
Setelah kejadian tadi Dylan benar benar tak menganggu Anita, bahkan untuk berkas saja Dylan meminta Faiz yang mengantarkannya.
" Nit kamu ngelakuin apa ke Pak Dylan, ko jadi aku terus gini yang di suruh suruh " ucap Faiz yang merasa kelelahan
" Yaa saya ngelakuin apa yang kamu suruh, tapi dia malah mau. Terus saya bilang saya ga nyaman, dan lain lainnya lah " ucap Anita sontak membuat Faiz terkejut
" Waah Nit waahh, habis udah nit habis udah " ucap Faiz menakutkan Anita
" Apanya.?? jangan bilang Pak Dylan mau pecat saya?? dih Faiz gimana ini " ucap Anita panik
" Lebih baik saran saya kamu minta maaf, sebelum si Bos makin marah " ucap Faiz dan akhirnya Anita setuju
Anita merapihkan pakaiannya dan mencoba menemui Dylan, sesampainya di depan pintu ia menarik nafasnya dan mengetuk pintu.
Tok.. Tok.. Tok
" Masuk " ucap Dylan dari dalam
Anita langsung mendorong pintu itu dengan pelan, ia melihat Dylan yang tengah fokus dengan laptopnya.
" Permisi Pak Dylan " ucap Anita pelan sambil memegang berkas yang seharusnya Faiz antar
Dylan tak menoleh ataupun menjawab, ia benar benar mengabaikan Anita.
" Pak Ini berkas dari Faiz tadi Faiz lagi ke toilet, jadi saya yang diminta untuk antar berkasnya" ucap Anita namun lagi lagi Dylan tak merespon
Anita terus berdiri dihadapan Dylan, namun laki laki itu terus mengabaikan dirinya.
" Nyebelin banget " gumam Anita sangat pelan
" Ya kalau saya nyebelin kenapa masih betah " jawab Dylan dengan ketus namun masih enggan menatap Tiara
" Ngomong pelan denger ngomong kenceng ga denger " ucap Tiara
Dylan menutup layar laptopnya dan berjalan meninggalkan kursi kerjanya, sedangkan Anita langsung menghalangi jalan Dylan.
" Bapa mau kemana?? " tanya Anita sambil menghalangi Dylan
" Bukan urusan kamu, awas " jawab Dylan ketus
" Pak Dylan saya tuh kesini niatnya baik, mau minta maaf karena ucapan saya tadi pagi " Anita masih berusaha untuk meminta maaf
" Awas Anita " ucap Dylan yang sejak tadi Anita halangi jalannya
" Pak Dylan saya minta maaf saya serius saya minta maaf pak " ucap Anita kembali
" Anita saya mau ke toilet, kamu mau ikut?? "
Anita langsung menyingkirkan dirinya dari hadapan Dylan, dan benar saja Dylan pun pergi ke toilet yang ada diruangannya.
Anita menunggu Dylan di sofa, ia masih harus meminta maaf kepada bosnya itu.
__ADS_1
Ia takut jika nantinya ia di pecat, terlebih ia saja baru masuk kerja.
Tak lama Dylan keluar, kali ini ia duduk menghampiri Anita.
" Kamu bilang ga nyaman sama saya, risih lah, terus kenapa kamu masih ada disini ?? " tanya Dylan dengan ketus
" Pak jangan pecat saya ya pak, sumpah pak saya ga bermaksud buat nyakitin perasaan bapa " ucap Anita yang masih takut
" Saya sudah posting untuk mencari pengganti kamu, kamu terlambat " Dylan bangun dari duduknya namun dengan cepat Anita menarik tangan Dylan hingga Dylan terjatuh menimpa Anita
Kini Anita berada dibawah Dylan, kedua mata mereka saling bertatapan dan jarak kedua bibir merekapun cukup dekat.
Entah siapa yang memulai kini bibir keduanya sudah saling bertautan, Anita juga mulai mengimbangi ciuman yang Dylan berikan.
Anita lebih dulu mengakhiri ciuman mereka, Dylan pun kembali menatap wajah Anita.
