Sebatas Partner Ranjang

Sebatas Partner Ranjang
Awal yang Membagongkan


__ADS_3

Adzan subuh mulai berkumandang, Milea mengerjapkan mata nya berkali-kali menyesuaikan cahaya lampu yang temaram.


Milea terbangun karena mendengar suara Adzan yang memanggilnya untuk segera melaksanakan solat subuh, namun tubuhnya terasa berat, ternyata tangan dan kaki Dave menindih badan nya, memeluk Milea seperti guling.


"Akkhh Dave bangun, aku tidak bisa bergerak!" Ucap Milea seraya mengguncangkan lengan kekar milik Dave yang dengan betah berada di perut nya.


" Ini masih gelap, kenapa kau membangunkan ku?" Tanya Dave saat ia menengok ke arah jendela yang masih terlihat gelap.


Milea menghela nafas nya, ia melihat Dave dengan tatapan tak mengerti apa sebelumnya Dave tidak pernah bangun sepagi ini untuk sembahyang?


"Dave aku tidak bisa bergerak, lihat lah tangan dan kaki Mu menindih tubuh ku, aku harus mandi dan segera solat subuh!" Dengus Milea yang sebal melihat Dave memilih memejamkan matanya kembali.


"Dave bangun, ayo cepat mandi kita harus solat subuh!" Milea kembali membangunkan Dave agar pria itu segera bangun.


"Berisik, kalau kau mau solat ya sudah sana solat tidak udah menggangguku!" Dave membentak Milea karena terganggu dengan ocehan Milea yang menyuruhnya segera mandi.


"Apa kau tidak mau solat, kau akan berdosa Dave!" Milea kembali mengguncang lengan Dave agar Dave bangun.


Grepp


"Awwhhh"


Dave langsung mencengkram wajah Milea dengan kencang membuat Milea kesakitan.


"Kau aku nikahi bukan untuk menjadi seorang penceramah, tidak ada hak nya kau untuk memerintah ku, kau hanya harus melayani ku saja di atas ranjang dan menyiapkan semua keperluanku, Dan ingat jangan pernah bermimpi untuk menjadi nyonya Dave yang sesungguhnya, MENGERTI!"


Bruggh


Dave membuat Milea terjatuh dari atas ranjang dengan sekali hentakan saja membuat Milea kembali meringis dan tanpa Milea sadari air mata nya mulia turun perlahan.


"Aku ini istrimu Dave!" guman Milea dan ia langsung berlari ke kamar mandi sembari menahan sakit di hati dan juga di daerah intinya.

__ADS_1


Milea mengguyur tubuh nya di bawah shower tanpa membuka baju nya sama sekali, suara tangisan pilu nya tak terdengar karena suara air yang mengalir deras dari shower.


"Kenapa ya Allah, apa salah kalau aku menyuruhnya untuk beribadah kenapa dia harus semarah ini!"


Milea terus menangis di bawah sana, ia tidak menyesal menikah dengan Dave karena itu adalah pilihan nya sendiri, namun entah kenapa saat ini Milea merasa pernikahan nya akan begitu sulit untuk kedepannya.


Tak lama Milea mulai membersihkan diri dari berkas percintaan nya semalam, ia harus segera solat subuh agar tidak kesiangan.


Pagi menyapa, mentari sudah menampakan dirinya membuat dunia bersinar cerah,tapi tidak secerah hati Milea.


Milea sudah rapi, pakaian yang sederhana dan sopan pun menjadi pilihannya.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh Dave mulai mengerjapkan matanya yang silau karena sinar matahari sudah menyambutnya.


"Jam berapa ini?" Tanya Dave


"Jam tujuh."


"Bukannya kamu tidak ingin aku ganggu?"


"Hari ini aku ada meeting penting, aku harus segera ke kantor!" Geram Dave dan langsung pergi ke kamar mandi dengan tubuh yang masih polos tanpa penghalang membuat wajah Milea kembali memerah.


Milea teringat betapa perkasa nya Dave saat malam tadi, Milea tidak munafik ia menyukai sentuhan-sentuhan Dave pada tubuhnya, namun Milea seketika tersadar dengan perlakuan Dave saat ia membangun kan nya, membuat nya kembali kesal.


"Astagfirullah kenapa aku jadi mengingat itu lagi, pria itu seperti tidak mempunyai rasa malu, berjalan dengan cuek di hadapanku!"


"Mileaaa!" Dave berteriak dari pintu kamar mandi memanggil Milea dengan kencang.


"Ada apa Dave, tidak usah teriak seperti itu bisa kan!"


"Terserah aku saja, apa urusan mu, cepat ambilkan handuk aku lupa!"

__ADS_1


"Cih merepotkan!" sungut Milea namun ia tetap membawakan handuk untuk suaminya.


Milea pun menyerahkan handuk nya pada Dave, tanpa mau melihat tubuh telanjang Dave.


"Hei kenapa kau tidak mau melihatku, apa kau membenciku?" tanya Dave heran.


"Cepat pakai handuknya, aku geli melihat itu!" tunjuk Milea pada cacing Dave yang mengkerut.


"Cih, semalam kau sampai merem melek merasakannya kenapa sekarang malah sok jual mahal!" dengus Dave dan langsung memakai handuknya.


Milea langsung menyiapkan pakaian untuk Dave, " Apa kau tidak bisa libur sebentar, kita baru menikah kemarin!" ucap Milea.


" Kenapa aku harus menurutimu, Pekerjaanku lebih penting dari dirimu, cepat pakaikan dasiku!" Titah Dave yang membuat Milea terluka namun tetap Milea patuh pada pria yang menjadi suaminya itu.


" Setelah aku pergi, kau akan di antar supir untuk pulang ke mansion ku, jangan pergi kemana-mana tanpa seizin ku!"


Setelah selesai Dave langsung keluar dari hotel, tanpa sarapan ia segera pergi ke kantor karena waktunya sudah mepet.


Sedari tadi Andre sang asisten sudah menunggunya di lobi. "Dre ayo cepat berangkat kita akan terlambat kalau kau diam saja!" titah Dave dan membuat Andre mendengus kesal.


"Bukan nya dia yang terlambat, kenapa aku yang di salahkan!" Guman nya dalam hati.


Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan hotel, tak lama Milea pun turun dari kamar ia mencari sarapannya sendiri.


Seperti bukan pengantin baru saja pikirnya, semalam ia mendengar Dave memanggilnya sayang, namun hanya saat bercinta saja.


Pagi ini Dave sudah meninggalkan nya dan menyuruhnya pulang dengan supir, benar-benar menjadi teman berbagi peluh saja.


"Lea...!


To be continued

__ADS_1


__ADS_2