,
agar tuan bisa berubah menjadi lebih baik lagi "
benar ca apa kata mu
apa kamu tidak risih atau malu berdekatan dengan orang cacat seperti saya
kenapa harus malu tuan , toh saya tidak memandang fisik seseorang yang penting bagi saya adalah hati nya dan kebaikan nya , fisik bukan yang utama bagi saya karena manusia itu tidak ada yang sempurna
kalau kita selalu membandingkan fisik kita dengan orang lain berarti kita kurang bersyukur
Reza tersenyum kearah Caca yang sedang mendorong kursi roda
"kamu benar ca ! seharusnya aku bersyukur masih di beri kesempatan , hidup kedua sama yang di atas
Revan tersenyum, mendengar ucapan Caca.
semangat dari Caca membuat Revan menemukan kembali hidupnya.
"kita mau kemana tuan apa kita
bergabung di pesta aja
"ngak mau ca aku ngak suka pesta"
kita makan aja gimana ?pasti kamu lapar!
krukk krukkk suara perut Caca yang tidak bisa di ajak kompromi
" tuh kan , kamu banar banar lapar ternyata" ucap Revan dengan tersenyum
"hehehe hiya tuan ! jawab Caca tersenyum malu
"ya udah kita makan yuk".
aku panggil pelayan untuk menyiapkan makanan nya , pelayan teriak revan
"ya tuan " pelayan menghampiri Revan
"siap kan makan malam untuk saya dan nona
"baik tuan"
"ayo ca kita makan di belakang aja"
Caca membawa Revan ke arah dapur belakang Revan memang tidak suka dengan keramainyan memilih menghindari pesta
"ayo tuan saya bantu duduk di sini !
" ngak usah ca aku bisa sendiri"
tapi tuan______
Caca mengurungkan niat nya membantu Revan , takut menyingung perasan nya
tuan mau makan apa? saya ambilin
"hem terserah kamu aja ca "
Caca mengambil piring dan mengisi nasi serta lauk ini tuan segini udah cukup
"dikit aja ca"
"tuan harus makan banyak , angar tuan kuat"
" baiklah aku makan banyak nih biar kamu senang" Caca tertawa melihat tingkah Revan
"kamu juga makan dong yang banyak "
"kalau saya kan cewek makan harus dikit tuan! takut gendut
"banyak alasan kamu "
tidak tuan , nanti kalau badan saya ngendut gimana
__ADS_1
"tingal di kiloin dong"ucap Revan sambil tertawa
masak tuan tega bandingin aku sama sapi mau di kiloin ,tuan jahat deh ucap Caca dengan cemberut
aku ngak bilang kamu kaya sapi yang bilang kamu sendiri tadi
"iya juga! Revan semakin tertawa melihat kebodohan Caca
Marta mencari cari keberadaan Caca tapi tidak menemukan nya
"Roby , panggil Marta"
iya nyonya Robi pun menghampiri Marta
ada apa nyonya
apa kamu melihat Caca dari tadi ngak kelihatan
ohhh non Caca , lagi bersama tuan muda di belakang
apa! bersama Revan tanya marta dengan wajah gembira
benar nyonya tuan bersama non Caca lagi berbincang bincang di belakang
baik lah kamu bisa pergi
"baik nyonya"
biarkan mereka bersama , biar lebih akrab aku akan menyusul mereka nanti aja , ucap Marta dengan tersenyum
sekarang acara nya akan segera di mulai
"gio, ayo kita tiup lilin ucap Marta
"tapi kak Revan!
udah kamu ngak usah nunggu kakakmu , kamu kan udah tau sendiri kan kakakmu tidak suka dengan pesta
"iya ma "gio paham kok
maafkan kakakmu kalau dia belum bisa menerimamu ,kamu yang sabar ya lambat laut kakakmu pasti akan menerima mu sebagai adiknya
maafkan juga dengan papamu ngak bisa datang ke acara ini karena papamu lagi di luar negeri mengurusi bisnisnya yang ngak bisa di tingal
gio ngerti kok ma , asalkan mama ada di samping gio itu udah cukup, lebih dari cukup malahan bagi gio
Marta membelai rambut gio ,Marta tak pernah membeda bedakan antara gio dan Revan gio sudah di anggap seperti anak kandung sendiri
ayo kita mulai acaranya ajak Marta
setelah pesta ulang tahun selesai para tamu undangan sudah meninggalkan kediaman Marta .
Marta mencari keberadaan Revan dan Caca
Marta melihat Caca dan Revan lagi asik makan di belakang
hemmm Caca menoleh kearah Marta
"nyonya!
Tante cari kamu kemana mana ternyata di sini !
"Caca bersama ku ma , ucap Revan dengan muka datar nya"
"sayang kalian udah saling kenal rupanya ucap Marta pura pura tidak tau"
"hiya nyonya, kemarin kita bertemu saat saya sedang mendekor ruangan, ucap Caca dengan gugup.
kamu kenapa ca ! ngak usah gugup Tante senang kamu bisa akarap sama anak Tante
betul kan Van!
hemmm Revan hanya berdehem
"acara nya udah selesai ya nyonya? kalau begitu aku pamit pulang "
"kamu nginep di sini aja ca! soal nya udah malam
ngak usah nyonya nanti Caca di cariin mama
oh ya udah biar saya suruh Robi mengantarmu pulang !
ngak usah nyonya ,malah krepoti
"biar ca biar Robi yang ngantar ,takutnya nanti kalau di jalan ada apa apa gimana ucap Revan dengan muka cemas
"ngak apa - apa tuan , Caca bisa jaga diri kok!
"ngak boleh pulang sendiri biar Robi yang antar kamu"
"iya iyaa tuan ! aku nurut aja"
apakah anda senang sekarang
Revan hanya tersenyum kearah Caca
Marta yang sedari tadi melihat perdebatan mereka, tersenyum bahagia sekarang anak nya menemukan kembali dunia nya
'ya udah yonya saya pamit pulang dulu "
baik ca terima kasih atas semuanya ca
"sama sama nyonya "
"tuan saya pamit"
"baik ca hati hati di jalan" ucap Revan
"baik tuan"
Revan menatap kepergian Caca
"ehemmm cie cie ada yang perhatian rupanya
ucap Marta"
"apan sih ma ! ucap Revan"
"ih anak mama kaya nya lagi jatuh cinta
Marta menggoda Revan"
mama ! mana mungkin aku jatuh cinta Revan bergegas masuk kamar
__ADS_1
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