
Dylan menciumi leher Anita, ia menghirup dalam dalam aroma tubuh Anita.
" Pak tolong hentikan pak " ucap Anita karena merasa tak nyaman
" Kenapa..? Apa kamu tidak menyukainya..? " tanya Dylan yang menghentikan
" Iya saya tidak menyukainya pak, saya merasa risih " jawab Anita jujur apa adanya
Dylan akhirnya menuruti permintaan Anita, dengan cepat Anita bangun.
" Sepertinya kamu takut sekali dengan saya Anita..? " ucap Dylan yang mulai menjauhkan dirinya dari Anita
```
' Ya iyalah pake nanya lagi, malah gue benci banget liat tampang Lo ' gumam Anita dalam hati
```
" Kalau gitu kamu boleh pulang, besok kamu mulai bekerja bersama saya " ucap Dylan
Anita pun akhirnya merasa lega untuk hari ini, walaupun ia tau jika Dylan akan tetap bersikap seperti ini setiap hari
" Baik Pak saya permisi " Anita segera mungkin pergi dari ruangan Dylan ia benar benar takut kepada bossnya itu
Anita melihat Faiz yang tengah duduk di meja kerjanya, ia pun menghampiri Faiz
" Pak " panggil Anita
" Ehh iya Bu Anita ada apa..? " tanya Faiz mengalihkan pandanganya dari laptop
" Pak Dylan gila ya " ucap Anita membuat Faiz tertawa
" ahahah ga gila ko Bu, cuma yah agak gesrek aja otaknya " jawab Faiz yang tau jika Anita akan menjadi korban bosnya
" Gausah manggil Bu lah, panggil aja Anita " ucap Anita dan Faiz mengangguk
" Yaudah kalau gitu panggil saya juga Faiz aja gausah pakai pak " ucap Faiz
" Oke, kira kira si Boss kalau kita kasih obat tidur selama kita kerja bisa ga yah " ucap Anita sebab ia sangat kesal dengan bossnya
" Hahaha kamu mau tau ga gimana caranya bos tidak akan melakukan hal aneh aneh sama kamu " ucap Faiz
" Gimana..? "
" Kamu harus bisa lebih liar dibandingkan Pak Dylan, karena dia ga suka cewe liar " ucap Faiz berbisik
" Hah cewe liar..? Apaan itu saya gatau " jawab Anita bingung
" Aish coba saja kamu tanya teman perempuan kamu, soalnya saya takut jadinya ga sopan "
" Hemm yaudah deh kalau gitu aku pulang dulu, sampai bertemu besok "
Dengan segera Anita pergi, sedangkan Faiz tau betul jika Dylan telah mengincar Anita.
**
__ADS_1
Sesampainya di rumah Anita langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia benar benar merasa lelah terlebih ia harus menghadapi si Dylan bosnya yang mesum.
" Gue heran deh sama tuh cowo, haus kasih sayang apa gimana sih " gumam Anita sendiri
Anita mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya.
[Kapan Nikah]
[Anita : Gue keterima kerjaaaaa ]
[Aini : Seriusss????]
[Zahra : OMG]
[Naomi : Dimana..? kepo ih]
[Anita : Gimana kalau kita ketemu aja, sekalian gue traktir deh tapi nasi goreng aja ya heheh]
[Zahra : Oke boleh tuh]
[Aini : Kuy ga nolak]
[Naomi : Gas Keunn ]
Anita segera meletakkan kembali ponselnya dan memejamkan matanya untuk beberapa saat, namun tiba tiba ia teringat ucapan Faiz.
" Cewe liar tuh kayak gimana sih, sumpah gue gatau " gumam Anita
Anita memutuskan untuk bertanya kepada teman temannya nanti, ia benar benar ingin membuat Dylan menjadi ilfil kepadaya.