" Jika kamu tetap menjadi sekretaris saya, jangan salah saya jika saya melakukan hal seperti ini " ucap Dylan dengan pelan
" Saya akan tetap menjadi sekretaris bapa " jawab Anita dengan pelan
" Baik kalau kamu yang memintanya " ucap Dylan yang merasa senang karena dirinya menang
Dylan bangun dan merapikan pakaiannya, begitu juga dengan Anita yang merapihkan pakaiannya.
" Udah kan Pak Marahnya ?? " tanya Anita
" Hem " gumam Dylan pelan
Dylan merasa cukup puas melihat Anita yang berhasil ia luluhkan, dengan bantuan Faiz ia berhasil membuat Anita luluh kepadanya.
" Gimana berhasil ga?? " tanya Faiz penasaran
" Hemm sepertinya " jawab Anita sambil mengangkat kedua bahunya
" Oiya saya ada ketemu seseorang disuruh sama Pak Dylan, ini ada beberapa berkas yang harus di susun di ruangan Pak Dylan yaa. Byee Anitaa "
Anita hanya terkejut begitu Faiz pergi, lagi lagi ia harus kembali keruangan tersebut.
" Duh habis lah guee " gumam Anita sendiri
Setelah mengatur nafasnya berkali kali, akhirnya Tiara memberikan dirinya untuk kembali keruangan Dylan.
Baru ia hendak mengetuk pintu, laki laki itu keluar dari ruangannya.
" Bapa mau kemana?? " tanya Anita bingung
" Kenapa?? " Dylan berbalik bertanya kepada Anita
" Ya saya mau Keruangan bapa, saya mau beresin berkas " Anita menunjukkan beberapa berkas ditangannya
" Oo yaudah kamu masuk aja, saya cuma sebentar ko "
__ADS_1
" Saya tunggu diruangan bapa aja deh, nanti kalau bapa sudah kembali biar saya kembali masuk kedalam "
Dylan hanya mengangkat kedua bahunya, kemudian ia dengan cepat pergi meninggalkan Anita.
" Ko Pak Dylan buru buru banget yah, ah bodo amat ah " Anita pun segera kembali keruangannya.
Saat Anita tengah merapihkan kemejanya, tanpa sengaja ia melepaskan satu kancing kemeja paling atas.
Kemeja itu pun sedikit terbuka dan menunjukkan lekuk tubuh Anita, dengan segera Anita mencari sesuatu untuk menutupi kancing yang rusak.
" Duhh gimana ini bisa bisa Pak Dylan mikir macem macem " gumam Anita panik
Saat Anita tengah mencari barang, tiba tiba pintunya terbuka begitu saja.
" Anita " panggil Dylan laki laki yang membuka pintu ruangannya
Dugg
" Aww " Anita yang tengah berada di kolong meja merasakan kepalanya terbentur
Dylan menahan tawanya agar tak keluar, sedangkan wanita itu langsung bangun sambil memegang kepalanya.
" Ya Pak " ucap Anita sambil memegang kepalanya
" Kalau mau Keruangan bisa sekarang yah " ucap Dylan yang kemudian kembali meninggalkan Anita
Anita masih belum juga menemukan pengganti kancingnya yang lepas, ia hanya berharap Dylan tak menyadari hal ini.
Setelah di persilahkan masuk, Anita pun langsung masuk kedalam dan meletakkan dokumen diatas meja sofa.
" Anita saya boleh minta tolong" ucap Dylan sambil menatap layar laptopnya
" Iya Pak kenapa?? " saut Anita yang mendekati Dylan
" Kamu bisa memperbaiki ini " ucap Dylan yang sejak tadi kesulitan
" Oo ya bisa pak sebentar "
Tiara sedikit membungkukkan tubuhnya agar bisa memakai laptop Dylan, seketika Anita juga lupa dengan pakaiannya.
Dylan salah fokus kepada Anita, tiba tiba ia melihat baju Anita yang terbuka dibagian atas.
Dylan langsung menarik Anit untuk duduk dipangkuannya, Anita pun terkejut dan hanya diam.
" Jadi kamu sengaja ingin menggoda saya Anita " ucap Dylan berbisik
" E..engga apak " jawab Anita gugup
Dengan cepat Dylan menggendong Anita, ia membawa Anita masuk kesebuah ruangan rahasia didalam ruangannya.
" saya menginginkannya Anita, jangan tolak saya " ucap Dylan
__ADS_1