
Dylan duduk dikursi kerjanya dengan setumpuk berkas di meja yang belum juga selesai sejak kemarin, ia mengacak acak rambutnya karena merasa penat.
" Ahh aku butuh sentuhan " gumam Dylan sendiri
Dengan seger Dyla mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang, setelah selesai ia kembali meletakkan ponselnya dan menunggu seseorang masuk kedalam ruangan.
" Hai sayang " sapa seorang wanita dengan pakaian ketat
" Cepat sayang kemari, aku butuh sentuhanmu " ucap Dylan yang sudah haus akan sentuhan
Ia mendekat kearah Dylan dan membungkukkan tubuhnya.
Perlahan ia membuka gesper yang Dylan gunakan, setelah itu ia mengeluarkan sang **.
Dylan pun memejamkan matanya sambil menikmati permainan tersebut.
" Uuuhh " Dylan menekan kepala wanita tersebut agar lebih dalam
Namun wanita itu tau jika Dylan akan sampai, ia pun mempercepatnya.
Ia menelannya hingga habis tak bersisa.
" Aku juga ingin Dylan " ucap Wanita yang udah sangat menginginkan Dylan
Namun saat Wanita itu hendak memasukan dengan cepat Dylan mendorong wanita tersebut.
" Kamu ini bodoh yah, sudah berapa kali saya bilang saya tak ingin melakukan hal seperti itu " ucap Dylan dengan keras
" Tapi kenapa Dylan, aku sangat menginginkan " ucap Wanita itu setengah menangis
" Pergi dan jangan temui saya lagi " bentak Dylan dan wanita itupun segera pergi keluar dari ruangan Dylan
Walaupun Dylan suka bergonta ganti perempuan, ia tak pernah melakukan penyatuan seperti yang di gosipkan kepadanya.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu ruangan Dylan mendapatkan ketukan, dan tak lama seorang laki laki masuk keruangan Dylan.
" Siang Bos " ucap Faiz asisten pribadi Dylan
" Hmm gimana apa kamu sudah menemukan untuk mengisi manager keuangan kita" tanya Dylan sambil merapihkan pakaiannya
" Ini ada beberapa kandidat Bos, apa Bos ingin bertemu dengan mereka hari ini..? " tanya Faiz sambil memberikan Ipad-nya
" Saya sedang tidak Mood, kamu urus saja saya percayakan sama kamu. Yang terpenting harus sesuai dengan kriteria saya " ucap Dylan
" Ada yang memiliki pengalaman cukup banyak namun ia hanya S1 Boss " ucap Faiz kembali
" Besok kita bahas lagi, saya ingin pergi dulu kepala saya sakit " ucap Dylan yang pergi meninggalkan Faiz begitu saja
" Ya Allah mending lo cari Sekretaris deh biar bantuin guee " ucap Faiz yang benar benar kelelahan
Faiz pun pergi menemui para pelamar, padahal Dylan mengatakan ia sendiri yang akan memilih kandidat tersebut.
**
Dylan pergi kesebuah Cafe yang tak jauh dari kantornya, ia ingin menghilangkan rasa penat dari kerjaan kantornya.
Dyla menghisap dalam dalam roko elektrik miliknya, dan menghembuskannya.
Tiba tiba Dylan melihat ada seorang wanita yang berjalan sambil memberikan beberapa roti kepada orang yang lewat.
" Cantik " puji Dylan sambil memperhatikan lekukan tubuh wanita tersebut
__ADS_1
Dylan terus memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah, Dylan membayangkan sentuhan wanita tersebut.
Saat Dylan hendak keluar menghampiri wanita tersebut, wanita itu lebih dulu pergi dengan ojek onlinenya.
" Siaaal " gumam Dylan kesal
Ponsel milik Dylan berbunyi notifikasi masuk dari grup, dengan segera ia membacanya.
[ Orang Sibuk ]
Arga : Kumpul lah kita malam, udah lama nih
Reynal : Ayo gue lagi free nih
Ananta : Ayo lah Lan udah lama nih Lo ga ikut
Dylan : Oke gue ikut
Setelah itu Dylan tak lagi membalas ataupun membaca pesan tersebut, ia kembali meletakkan ponselnya.
