
"Jens ada tugas untukmu."
Dahi Jens berkerut. Pria tua--maksudnya-- Tuan Hans memanggilnya secara tiba-tiba dan memberikannya misi. Ada bintang empat yang tergambar di surat yang baru saja dia terima.
Guild Alice atau kerap kali disapa Alice's House hanya memberi tanda empat bintang untuk permintaan dari keluarga Kerajaan dan sejauh yang dia ingat, Tuan Hans tidak pernah punya hubungan baik dengan raja yang saat ini menjabat.
"Putri Bell, kau yakin dia memilihku untuk urusan diplomasi?"
Ada permintaan dari Putri Bell terkait pengawalan ke kerajaan tetangga.
Ini pekerjaan mengawal diplomasi antar kerajaan dan walaupun Jens punya kemampuan yang di atas rata-rata pekerja guild dipilih, semua orang tau jika dia belum pulih sepenuhnya.
"Maksudku, kamu sendiri yang bilang aku belum pulih sepenuhnya."
Bahkan ia baru mengganti perbannya dibantu oleh salah satu pekerja divisi pelayan.
Bagaimana mungkin orang di depannya begitu sangat plin-plan.
"Itu benar, dia memilihmu."
Mengingat anggota kesatria elit Guild, ada banyak yang lebih kuat dari Jens dan tidak dalam kondisi terluka. Ia hendak protes, tetapi tidak jadi.
Tuan Hans membuka mulut sekali lagi, "Dia memintamu sebagai pendamping."
"Permisi?"
Wajah Jens seperti orang linglung.
"Berterimakasihlah pada orang yang menurunkan genetiknya padamu, Putri Bell memintamu sebagai pendamping Pria."
Tuan Hans merespon dengan ringan, tetapi mata violet miliknya menatap lurus pada Jens seolah anak itu adalah putranya sendiri.
Walaupun demikian, Jens punya sifat bangga yang ketara sekali. "Yah selera wanita memang sepertiku, bahkan wanita sekelas putri kerajaan saja mengakuiku. Aku ini memang tampan dan berani."
"Sebetulnya aku yang merekomendasikan dirimu karena kamu terus merengek untuk bekerja," katanya, senyum angkuhnya terlihat menawan. "Bagaimana? tidak ingin berterimakasih padaku?"
"Jangan memancingku Pak Tua!"
Ya Tuhan, ini sebuah sesuatu yang entah harus dibanggakan atau tidak.
"Jadi setuju atau tidak?"
"Iya-iya aku setuju."
Hans mengambil surat itu kembali ketika Jens setuju menerima misi. Lalu memberikan stempel, sebagai tanda izin.
"Lusa datanglah ke alun-alun kota. Rombongan Putri Bell akan menunggumu, dan jangan telat."
"Aku tahu!"
__ADS_1
"Dan ini," Tuan Hans memberikan sebuah kotak persegi kecil dengan sebuah anting hitam biasa, "sulit untuk menemukan yang satunya, tapi ini milikmu."
'Lama-lama tubuhku akan penuh dengan aksesoris.'
Jens melenguh, tetapi dia mengambil anting-anting dan memasang ditelinga kiri. Sekarang ia punya sebuah kalung dan anting-anting, mungkin kedepannya ia akan mengembangkan diri sebagai toko perhiasan berjalan setelah pesta kedewasaan.
Sementara itu tuan Hans nampaknya cukup puas karena dia membiarkan Jens keluar tanpa penundaan lagi.
Ketika keluar, Noel sudah menunggu disana.
Ini satu minggu sejak Jens menawarkan misi untuk Noel dan disahkan lewat surat tanpa tanda bintang. Artinya, misi yang dibuat oleh sesama anggota Guild.
"Lama tidak bertemu, kak Noel~"
Penyihir muda itu benar-benar bekerja keras mengingat wajahnya yang semakin pucat sehingga kantung mata terlihat jelas. Ada dokumen tebal yang Noel bawa, lucu mengingat rumor yang mengatakan jika pemuda di depannya adalah pemalas nomor wahid yang dipungut oleh Tuan Delvon karena kasihan.
"Ini dokum--"
"Laporkan!"
Noel berdiri tegak ketika mulai berbicara lagi, "Tidak ada yang mencurigakan. Nona muda Kailen menghadiri kelas dan--"
"Lewati itu, katakan tentang Putra Mahkota."