" An, lo serius kerja disana ..? " ucap Zahra saat tau Anita bekerja di perushaa Dylan
" Iyah masuk sana tuh gila gilaan tesnya, gue pernah denger sampai lewatin 10 tes belum interview " sambung Aini
" Tapi lo tau kan CEO mereka tuh terkenal skandal terus, suka gonta ganti cewe " ucap Naomi
" Oiya..? gue gatau " ucap Anita yang baru mengetahuinya
" Serius lo gatau An..? " tanya Zahra
" Serius, bahkan gue aja ga ikut interview " jawab Anita semakin membuat teman temannya terkejut
" Hah wah gila, kayanya nih hoki lo setahun udah kepake deh Nit " timpal Naomi
" Btw Nit, lo bagian apa disana..? " tanya Zahra
" Hehehe sekretaris Ceo " jawab Anita pelan
Semua teman teman Anita terkejut, mereka berfikir jika Anita hanya bagian staff ternyata Anita bekerja sebagai Sekretaris ceo.
" Lo udah ketemu si Dylan itu..? " tanya Zahra
" Udah " jawab Anita dengan singkat
" Hati hati Nit, jangan sampe deh lo jadi mainan dia jangan mau termakan rayuan dia pokonya lo harus hati hati " ucap Naomi
__ADS_1
" Emang iya yah dia terkenal sama skandal..? ko gue gatau yah " ucap Anita
" Lo cari di internet juga pasti muncul Nit, dia itu ceo muda tapi suka ganti ganti perempuan " jawab Aini
Kemudian Anita hening sesaat ia mencoba untuk mencari tau tentang ucapan Faiz tadi.
" Ehh iya gue mau nanya, cewe liar tuh apa sih..? " ucap Anita dengan tiba tiba
" Lo ngapain nanya nanya kayak gitu..? " tanya Zahra curiga
" Mau tau aja, emang apaan itu..? " Anita kembali mengulang pertanyaannya
" Yah cewe yang agresif gitu Nit, jadi misalkan nih cowo itu kayak mesum nah lo lebih mesum dari dia gitu lah intinya " jawab Naomi
" Ooo gitu yah " gumam Anita sambil mengangguk
Anita menimbang nimbang ucapan Faiz, apa mungkin Dylan tidak menyukai wanita seperti itu. Ia sedikit ragu dengan apa yang Faiz katakan, namun ia juga tak ingin jika harus meladeni Dylan seperti tadi setiap hari.
********
Sudah dua hari ini Dylan memuaskan miliknya dengan dirinya sendiri, sebelumnya ia selalu meminta wanita bayaran untuk memuaskan dirinya.
Namun ia hanya menginginkan Anita, menurutnya wanita itu berbeda dengan wanita lain. Jika wanita lain akan tergila gila kepadanya apalagi dengan harta Dylan, berbeda dengan Anita yang justru menolaknya mentah mentah.
" Kenapa sih wanita itu sulit sekali " Dylan merasa kesal karena baru kali ini ia mendapatkan penolakan
Ia juga tak ingin terlalu memaksakan Anita untuk langsung mengikuti apa maunya, ia harus pelan pelan agar Anita luluh kepadanya.
" Engga ga ga bisa ga bisa gue harus pelan pelan kalau ga dia ga akan luluh sama gue " gumam Dylan sendiri
Dylan mencoba merebahkan tubuhnya dan melupakan bayang Anita dari pikirannya, ia akan memikirkan cara lain untuk meluluhkan Anita nantinya.
Namun sialnya Dylan benar benar merasa gelisah, justru ia sangat ingin mendengar suara Anita saat ini. Akhirnya Dylan memberanikan dirinya untuk menghubungi Anita, entah apapun nanti alasannya yang terpenting saat ini ia sangat ingin mendengar suara Anita.
Anita : Hallo maaf dengan siapa yah??
Dylan : Kamu belum menyimpan nomor saya..?
Anita : Siapa yah..? apakah salah sambung..?
Dylan : Saya Dylan atasan kamu
Anita : oo maaf maaf pak saya belum menyimpan nomor bapa
Dylan : Saya cuma ingin mengingatkan jika esok kamu harus datang lebih awal dari saya
Anita : Aaah sakit ra
" Sial kenapa dia berdesah seperti itu " gumam Dylan dalam hat
Anita : Maaf pak maaf saya sedang di luar
Anita : Baik pak siap
Dylan : Oke
__ADS_1
Setelah itu Dylan langsung mengakhiri panggilannya, ia langsung meletakkan ponselnya dan mencoba untuk tertidur.