
Bella mulai membawa diriku ke arah rumah.
Sesampainya kami (aku dan bella) dirumah.
Bella pun menggerakan tanganku untuk mengambil cangkul di halaman belakang, bekas mengubur anjing kemarin itu.
Sesudah itu ia pun mulai berjalan ke arah pintu depan rumah.
"Bella ampuni mereka, aku membenci mereka, tapi tidak seperti ini cara membalasnya" ucapku pada bella.
"Emily, mereka tak menyayangimu, Mereka hanya menyayangi bayi itu, kau hanyalah beban bagi mereka" balas bella yang semakin menuju kearah pintu.
Tangan kanan ini mulai membuka pintu dan tangan kiri ini menyembunyikan cangkul di belakang punggungku.
Aku pun masuk....
Dari arah dapur ayah dan ibu datang...
Mungkin saja mereka telah menantikan diriku untuk pulang.
"Emily sykurlah kau sudah pulang" ucap ibu padaku.
Ibu tiba-tiba terkejut..
"Emily apa yang terjadi pada bola matamu, benar-benar hitam total" tanya ibu khawatir.
__ADS_1
"Lalu apa yang kau bawa dibelakang punggungmu" tanya ibu lagi.
"Emily jawab pertanyaan ibumu" ayah pun juga mulai angkat bicara.
Munculah senyum yang lebar dibibirku ini...
Tangan ini sudah siap sedia untuk menyerang siapa saja....
"Ayah kesinilah, mendekatlah" pintaku pada ayah.
"Ada apa?" balas ayah.
"Semakin dekatlah ayah" pintaku lagi.
"Kalau sekarang sudah ?" tanya ayah yang sudah sangat dekat.
Dan cangkul itu mengenai ayah....
"Haahhaaaahaaaaaahaaaaaaa" sangat jelas ini bukanlah suaraku lagi tapi ini adalah suara tawa bella.
Kuangkat cangkul ini dan mencoba menyakiti ayah sekali lagi.
Ayahpun berhasil menghindar dari seranganku.
"Elly larilah kearah kamar lalu kuncilah pintu" teriak ayah pada ibu yang cemas nantinya mengganggu kandungannya.
__ADS_1
Ayahpun berlari kearah dapur sedangkan ibu ke arah kamar yang dibantu oleh nyonya loesa.
Sekarang bella yang merasukiku memilih ibu atau ayah yang harus disakiti dulu.
"Bella, cukup, hentikan sekarang juga" teriakku pada bella.
Sekarang aku mulai bisa mengerakkan tubuhku lagi walau hanya sedikit.
"Ayah larilah" teriakku pada ayah dan aku yang mulai bisa mengandilakan sebagian kecil tubuhku.
"Baiklah Emily cooster, baiklah kalau itu yang kau mau" ucap bella dengan tawa kecilnya sambil meninggalkan tubuhku.
Aku yang sudah tersadar secara keseluruhan pun langsung bergegas kedapur untuk mengatakan kepada ayah bahwa "ini adalah aku ayah".
Setibanya didapur kulihat ayah yang sudah memegang pisau di tangan kanannya.
"Emily apa itu kau" ucap ayah yang melihat bola mataku yang berwarna normal.
"Ya ini adalah..." ucapku kesakitan karena bella mulai masuk lagi dari arah belakang.
"Emily tanpa sadar kau lah yang telah memilih siapa yang akan aku serang dulu yaitu orang yang kau sayangi" ucap bella dalam tubuhku.
"Hallo tuan cooster siap memulai permainan bersamaku" ucap bella dengan suara miliknya.
Tapi syukurlah ayah tau yang mana aku dan yang bukan diriku.
__ADS_1
Dari suara dan bola mataku....