Scandal CEO Muda

Scandal CEO Muda
Cemburu Tidak Jelas


__ADS_3

Besok pagi Anita bersiap untuk ke kantor, hari ini ia menggunakan rok span coklat dengan kemeja coklat agar bersenada.


Hari ini ia memilih menaiki ojek online seperti biasanya, setelah ojek yang ia pesan datang dengan segera ia pun meluncur melewati kemacetan pagi ini.


Setelah menempuh 30 menit, motor yang Anita tumpangi pun sampai di kantor setelah membayar Anita langsung turun untuk masuk kedalam gedung tersebut.


Anita melihat jam menunjukkan pukul 07:30 dengan artian ia memiliki waktu 30 menit lagi untuk masuk jam kerja, akhirnya Anita memilih untuk membeli cofe sebelum naik lift.


" Coffe latte 1, less sugar, less cofee " ucap Anita mengenai pesanannya


Saat Anita mengeluarkan uang tanpa sengaja ia menjatuhkannya, saat ia hendak mengambil lebih dulu seorang pria membantunya.


" Ini " ucap laki laki yang ia tak ketahui siapa


" Terimakasih" ucap Anita di iringi senyum


" Sama sama " jawab laki laki tersebut


Laki laki itu Tinggi, berkulit putih bersih, wangi, dan tampan walaupun tak setampan Dylan.


" Ini pesanannya kak " ucap barista tersebut


" Ini uangnya "


" Biar sekalian aja gimana " ucap laki laki itu lebih dulu memberikan kartu miliknya


" Ehh gausah gausah " ucap Anita menolak


" Ga apa apa " ucap laki laki tersebut


Pesanan laki laki itu pun selesai, dengan bersamaan mereka berjalan menuju koridor lift.


" Langit " laki laki itu mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan namanya


" Anita " Anita membalas uluran tangan laki laki tersebut


" Bagian apa ? " tanya Langit sambil menunggu lift terbuka


" Ekhm " terdengar suara deheman dari seorang laki laki, keduanya pun menoleh ke sumber suara tersebut


" Pagi Pak Dylan " ucap keduanya


" HM " gumam Dylan


Dylan menaiki lift khusus lebih dulu, sedangkan Anita dan Dylan masih menunggu lift mereka.


" Aku Sekretaris pak Dylan" jawab Anita setelah Dylan pergi


" Oo aku bagian keuangan " jawab Langit


Begitu pintu lift terbuka Anita dan Langit masuk kedalam lift bersamaan.


Dylan yang sudah sampai diruangannya duduk dengan rasa kesal, ia benar benar tak suka ada laki laki lain dekat dengan Anita.


" Kamu pikir cuma kamu Anita yang bisa dekat dengan laki laki lain, saya juga bisa " gumam Dylan

__ADS_1


Dylan meraih ponselnya dan meminta Faiz keruangannya.


Anita sudah tiba di ruangannya, ia melihat Faiz tak ada disana sepertinya ada diruangan Dylan.


Dan benar saja tak lama Faiz kembali keruangannya, ia berkata habis dari ruangan Dylan.


" Ada berkas yang harus di tandatangani ya ? " tanya Anita sambil merapihkan meja kerja


" Bukan, biasa ini mah " ucap Faiz


Tak lama seorang perempuan datang kepada Faiz, Anita menoleh kearah perempuan tersebut.


" Pak Dylan ada didalam, silahkan masuk beliau sudah menunggu " ucap Faiz dan perempuan itu mengangguk masuk kedalam ruangan Dylan


" Dia siapa ? " tanya Anita kepada Faiz


" Biasa perempuan pemuas Pak Dylan " jawab Faiz dengan santai


" Oo " jawab Anita singkat


Anita tak tau mengapa rasanya sesak sekali, kemarin Dylan meminta dirinya menjadi milik Dylan tapi sekarang Dylan masih meminta perempuan lain untuk memenuhi hasratnya.


" Duduk " ucap Dylan ketus


Perempuan itu duduk di sofa, ia menunggu pekerjaannya dimulai.


" Ini pakai ini, saya mau kamu mendesah sambil membayangkan bersama saya kamu boleh menyebut nama saya. Dan saya minta yang kencang!! " ucap Dylan memberikan benda berbahan karet yang berbentuk milik laki laki


" Baik Pak Dylan " Perempuan itu segera melakukan perintah sang Dylan


Wanita itu menjalankan aksinya dengan sempurna, Dylan juga berusaha mati Matian untuk menahan gairahnya.


