Sebatas Partner Ranjang

Sebatas Partner Ranjang
Marina Kabur


__ADS_3

"Bu, kemana Marina?" Tanya Pak Dirga kepada istrinya.


"Di kamarnya lah pak," Jawab bu Maya dengan santui.


"Bapak sudah mencari nya tapi dia tidak ada bu, pengantin pria sebentar lagi akan tiba." Ucap pak Dirga.


Sontak bu Maya langsung keluar dari dapur dan menuju kamar Marina, dan benar saja tak ada siapapun di kamar itu.


"Emm,, emmmhh." terdengar suara di kamar mandi dan membuat Dirga langsung membuka kamar mandi yang di kunci dari luar.


"Astaga, Ros ada apa?" tanya Dirga dab langsung membuka sumpelan di mulut Ros, Ros adalah penata rias yang di percaya untuk membuat Marina cantik di hari pernikahan nya.


"Ma.. Marina kabur pak," Dengan nafas tersenggal Ros memberitahukan kabar buruk untuk keluarga nya itu.


"Apa..?" Pekik Maya di belakang Dirga membuat Ros kaget karena tak melihat Maya sebelumnya.


"I.. Iya bu Marina pergi, dia malah mengikatku di sini agar dia bisa pergi dengan aman tanpa aku halangi."


"Marina benar-benar membuatku darah tinggi saja, terus bagaimana pernikahan ini akan berjalan kalau mempelai wanita nya tidak ada" Ujar Dirga sambik memegangi dadanya yang terasa sakit.


"Pak, bapak kenapa?" Tanya Maya terlihat khawatir dengan keadaan Dirga yang terlihat menahan sakit.


"Ros, bantu aku membawa bapak ke ranjang." Lanjut Maya membuat Ros dengan sigap memapah Dirga hingga Ranjang Marina.


Karena Syok Dirga mengalami gejalan serangan jantung ringan membuat dadanya terasa sakit.


"Ros, tolong suruh pelayan bawakan air minum." titah Maya pada Ros yang berdiri di sebelahnya.


Ros pun bergegas memanggil oelayan dan menyuruhnya mengambilkan minum untuk Dirga, tak berselang lama seorang pelayan lainnya masuk ke kamar marina dan memberi tahu kalau rombongan mempelai pria sudah datang membuat Dirga kembali merasakan sakit di dadanya.


"Bu, rombongan pengantin pria sudah datang." ucap pelayan itu yang tak tahu kondisi Dirga sekarang.


Maya pun menghela nafas nya berat, ia juga tak tahu harus bagaimana lagi dengan keadaan seperti ini, apalagi melihat suaminya yang terlihat menyedihkan seperti itu membuat dirinya kalut.


" Pak bagaimana ini?" tanya Maya pada Dirga

__ADS_1


" Kita jujur saja bu kalau Marina pergi, bapak tidak mau membohongi mereka, kalau mereka marah tak apa, itu resiko yang harus kita hadapi, sebaiknya ibu suruh Dave kesini dulu biar bapak yang bicara padanya."


Akhirnya Maya pun keluar, ia langsung menyambut rombongan pengantin pria dengan rasa khawatir, namun saat bersalaman dengan Dave, Maya membisikkan sesuatu di telinganya.


" Dave, bisa ikut ibu sebentar? "


Dave yang tak menyadari sesuatu terjadi akhirnya ia pun melangkah mengikuti Maya di belakang nya.


Terlihat Maya yang memasuki kamar Marina, Dave pub ikut masuk dan melihat Dirga yang berbaring di sana.


"Bapak kenapa?" Tanya Dave cemas.


Akhirnya Dirga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan sukses membuat nya naik pitam.


" Sebenarnya maksud kalian apa hah? Kalian mau mempermainkanku?" tanya Dave berang.


"Maafkan kami nak, bapak dan ibu juga tidak tahu akan begini jadinya, semua di luar kendali kami." ucap Maya sangat tak enak.


"Aku bersedia menikahi putri kalian karena amanat dari mendiang ayahku yang sangat aku hormati, tetapi kenapa kalian malah mempermainkan ku seperti ini, kalian mau membuat keluargaku malu, kalau kalian tak mau anak kalian menikah denganku kenapa gak bilang saha dari awal! " Dave benar-benar terlihat sangat marah saat ini, terlihat dari wajahnya yang merah padam.


Dave terdiam sejenak ia memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini , dia merasa di permainkan disini.


