
pagi itu Caca udah menata bunga pesanan di mobil sewaan yang di pesan khusus Caca untuk mengantar bunga kerumah nyonya Marta
"ca .... apa kamu bisa menyelesaikan pekerjaan ini tanpa mama! ucap wanita separuh baya itu kepada Caca
"mama istirahat aja di rumah mama kan lagi sakit ucap Caca"
"tapi mama masih kuat kok! bantu Caca"
"Tante tenang aja ! kan ada Kamila yang bantu Caca ucap Kamila
"aku percaya sama kamu mil ! tapi aku ngak mau berdiam diri di rumah,Tante bosan ngak ada kegiatan
"mama , Caca ngak ingin lihat mama capek, mending mama sekarang masuk , istirahat ucap Caca sambil tersenyum kearah Dahlia
"bener Tante mending Tante istirahat kan Tante lagi sakit"
"Tante sehat kok mil ! Tante ngak sakit"
"ma Caca berangkat dulu ya mama istirahat aja, jangan sampai kecapean ! Caca mencium pipi Dahlia"
"Tante aku juga pamit ucap kamila sambil mencium tangan Dahlia"
"kalian hati hati di jalan semoga pekerjaan nya lancar"
"aminnn ucap Caca dan Kamila dengan kompak "
"mama masuk sana ! perintah Caca
Dahlia tersenyum kearah Caca dan melambaikan tangan
"ayo mang ! kita berangkat perintah Caca
baik non ucap Hardi kepada Caca ,Hardi adalah sopir yang di sewa Caca untuk mengantarkan Caca kalau ada pesanan bunga , maklum belum punya mobil sendiri dan terpaksa harus menyewa mobil dan sopir .
"ayo cepat mang biar ngak terlambat"
"hiya non ini udah cepat kok"
"kamu yang sabar napa mil ,jangan suruh Mang Hardi cepat cepat , nanti kalau ada apa - apa malah repot , aku kan masih sayang nyawa!
"bener kata mbak Caca keselamatan itu lebih penting dari segalanya"
hiya ...hiya ...Mila salah ! tapi kan takut terlambat juga
"kamu tenang aja mil acara nya malam kok jadi kita masih punya banyak waktu"
setelah berkeliling mencari alamat rumah nyonya Marta akhirnya sampai juga di kediaman nyonya Marta
"akhirnya ketemu juga Mel "
"hiya ca hampir nyerah deh gue"
"ayo mel turun ! ajak Caca"
"tunggu ca!
"kenapa sih mil ?
"lihat ca rumah nya besar sekali , ini rumah apa istana Ca , Gedhe sekali kalau di kampung kita bisa buat 20 rumah ca !
"ayo mel kita masuk takut ngak keburu nanti !
caca menekan bel depan pagar rumah
tiba tiba seorang satpam membukakan pintu gerbang
"ada yang bisa saya mantu non ? ucap pak satpam
"pak saya mau ketemu nyonya Marta"
"ada perlu apa ya non"
"kami dari toko bunga Dahlia diminta nyonya untuk mendekorasi rumah nya
"ohh baik nona silahkan masuk"
"akhirnya Meraka pun di perbolehkan masuk"
__ADS_1
"ca ! halaman nya luas sekali luas nya kaya lapangan sepak bola di kampung kita
"ya ampun Mil jangan norak deh kan malu maluin " ucap Caca kesal dengan kenoraan sahabat nya
"yah namanya juga orang kampung ca ,baru pertama lihat rumah seperti istana
siapa tau ca kamu jadi menantu disini"
ehh jangan ngawur kamu, ini bukan di negeri dongeng ini nyata mana mungkin seorang Caca yang notaben nya orang biasa
bisa menikah dengan anak orang kaya kalau aku mah ngak ngarep mil"
"helehhh siapa tau aja ca , anak nya kepincut dengan kecantikanmu itu , padahal kamu kan cantik, baik, pinter, banyak yang naksir, masak kamu tolak semua
"yah nih bocah malah ngelantur kalau ngomong ! kamu kan tau sendiri, aku masih punya adek yang masih sekolah ,kalau aku nikah siapa yang biyayain adek dan mamaku
"benar juga sih tapi kamu juga jangan terlalu cuek masalah jodoh ca , giliran jadi perawan tua baru tau rasa
"enak aja ! jaga tuh omongan , masak kamu tega doain sahabatmu sendiri jadi perawan tua !
"ya maaf aku kan suka asal bicara kalau ngomong
'udah ahh ! malah bahas yang ngak penting
kami pun di antar pak satpam menemui nyonya Marta ,terlihat nyonya Marta lagi asik membaca buku di ruang tengah
"permisi nyonya " ucap satpam kepada Marta
"ada apa pak?
