Scandal CEO Muda

Scandal CEO Muda
Hal Gila


__ADS_3

Anita menatap wajah Dylan yang kini persis ada diatas wajahnya, kedua mata mereka saling bertemu dengan nafas yang saling memburu.


Dylan begitu tampan dari jarak sedekat ini, walaupun ini bukan pertama kali untuk Anita namun laki laki selalu berhasil menghipnotis Anita.


Namun Anita kembali sadar, Dylan ini atasannya dan dia bawahannya.


" Pak Maaf saya ga bisa " kata Anita dengan pelan


" Kenapa ? " tanya Dylan dengan raut wajah yang kecewa


" Saya belum .. Saya belum siap " ucap Anita dengan gugup


" Saya tidak akan melakukan penyatuan, tapi saya boleh meminta hal lain ? "


" Apa pak ? "


Dylan mengarahkan tangan Anita untuk melepaskan celananya, dengan gemetar dan gugup Anita mengikuti perintah Dylan.


Bisa dilihat dengan jelas oleh Anit sebuah benjolan besar dari underwear Dylan, Anita menelan kasar ludahnya.


" Saya ingin kamu memuaskannya, dengan ini " Dylan mengelus bibir Anita


" Tapi saya belum pernah pak, bahkan saya engga tau " jawab Anita dan Dylan baru tersadar


" Nanti saya ajarkan " ucap Dylan


Kini underwear itu berhasil terbuka, milik Dylan menantang dengan sempurna dihadapan Anita.


Dylan meraih tangan Anit, meminta Anita untuk memainkannya.


Anita dengan gugup mengelus benda keras dan panjang itu, Anita melihat dan mendengar Dylan yang memejamkan matanya dengan *******.


" Masukan Anita, jangan sampai terkena gigi anggap saja permen " kata Dylan yang sudah sangat ingin merasakan


Dengan ragu Anita memasukan kedalam mulutnya, Anita merasa aneh dan mulutnya terasa penuh.


Dylan mencoba mengarahkan kepala Anita, dan semakin lama Anita paham dengan sendirinya.


Rasanya begitu nikmat bagi Calvin, terlebih beberapa hari ini ia hanya menggunakan tangannya sendiri.


Dylan terus menekan kepala Anita agar lebih dalam, semakin lama Anita semakin terbiasa dengan benda tersebut.


Hingga Dylan merasa akan ada yang keluar, dengan cepat Dylan menariknya dan pergi ke toilet.


Sedangkan Anita ia hanya melamun, ia tak tau apa yang terjadi.


Dylan kembali dan melihat Anita yang kebingungan, namun bukan Dylan jika tak bisa menaklukkan wanita.


" Sekarang giliran kamu " bisik Dylan membuat Anita merinding


" Tapi saya—"


" Saya tidak akan melakukan penyatuan sampai kamu yang mengizinkan" ucap Dylan dan Anita tanpa sadar mengangguk

__ADS_1


Dylan melepaskan satu persatu baju yang masih menempel pada dirinya dan juga melepaskan pakaian Anita, sehingga kini Dylan bisa melihat sempurna tubuh Anita.


Anita menutup dengan batal yang ada di dekatnya, namun dengan cepat Dylan mengambil bantal tersebut dan membuangnya ke sembarang arah


Dylan langsung ******* bibir Anita yang sedikit terbuka, lidahnya menerobos masuk ia juga menggit pelan bibir Anita.


Tangan Dylan mulai menjamah bagian lainnya, ia memainkan benda knyal tersebut dengan tangannya.


" Mhh " Anita mengeluarkan suara itu tanpa sadar


Dylan tersenyum puas, namun tak sampai disana ia memasukan Boba kedalam mulutnya.


Anita merasa ada tubuhnya seperti tersetrum, ada kenikmatan yang memaksa Dylan untuk terus melakukannya.


Satu tangan Dylan turun kebagian bawah, membuat kedua kaki Anita terbuka dengan lebar.


Dylan memasukan jari tengahnya kedalam sana, ia juga memainkan daging kecil tersebut.


" Pak.. Ahh Ja..Ngan pak " ucap Anita, walaupun bibirnya berkata tidak berbeda dengan tubuhnya yang menginginkan untuk terus.


" Nikmati saja Anita, dan jangan panggil saya pak " ucap Dylan


Wajah Dylan mulai turun kebawah, kini ia tatap milik Anita hingga Anita merasa malu.


