Save You

Save You
10. Berkebalikan (6)


__ADS_3

Lady bangsawan mengangkat tas jinjing ketika jam mengajar sudah usai, muridnya membungkuk memberi penghormatan sekaligus bentuk terimakasih.


"Anda memenuhi ekspektasi seperti biasanya, Nona Ivyna," pujinya tulus, anak muridnya akan menjadi orang paling beretika di kerajaan ini sekaligus ratu paling anggun di masa depan.


"Terimakasih, ini berkat Lady Rasmon."


Ivyna Kailen berdiri tegak ketika mengantar Guru Etikanya, Lady Jine Rasmon ke kereta kuda yang sudah disediakan untuk mengantar Bangsawan berusia 50 tahun itu kembali kekediaman.


Kelas Musik, Dansa, Sihir, Politik dan Etika kesemuanya baru saja selesai ketika matahari hampir turun. Jadwal kunjungan Putra Mahkota juga tidak ada untuk hari ini, Ivyna memastikan jika dia hanya perlu menyelesaikan beberapa tugas administrasi wilayah yang ayahnya berikan setelah melakukan makan malam dan doa.


"Sarah, ambilkan aku makanan," perintah Ivyna.


Gadis itu duduk di meja baca, kali ini jendela ditutup untuk menghalau angin masuk. Jika dia tidak ingat bahwa Jens sedang dalam misi, mungkin dia akan membuka jendelanya dengan sukarela lagi kali ini.


Tidak lama setelah itu Sarah masuk dengan membawa makanan dan minuman, hanya sayuran dan air putih yang tersaji di atas nampan.


"Ibu menyuruhku untuk membatasi makananku lagi?" gurat lelah terlihat jelas, Ivyna mendesah lelah dan meletakkan buku politik yang seharusnya dia baca.


Beratnya sudah terhitung sangat kurus, jika ia melakukan diet lagi mungkin di hari-hari yang tidak terduga ia akan mematahkan tulangnya.


"Iya Nona," jawab Sarah, wanita itu menyayangkan.


"Dan kepala pelayan berkerjasama dengannya?"


Ivyna tau jika tidak ada yang berpihak di rumah ini, bahkan ia selalu mewaspadai Sarah kalau-kalau Sarah akan menusuknya dari belakang.


"Benar Nona, Saya tidak bisa menyelundupkan makanan yang lebih bergizi untuk Anda kali ini."


Ivyna menghela napas, walaupun begitu ia menepuk pundak Sarah sebagai bentuk penghargaan.


"Kamu bisa beristirahat, tolong buka jendelanya."


"Angin tidak baik untuk kesehatan Nona muda, penyusup kecil seperti Jens juga sedang bertugas sehingga tidak mungkin menyelinap masuk."


"Sarah," suara Ivyna rendah, "Buka saja jendelanya, aku akan baik-baik saja."


Sarah segera mengangguk dan melaksanakan perintah, pelayan itu membawa kembali makanan yang tidak tersentuh dan menutup pintu kamar Ivyna.


Mata hijau dingin Ivyna melihat dedaunan yang bergerak.


"Huh, aku akan mati jika ini terus berlanjut."


Dia memijat keningnya, kondisi yang seperti ini malah membuat dia menyesal menolak tawaran Jens kemarin.


"Jens, bisakah aku tidak menikah dengan Putra Mahkota?"


"Aku lelah."

__ADS_1


Monolognya, sepi.


Dia ingin bebas, sama seperti ketika Jens menjanjikan hal itu saat mereka pertama bertemu. Ketika status sebagai tunangan Putra Mahkota diumumkan, sedikit kebebasan Ivyna kembali direbut paksa paksa.


Nyawanya juga menjadi taruhan, banyak yang menginginkan ia mati hanya karena ingin anak gadisnya yang menjadi posisi ratu. Untuknya, ia selalu berhasil lolos.


"Aku ingin bertemu denganmu."


Ivyna berfikir, mungkin akan lebih banyak percobaan pembunuhan yang dia terima.


Itu benar, karena Noel baru saja menyumpah serapahi seseorang yang mengirimnya untuk menjaga Ivyna Kailen.


Noel mendongak dan mendapati Ivyna dari jendela yang terbuka, ada alat sihir yang memungkinkan Noel membuat perisai yang tidak terlihat sehingga pergerakannya tidak akan ketahuan selama satu jam ke depan.


"Si sialan Jens itu membuatku menghadapi banyak pembunuh."


Noel menginjak para penyusup yang tidak sadarkan diri setelah Noel menemukan mereka berpura-pura menjadi pelayan dan pengawal di Kastil Ivyna.


