
Dengan cepat Anita mendorong pelan tubuh Dylan.
" Ga saya gamau " tolak Anita
" Kenapa..? Kenapa kamu tidak mau..? " tanya Dylan dengan bingung
" Karena saya ga suka sama bapa " jawab Anita dengan jelas
" Saya ga suka sama laki laki yang suka ganti ganti pasangan, apalagi laki laki itu sudah sering tidur sama perempuan lain " lanjut Anita
Calvin hanya tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut Anita.
" Hahaha "
" Kenapa ketawa saya lagi ga ngelawak " ucap Anita yang bingung melihat Dylan tertawa
" Kamu tau darimana semua itu Anita " tanya Dylan sambil mendekat kembali kearah Anita
" Yaa banyak berita tentang bapa di internet" jawab Anita dengan hati hati
" Jadi kamu cari tau tentang saya..? Berarti kamu tertarik dengan saya..? begitu Anita..? " ucap Dylan kembali dengan tatapannya
" E..Engga saya ga tertarik sama bapa " jawab Anita dengan gugup
" Saya suka wanita polos seperti kamu Anita " bisik Dylan
Anita pun terkejut, benar yang Faiz katakan jika Dylan tak menyukai wanita yang liar.
Tapi bagaimana ia harus melakukan apa, ia harus membuat Dylan menjadi ilfil kepada dirinya.
" Saya ga polos, kata siapa saya polos " ucap Anita memberanikan dirinya
" Oyaaaah..? " Dylan menaikkan satu Alisnya keatas
' Apa gue cium aja ya bibirnya duluan, kan gue harus lebih dari dia. Pokoknya dia harus ilfil sama gue ' gumam Anita yang terus berperang dengan dirinya sendiri
Anit sedikit berjinjit dan menarik Dylan, ia pun langsung mencium bibir Dylan.
Dylan terkejut dengan apa yang Anita lakukan, kemarin saat ia mencium Anita tak merespon apapun tapi sekarang justru ia yang lebih dulu memulai.
Dengan senang hati Dylan membalas ciuman Anita, bahkan kini ia mulai *******.
' Sial ko dia malah bales ciuman gue sih ' gumam Anita terkejut
Dengan cepat Anita melepaskan ciumannya dari Dylan, ia pun kembali mendorong tubuh Dylan.
" Waahh sudah ada kemajuan rupanya" Dylan memberikan tepuk tangan dengan pelan
" Masih jam kantor, saya mau kerja pak" Dengan segera Anita pergi dari ruangan Dylan
Dylan terus menatap tubuh Anita dari belakang, ahh rasanya ia ingin memiliki Anita seutuhnya.
Ia ingin merasakan goyangan tubuh Anita, benar benar ia ingin Anita saat ini.
Anita yang sudah kembali keruang langsung melirik Faiz dengan tatapan kesal.
" Kenapa gitu liatin saya..? " tanya Faiz melihat tatapan sinis dari Anita
" Kamu bilang Pak Dylan ga suka sama perempuan liar, tapi kenapa dia malah suka Faiz " ucap Anita dengan kesal
" Aku tanya emang apa yang kamu lakuin biar pak Dylan ilfil..? " tanya Faiz penasaran
__ADS_1
" Yaa saya mulai ciuman duluan, tapi dia malah seneng " ucap Anita dengan kesal
" Hahahaha " Faiz tertawa mendengar cerita Anita
" Ko malah ketawa sih iz " Anita semakin bingung mendapatkan respon dari Faiz
" Yaa kalau itu sih saya juga akan melakukan hal yang sama Anitaa, nih sini saya kasih tau biar Pak Dylan berenti. " ucap Faiz setengah berbisik
" Apa..? " Anita mendekat kearah Faiz
" Pak Dylan itu ga suka ngelakuin hubungan intim, kamu tau kan hubungan intim. " ucap Faiz namun Anita justru menggelengkan kepalanya
" Pantas pak Dylan suka sama kamu, kamu polos gini. Jad Pak Dylan itu paling ga suka kalau perempuan itu meminta hubungan intim, hubungan suami istri lah gitu penyatuan " ucap Faiz menjelaskan semudah mungkin
" Jadi maksudnya saya harus ngelakuin itu biar Pak Dylan ga mau sama saya..? " tebak Anita
" Yaa ga sampai begitu, tapi mengarah kesitu lah Nit. Paham dong maksudnya " ucap Faiz yang bingung menjelaskan seperti apa lagi
" Oo yayaya paham paham, tapi beneran kan Pak Dylan bakal ilfil sama aku..? " ucap Anita kembali meyakinkan Faiz
" Yaa Iyah, karena semua cewe yang ngelakuin kayak gitu berujung di usir dan bentakan sama pak Dylan " jawab Faiz
" Oke kalau gitu " jawab Anita yang kembali menyusun rencana
Namun tanpa Anita ketahui, Dylan justru menginginkan hal itu bersama dengan Anita.
