
matahari takut menampakkan kan sinarnya ,
dia memilih sembunyi di balik awan mendung
gerimis pagi membasahi dedaunan, dinginya pagi membuat Caca Engan membuka mata dia memilih meringkuk di bawah selimut tebal nya , suara dering telefon mengagetkan kan tidur Caca ,
Caca meraih hp yang terletak meja
di samping ranjang , Caca maulai menggeser layar tombol hijau
ternyata nyonya Marta yang telfon
"halo ca"
"iya ma ada apa"
ca bisakah kamu kesini sekarang !
" ada hal penting kah ma"
"tolong nanti kamu temani Revan ke dokter"
"tentu saja mama aku akan segera kesana"
alangkah bahagia nya Caca, mendengar Revan maau pergi kedokter
caca pun bergegas mandi dan bersiap siap
ma aku kerumah nyonya marta dulu ya
Caca menghampiri Dahlia , yang tengah berada di dapur sedang memasak
"kok pagi pagi banget ca ?
"iya ma soal nya mau nganter tuan Revan ke rumah sakit "
kamu bawa payung ca ! di luar masih gerimis jangan lupa bawa jaket
"ngak usah bawa payung ma , soal nya di jemput Robi "
Dahlia mendekati anak nya, menatap wajah cantik nya terlihat raut kebahagian di putri tercintanya
mama sangat bangga sama kamu, dengan ketulusan hatimu kebaikanmu bisa bermanfaat bagi orang lain , mama ingin kamu selalu bahagia Dahlia mengelus pipi Caca
mama jangan khawatir aku akan menemukan kebahagian dimana pun! doa kan saja ma aku selalu bahagia itu udah cukup
"ma " aku berakat dulu ya Caca memeluk Dahlia
"hati hati di jalan sayang "
"baiklah ma " jawab Caca dengan tersenyum
di depan sudah ada Robi yang tengah berdiri di samping pintu dengan membawa payung
Caca berlari kecil mendekati robi
silakan non ! Robi membukakan pintu mobil
"makasih rob udah di jemput "
"sama sama non "
Robi melajukan mobil nya dengan cepat menerobos jalanan yang tergenang air akibat guyuran hujan
sesampainya dirumah Marta Caca bergegas,masuk kedalam rumah dan menemui Marta
Marta sedang asik minum teh di ruang tengah sambil menonton tv
"selamat pagi ma "
"Caca kamu udah datang " Marta memeluk erat Caca
"apakah tuan Revan sudah siap ? tanya Caca kepada Marta
"masih di kamar ca ! kamu temuin dia mungkin dia masih ragu
"baik ma Caca tingal sebentar ya "
__ADS_1
"baik lah sayang "
Caca berjalan menuju kamar Revan di saat menuju kamar Revan Caca berpapasan dengan gio
gio memandangi Caca , kanapa wanita ini sering kesini ucap gio dalam hati
"selamat pagi tuan sapa Caca !
"tunggu nona kenapa saya sering lihat nona di sini ? boleh saya tau namam nona
langkah Caca terhenti, maaf tuan kenalkan nama saya Caca! kata caca sambil mengulurkan tangan "saya gio "
maaf saya permisi saya sedang buru buru ,Caca bergegas meningal gio dia tidak ingin terlibat dengan gio takut Revan marah
Caca bergegas menuju kamar Revan
gio masih memperhatikan Caca , dan ketika Caca di depan kamar Revan , gio kaget ada hubungan apa wanita itu dan Revan ! kata gio penasaran
tok.... tok... tuan bolehkah saya masuk
Caca mendorong pintu kamar dan segera masuk kedalam kamar , terlihat Revan masih tidur tiduran di kasur , Revan kaget pagi pagi Caca sudah ada dirumah nya
"pagi ca " sapa Revan
"pagi tuan "
"tuan katanya mau pergi kok malah belum siap ?
besok aja ya kedokter nya, jangan sekarang di luar kan masih hujan! kata Revan sambil melihat kearah jendela Revan seperti anak kecil yang sedang merajuk
"tuan kan kita udah buat janji ! ketemu dokter
"besok aja ya.... ya... ucap Revan memohon "
"hemmm" Caca menatap wajah Revan "
apa anda takut ,
"tidak aku tidak takut "
"terus kenapa kita perginya harus besok ?
