
Emily :
Saatku ingin keluar dari kamar ini tiba tiba semua pintu terbuka dengan sendirinya . Aku tahu tak apa yang terjadi dengan hantu yang satu ini, dia malah membukakan pintu untukku.
Langsung saja diriku keluar dari kamar ini. Belum jauh dari tiba tiba ada teriakan " Lari, lari sana anak pengecut hanya berani melawan ayah dan ibumu saja tapi tak berani melawan DASAR PENGECUT "
Tentu aku tak mengacuhkan teriakkan itu dan langsung saja aku ke ruang tamu dan tiba tiba saat aku membuka pintu ternyata ibu dan ayah ada di sebalik pintu.
" Emily apa yang terjadi pada rambut dan dahimu ? " tanya ibu dengan sangat risau kepadaku.
" Dahi ? " tanyaku sambil mengingat dan memegang keningku
Ibu langsung berlari kedalam kamarnya lalu kembali dengan membwa kotak p3k.
Tentu saja aku tak luput dari keamarahanku kepada mereka berdua dan langsung saja aku pergi meninggalkan rumah.
" Emily kamu mau pergi kemana " tanya ibu sambil memegang tanganku. Ku rasakan tangan ibu yang sangat dingin.
" Apakah ini karena ibu cemas pada luka ku ini " kataku dalam hati.
" Kamu boleh pergi emily tapi biarkan ibu mengobati lukamu dulu " kata ibu dengan pelan.
Aku tau sekali ini adalah cara ibu agar aku memafkannya .
" Jangan pernah sentuh tanganku, apabila kau menyayangiku kau tak akan melukaiku dengan cara seperti ini " teriakku pada ibu.
Lalu aku dengan sangat cepat pergi dari rumah. Aku tak tau harus pergi kemana yang penting sekarang aku menjauh dari rumah.
Tiba tiba handphone ku bergetar, ku lihat siapa yang menelfon. Ternyata alice , teman di tempat aku berlatih balet.
Ku angkat telefon itu
" Hallo , ada apa alice " tanyaku
" Kamu nggak latihan hari ini " tanyanya
__ADS_1
" Alice tolong izinkan aku katakan kalau aku sedang sakit " jawabku
" Baiklah " balasnnya sambil memutuskan panggilan telefon itu.
\*\*\*
Sudah berjam jam aku mengelilingi kota ini. Rasanya ingin pulang tapi aku tak tahu harus berbuat apa.
TUHAN AKU INGIN KONFLIK INI BERAKHIR
Elly :
" Graham bagaimana sekarang putri kesayanganku, emily membenciku " ucap elly sambil menangis.
" Tak apa-apa elly, pasti ada saatnya emily bisa menerimanya " jawab Graham sambil memeluk elly.
Elly langsung mengambil handphonenya dan menelfon emily.
" Bagaimana ? " tanya graham pada elly
" Coba sekali lagi " ucap graham
Sudah berkali kali elly menelfon dan telah berkali kali juga emily tak menjawab.
" Sudahlah nanti dia juga pulang dengan sendirinya " kata graham untuk menenangkan hati istrinya.
" Tapi, graham aku tak ingin terjadi apa-apa dengannya " Tanyanya dengan sangat resah.
" Jangan memanjakannya elly biarkan dia tumbuh besar " jawab graham dengan tegas.
Emily :
Ku beranikan untuk masuk kedalam rumah. Kubuka pintu itu dengan sangat pelan-pelan, lalu dengan langkah yang kecil aku menuju kamar.
Saat melewati dapur ku lihat ibu sedang menangis dan ayah yang sedang termenung.
__ADS_1
Dan akupun terlihat oleh ayah ....
Langsung saja aku berlari menuju kamar, tak ingin berbicara dengan siapa saja. Lalu ku kunci pintu kamarku.
Setelah beberapa detik barulah ayah dan ibu datang di sebalik pintu yang sudah di kunci ini.
" Emily jangan risau ibu tak akan memaksamu untuk membukakan pintu, yang penting sekarang kamu sudah pulang ". Kata ibu sambil dengan suara terengah-engah karena baru sudah mengejarku.
Kutenangkan diri ini yang telah lama berjalan, barulah kurebahkan tubuh ini.
Dan akhirnya tertidur....
00.01 malam
Kurasakan ada orang yang menyelimutiku, kucoba untuk melihat dan ternyata IBU. Mataku seketika terbuka dengan sangat lebar setelah mengetahui keberadaan ibu.
" Ibu , kenapa bisa masuk ?" tanyaku dengan sangat cepat.
" Itu tak penting, yang penting sekarang kamu baik baik saja " jawab ibu sambil merabahkan tubuhku. Lalu kepala ibu mendekati dadaku dan membuka mulutnya dengan besar.
Belum sempat....
Tiba-tiba ada bunyi yang membuatku terkejut dan itu berasal dari dapur.
Tentu aku langsung berlari menuju dapur, meninggalkan IBU.
Setibanya di dapur kulihat ayah dan IBU sedang membersihkan pecahan piring yang berserakan dimana-mana.
" Emily kamu keluar dari kamar, Syukurlah kamu mau makan ? " tanya ibu padaku.
Dan langsung saja diriku ini pingsan tak dapat membayangkan siapa yang ada di kamar bersamaku.
\*\*\*
Saat terbangun aku telah tiba disuatu tempat. Aku tau ini hanya mimpi dan aku akan menjalaninya saja.
__ADS_1