Scandal CEO Muda

Scandal CEO Muda
Marah ??


__ADS_3

Anita menolehkan wajahnya kearah Dylan, ia menatap wajah Dylan dalam dalam.


Dylan membelai lembut wajah Anita, bahkan belain tersebut membuat Anita memejamkan matanya.


Dylan langsung menarik wajah Anita, dan dengan segera ia ******* bibir Anita.


Hawa dingin yang tadi mereka rasakan, tiba tiba menjadi hawa panas diantara mereka.


Ciuman Dylan mulai turun ke leher putih Anita, Anita memejamkan matanya dan menikmati apa yang Dylan lakukan.


Entah kenapa Anita tak mampu menolak, justru ia membiarkan Dylan melakukan hal itu.


Tangan Dylan perlahan mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang Anita pakai.


" Mmhhh " Lenguhan mulai keluar dari mulut Anita


" Keluarkan sayang, aku suka mendengarnya" ucap Dylan sambil meremas pelan


" Pak.. Mmhh "


" Sstt jangan panggil saya Pak disaat kita tengah berduaan, panggil nama saya saat kita bersama " ucap Dylan


Dylan mengeluarkan dua bongkahan tersebut, hingga kini tangannya lebih bebas bermain.


Dengan segera Dylan memainkan Boba tersebut, hal itu semakin membuat Anita meracau.


" aww mmhh pel..an ahh pel..an " ucap Anita, namun ia semakin menekan kepala Dylan


Dylan melihat rok milik Anita sudah terangkat setengah, ia menelan ludahnya dengan kasar melihat hal itu.


Saat keduanya tengah melakukan aktivitas panas, Terdengar suara ketukan dari luar jendela mobil.


" Cih ganggu saja " ketus Dylan yang dengan segera pindah ke kursi depan


Anita melihat pakaiannya yang sudah berantakan, dengan segera ia merapikan pakaiannya yang berantakan.


" Ayo Nit kita pindah mobil " ucap Dylan membuka pintu belakang


" Hmm iya " gumam Anita


Dylan dan Anita segera pindah ke mobil lain, sedangkan mobil milik Dylan dibawa ke bengkel.


Anita duduk di sebelah Dylan dengan rasa gugup, bagaimana ia tidak gugup barusan ia dan Dylan tengah bercumbu begitu mesra.


Anita sedikit melirik kearah Dylan, namun wajah laki laki itu nampak biasa saja.


Karena merasa mengantuk, Anita pun memejamkan matanya sebentar.


" Rumah kamu dimana..? " tanya Dylan namun ia tak mendengar jawaban dari Anita

__ADS_1


Dylan melihat Anita yang sudah tertidur dengan lelapnya, kemudian ia memerintahkan kepada supir untuk membawa ke apartemennya.


***


Anita membuka matanya dan melihat kesekeliling, ia teringat terakhir ia berada didalam mobil.


Namun saat ini ia melihat kamar yang begitu luas dan mewah, ia sendiri bingung dimana ia berada.


Saat ia hendak membuka selimutnya, ia terkejut pakaian yang ia gunakan sudah berbeda.


Ia pun segera bangun dan pergi ke toilet, saat ia bercermin ia melihat banyak kismark di tubuh dan lehernya.


Anita mencoba mengingat apa yang terjadi malam tadi, namun ia tak bisa mengingat apapun sekarang.


" Apa jangan jangan " Anita segera keluar dari toilet dan ia terkejut melihat Dylan yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi setengah badannya


" Aaaaaa " Anita berteriak saat melihat Dylan, begitu juga dengan Dylan yang terkejut karena teriakan Anita.


" Kamu kenapa Anita, pagi pagi sudah berteriak" ucap Dylan


" Ya bapa ngapain telanjang depan saya, bapa emang ga malu apa " ucap Anita dengan ketus


" Saya ga telanjang, atau kamu ingin melihat saya telanjang..? " goda Dylan


" Gamau ..!! Terus bapa ngapain saya, kenapa baju saya jadi beda "


" Yaah cuma dikit lah, yah karena saya pikir kan itu baju sudah dari pagi jadi yaudah saya ganti sama baju saya " ucap Dylan dengan santai


" Jadi bapa ngelakuin itu ke saya..? " ucap Anita


" Itu apa..? penyatuan..? Engga saya ga melakukan itu " jawab Dylan dengan cepat


Anita mengingat ucapan Faiz, jika Dylan sangat tidak suka jika wanita itu menggoda Dylan sampai ingin melakukan hubungan.