Dylan yang tak sabar langsung melahapnya, hal yang tak pernah ia lakukan dengan orang lain.


" Pak ahhh bapa ngapain ahh, jangan pak " kata Anita, namun tangannya justru mendorong kepala Dylan


Anita hampir sampai dan Dylan tau itu, namun Dylan menghentikannya terlihat jelas raut wajah Anita yang kecewa.


" Kamu ingin berhenti?? " tanya Dylan dan Anita menggelengkan kepalanya


Anita merasa kesal, entah kenapa rasanya sangat kesal.


" seenaknya aja " cicit Anita pelan


" Jadi kamu masih menginginkannya?? " tanya Dylan sedikit menggoda dengan memainkan jarinya


" Mmhhhh " Anita mengangguk tanpa sadar


Dylan mengarahkan miliknya, ia menggesekkannya.


Rasanya jauh lebih nikmat begi Anita, begitu juga dengan Dylan.


" Saya ingin masuk sedikit saja, boleh kan ? " tanya Dylan berbisik dan Anita mengangguk


Dylan memasukan ujung kepalanya, dan rasanya sangat sangat nikmat.


Dylan menggerakkan pelan, rasanya begitu nikmat ingin sekali Dylan mendorong namun ia tak boleh terlalu terburu buru ia ingin Anita sendiri yang meminta.


" Ahh Pak " Anita mengangkat sedikit tubuhnya


Dan benar saja tak lama Anita pun sampai, begitu juga dengan Dylan yang dengan cepat melepaskannya dan berlari ke toilet.

__ADS_1


Tapi ada yang aneh bagi Anita, ia masih merasakan ingin seperti tadi ia membayangkan jika itu masuk seluruhnya pasti akan terasa lebih nikmat.


Dylan kembali dan merebahkan tubuhnya disebelah Anita, ia membelain pelan pipi Anita.


" Gimana kamu suka Anita ?? " tanya Dylan dengan lembut


Anita bukan hanya menyukai, bahkan ia menginginkan lagi bahkan lebih dari tadi namun tak mungkin ia mengatakan hal itu kepada Dylan.


" Jawab aku Anita " tanya Dylan sambil kembali memainkan jari tengahnya


" Ahh " Anita mengangguk dan Dylan tersenyum senang


" Kamu ingin lagi ? " bisik Dylan dan Anita mengangguk


Anita benar benar kehilangan urat malunya, yang ia inginkan adalah kenikmatan seperti tadi.


" Kamu tak ingin mencoba dengan ini Anita " Dylan menunjuk kearah benda keras dan panjang, namun Anita dengan cepat menggelengkan kepalanya


" Sebatas tadi cukup " kata Anita dan Dylan mengangguk


Kini bukan hari tengah lagi, tapi dua jari yang bermain main.


Anita kembali merasakan kenikmatan, Dylan melihat Anita seperti cacing kepanasan yang meliuk-liuk.


Seperti tadi Dylan memasukan kepalanya, dan menggerakkannya.


" Pak mmhh "


" Ya Anitaa mmhh "


Anita tak ingin menjawab, ia harus bisa mengontrol dirinya menahan dirinya.


Anita kembali sampai pada puncaknya, hingga kini tubuhnya terasa lemas.


Disusul dengan Dylan yang juga terkulai lemas di sebelah Anita.


***


Setelah melewati hari panas hari ini Anita pulang ke rumahnya dengan rasa penasaran, bagaimana jika milik Dylan masuk sempurna apakah lebih nikmat?


Begitu sampai dirumah Anita merebahkan tubuhnya, ia kembali teringat atas kejadian kejadian siang tadi bersama dengan Dylan.


Tiba tiba ia ingin mengulangi lagi, ia teringat apa yang lakukan tadi dan mencoba melakukannya sendiri.


Ia melepaskan underwearnya, menggesekkan daging kecil tersebut dan rasanya nikmat namun lebih nikmat saat Dylan melakukan.


Anita benar benar gila, ia benar benar ingin kembali melakukan dengan Dylan itu benar benar hal gila bagi Anita.


Apa yang akan Dylan pikir nantinya, pasti Dylan akan berpikir Anita adalah perempuan murahan.


Tapi Anita benar benar sangat ingin, ia terus membayangkan kejadian itu.


Anita tau ini salah, tapi sepertinya Dylan berhasil menghipnotis Anita.

__ADS_1


__ADS_2