
21.00 Malam
Emily :
Saat pulang dari pelatihan ibu dan ayah juga belum pulang.
Ketelfon ibu
"ibu, kenapa belum pulang, sekarang sudah jam 9 malam". Tanyaku pada ibu
"iya emily, tunggu sebentar ibu sedang dalam perjalanan pulang" Jawab ibu.
Kumatikan telfon.
Sekarang aku harus bagaimana. aku takut untuk masuk kedalam rumah dan Hujan pun mulai turun.
"Namamu siapa" ucap seseorang di belakangku...
\*\*\*
22.00 malam.
"Jadi namamu emily, nama ku loesa kamu bisa memanggil saya apa saja, tapi saya lebih suka kamu memanggil saya nyonya loesa" ucapnya.
"Hari ini hujannya cukup lebat apa kamu berkenan untuk menginap semalam saja"
Kata nyonya loesa agar aku menginap dirumahnya ini sambil memberikan aku teh hangat.
Nyonya loesa bukanlah orang dari bangsaku tapi aku malas saja menanyakan asal usul dirinya.
"Bagaimana" tanya nyonya loesa.
Saat ingin menjawab, nyonya loesa langsung saja pergi entah kemana.
__ADS_1
Bagaimana aku bisa menginap di rumah ini . Banyak barang-barang antik, ruangan yang redup, belum lagi senyuman nyonya loesa yang membuatku merinding sekujur tubuh.
"saya sudah membersihkan kamarnya" ucap nyonya loesa yang tiba-tiba muncul.
"Tidak perlu nyonya sebentar lagi ibu dan ayah saya pulang dan saya juga tidak ingin merepotkan nyonya" alasan ku agar tak menginap di rumah nyonya loesa.
Tiba-tiba bola mata nyonya loesa membesar seakan marah padaku yang tak mau menginap di rumahnya.
"Baiklah nyonya saya akan menginap" ucapku.
Munculah senyuman nyonya loesa yang sangat lebar ( benar-benar mengerikan )
Setelah membawaku sampai kekamar
Aku pun terkejut melihat kamar yang tak berlampu benar-benar gelap dan kelam.
"kalau ada apa-apa, kamar saya ada disebelah " ucap nyonya loesa lalu meninggalkanku sendirian.
22.30 malam.
Kurebahkan diriku lalu melihat kearah pintu.
Kulihat ada yang mengintip setengah kepala.
"Siapa itu" teriakku.
"jangan cemas sayang ini aku nyonya loesa, aku hanya memastikan apakah kau sudah tidur apa belum" jawab nyonya loesa disusul dengan senyuman misteriusnya itu.
Lalu nyonya loesa pergi meninggalkanku.
Kututup pintu agar nyonya loesa tak mengintipku lagi.
22.55 malam.
__ADS_1
Aku benar benar tak bisa tidur disini. Ruangan yang gelap dan pengap.
Tiba-tiba muncul sebuah bayangan dari bawah pintu.
Aku benar-benar sudah takut. Kudiamkan berlama-lama tapi bayangan kaki itu juga belum hilang.
"Nggggggggg" handphoneku berdering, benar-benar membuatku terkejut saat takut ini. kulihat ibu yang menelfon. Saat kuangkat bayangan dibawah pintu itu menghilang.
"Emily, ibu sudah pulang kamu dimana?" tanya ibu
"ibu aku ada dirumah nyonya loesa tepat disebelah kanan rumah kita tolong jemput aku" sambil mematikan handphone.
Selang beberapa menit ada yang mengetuk pintu.
"masuklah aku tak menguncinya" jawabku
Ternyata nyonya loesa yang aneh itu.
"Emily, ibu dan ayahmu sudah pulang mereka sedang menunggu diruang tamu"
Ucap nyonya loesa dengan lemas.
Aku langsung berlari menuju ruang tamu bertemu dengan ibu dan ayah.
Lalu ibu dan ayah berpamitan dan berterima kasih pada nyonya loesa karena telah memberikanku tempat berteduh dari hujan.
Sesampainya dirumah.....
"Emily besok adalah hari minggu jadi ayah ingin mengatakan sesuatu padamu"
ucap graham pada putrinya.
"Ayah ingin mengatakan apa" jawabku dengan singkat.
__ADS_1