Anita akhirnya memiliki ide, ia berfikir ini adalah saat yang tepat dan dengan begitu Dylan tak akan macam macam kepada dirinya.


Anita mendekat kearah Dylan, dan ia pun menarik tangan Dylan.


' Semoga aja abis ini gue beneran ga diganggu sama ini cowo ' gumam Anita


Anita diam diam mempelajari hal seperti itu dari internet , kemudian ia pun mempraktekkan kepada Dylan.


Anita mendorong tubuh Dylan hingga terjatuh di kasur, setelah itu ia pun duduk diantara paha Dylan.


" Gimana kalau kita lakuin sekarang" ucap Anita berbisik


Dylan yang memang sudah tak dapat menahan, langsung membalikkan tubuh Anita dan menindihnya.


Deg..

__ADS_1


Jantung Anita terus berdetak dengan kencang, apalagi saat Dylan menatapnya seperti orang kelaparan.


" Jadi kamu menginginkannya. .? " tanya Dylan berbisik


" I..iya saya menginginkannya " jawab Anita dengan gugup dan ragu


Dylan dengan segera melepaskan handuk yang masih menempel ditubuhnya, dan Anita melihat milik Dylan yang sudah keras dari balik celan


Anita kembali mendorong tubuh Dylan hingga kini Dylan berada di sebelahnya, Anita berencana akan duduk di antar paha Dylan.


" Gimana kalau saya duduk disana pak " ucap Anita sembari menunjuk


" Come on baby " jawab Dylan dengan senang


' Ternyata aku tak perlu susah untuk mendapatkan Anita ' gumam Dylan


Anita terkejut dengan respon Dylan, mengapa ia tidak marah.


Anita segera bangkit dan menjauhkan dirinya dari Dylan.


" Kenapa. ? " tanya Dylan bingung


" Kenapa Bapa ga marah saya ingin meminta hal itu" ucap Anita dengan gugup


Dylan pun tertawa, mungkin ia mencari tau lewat Faiz asisten nya.


" Jadi kamu ingin membuat saya marah ..? " tanya Dylan


" Engga tapi bukannya bapa gamau melakukan hal itu " jawab Anita semakin takut


" Benar saya memang gamau melakukan hal itu, tapi berbeda dengan sekarang justru saya menginginkannya dengan kamu Anita " ucap Dylan yang kini sudah memposisikan dirinya duduk


" Gaaaa. ... Saya gamauu " jawab Anita dengan cepat


" Saya itu ngelakuin kayak gitu biar bapa itu ilfil sama saya, biar bapa berenti ganggu saya, saya itu ga nyaman di perlakukan seperti itu sama Bapa. Oke saya emang sekretaris Pak Dylan, tapi bukan berarti saya harus melayani keinginan bapa yang seperti itu. Kalau pun saya ingin melakukan, saya ingin melakukan dengan orang yang saya cintai. " ucap Anita dengan tegas


Dylan bangun dari kasurnya dan kembali memakai handuk yang sempat ia lepaskan.


" Saya sudah siapkan seragam kerja kamu di lemari, saya tunggu di bawah "


Setelah itu Dylan langsung turun kebawah meninggalkan Anita, sejenak Anita merasa jika ucapannya berlebihan.


Namun ia benar benar tak tau lagi harus berbicara seperti apa agar Dylan berhenti.


Anita segera bergegas mandi dan bersiap untuk bekerja, setelah selesai ia pun langsung turun dan menemui Dylan.


Anita duduk di sebrang Dylan, sejak ia ada disini Dylan terus menatap ke layar ponselnya.


' Apa dia marah..? Tapi kenapa marah yang Faiz bilang itu beda yah ' gumam Anita sendiri

__ADS_1


" Saya tunggu di mobil " ucap Dylan yang langsung meninggalkan Anita


Anita menjadi merasa bersalah, namun ia tak punya cara lain agar Dylan berhenti mengganggunya.


__ADS_2