
Ibu langsung bergegas kekamarku untuk melihat apa yang terjadi.
Sedangkan aku menyusul setelah ibu pergi. Setibanya dikamar, bukan kamar yang kulihat tapi sebuah kapal pecah (sangat berantakan). Bukan hanya berantakan tapi lemariku juga jatuh kelantai.
Kulihat jendela yang terbuka dengan lebar "Ibu apakah ada pencuri" tanyaku ragu. "itu tak penting emily karena tidak ada benda berharga dikamarmu, yang penting sekarang kita membersihkan kamarmu dulu" jawab ibu dengan bijak.
Kulihat buku-buku ku yang berserakkan dimana-mana, kubersihkan satu persatu.
Sedangkan ibu keluar dari kamar meminta agar ayah menaikkan lemariku lagi. Saat membersihkan itu ku temukan sebuah buku tua kosong yang dipinggirnya sudah terbakar, ku asingkan buku itu.
"Emily lihatlah kebelakang aku ada disini" tiba-tiba saja ada suara orang lain yang memanggil namaku, langung saja aku menoleh kebelakang untuk melihatnya.
Nihil...
Tak ada apapun di belakang ku. Aku tak menganggap itu remeh karena telah beberapa kali aku diganggu dikamar ini, tapi syukurlah mereka tak pernah memperlihatkan wajah mereka.
Aku hanya sedikit takut dengan hantu yang merangkak dari bawah kasur. Dan aku paling takut dengan sosok telanjang yang menginjak dadaku.
Tentu aku langsung keluar dari kamar karena takut. Kucoba untuk berdiri.
Saat melihat ke arah pintu.
"Aaaaaaaaaa" teriakku dengan besar bagaimana tidak, kulihat sebuah sosok sedang mengintipku lalu lari setelah aku berteriak.
__ADS_1
Itu tak mungkin manusia, sekarang takutku sudah luar biasa, tak berani keluar kamar.
" Ibuuuu" teriakku dari dalam kamar.
Ibu tak membalas teriakkanku.
Tiba-tiba makhluk itu mencogok sekali lagi.
Teriakkan ku bertambah keras setelah ia mencogok sekali lagi.
"Ada apa emily, kamu baik baik saja kan" teriakkan ibu sambil masuk kedalam kamar disusul dengan ayah.
"Ibu, sekarang aku benar-benar akan bersumpah kalau hantu itu memang ada"
Kataku sambil terbata-bata.
Sebelum aku pergi meninggalkan kamar, ayah memberikan air minum padaku.
Setelah sampai di ruang tamu aku pun menceritakan kepada ibu semua kejadian-kejadian aneh yang terjadi padaku.
\*\*\*
16.00 sore
__ADS_1
Sudah berjam-jam aku menceritakan semuanya pada ibu. Akupun mandi karena sebentar lagi jam baletku akan dimulai.
Ayah dan ibu pun mengantariku ke tempat pelatihan baletku.
"Bu , tumben ibu juga mau mengantariku"
Tanyaku penasaran pada ibu.
"Ibu dan ayah mau ketempat pernikahan teman ibu" jawab ibu dengan santai
"Ibu tau kan aku sedang takut pada hantu dan ibu meninggalkanku sendirian dirumah" kataku dengan suara nada yang tinggi.
"Cukup emily kamu itu sudah besar tak perlu lagi dimanja, hantu itu tak ada itu hanya imajinasimu" teriak ayah padaku
Aku benar-benar terkejut setelah mendengar teriakkan ayah. Selama perjalanan ke tempat pelatihan balet aku hanya terdiam (menahan tangis).
Setelah sampai di tempat pelatihan balet aku keluar dari mobil lalu kuhempaskan dengan kencang pintu mobil lalu pergi tanpa berpamitan.
Graham :
"Sudah cukup kau memanjakan emily dia sudah besar" kata graham pada elly.
"Dia sedang takut graham, kau juga tak perlu meneriakinya seperti tadi, Emily hanya butuh perhatian lebih" jawab elly dengan menaikkan nada suaranya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana mengajari emily tentang sopan santun dan tata krama bahkan kau tak pernah ingin mengajaknya ke gereja" tanya graham kepada istrinya dengan suara yang lembut.
"Bagaimana kalau kita carikan emily pengasuh"......