Anita melangkah pergi meninggalkan Faiz, Anita pergi ke sebuah toilet.


Anita merasa gelisah, ia terus terbayang bagaimana jika Dylan kembali melakukan hal itu kepada dirinya.


Anita menurunkan underwear miliknya, ia mulai memainkan dengan perlahan. Ia menahan suaranya agar tak terdengar siapapun.


Anita membayangkan Dylan, ia benar benar candu oleh Dylan.


Setelah beberapa waktu ia pun sampai pada puncaknya, namun ia justru menginginkan lebih ia ingin bersama dengan Dylan.


Anita langsung membersihkannya, ia segera kembali kedalam ruangannya.


Kini sudah tak terdengar kembali suara dari ruangan tersebut, mungkin Dylan sudah selesai atau mungkin mereka pindah ketempat lain.


" Nit, tolong kirim keruangan Pak Dylan ya " ucap Faiz memberikan sebuah dokumen yang memang diperuntukkan oleh Dylan


" Oo oke, eeh tapi emangnya tamu Pak Dylan udah pergi ?? " tanya Anita sebelum pergi keruangan Dylan


" Udah, sana kamu antar pak Dylan sepertinya hari ini lagi kurang bagus moodnya"


Anita mengangguk paham, debaran jantung Anita berdegup dengan kencang.


' *Ayo Anita Lo bisa ' gumam Anita dalam hati*

__ADS_1


Sebelum mengetuk pintu, Anita menarik mengatur nafasnya.


Tok.. Tok.. Tok..


Anita mengetuk pintu tersebut


" Masuk " ucap Dylan dari dalam


" Permisi pak " ucap Anita mendorong handle pintu tersebut


Anita melangkah menuju meja Dylan, Anita kembali terbayang saat saat kemarin bersama dengan Dylan.


" Ini Pak berkasnya" ucap Anit memberikan berkas tersebut


" Minum dulu, kamu haus bukan " ucap Dylan memberikan sebuah minuman


" Eehh engga pak saya ga haus " tolak Anita dengan halus


" Hem oke, biar saya buang saja" jawab Dylan


Karena merasa tak enak akhirnya Anita pun terpaksa menerima nya.


" Ehh jangan pak, yaudah sini biar saya minum nanti " ucap Anita mengambil minuman tersebut


" Kamu pacaran dengan laki laki tadi ? " ucap Dylan tiba tiba


" Langit ? Saya ga pacaran pak, bahkan kita baru kenal tadi. Saya ga punya pacar pak, sungguh " jawab Anita yang entah mengapa menjelaskan dengan detail


" Ya kalau memang kamu pacaran ya ga apa apa " ucap Dylan sambil membaca dokumen


" Ya tapi saya emang ga pacaran pak, saya sendiri "


" Kenapa ga pacaran aja sama dia ? Kayaknya dia naksir sama kamu "


" Kita baru kenal pak, yaudah kalau begitu saya keruangan dulu pak permisi. Oiya makasih untuk minumannya pak " Anita berjalan keluar dari ruangan Dylan


Dylan menepuk keningnya, ia merasa bodoh harus seperti itu didepan Anita


Anita langsung meminum minuman pemberian Dylan, ia meminumnya langsung habis seketika.


Beberapa saat Anita merasakan tubuhnya panas bahkan sangat panas, padahal suhu AC diruangan sangat dingin.


" Iz ac-nya dinginin lagi dong, panas banget " ucap Anita merasa panas sekaligus gelisah


" Tapi ini udah dingin banget Nit, oiya Nit tolong anterin lagi berkas Pak Dylan ya. Saya mules banget tolong sekarang" Faiz pergi meninggalkan Anita


Anita pun langsung membawa berkas tersebut keruangan Dylan, walaupun ia tak tau ada apa dengan dirinya


" Kemana Faiz ? Kenapa kamu yang mengantar " ucap Dylan begitu Anita mengantarkan berkasnya


" Pak Faiz sedang ke toilet pak " jawab Anita


Dylan menarik tangan Anita, hingga akhirnya ia jatuh kepangkuan Dylan.


" Kalau memang kamu masih sendiri, ga masalah kan kita mengulang yang kemarin " ucap Dylan sambil meraba paha mulus Anita

__ADS_1


" Mhhh Pak " Anita mendesah tanpa sadar karena sentuhan Dylan


Dylan langsung menggendong Anita kedalam kamarnya, Dylan tak mau jika Anita memiliki kekasih selain dirinya.


__ADS_2