"Ya sudah aku batalkan pernikahan ini, dan sebagai gantinya kalian harus ganti rugi semua yang telah keluarga kami keluarkan untuk acara pernikahan ini." Dave yang begitu kesal akhirnya membatalkan pernikahan ini dengan syarat.


Sontak Maya dan Dirga pun terkejut dibuatnya, mereka bingung dengan uang dari mana untuk mengganti semua biaya pernikahan yang seluruhnya di tanggung oleh pihak laki-laki.


" Tapi nak, dari mana uang sebanyak itu kami dapatkan?" tanya Dirga yang masih merasa kesakitan.


"Itu terserah kalian, aku tidak mau tahu dan ini sudah membuatku sangat malu."


Brak


Suara pintu yang di banting dengan keras terdengar mengejutkan seisi kamar Marina.


"Tenang saja tuan Dave yang terhormat, pernikahan ini akan tetap berjalan dan tidak akan membuatmu malu karena aku yang akan menggantikan kakakku untuk bersanding denganmu." Ucap seorang wanita yang tak lain adalag Milea adik dari Marina.

__ADS_1


"Wah.. Wah.. Wah,, ada pahlawan kesiangan rupanya, tapi lumayan juga kamu cantik dan lebih bohay dari kakakmu itu." Ucap Dave sembari memperhatikan tubuh Milea dari atas sampai bawah.


Ya memang benar kecantikan Milea lebih di atas Marina, bahkan tubuhnya pun lebih menggoda, Dave tidak pernah bertemu dengan Milea sebelumnya karena Milea tinggal di Jakarta untuk menimba ilmu disana, ia pulang karena Marina akan menikah.


"Baiklah kau, rias calon wanitaku cepat." Ucap Dave dan langsung meninggalkan kamar Marina setelah menunjuk Ros.


Membuat Ros langsung saja mendekati Milea dan mengajak nya duduk di kursi meja rias.


"Lea, apa kamu bercanda?" tanya Maya.


"Tidak bu, aku tidak bercanda aku hanya tidak mau ibu dan bapak malu dan juga harus membayar mahal untuk kepergian kakak." Ucap Milea dengan hati getir.


Milea sangat menyanyagi keluarga nya, ia tidak mau melihat orang tua nya susah, sedari kecil Milea di besarkan dengan kasih sayang kedua orang tuanya, bahkan ia nekat kerja di kota agar bisa membiayai kuliah nya tanpa bantuan orang tuanya agar dirinya bisa sukses dan membahagiakan kedua oranf tuanya.


Berbeda dengan Marina yang tak mau kerja ataupun kuliah, hobi nya malas-malasan dan selalu menyusahkan.


"Maafkan bapak dan ibu nak, tidak seharusnya kamu jadi korban atas ulah kakakmu itu, sebenarnya kami pun tidak mau mempunyai menantu seperti Dave dia orang nya arogan dan selalu bermain wanita, namun karena amanah dari majikan bapak dulu yang selalu membantu bapak di saat susah. " Ungkap Dirga dengan raut merasa bersalah pada Milea.


" Aku ikhlas bu pak, doakan saja yang terbaik untuk ku. " Milea meneteskan air mata nya, mungkin ini saat nya dirinya membalas semua yang pernag di lakukan kedua orang tuanya walaupun mungkin masih kurang.


Maya dan Dirga memeluk Milea dengan haru, mereka beruntung mempunyai anak seperti milea.


Flashback On


 seorang wanita cantik turun dari kamar nya, ia juga sudah bersiap dengan baju bridesmaid nya, selaku pengiring pengantin dari mempelai wanita, yang senada dengan saudara-saudara nya yang lain.


Ia mendengar percakapan yang membuat telinganya panas membuat ia penasaran, apa yang sebenar nya terjadi, kenapa ribut di kamar kakak kembar nya yang lahir berjarak 5 menit sebelum dirinya.


Ia terkejut mendengar Marina kabur dan Dave ingin kedua oranf tuanya mengganti seluruh kerugian membuat nya tak terima.


"Mungkin ini lah saat nya aku membalas semua kebaikan kedua orang tuaku, ya walau ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan seluruh pengorbanan mereka."


Dengan penuh keyakina ia membanting pintu yang sudah sedikit terbuka, dengan perasaan kesal dan sebal kepada calon kakak iparnya akhirnya ia memberanikan diri menjadi pengantin pengganti untuk kembaran nya.


Flashback of

__ADS_1


To be continued


__ADS_2