"ada dua gadis mencari nyonya, katanya dia dari toko bunga Dahlia"
"oh suruh masuk pak"
"baik nyonya " jawab pak satpam sambil undur diri dari hadapan Marta
"non ! disuruh langsung masuk sama nyonya
"baik pak ! makasih atas bantuan nya
"baik pak ", Caca dan Mila bergegas masuk kedalam
"selamat siang nyonya sapa Caca"
"selamat siang ca"
"maaf Tante , Caca agak terlambat "
"ngak apa apa ca , pasti kamu susah kan cari alamat rumah ku"
"ngak kok nyonya cuma muter muter bentar terus ketemu"
ya udah kamu mulailah mendekor ruangan yang akan di buat pesta nanti malam , buat aku puas dengan pekerjaan mu
"baik nyonya anda tidak usah khawatir akan ku buat anda puas, lihat kejutannya nanti "
"ok aku tunggu kejutan nya"
maaf tapi Tante tidak bisa menemani kalian soal nya aku harus mengurus urusan di dapur
melihat para koki yang sedang menyiapkan kan hidangan untuk pesta nanti malam
baiklah nyonya
"ca gila ,pembantunya banyak sekali ucap mila dengan terheran heran
suuuttt kamu bisa diam ngak, ayo kita mulai pekerjaan nya jangan sampai nyonya Marta kecewa jawab Caca
saat itu Kamila dan Caca tengah asik menata bunga di vas bunga dan mendekor ruangan dengan cantik
Caca tengah asik menata bunga, tanpa dia sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan Caca , laki laki itu melihat caca dari ujung kaki sampai ujung kepala
sungguh sempurna , matanya , hidung nya, bibir nya, senyumnya ,paras cantik nya, sungguh mengagumkan siapa gadis itu ucap laki laki itu
laki laki itu mendekati Caca , dengan terus menatap kagum kearah Caca dan memperhatikan Caca yang lagi asik menata bunga
perasaan Caca tidak enak kaya nya ada yang memperhatikan nya , Caca menoleh kesamping terlihat laki laki sedang duduk di kursi roda tengah menatap nya dengan tatapan yang dalam
__ADS_1
Revan mendekati Caca, perasan Caca tak karuan , jantung nya berdetak kencang
Caca memandangi seksama laki laki yang duduk di kursi roda itu laki laki tampan mempunyai wajah kharismatik walaupun dia memakai kursi roda tapi tak memudarkan ketampanan dan kewibawaan nya sebagai seorang laki laki
tu...tuuan apa ada yang saya bisa bantu ! ucap Caca dengan gugup
boleh aku kenalan ucap Revan
tentu saja saja tuan Caca mengulurkan tangan dan Revan menyabut uluran tangan caca
saya Caca tuan nama anda siapa ?tanya Caca sambil tersenyum manis
kenalkan nama saya Revan jawab Revan dengan terpana melihat senyum manis Caca
ohhh tuan Revan
apakah anda anak dari nyonya Marta
Revan menganguk
apa yang anda lakukan disini tanya Revan
ohhh saya di suruh nyonya menghias rumah anda
bunga ini sangat indah tutur Revan
tentu saja tuan! bunga ini kualitas super ,ini salah satu yang menjadi primadona di toko kami
ohhh nona Caca punya toko bunga tanya Revan
benar tuan walaupun cuman toko kecil
kapan kapan boleh saya mampir ke toko anda
tentu saja tuan dengan senang hati tutur Caca dengan senyum manis nya
mawar yang indah seperti kamu ucap Revan sambil menatap kearah Caca
seketika wajah Caca bersemu merah kaya tomat
"ah tuan bisa aja " ucap Caca dengan malu
van .....Revan teriak Marta mencari keberadaan Revan , kemana anak itu apamungkin lagi jalan jalan di taman, langkah kaki Marta terhenti ,melihat Revan tengah asik berbincang dengan Caca
apa ! apa aku salah lihat Marta mengucek ucek matanya memastikan penglihatan nya tidak salah Marta seakan tak perca melihat anak nya tengah berbincang bincang dengan seseorang yang baru dikenal tidak biasanya Revan mau ngobrol dengan seseorang apalagi seorang wanita Revan ornganya sangat tertutup dan tidak banyak bicara terutama sama wanita
Marta berdiri memperhatikan anak nya sedang ngobrol dengan Caca sambil tertawa kebahagian terpancar dari wajah Revan tiba tiba air mata Marta menetes,sudah lama dia tidak melihat anak nya sebahagia itu
Marta kembali ke dapur dia tak ingin merusak suasana hati anak tercinta nya
maaf tuan saya permisi mau melanjutkan pekerjaan saya
baiklah nona terima kasih atas perkenalan ini
sama sama tuan saya juga senang bisa kenalan sama anda
Caca bergegas melanjutkan perkerjaan nya
setelah beberapa jam akhirnya pekerjaan telah selesai
wao indah sekali ca ini seperti yang aku inginkan sungguh luar bisa ucap Marta dengan terkagum kagum
apakah nyonya puas dengan kerja kami tanya Caca
"tentu ca ini luar biasa ca aku sangat suka ucap Marta sambilan memandangi dekorasi ruangan pesta
"saya juga senang kalau anda senang nyonya"
"ca nanti malam kamu hadir ya ! di ulang tahun anak saya"
tapi nyonya saya kan malu datang kepesta orang orang besar
"eh ngak usah malu , pokok nya nanti malam kamu harus datang kesini titik , ngak pake tapi tapian.
sebenarnya Caca ingin menolak tapi apa daya nyonya Marta memaksa ngak enak juga nolak ,nyonya Marta udah baik sama Caca
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1