
Sesampainya dirumah kumasukkan bangkai itu ke dalam lemari laluku kusemproti parfumku agar baunya tak menyebar ke seluruh rumah.
Kuganti baju lalu pergi kedapur.
"Bi, tolong masakkan daging ayam" ucapku pada nyonya loesa yang sudah berubah ucap menjadi bibi.
"Goreng, bakar, atau dijadikan sup?" tanya bibi dengan pelan padaku.
"Apapun" ucapku.
Bahkan tak ada keresahan pada diriku yang sudah membunuh anjing. Benar-benar santai.
Coba saja yang kubunuh tadi itu andrew pasti aku sudah sangat bahagia.
Kumakan daging ayam buatan bibi itu dengan sangat nikmat.. (Serasa....)
"Bi, ibu dan ayah dimana?" tanyaku pada bibi karena ayah tak menjemputku pulang sekolah tadi.
"Mereka berdua pergi tak tau kemana" jawab bibi.
Muncullah sebuah senyuman pada diriku, karena aku dapat mengubur anjing itu dengan mudah.
Kusuruh bibi untuk beristirahat agar aku bisa mengubur mayat anjing itu.
Saat membuka pintu dengan pelan. Aku melihat las lacoina keluar dari bawah ranjangku lalu mendekati lemari, tempat mayat anjing itu kusembunyikan.
"Apa yang akan dia lakukan?" tanyaku dalam hati.
Entah darimana datangnya keberanianku untuk menyapa makhluk keji itu.
"Pergi kau" teriakku kecil agar bibi tak mendengarnya.
Kuambil bangkai itu agar dia tak memakannya. Ternyata bagian perut anjing ini sudah dilobangi oleh las lacoina dengan kukunya yang tajam.
__ADS_1
Kuambil dengan tanganku, jantung dari bangkai anjing ini. Lalu kuhadapkan jantung berdarah ini kepada Las lacoina dia langsung menganga.
"Apa kau mau?" tanyaku padanya.
Ia langsung menanggguk sambil menghadap pada jantung anjing ini.
Tapi kau tak boleh lagi menggangguku lagi seperti dihari aku menonton televisi sendirian dirumah. Aku tahu melakukan janji dengan makhluk seperti ini adalah suatu kesalahan tapi aku menjalaninya saja.
"itu bukan ulahku aku, itu adalah luisa, MERI LUISA" ucapnya tergesak ingin memakan jantung anjing ini.
"Meri luisa, apakah dia yang menindihku ?" tanyaku.
" ya dialah yang menindihmu, dia hanya memerhatikanmu dari jauh saat ini. Kau seharusnya takut kepadanya karena ia bukan hantu sepertiku tapi dia adalah setan makhluk neraka yang keluar karena terpanggil" Ucapnya.
"Aku tak tau apa yang ingin kuminta padamu, tapi nanti kau harus datang saat aku memanggilmu nanti" ucapku padanya.
Lalu kulempar jantung anjing ini ke sudut kamar untuk ia makan.
Setelah memakan jantung anjing dengan cepat dan nikmat ia langsung menoleh kepada ku
"Tenang saja aku ada, tinggal, dan hidup dibawah kasurmu" ucap las lacoina sambil masuk kebawah kasurku.
Setelah mendengar ucapannya, aku merasa enggan tidur diatas kasur hari ini karena ia telah memberitahu dimana ia berada.
"Las apa kau hanya suka jantung ?" tanyaku, walau las sudah masuk.
"Ya aku suka, apa kau ingin memberikanku lagi?" tanya las padaku.
"Tidak, tapi ku usahakan nanti memberikanmu lagi" jawabku.
kuambil kain dan kantong plastik lalu membungkusi mayat anjing tanpa jantung ini.
Kukubur sedalam-dalam mungkin. Ini adalah pengalaman pertama, MEMBUNUH DAN MENGUBUR.
__ADS_1
Luar biasa......
Rasanya semua yang kulakukan ini sudah biasa.
"Tak mungkin aku menjadi seorang psikopat...." batinku memanggil.
Tiba-tiba tanganku terasa sangat dingin. Teringat akan dosa yang kulakukan ini.
"Tidak, ini bukanlah sebuah dosa ini hanyalah sebuah hal yang biasa" ucap batinku.
EMILY SADARLAH SEBELUM IA
BENAR-BENAR MASUK.
kucuci tanganku dengan BERSIH
lalu kuambil dan kumainkan handphoneku.
kulihat andrew yang sedang live streaming sedang uji nyali ditempat horror bersama kakak-kakaknya.
dan ia membawa-bawa namaku sebagai pemanggil setan dan berteman dengan setan.
dan yang lebih membuatku marah adalah dia saat iya mengatakan "emily keluar lho, panggil teman-teman lho itu untuk nakutin gue".
kuambil jantung ayam yang belum dimasak oleh bibi.
lalu....
"Las keluarlah sekarang kubawakan kau jantung ayam" teriakku dalam kamar.
"Apa tugasnya?" tanyanya
"bunuh andrew" baiklah.
__ADS_1