***
Anita Apriani, wanita berusia 24 tahun. Saat ini Anita hidup sendiri, kedua orangtuanya sudah tiada sejak Anita duduk di bangku sekolah menengah atas.
Setelah terkena PHK, Anita seorang Pengangguran.
***
Anita yang merasa lelah seharian menunggu interview hari ini merasa sia sia, mereka diminta untuk kembali lagi esok hari.
" Susah ya jadi orang kaya tuh sesukanya aja, kalau ga nganggur dan bukan perusahaan besar males banget deh " ucap Anita sambil merebahkan tubuhnya
Ting...
[ Kapan Nikah..? ]
Aini : Malem ikut gue yuk
Zahra : Kemana..?
Naomi : Kemana niih
Aini : Club' , gimana
Zahra : Kuyy
Naomi : 2
Aini : Nit ayolah ikut
Anita : Boleh deh lagi kesel
Naomi : Aseekk rame
Anita : Jemput ya
Anita yang selalu menolak akhirnya memutuskan untuk ikut, terlebih ia juga tengah merasa kesal hari ini.
***
" Akhirnya si Dylan ikut juga ya " ucap Arga dengan senang
" Yoii " jawab Reynal
__ADS_1
" Liat lagi cari mangsa dia " timap Ananta
" Lagi ga pengen gue, tadi gue ketemu cewe cantik banget tapi dia pergi " ucap Dylan
Dylan dan ketiga temannya berada diruangan VVIP, dari dalam mereka bisa dengan jelas melihat kearah luar, Namun tak ada yang bisa melihat mereka dari luar.
Tiba tiba Dylan melihat seorang wanita yang tak asing baginya.
" Aahh tanpa di cari sudah datang dia " ucap Dylan
" Siapa sih..? " tanya Arga ikut melihat keluar
" Diem gue mau kesana dulu " ucap Dylan yang pergi meninggalkan temannya
Temen temannya hanya memperhatikan Dylan dari dalam ruangan tersebut.
Anita dan ketiga temannya sudah sampai, mereka duduk di sebuah kursi yang cukup buat mereka.
" Ketengah yuk " ajak Aini
" Gue disini aja deh " tolak Anita
" Yaudah kita kesana dulu " ucap Zahra dan Anita mengangguk
Saat Anita tengah sendiri tiba tiba seorang pria menghampiri dirinya.
" Hai cantik, kenalin Dylan " ucap Dylan memperkenalkan dirinya namun Anita tak memperdulikan, bahkan ia enggan menatap Dylan
" Heii gue disini kenapa liatnya kesana sih " ucap Dylan yang berpindah duduk
" Bisa ga sih gausah ganggu, mending gue liat monyet daripada liat lo " ucap Anita dengan ketus
" Galak banget sih, tapi cantik. " gumam Dylan
Tiba tiba Anita pergi meninggalkan Dylan, dan diam diam Dylan mengikutinya.
" Dasar laki laki gila, mesum " gumam Anita kesal
Anita memutuskan untuk ke toilet untuk mencuci wajahnya, tiba tiba sebuah tangan menariknya.
" Sstt jangan teriak " ucap Dylan menutup mulut Anita
Anita dengan kencang menginjak kaki Dylan
" Aaahh " Dylan meringis kesakitan
Plaak
Anita dengan kencang menampar pipi Anita
" Dasar kurang ajar, ga punya sopan santun, mesum " Ucap Anita ia pun memukul kencang perut laki laki itu
Anitapun mengurungkan niatnya ke toilet ia justru memilih pergi meninggalkan tempat itu.
Dylan merasakan sakit pada perut dan pipinya, baru kali ini di tolak oleh wanita.
" Awas saja nanti " gumam Dylan
Anita memberikan kabar ke teman temannya jika ia pulang lebih dulu, setelah itu ia pun memasukan ponselnya.
" Sial sial hari ini gue sial banget sih " gumam Anita
Setelah sampai dirumah Anita segera membersihkan kembali tubuhnya
Setelah itu ia duduk di ranjangnya dan memeriksa uangnya yang hampir habis.
__ADS_1
" Semoga aja besok langsung ada keputusan, gue capeee nganggurr " ucap Anita yang penuh dengan harap