
Aku tau, pastinya ada orang yang akan menolongku disaat-saat seperti ini.
Aku juga tau, pastinya akan dibawa kerumah sakit.
Tapi entahlah kenapa disaat detik-detik terakhir aku menutup mata terlihat Meri luisa telah berdiri disana sambil menertawakanku.
\*\*\*
Kukira saat bangun aku akan seperti orang-orang normal yang menanyakan "dimana ini" atau "apa yang telah terjadi"
Kepada suster ataupun orang yang disekitarnya.
Berbeda denganku yang saat terbangun datang ke sebuah mimpi.
Mimpi........
Disana aku telah terbangun diranjangku yang lama, disaat umur 6 tahun.
Aku benar-benar terkejut mendapati diriku yang kecil berumurkan 6 tahun sedang tertidur dengan pulas.
Entah kenapa, melihat aku yang dulu itu tertidur rasanya sangat menyenangkan sampai aku tersenyum melihatnya.
"Apakah ini rasanya punya seorang adik kecil dirumah nanti, sangat hangat" ujarku dalam hati.
Begitu terkejutnya aku disaat pintu kamar ini terbuka.
Disitu ada ibu yang sedang membangunkan aku yang kecil untuk berangkat kesekolah.
Aku tau pastinya ibu tak dapat melihatku di dalam mimpi ini.
Semua berjalan dengan normal....
__ADS_1
Sama seperti dulu, sama sekali tak ada yang janggal.
Kulihat aku yang dulu itu mulai memasukkan buku kedalam tas.
Antara malu dan marah.
Karena anak kecil ini bukannya memasukkan buku untuk pelajaran hari ini, dia malah membawa buku tua itu, tapi bagaimana lagi karena ia juga adalah aku, jadi aku tak perlu marah.
( Aku penasaran dari mana asalnya buku itu, Kurasa buku itu adalah milik Meri luisa ).
Aku yang kecil mulai naik keatas mobil bersama ayah untuk pergi kesekolah. Tentunya aku juga ikut karena ingin mengetahui lebih dalam aku yang kecil ini.
Sesampainya disekolah aku dan anak kecil ( aku yang dulu ) sama-sama turun dari mobil lalu berpamitan dengan ayah.
Bukannya masuk kedalam sekolah dan memulai belajar, ia malah menunggu mobil ayah sedikit jauh dari sekolah ini.
Kukira ia akan masuk kedalam sekolah,
Tetapi aku salah besar.
Kuikuti dia dengan cepat.
Jauh, sangat jauh dari sekolah ternyata. Kami mulai masuk sedikit kedalam hutan.
Akhirnya kami berdua berhenti.
Mataku terbelalak melihat pemandangan aneh ini.
"Bagaimana mungkin ada sebuah gereja tua yang tak layak pakai di tengah hutan" ujarku.
Disamping gereja tua itu ada sebuah pohon besar yang dilengkapi ayunan rapuh.
__ADS_1
"Tak mungkin dulu aku berani ke tempat seperti ini" ujarku.
Anak kecil ini mulai masuk ke gereja tua itu lalu......
Disaat dia sudah hampir sampai didepan pintu.
Pintu itu dibukakan oleh seseorang dan dan aku yanh kecil itu langsung mengatakan kata "ibu".
Betapa histerisnya aku setelah melihat orang yang membukakan pintu itu, karena ia adalah....
MERI LUISA
Berarti cerita tentang aku memiliki seorang ibu di belakang sekolah yang diceritakan ibu itu memanglah benar adanya.
"Bagaimana mungkin?" tanyaku dengan batinku sendiri.
Batinku benar-benar menolak bahwa Meri luisa adalah ibuku, Tapi bagaimana lagi kalau ini semua telah terjadi. Aku tak dapat mengubahnya karena masa lalu pastinya tak dapat di ubah.
Aku yang kecil itu pun masuk kedalam gereja tua yang didampingi oleh Meri luisa.
Aku tak tau apakah meri luisa itu baik atau jahat.
Karena ia sangat baik saat aku masih kecil dan ia juga memberikanku kesempatan untuk hidup disaat ketindihan.
Tapi, kalau sekarang aku menilainya jahat.
Tiba-tiba munculah cahaya didepanku.
"Kumohon jangan sekarang untuk tersadar karena aku masih ingin melihat kelanjutan dari mimpi ini" ujarku dalam hati karena sebentar lagi mimpi ini akan habis.
mudah-mudahan saat aku terbangun tidak ada ibu dan ayah disampingku.
__ADS_1
Bukannya sadar yang kudapatkan melainkan sebuah mimpi lagi.
Kali ini aku berperan menjadi aku yang kecil masih dengan 6 tahun.