
Pagi ini Anita kembali bersiap untuk menjalani interview yang tertunda kemarin, ia memakai kemeja dengan di balut blazer tak lupa dengan make up yang soft membuat dirinya semakin cantik.
Anita berdoa semoga hari ini semua berjalan dengan lancar, dan ia sangat berharap jika ia bisa diterima di perusahaan tersebut.
Anita segera memesan ojek online untuk mengantarkannya, ia berangkat lebih awal agar tidak terlambat.
Setelah menempuh jalanan lagi ini, Anita pun sampai di perusahaan besar yang menjadi incaran siapapun untuk masuk kesini
" Makasih ya pak " ucap Anita sambil melepaskan helm dari kepalanya, ia juga mengembalikan helm tersebut kepada sang driver.
Anita masuk kedalam dengan penuh harapan, ia duduk di loby sambil menunggu jam interview.
***
Setelah kejadian semalam Dylan masih merasakan nyeri pada wajah dan perutnya, ia melihat ada yang bekas yang tertinggal diwajahnya.
" Lihat saja nanti jika kita bertemu lagi aku akan membalasnya" ucap Dylan
Setelah ia merasa sudah rapih, ia pun segera mengendarai mobilnya menuju kantor miliknya.
Hari ini Dylan harus memilih Manager Keuangan yang baru, sebab ia ingin menentukan pilihannya sendiri untuk posisi ini
Sesampainya di kantor security dan beberapa staff menyambut kedatangan Dylan, ia pun segera masuk ke dalam.
Saat Dylan hendak menuju lift pandangannya seperti menangkap sesosok perempuan yang tak asing baginya
'Aaahh jadi dia bekerja disini..? tapi kenapa ada map coklat ditangannya..? Atau dia salah satu kandidat yang akan melamar..?' Dylan bergumam didalam hatinya sambil memperhatikan wanita yang menjadi incarannya.
Dengan segera mungkin Dylan menaiki lift khusus pentinggi, ia ingin segera bertemu dengan Faiz.
Tingggg
Pintu lift terbuka saat sampai ditujuan, dengan segera Dylan melangkah menuju ruangannya.
Dylan meletakkan bokongnya di kursi kebesarannya, ia memegang interphone yang tepat dimeja dan menghubungi seseorang.
" Keruangan saya sekarang" setelah itu ia kembali meletakkan gagang interphone tersebut
Tok.. Tok.. Tok
Tak lama pintu ruangan Dylan diketuk dari luar.
" Masuk " ucap Dylan sambil menyadarkan punggungnya dikursinya
" Permisi Pak " ucap Seorang laki laki yang tentunya sudah Dylan hafal.
" Duduk " perintah Dylan dengan wajah datar
" Begini pak untuk interview kemarin saya schedule ulang di hari ini, jadi saya mohon jangan menunda-nunda lagi pak " ucap Faiz dengan memohon
" Apa kamu butuh bantuan Faiz " tanya Dylan tiba tiba
' OOO TENTU SAYA SANGAT BUTUH PAK ' Faiz berteriak di dalam hati
" Sepertinya kamu kesulitan menghandle semua pekerjaan kamu sendiri, bagaimana jika saya juga mencari sekretaris baru dengan begitu pekerjaan kamu sedikit berkurang bukan " ucap Dylan yang sudah memiliki rencana lain
" Bapa ga ingin pecat saya kan..? " tanya Faiz karena ia merasa sedikit curiga dengan atasannya tersebut
__ADS_1
" Tidak saya tidak mungkin memecatmu, apa kamu punya data yang akan interview hari ini..? " tanya Dylan
" Ada pak ini saya sudah menyiapkan " ucap Faiz sambil memberikan Ipad-nya kepada Dylan
Dylan mulai memainkan jari jarinya diatas iPad tersebut, ia mencari sosok wanita yang menjadi incarannya.
Akhirnya Dylan menemukannya, Dylan tersenyum penuh arti. Ia tak perlu susah payah mencari wanita tersebut, justru wanita itulah yang datang sendiri kepadanya.