aku takut kalau aku nanti hasilnya tidak sesuai dengan keinginanku
Caca mengengam tangan revan tuan kita kan belum mencoba kenapa tuan udah pesimis duluan ,
tanang aja tuan aku akan selalu bersamamu saat pemeriksaan nantin kata Caca meyakinkan revan
baiklah lah kita berangkat sekarang
"yeeee itu baru kesayanganku "
Caca kaget karena keceplosan dan membukam mulut nya
"Revan kaget, apa ! coba ulangi sekali lagi "
"emang saya ngomong apa tuan"
" tadi barusan itu " Revan menatap wajah Caca dan tersenyum
"bener deh tuan saya ngak omong apa -apa kok" kata Caca berbohong "dasar mulut ngak bisa di kontrol "batin Caca
Revan terus menatap wajah Caca dengan senyum menggoda dan menatap intens
mungkin tuan salah denger kali kata Caca gugup menahan malu , pipinya berubah menjadi merah
"enggak saya ngak tuli kok "
"tuan kenapa senyum senyum ?kenapa tuan menatap saya seperti itu ? tanya Caca dengan gugup ,tuan lebih baik segera siap siap nanti takut terlambat kata Caca mengalihkan pembicaraan .
Caca hendak berdiri tapi dengan sigap Revan menarik tangan Caca Hinga tubuh Caca jatuh dalam pelukan Revan, wajah mereka saling mendekatan ,tatapan mereka begitu dalam perlahan bibir Revan hendak mencium bibir Caca tapi tiba tiba ,Marta masuk kamar
Marta terkejut melihat adegan di depan mata nya
"maaf mama ngak tau kalau kalian"
sedang ___
__ADS_1
mama akan keluar kamar "
Marta pun keluar kamar dengan wajah gembira akhirnya Meraka bisa bersama ucap Marta dengan wajah riang
"tuan di lihat mama kan aku jadi ngak enak ucap Caca dengan muka merahnya "
"kenapa harus malu ! mama pasti ngerti kok
revan mempererat pelukannya nya Hinga wajah Meraka berdekatan
"sejak kapan kamu panggil mamaku dengan sebutan mama "
"itu tuan , mama tuan yang minta di panggil mama "
tangan Caca masih melingkar di leher Revan
terus kenapa kamu masih panggil aku dengan tuan ,mulai sekarang panggil aku dengan sebutan lain selain tuan kata Revan
"terus panggil apa dong?
" emmm terserah kamu "
"panggil apa dong Caca bingung"
"hemmm apa ya, enak nya? panggil aja sayang
whaatttt sayang ngak ah nanti mama malah ketawa dengernya !
pangil aja mas ucap Revan
baik mas
nah itukan enak denger nya
kita lanjutkan lagi yuk
lanjutin ngapain
itu tadi yang tertunda tadi
ngak ah lama lama mas mesum
yaudah kalau kamu ngak mau ngak usah keruma sakit sekalian
"gawat kalau sampai merajuk bisa bisa ngak mau kerumah sakit"
CUP Revan mencium kilas bibir Caca
Caca kaget
ayo kita berangkat ! sekarang Caca masih bengong mukanya merah seperti tomat
"ayo katanya berangkat sekarang !ajak Revan
hiya mas,, Caca berdiri mengambil kursi roda dengan muka masih merona
Revan tertawa kecil melihat Caca yang salah tingkah
ca panggilin robi biar Robi yang bantu aku
ngak usah mas sekarang kan ada Caca biar Caca yang mengurus mas!
Caca mengambil , kursi roda
dan membantu memapah Revan
ayo mas saya bantu !Caca memapah Revan Revan menatap wajah Caca sekilas mencium pipi Caca
mas curang deh teriak Caca
biarin soalnya kamu gemesin pengen cium terus
revan mengengam tangan Caca terima kasih telah memberi , semangat mas Selama ini
Revan mencium tangan Caca
"sama sama mas ucap Caca terharu"
__ADS_1
baik lah mas kita berangkat sekarang
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️