
" dari mana a? " Tanya Marni saat suaminya baru saja datang menghampirinya di pasar.
" Dari rumah teman " jawabnya seraya menarik piring yang berisi setengah porsi batagor, bekas istrinya makan. " Ini udah? " Lanjutnya bertanya.
" Sudah. Makan saja "
" Iya " ucapnya seraya menyantap satu suap batagor.
" Jadi. Tadi aa kerumah temen masa kecil. Aa inget, dulu jauh sebelum dia dan aa menikah, dia pernah minjam uang ke aa sebanyak dua juta "
" Kalau tidak salah dulu tu buat. Dp motor. Dan aa gak pernah nagih ke dia, karna dulukan usaha aa gak sepi kaya sekarang "
" Nah! Tadi tu, aa kerumahnya dengan tujuan mau nagih hutang dia ke aa tempo dulu. Tapi tadi kata istrinya kalo si Budi kerja pulangnya ntar malam. "
" Ya udah. Aa pulang saja. Dan rencana aa tu nanti malam, aa mau kerumah dia. Mudah-mudahan saja dia masih ingat dengan hutangnya! "
" Trus kalo dianya lupa gimana? " Timpal Marni cepat. Memotong ucapan suaminya yang sedari tadi bererita.
" Ya gak mungkinlah, motornya saja ampe sekarang masih dia pake " ucapnya dengan rasa penuh percaya diri.
" Kalau dia ngomong tidak punya uang gimana? " Marni kembali melontarkan pertanyaan.
" Ya aa kasih dia waktu, mau kapan di bayarnya. Aa juga ngertilah kehidupan dia sama memprihatinkannya kaya aa. " Jawabnya enteng dan penuh keyakinan jika temanya itu akan membayar hutangnya.
" Ko aku gak yakin gini ya? "
" Udah, kamu tenang saja. Aa yakin temen aa itu bakalan bayar hutangnya. Soalnya dia teman dari kecil. " Andi kembali memasukan satu sendok batagor kedalam mulutnya seraya menebarkan senyum terbaiknya. Lelaki berbadan tinggi itu sangat yakin jika temannya akan membayar hutang.
Berbanding terbalik sama Marni. Ia merasa jika teman suaminya itu tidak akan sudi untuk membayar hutangnya. Soalnya Marni pernah berada diposisi suaminya itu.
Dan ia meyakini jika orang yang di bilang dengan sahabat ataw teman. Itu adalah orang yang paling jahat sedunia.
Bukan tanpa Alasan mengapa Marni mempunyai pikiran seperti itu.
Karna dulu, orang yang paling membuatnya sakit adalah teman akrabnya sendiri.
****
__ADS_1
" Assalamualaikum " sapa Andi dari depan pintu utama.
Sesuai rencananya, ia datang jam sepuluh malam lebih lima menit.
Laki-laki bertubuh tinggi itu benar-benar berharap jika Budi yang ia anggap sebagai temannya itu akan membayar hutangnya.
Namun tidak ada yang menjawab ucapan salamnya dari dalam rumah tersebut.
Namun Andi tidak pantang menyerah, ia segera mengetuk pintu tersebut dengan sedikit pelan seraya mengucapkan salam
" Assalamualaikum "
Andi terdiam sejenak, menunggu jawaban dari dalam. Namun tetap tidak ada jawaban dari dalam rumah.
Laki-laki bertubuh tinggi itu sangat yakin jika Budi temannya itu sudah pulang dan berada di dalam rumah bersama istrinya.
Andi segera mengencangkan ketukan pintu dan meninggikan volume suaranya dengan wajah yang sedikit kesal.
Tok tok tok
" Assalamualaikum "
" Besok gua kesini lagi, awas saja jika lu gak keluar! Cemen " teriak Andi dan menendang pintu tersebut dengan kesal dan segera menaiki motornya lalu melaju pergi.
Andi benar-benar sangat kesal terhadap temannya itu. Ia pikir temannya itu akan sudi membayar hutangnya walau separo. Berapapun jumlahnya ia akan berterimakasih kepada temannya itu.
Tapi harapannya sirna karna temannya itu malah memilih diam bersembunyi di dalam rumah ketibang bertemu dengannya.
" Gimana a? " Tanya Marni saat membukakan pintu utama.
Andi tidak menggubris pertanyaan istrinya itu. Ia lebih memilih berlenggang masuk kedalam dengan raut wajah yang masih sedikit kesal.
" A ko diam? " Marni kembali bertanya seraya mengekor dari belakang.
Namun Andi masih tidak mau menjawab pertanyaan istrinya itu. Ia lebih memilih diam dan merebahkan tubuhnya di atas kasur lantai saat sudah sampai di dalam kamarnya.
Melihat expresi suaminya itu Marni sudah menebak-nebak. Pasti temannya tidak membayar hutangnya kepada suaminya tersebut.
__ADS_1
Ia mengheula nafas dan merebahkan tubuhnya disamping suaminya tersebut dan segera memejamkan kedua matanya.
" Dulu. Waktu aa punya banyak uang, aa gak jahat sama mereka. Aa tolong mereka tanpa berfikir apakah akan di bayar ataw tidak. "
Marni langsung membuka kedua kelopak matanya dan menoleh kearah laki-laki yang sedang terbaring bersamanya. Perempuan berambut kriting itu melihat mata suaminya dipenuhi oleh genangan air mata. Hingga perlahan jatuh kebawah.
Marni segera menghapus air mata suaminya itu dengan tangan kanannya. Dan iapun ikut merasa sakit atas apa yang dirasakan suaminya.
Marni hanya bisa diam dan membiarkan air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.
" Tapi kenapa? Orang-orang ko jahat ya sama aa, disaat aa lagi susah kaya sekarang "
" Sabar a. Lebih baik kita tidur saja, besok kitakan harus jualan. Mudah-mudahan besok jualan kita laris "
Andi melihat wajah perempuan yang ada dihadapannya itu sedang menangis seraya melempar senyum tipis kepadanya.
" Maafian aa ya, karna dibawa sengsara kaya gini "
" Gak apa-apa a, Marni ihklas ngejalani semuanya "
Andi segera memeluk tubuh istrinya itu seraya mengusap-usap pucuk kepalanya.
Disisi lain Andi merasa bersyukur karna ada istri yang setia menemani hidupnya disaat susah seperti sekarang.
👧, "yang. kamu sayang gak sama aku?"
🧒, "iya dong sayang banget"
👧, "apa buktinya jika ayang beneran sayang sama aku?"
🧒, "gunung tinggi kan ku daki. laut luas kan ku sebrangi. kan ku kejar kemanapun kamu pergi. mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra bersama teman bertualang"
👧, "terus kenapa waktu malam minggu ayang gak datang?"
🧒, "gerimis yang😁"
👧, "🤦😒🤮"
__ADS_1
🧒, "serius yang kan waktu malam minggu gerimis, makanya aku gak datang"
👧, "iya aku percaya ko sama ayang😘"