Scandal CEO Muda

Scandal CEO Muda
Jadi Kekasih Saya


__ADS_3

Pagi ini Anita sudah bersiap untuk hari pertamanya bekerja, ia memakai blouse dan celana hitam serta hiasan tipis untuk menambah sentuhan penampilannya.


Ia pergi dengan menggunakan ojek online, sebab hanya kendaraan itulah yang kini menjadi andalan Anita.


Setelah sampai di kantor Anita langsung menghampiri Faiz dimana ialah yang akan menjadi rekan kerjanya.


" Pagi " sapa Anita dengan raut wajah yang sumringah


" Pagi Nit, wiih semangat banget nih " ucap Faiz melihat raut wajah Anita


" Hehehe oiya apa yang harus saya kerjakan iz " tanya Anita yang kini sudah duduk di sebelah Faiz


" Setiap pagi kamu harus menyusun semua agenda Pak Dylan, dari yang paling urgent sampai yang santai. Nah kamu juga harus sering cek email di pagi hari " ucap Faiz menjelaskan sambil mencontohkan.


" OOO gitu ya " gumam Anita sambil mengangguk


" Nah ini saya udah bikin agenda kerja Pak Dylan hari ini, kamu antar ke dia yah " ucap Faiz memberikan sebuah iPad kepada Anita


" Saya..? " Anita mengambil iPad itu dengan ragu


" He'em " Faiz mengangguk


Dengan segera Anita membawa iPad tersebut keruangan Dylan, sesampainya didepan pintu ia menarik nafas dalam dalam sebelum mengetuknya.


Tok.. Tok.. Tok..


Anita mengunggu sang pemilik ruangan bersuara.


" Masuk " ucap suara dari dalam


" Permisi Pak " ucap Anita sambil mendorong pelan pintu ruangan tersebut


Anita melangkah dengan yakin kearah Dylan, sedangkan laki laki itu masih fokus menatap layar laptopnya.


" Permisi Pak, ini saya membawakan agenda bapa hari ini. " ucap Anita sambil memberikan iPad tersebut kepada Dylan


Dylan menolehkan pandangannya menatap Anita, sial.. Hari in Anita tampak sangat cantik bagi Dylan.


" Pak Dylan " ucap Anita membuat Dylan tersadar dari lamunannya


Dylan mengambil iPad tersebut dari tangan Anita, tanpa sengaja tangan Dylan menyentuh kulit Anita.


' Ahh kenapa gue ga bisa nahannya sih ' gumam Dylan dalam hati


Anita mencoba tenang, ia juga mencoba menimbang nimbang ucapan Faiz.


' Apa gue ikut apa kata Faiz aja ya ' gumam Anita dalam hati


Anita menatap wajah Dylan yang tampan, Anita mengakui jika memang Dylan memiliki wajah yang tampan.


" Ini " Dylan mengembalikan iPad tersebut kepada Anita


" Ada lagi pak yang bapa butuhkan..? " tanya Anita dengan suara begitu lembut


" Tidak ada, kembali keruangan kamu " ucap Dylan yang kembali menatap layar laptopnya


" Baik pak permisi" Dengan segera Anita berjalan keluar ruangan Dylan


Anita menghirup udara dengan lega, sebab apa yang ia takutkan tak terjadi.

__ADS_1


Ia segera kembali keruangan dan menghampiri Faiz.


" ahh lega " gumam Anita begitu bokong nya menyentuh kursi


" Iz " panggil Anita


" Apa Nit..? " Faiz menoleh kearah Anita


" Emang Pak Dylan itu sering gonta-ganti pacar ya ..? " tanya Anita dengan memelankan suaranya


" Pacar..? Pak Dylan ga pernah pacaran Nit " jawab Faiz


" Tapi aku liat Pak Dylan sering di gosipin Deket sama perempuan ini itu " ucap Anita tentang berita yang ia baca


" Iya tapi ga pacaran Nit " jawab Faiz, ia enggan menjelaskan lebih jauh


Driing..


Telpon di meja berbunyi, Faiz menyuruh Anita mengangkat.


" Selamat pagi dengan Anita, ada yang bisa dibantu..? " ucap Anita saat memegang gagang telepon


" Keruangan saya " ucap Dylan dari sebrang sana


" Baik Pak " jawab Anita dan ia segera kembali meletakkan gagang telepon.