"Selama satu minggu Putra Mahkota sudah dua kali berkunjung ke Kediaman Duke Kailen. Mengingat jabatannya, Putra Mahkota kemungkinan meluangkan waktu demi bertemu Nona muda, beberapa koran berita mengatakan itu romantis sementara kebanyakan menyebar rumor jika nona muda Kailen bermain licik."
Noel melanjutkan laporan dengan hati-hati, "Ada juga rumor jika keduanya akan segera bertunangan."
"Dan sepertinya Putra Mahkota berselingkuh."
"Apa?"
Secepat itu?
"Gadis Penyihir Menara."
Jens memberi arahan agar Noel mengikutinya. Mereka naik ke lantai atas, kesebuah balkon dan menutup jendela.
Noel menopang tangan diatas pagar balkon sehingga memungkinkan melihat jalanan kota Vall yang dipenuhi pedagang kecil dan beberapa butik.
"Aku pikir hubungan Putra Mahkota dengan Gadis Penyihir tidak hanya hubungan kerja."
Hubungan kerja apanya? Konyol, semua orang tau jika Menara sihir adalah kawasan tersendiri di dalam istana yang jarang bersinggungan dengan pewaris tahta.
Dekrit raja saat ini mengatakan jika Menara sihir hanya boleh melayani raja.
"Ceritakan lebih jauh tentang gadis itu," titahnya tegas.
Noel diam beberapa saat, "Namanya Natheline Mon Vedlick."
__ADS_1
'Sial, benar-benar dia.'
Awal debut Natheline harusnya saat upacara kedewasaan para bangsawan beberapa bulan lagi, harusnya hal yang akan Putra Mahkota lakukan saat itu adalah mengajak Natheline berdansa karena terpesona atas kecantikan dan berkah yang ia punya.
Jens tidak menyangka jika mereka menjalin hubungan lebih cepat dari yang dia tau.
Berapa banyak alur yang berubah?
"Hah, lalu?"
"Lima tahun lalu keluarga Vedlick mengangkat seorang Putri setelah anak satu-satunya dibuang karena dirasa tidak bisa membangkitkan sihir cahaya. Dia anak yang katanya memiliki jenis sihir yang sama dengan Penyihir Agung, Reflin Kailen dan hubungan mereka cukup koperatif."
Jens tau itu.
Reflin Kailen, Penyihir Agung yang akan menjadi algojo Ivyna Kailen disaat eksekusi. Walaupun dipuji dengan sihir cahaya yang dikatakan sebagai anugerah Dewa, menurut Jens, Reflin Kailen hanyalah seseorang yang tidak menghargai keluarga.
Ivyna dan Reflin, apa yang baik dari hubungan kakak adik itu?
Reflin selalu mendorong Ivyna untuk menjauh dari Natheline, orang yang dikasihaninya.
"Jika pewaris sah keluarga Vedlick tidak ditemukan, dalam waktu dekat ia akan diangkat menjadi Pemilik Menara Sihir generasi saat ini," lanjut Noel, dia menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskannya kembali.
Mata abu Noel melirik Jens yang terdiam cukup lama.
"Kira-kira berapa lama mereka berdua berhubungan ya?"
"Haruskah aku menyelidiki hubungan Putra Mahkota dan Gadis Penyihir lebih jauh lagi?"
Jens menggeleng.
Ia sudah cukup banyak tau dan tercekoki oleh kisah semanis gula-gula salju dua makhluk itu di kehidupan sebelumnya, sudah cukup, dia tidak ingin lebih.
"Tidak perlu, jaga saja Ivyna sampai aku kembali dari misi menjaga Putri Bell."
"Jadi kamu akan pergi bersama Putri Bell ke Kerajaan Nire itu? Bisakah kamu membawakan oleh-oleh?"
Binar di mata Noel terlihat jelas ketika dia menatap Jens yang tersenyum bisnis padanya. Benar-benar senyum yang tidak dapat dijelaskan tetapi harus diwaspadai.
"Memangnya apa yang Penyihir hebat sepertimu inginkan?"
Itu jelas sindiran.
"Benda sihir yang dibeli oleh pria baik hati seperti Sir Jens."
Ini juga jelas sindiran.
Keduanya bertatapan--walaupun nyatanya mata Jens tertutup kain hitam-- dan berjabat tangan.
"Jaga saja Ivyna dan aku akan memberikanmu hadiah yang kau minta."
__ADS_1
Kali ini, Jens merasa dia akan menguras isi sakunya untuk memberikan bayaran untuk Noel yang mulai bekerja keras.