Sebatas Partner Ranjang

Sebatas Partner Ranjang
Obat pencahar


__ADS_3

"Duuuutttt......"


Tiba-tiba terdengar suara yang lumayan kencang membuat semua orang yang berada di meja makan saling berpandangan, tak lama setelah suara terdengar giliran bau tak sedap yang tercium.


Semua orang menutup hidung nya masing-masing kecuali Audrey yang memegang perutnya.


"Duuutt duuttt preeepeettt"


Kembali terdengar suara kentut yang saling bersahutan membuat Dave Maria dan juga Milea memandang Audrey dengan tatapan jijik.


Namun terukir senyum puas dari bibir Milea, "Jorok banget sih, cantik-cantik kentut sembarangan!" Ucap Milea dan sukses membuat wajah Audrey memerah.


Memerah menahan malu sekaligus menahan sakit di perut nya, " Sial ini pasti kerjaan wanita itu, berengsek lihat pembalasan ku!" Guman Audrey yang mulai bangkit dan berjalan menjauh dari meja makan seraya meminta izin pamit.


" Maaf saya harus ke toilet!"


Semua orang menjadi tak berselera makan karena kejadian barusan, bau busuk dari angin yang di keluarkan Audrey membuat Maria dan juga Dave memilih hengkang dari meja makan.


" Aku sudah tidak berselera makan disini, bawa makanan kami ke kamar!" Ucap Dave dan menyuruh seorang pelayan membawakan makanan ke kamar nya dan juga Milea.


Milea tersenyum riang, ia puas sudah mengerjai Audrey sampai wajahnya merah menahan malu.

__ADS_1


" Siapa suruh macam-macam padaku, ini hanya balasan kecil saja, obat pencahar itu ternyata berkerja dengan cepat!" Guman Milea dan langsung mengikuti Dave kembali ke kamar.


Setelah mereka berada di kamar Dave langsung memandang wajah Milea dengan tatapan menyelidik.


" Apa ini ulahmu?" Tanya Dave datar.


"Ya kenapa? Apa kau tak suka aku melakukannya?" Tanya balik Milea.


" Tidak, aku hanya tidak suka acara sarapanku terganggu dengan kejadian receh seperti itu, tapi aku salut padamu kau bisa membereskan cecunguk kecil tanpa bantuan ku!"


Milea hanya tersenyum kecut, apapun yang ia kerjakan tak ada baik nya di mata Dave, makanya ia bertahan di rumah itu dengan tidak tertindas oleh ibu mertua dan peliharaannya itu.


Audrey adalah peliharaan ibu mertuanya, Maria memelihara Audrey tanpa pamrih, hanya karena Maria menyukai Audrey dengan penampilan nya yang elegan seperti wanita sosialita umumnya.


Dengan berbagai cara Maria terus saja berusaha menjadikan Audrey menantunya walau pada Akhirnya Dave menikahi Milea.


Namun Maria tetap keukeuh menjodohkan Audrey dengan anaknya walau harus menyingkirkan Milea.


" Sudah lah makan saja sarapanmu, bukannya kamu tak mau kesiangan ke kantor?" Ucap cuek Milea yang langsung menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Milea bersikap acuh tak acuh karena pada dasar nya dirinya enggan di intimidasi oleh Dave, namun ia akan berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya walau pun Dave tetap menyakitinya.

__ADS_1


Mungkin suatu saat Dave akan berubah, mencintainya dengan tulus tanpa menyakiti hatinya lagi.


Kedua pasangan suami istri itu makan dengan tenang, tanpa bersuara hanya suara sendok dan piring yang beradu.


Tak perlu waktu lama Dave pun menyelesaikan makan nya, ia buru-buru pergi ke kantor karena ada meeting hari ini.


Milea di tinggalkan begitu saja tanpa pamit, namun Milea hanya menghela nafas.


Ingin rasanya ia mencium tangan Dave dan Dave mencium kening nya saat pergi dan pulang dari kantor, mungkin bahagia sekali hatinya.


Namun semua itu tidak bisa di wujudkan nya sekarang, mungkin nanti entah Minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan.


Sementara itu Audrey sudah beberapa kali keluar masuk toilet hanya untuk mengeluarkan sesuatu yang selalu mendesak ingin keluar setiap kali ia sudah keluar dari toilet.


" Astaga perut ku! Aarrghhhh" Audrey kembali masuk ke toilet dan ini ke lima kalinya ia memasuki ruangan untuk sekedar mengeluarkan hajat nya.


Wajah Audrey sudah pucat dan badannya pun sudah lemas, Maria yang melihatnya langsung menghubungi dokter untuk memeriksa kan Audrey.


Setelah kepergian Dave Milea membuka Handphone nya dan membuka media sosial miliknya, saat pertama terbuka wajah yang ia rindukan memenuhi ruang beranda sosial medianya itu.


Milea kembali menghela nafas, betapa rindunya ia pada pria itu, pria yang teramat di cintai nya namun kini sudah tak bisa ia gapai.

__ADS_1


Dirinya sudah dimiliki orang lain, tak pantas rasanya merindukan pria lain dalam hidupnya.


To be continued


__ADS_2