Jumlahnya ada 10 orang, mungkin masih tersisa lebih banyak dari yang dia duga karena kasus seperti ini sering melibatkan banyak orang.


"Ini berat, Putra Mahkota bahkan tidak mengirimkan siapapun untuk mengatasi hal ini."


Bahkan untuk menjaga Ivyna Kailen, tidak ada usaha apapun. Seolah, Putra Mahkota ingin membiarkan Ivyna mati setelah menjadi incaran.


Mengesalkan.


Energi sihir Noel masih tersisa seperti gelembung-gelembung kecil di udara. Ada lapisan pelindung yang membuat dia tidak terlihat dan kedap suara sehingga dia memutuskan akan mengintrogasi salah satu dari mereka.


"Bangun."


Satu-satunya orang yang masih tersisa kesadaran bergetar ketika tipuannya tidak berhasil.


"Jawab semua pertanyaanku jika kamu tidak ingin menjadi orang pertama yang aku hancurkan."


"Ampun--"


"Aku bilang bangun dan jawab semua pertanyaanku!"


Aura yang tidak menyenangkan keluar dari Noel. Orang yang pura-pura pingsan itu duduk ketika merasa aura seperti milik kumpulan penyihir menara yang marah.


"Siapa yang menyuruhmu?"


"A-ku tidak ta-u, dia mengenakan jubah dan sihir pengubah suara ketika memberikan kami misi."


Jubah sihir?


Ada banyak jenis jubah sihir yang diperjualbelikan, Noel tidak tau penyihir mana yang dimaksud.

__ADS_1


"Idiot."


Tubuh Si pembunuh menegang.


"Katakan padaku, berapa anggota kalian yang menangani misi ini."


"Hanya sepulu--"


Satu gelembung pecah, sehingga angin didalam gelembung berkumpul membentuk jarum yang menggores sisi wajah laki-laki yang telah berbohong.


"Ka-mi mem-bawa tiga-puluh anggota untuk misi ini," tubuh Si Pembunuh bergetar hebat.


Banyak darah keluar dari sisi wajahnya yang terluka.


"Itu terlalu sedikit untuk menyerang adik dari Penyihir Agung."


Walaupun bangsawan perempuan punya sihir yang rata-rata, tidak boleh ada yang meremehkan penjagaan terlebih yang menjadi target adalah Ivyna Kailen yang berharga.


Hanya ada dua kemungkinan, orang yang mengirim cukup bodoh atau ini hanya gertakan."


"Jawab!"


"Kami membawa jumlah yang sedikit karena mendengar Penyihir Agung sedang malakukan tugas. K-kami hanya menjalankan perintah."


Guild sewaan seperti ini lumrah dan ilegal, Noel tau prinsip orang-orang seperti itu adalah memenuhi keinginan pelanggan apapun caranya.


"Benarkah? sayangnya aku juga sedang bertugas untuk menjaga buruan kalian."


Pria di depannya bukan penyihir biasa, tetapi dia tidak menemukan nama dan wajah orang ini terdaftar sebagai orang-orang yang harus dihindari dikalangan para pembunuh.


"Hah, aku lelah," keluh Noel. "Si sialan Jens melibatkanku kedalam cerita cintanya."


________


Aula pertemuan para perwakilan kerajaan diserang dengan tiba-tiba. Pintu ditutup dan tidak bisa dibuka, pilar-pilar api tumbuh untuk membakar ruang pertemuan sepersekian detik setelah lagu dansa diputar.


Ada setidaknya 20 perwakilan dari kerajaan dan ratusan bangsawan kelas atas kerajaan Nire di ruangan ini, sihir Reflin memberikan kubah perlindungan bagi mereka ketika suasana tidak lagi terkendali.


"Aku tidak suka penyihir," Jens berdecih sinis.


"Diamlah," Reflin berdecak kesal ketika punggungnya dan Jens saling menyentuh. "Aku tidak butuh orang cengeng."


Para penyihir yang menyebabkan semua kekacauan ini, mengepung mereka sementara sisanya mencoba memecahkan kubah yang dibangun Reflin walaupun itu hanya kesia-siaan belaka.


"Aku tidak cengeng, hanya sedikit terluka," sangkal Jens. Ia memegang gagang pedang yang harusnya hanya menjadi atribut kelengkapan saja.


Reflin tidak menggubris dan fokus.

__ADS_1


"Aku akan menjaga punggungmu," pada akhirnya Jens mengangkat pedang lagi.


__ADS_2