**
Jam menunjukkan pukul 5 sore, dengan segera Anita bersiap untuk pulang
" Oiya Nit, kamu temani pak Dylan yah hari ini meeting. " ucap Faiz yang tengah merapihkan dokumen
" Kamu aja lah Iz " tolak Anita
" Emang jam berapa..? " tanya Anita yang sebenarnya enggan
" Harusnya sekarang sih berangkatnya, kamu siap siap aja " ucap Faiz memberikan saran
" Duh mana saya lagi pakai rok span lagi iz " ucap Anita
" Udah ga apa apa, sana siap siap " ucap Faiz
Dengan segera Anita merapihkan make up-nya, setelah selesai ia langsung menghampiri Dylan yang berada diruangannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Anita mengetuk pintu dan menunggu pemilik ruangan menyuruh masuk.
Namun Justru pintu tersebut terbuka, dan Dylan keluar dari ruangan tersebut.
" Ayo berangkat " ajak Dylan yang sudah siap
" Iya pak " Anita mengangguk
Dengan segera Dylan dan Anita berjalan menuju mobil Dylan, sepanjang jalan Dylan menahan senyumnya.
Begitu sampai dalam mobil Anita dan Dylan segera masuk, Anita langsung meletakkan tasnya di depan paha dirinya.
Dylan segera melanjukan mobilnya meninggalkan halaman kantor, sepanjang jalan tak ada obrolan diantara keduanya.
Anita terus menatap ke jalan, ia tak ingin sedikit pun menoleh kearah Dylan.
__ADS_1
" Kenapa sih grogi yah berduaan sama saya " ucap Dylan sambil fokus menyetir
" Engga " jawab Anita singkat
Dylan tersenyum melihat tingkah Anita yang membuatnya gemas.
Mereka pun sampai di sebuah restoran tempat Dylan membuat janji.
Anita duduk di sebelah Dylan dan memperhatikan bagaimana cara Dylan menjelaskan, tanpa sadar Anita begitu terpesona dengan laki laki yang ada di sebelahnya.
Memang Anita akui Dylan itu tampan, bahkan bisa dibilang laki laki sempurna untuk menjadi pasangan.
Setelah selesai meeting mereka, Dylan pun langsung mengajak Anita untuk pergi.
" Lain kali kalau ikut meeting jangan gunakan rok seperti itu " ucap Dylan dengan tegas
" Kenapa..? " tanya Anita yang enggan menoleh kearah Dylan
" Saya ga suka ada cowo lain yang menatap kamu, kalau bukan klien udah saya pukul wajahnya " ucap Dylan yang tengah emosi
Anita memberikan dirinya menoleh kearah Dylan, dan ia melihat raut wajah Dylan tak setenang biasanya.
" Baik Pak " ucap Anita yang menurut permintaan Dylan
Dylan tak menjawab apapun, ia langsung mengendarai mobilnya pergi dari tempat pertemuan.
Tiba tiba hujan turun begitu deras, kendaraan mulai memperlambat jalannya.
Tiba tiba mobil yang Dylan tengah kendarai sedikit oleng,ia pun segera menepi ke pinggir.
" Bapa mau kemana..? " tanya Anita saat Dylan membuka pintu mobilnya
" Saya cuma mau cek aja, kamu tunggu " ucap Dylan yang langsung keluar melawan hujan
Tak lama Dylan masuk dengan kemeja yang sudah basah karena Hujan.
" Ban saya sepertinya bocor, saya sudah hubungi bengkel jadi kita tunggu disini " ucap Dylan dan Anita mengangguk
" Pak Dylan bawa baju..? Baju bapa basah, kalau ga segera diganti nanti sakit " ucap Anita yang terdengar khawatir
" Bawa, di belakang " jawab Dylan
Anita langsung mencari baju tersebut, ia langsung pindah ke kursi belakang.
" Ganti dulu pak " Anita mengambil kaus dan celana dari dalam totebag
Dylan pun ikut pindah ke kursi belakang, dan kini sudah duduk di sebelah Anita.
Dylan langsung membuka kancing baju kemejanya, sedangkan Anita sudah melihat ke lain arah.
" Kamu gamau liat..? " goda Dylan yang tengah berganti pakaian
" Udah pak cepet ganti " ucap Anita
Dylan pun selesai berganti pakaian, ia meletakkan baju basah di dalam totebag.
" Saya sudah selesai " ucap Dylan
Anita pun langsung membalikkan tubuhnya, dan melihat Dylan sedikit berbeda dengan kaus yang digunakannya.
' Padahal cuma kaos hitam dan celan coklat pendek, tapi kenapa ganteng banget ' gumam Anita
__ADS_1
Dylan menarik pelan tubuh Anita yang sedikit menjauh darinya, setelah Anita tepat di sebelahnya Dylan langsung memeluknya.
" Jadi milik saya, Anita " bisik Dylan