" Saya keruangan Pak Dylan dulu yah " ucap Anita dan ia segera meninggalkan Faiz


' Ada apa lagi nih orang manggil gue ' gumam Anita sendiri


Tok.. Tok ... Tok..


" Masuk " ucap suara dari dalam


" Duduk " Dylan menepuk pelan sofa kosong di sebelahnya


Dengan ragu Anita pun akhirnya duduk di sebelah Dylan.


" Ada apa pak..? " tanya Anita setelah duduk di sebelah Dylan


Dylan tak menjawab ia justru langsung merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepala yang di letakkan di paha Anita.


" P..pak " ucap Anita gugup


" Ssstt kepala saya sakit " ucap Dylan yang kini sudah memejamkan matanya


Anita pun diam ia hanya membiarkan Dylan disana.


" Tangan kamu sakit..? " tanya Dylan dengan mata yang masih terpejam


" Engga pak, kenapa memangnya pak..? " Anita berbalik bertanya


Dylan mengambil tangan Anita dan meletakkan di kepalanya.


" eehh " Anita terkejut dengan yang di lakukan Dylan


" Usap Anita, apa kamu ga pernah melakukan ini sama pasangan kamu " ucap Dylan


" Engga pak, saya ga pernah pacaran " jawab Anita

__ADS_1


Dylan lupa jika Anita belum pernah memiliki pasangan.


" Yaudah lakukan cepat " perintah Dylan dan dengan segera tangan Anita mulai mengusap rambut Dylan.


Anita mengusap secara lembut, sentuhan tangan Anita benar benar membuat Dylan semakin menginginkan Anita.


" Pak Dylan " panggil Anita yang masih mengusap kepala Dylan


" Hmm " gumam Dylan yang masih memejamkan matanya


" Bapa kenapa ga minta sama pacar bapa saja...? saya takut kalau pacar bapa tau nanti saya dibilang ngerebut pacar orang, atau saya dibilang menggoda pasangan" ucap Anita


" Saya ga ada pacar " jawab Dylan dengan santai


'Ga punya pacar tapi suka ganti ganti pacar ' gumam dalam hati Anita dengan kesal


" Kenapa kamu tiba tiba ngomong pacar, kamu tau darimana kalau saya punya pacar..? " ucap Dylan


" Tebak aja ga mungkin orang kayak pak Dylan ga punya pacar " jawab Anita


" Orang kayak saya..? Memang saya kenapa..? " Dylan membuka matanya


Sial sial sepertinya Anita salah menjawab, ga mungkin kalau Anita mengakui Dylan itu tampan.


Anita diam sejenak sambil memikirkan alasan apa yang akan ia gunakan.


" Ya..yaa yaa orang kayak bapa lah pokoknya" jawab Anita dengan ragu


" Saya tampan..? Kaya ..? Itu maksudnya?? " Dylan mencoba menebak isi pikiran Anita


" Mungkin " jawab Anita singkat


Dylan bangun dan menatap Anita


" Ada apa pak, apa ada yang salah dari ucapan saya..? " tanya Anita bingung karena Dylan menatapnya dengan tatapan sinis


" Kenapa kamu bilang mungkin..?? Jadi menurut kamu saya ini kurang tampan dan kurang kaya .?? "


Astaga Anita hanya menarik nafas dengan kasar, memang bosnya ini tuh benar benar aneh


" Yaa lumayan mungkin " jawab Anita kembali


Dylan hanya bisa terkejut mendengar jawaban jawaban Anita, biasanya perempuan lain memujinya tapi mengapa Anita justru berbeda.


" Saya kecewa sama kamu Anita " ucap Dylan begitu saja


" Ke .. kecewa kenapa pak..? Saya memang salah apa ya pak..? " ucap Anita yang terkejut


" Kamu ini normal ga sih, Anita..? "


" Normal bagaimana pak ..? Ya saya normal sebagai manusia pak " jawab Anita yang tak memahami ucapan Dylan


" Kamu masih suka sama laki laki kan, Anita..? "


" Masih Pak, kenapa memang..? " Anita menjawab dengan polos


" Buktiin kalau memang kamu normal dan masih menyukai laki laki.." ucap Dylan


" Caranya pak..? " tanya Anita penasaran

__ADS_1


" Jadi kekasih saya "


Anita membulatkan matanya, ia terkejut dengan apa yang ia dengar dari Dylan.


__ADS_2