" Jadikan dia Sekretaris saya, dan jika dia bersedia suruh dia langsung menandatangani perjanjian. Saya akan buatkan perjanjian tersebut" ucap Dylan sambil menunjuk profil Anita
" Baik Pak " jawab Faiza paham, dan Faiz pun berfikir jika atasannya ini tengah merencanakan sesuatu.
***
Tepat jam 9 pagi semua kandidat memasuki ruangan yang sudah disiapkan.
" Ibu Anita " panggil Faiz
" Ya Pak saya " Anita mengacungkan tangannya
" Silahkan ikut saya " ucap Faiz
Anita pun segera mengambil tasnya yang ia letakkan dibawah dan mengaitkan di pundaknya, ia berjalan keluar mengikuti Faiz.
" Silahkan duduk " ucap Faiz yang sudah lebih dulu duduk
" Baik Pak Terimakasih" ucap Anita yang sudah menaruh bokong nya di kursi
Faiz mengeluarkan sebuah amplop coklat, dimana didalamnya ada surat perjanjian kerja yang Dylan sendiri yang membuat.
" Saya ingin memberitahu jika ibu diterima di perusahaan ini, namun Pak Bos meminta ibu menjadi sekretaris nya. Didalam sudah ada surat perjanjian kerja, beserta gaji jadi jika ibu bersedia ibu silahkan tandatangani dan bisa bekerja esok hari. " Faiz menjelaskan semuanya secara rinci
Dengan cepat Anita membuka amplop coklat tersebut, ia mengeluarkan secarik kertas dan mulai membacanya.
SURAT PERJANJIAN KERJA
Mengikuti apapun perintah atasan
Mengikuti kemanapun atasan pergi
Bersedia 24 jam jika dibutuhkan
__ADS_1
Tidak membatah apapun Yang atasan pinta
Dll
Anita membaca satu persatu apa yang harus ia lakukan dan yang ia tidak boleh lakukan, lalu ia terkejut saat melihat gaji yang ditawarkan.
" Ini ga salah Pak gaji saya 30 juta..? " tanya Anita dengan terkejut
" Iyah benar, belum termasuk dari lemburan dan insentif lainnya " jawab Faiz meyakinkan Anita
Anita benar benar bahagia, dengan segera ia membubuhkan tandatangan diatas surat tersebut.
" Ini Pak " Anita memberikan surat tersebut kepada Faiz, dan Faiz kembali memasukan kedalam amplop tersebut
" Selamat bergabung Bu Anita " ucap Faiz sambil mengulurkan tangannya
" Terimakasih pak " Anita membalas sambil mengangguk
' Duuh mbaa kamu pasti sudah menjadi incaran di bos, jangan senang dulu mba ' ucap Faiz dengan segala ke khawatirannya
" Mari saya antar bertemu dengan CEO kami " ucap Faiz dan Anita mengangguk
Anita mengikuti langkah kaki Faiz menuju ruangan atasannya tersebut, ia benar benar tak menyangka bisa bekerja di perusahaan ini.
Ia juga merasa senang saat melihat gaji yang di berikan.
Tok. To.. Tok...
Faiz mengetuk pintu dan menunggu suara dari dalam
" Masuk " ucap dari dalam
" Mari masuk Bu Anita " ucap Faiz dan Anita mengangguk paham
Saat keduanya masuk mereka melihat laki laki itu tengah menatap kearah luar dari kaca ruangannya.
" Permisi Pak saya ingin mengenalkan sekretaris baru pak " ucap Faiz mengawali pembicaraan
" Hmm " gumam laki laki itu yang masih enggan membalikkan tubuhnya
Laki laki itupun langsung membalikkan tubuhnya, seketika kedua mata Anita membulat melihat laki laki yang kini ada di hadapannya.
" Jadi ini Sekretaris saya..? " tanya Dylan menatap Anita dari atas kepala hingga ujung kaki
Anita benar benar terkejut dan tak percaya dengan apa yang alami sekarang, laki laki yang ia pukul semalam itu adalah bos barunya.
Anita sangat takut jika laki laki itu mengenalinya, ia berharap laki laki itu tak ingat kejadian semalam.
Namun Anita masih melihat jelas luka yang ada di sudut bibir itu.
__ADS_1
Dylan duduk di kursi kebesarannya, sambil terus memberikan tatapan dingin kearah Anita.