
Dikamar aku hanya memikirkan masa kecil yang sama sekali yang tak kuingat itu.
Kuhidupkan handphoneku, kulihat banyak chat.
Grup prakarya :
Di chat itu, alice sebagai ketua kelompok menentukan pada anggota lain benda apa yang akan dibawa, dan syukurlah aku hanya membawa gunting saat esok hari.
Tapi tetap aku tak habis fikir tentang semua makhluk yang datang lewat mimpi ataupun dunia nyata. Lalu kucoba untuk membuat catatan ataupun diary agar dapat mengenali mereka satu persatu.
DIARY (halaman 1) :
Wanita berkerudung hitam.
Wanita seram tanpa kulit yang menindih tubuhku dengan Las lacoina (wanita yang merangkak) yang mencekik leherku sampai kehabisan nafas.
Wanita berwajah hancur yang memegang lilin digereja tua.
Sebenarnya aku mau saja mencatat nama Las laciona. Tapi, aku telah tahu namanya, jadi kucatat saja ciri-ciri dan jadwal kapan dia mulai menerorku.
DIARY (halaman 2) :
Las lacoina.
Merangkak, tak dapat berjalan suka memakan makhluk-makhluk kecil seperti ular, anjing, dan lain-lain.
Dia datang disaat aku sendirian dirumah (pengecut).
__ADS_1
Hari itu sangat aman dan nyaman, tak ada teror dan tak ada mimpi buruk bahkan sampai bangun di pagi hari yang cerah.
Kuambil gunting diatas meja laluku masukkan kedalam tas.
Tentu aku tak membawa buku diary karena sudah bosan memukul ashley dan melemper meja ke kepala adrew.
(semoga andrew hadir di hari ini karena rasanya aku ingin bertengkar di hari ini).
Setibanya disekolah kulihat kepala andrew yang berbalalut kain kafan (sebenarnya sih perban, cuman aku cukup sedikit marah hari ini).
Bocah itu (andrew) hanya menoleh lalu membesarkan bola matanya kepadaku.
Tentu aku menganggapnya remeh dengan memberikan sebuah siulan yang indah.
Hari ini adalah hari yang sangat indah karena tak ada masalah.
"Emily ini gunting kamu ketinggalan tadi" ucapnya karena bertugas membersihkan kelas hari ini.
"Terima kasih" jawabku.
Kumasukkan saja gunting itu ke dalam saku karena malas memasukkannya ke dalam tas.
"Pulang bareng yuk"ajak alice.
Karena ayahku juga belum menjemput jadi aku pulang saja bersama alice.
Didalam perjalanan pulang kami membeli minuman kaleng dingin.
__ADS_1
"Emily aku pulang dulu ya" ucapnya padaku karena kami berbeda arah pulang.
Kulewati saja jalan potong agar cepat pulang kerumah.
Disana sangat sepi, lembab, dan sedikit gelap. Di ujung lorong kulihat sebuah bayangan kecil... Kuacuhkan saja dan melanjutkan langkahku.
Semakin dekat semakin jelas pula bayangan apa itu. Ternyata hanya seekor anjing. Saat semakin dekat dengan anjing tersebut. Lalu anjing itu langsung menggigit pahaku.
Refleks kulempar minuman kaleng dingin ini kemuka anjing itu.
Gigitannya semakin kuat.....
Barulah aku teringat bahwa ada gunting didalam sakuku. Dengan tenaga yang besar ku tusuk mata anjing itu. Bukan hanya kearah itu saja bahkan mulut dan pipinya sampai bolong. Dan anjing itu pun mati. Bahkan saat anjing itu telah mati aku terus menusuknya dengan nikmat.
Rasanya sangat puas setelah berhasil membuat anjing itu mati. Luar biasa, itulah yang aku rasakan.
Tapi, bagaimana sekarang....
karena sudah ditempat ini banyak area cctv.
dengan biasa saja kumasukkan mayat anjing itu kedalam tasku. Tak muat....
untunglah digang sepit ini banyak benda berat yang dapat membantuku untuk mematahkan kaki anjing ini. lalu barulah dengan mudahku patahkan kaki anjing ini.
saat dicoba masuk kedalam tas, barulah mayat anjing ini pas masuk kedalam tas.
dengan wajah yang riang aku menuju kerumah.
__ADS_1