Sebatas Partner Ranjang

Sebatas Partner Ranjang
Kemarahan Dave


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, Milea masih berada di kamarnya. Milea melamun memikirkan semua yang telah terjadi pada hidupnya.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka namun Milea tampak tak bergeming dari tempat nya, Milea bahkan tak menyadari Dave sudah berada di depannya dengan wajah yang penuh amarah.


" Masih memikirkan pacarmu?" Ucap Dave dan membuat Milea tersentak kaget.


" Dave!" Guman Milea yang baru sadar setelah Dave membuka suara.


" Berani-beraninya kau berselingkuh di belakangku hah!" Dave mencengkram rahang Milea membuat nya kesakitan.


" Aahhh Dave lepaskan Dave sa..kit.."


"Apa hahh, mana yang di sentuh pria tadi di sini, disini atau di sini hah?" tanya Dave sambari menunjuk semua area sensitif di tubuh Milea.


"Dave lepasss!"


" Aku tidak akan pernah melepaskan mu, dasar jallangg murahan!"


Brugg


Dave menjatuhkan tubuh Milea ke atas ranjang, Milea merasakan sakit di rahang nya yang dari tadi di cengkram Dave, bukan hanya itu tapi hati nya ikut sakit karena Dave menyebutnya dengan sebutan Jallangg murahan.

__ADS_1


" Semurah itu kah aku di matamu Dave?" Tanya Milea yang tak terima.


Dave menyeringai ia melihat sinis pada Milea ditarik nya tubuh Milea hingga menempel dengan tubuhnya.


Dave langsung melabuhkan bibir nya di bibir Milea, dengan kasar dan brutal Dave mencium Milea hingga Milea merasa kesakitan.


Tidak berhenti di situ kini tangan nya mulai menggerayangi dua bukit kembar Milea bahkan baju Milea ditarik nya hingga sobek dan membuka sebagian area dada nya.


" Dave sakittt..!" Ucap Milea karena tarikan baju nya membuat bahunya sedikit memerah dan lecet, Milea seakan memberontak karena sentuhan Dave kali ini benar-benar membuat nya tidak nyaman.


" Diam dan menurutlah!"


Milea mencoba diam namun Dave menyentuhnya dengan kasar membuat Milea terus meringis.


Sudah puas bermain di leher Milea, tangan Dave turun dan bergerilya di bawah sana, melepas pembungkus berbentuk segitiga itu dan memainkan jari nya di sana.


Sementara bibirnya berkelana naik turun di gunung kembar Milea, mencaplok pucuk nya dengan gemas, dan juga rakus.


" Akkkhhh Dave...!"


Dave tersenyum mendengar Milea mendesahhh, membuat Dave semakin terangsang dan bersemangat.


Bibir Dave bergantian menyusu di dada kiri dan kanan Milea, membuat Milea menggelinjang keenakan, apalagi tangan Dave yang terus keluar masuk di dalam goa basah itu membuat Milea semakin belingsatan.

__ADS_1


" Oh Dave aakkhh, Dave noo..."


Dave langsung berhenti setelah mendengar Milea menyebutkan kata No, namun Mata Milea menatap sayu wajah Dave.


" Kenapa berhenti Dave?" Tanya Milea yang sudah tidak ada rasa malu lagi padahal sedari tadi ia berontak.


" Apa aku harus meneruskan?" Tanya Dave meremehkan.


Milea pun mengangguk dan memang tubuh nya menginginkan hal lebih dari sekedar itu.


" Katakan aku mau kau sentuh Sayang!" ucap Dave menyuruh Milea mengulangi kata-kata nya barusan.


" Aku mau kau sentuh Sayang!!" Ujar Milea yang sudah tidak tahan ingin kembali di beri kenikmatan duniawi.


Dave tersenyum ia kembali meneruskan aktifitas nya yang ia tunda sejenak, "Apa ini enak sayang??" Tanya Dave seraya mengocok goa Milea di bawah sana.


"Sangat Dave ahh lebih keras Dave aku mau pipis Dave aakkhhhhhh!" Milea mengerang panjang untuk pertama kali nya.


" Keluarkan sayang, jangan di tahan!"


Milea begitu menikmati permainan Dave di awal, ini semua belum berakhir akan ada season yang sebenarnya, yang membuat Milea kembali terbang melayang menikmati surga Dunia yang baru saja ia rasakan.


"Bangun, puaskan aku malam ini!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2