
Milea berjalan anggun menuju ruangan, di saksikan ratusan pasang mata yang sangat terlihat antusias, menatap takjub sang mempelai wanita.
" Ternyata cantik sekali istri Tuan Dave."
" Bidadari yang turun dari kayangan."
" Kenapa aku tidak memeiliki paras cantik seperti itu Tuhan!"
" Sangat cantik pengantin wanita itu!"
"Tuan Dave sangat beruntung memiliki istri cantik seperti itu!"
"Hmm cantik!"
Kata terakhir adalah ucapan Dave yang tanpa sadar langsung terlontar dari mulut nya, ia juga sangat menikmati kecantikan Milea saat ini.
Bahkan Dave bangga dengan cuitan para tamu undangan yang sangat menyukai kecantikan istrinya itu.
Dave langsung menghampiri Milea, menjemput Milea dari kedua oranf tuanya hingga lengan kekar Dave telah bersiap menyambut dan membawa Milea ke tempat duduk khusus pengantin.
"Tersenyumlah, jangan terlihat terpaksa dengan pernikahan ini!" Dave mencoba berbisik di telinga Milea membuat Milea pun mau tak mau memamerkan senyum terbaik yang di paksakan.
" memang Aku terpaksa menikah denganmu!" ketus Milea yang membuat Dave mengepalkan tangan nya.
" Lihat saja apa kau akan terpaksa juga melakukan nya denganku!" guman Dave dengan senyum yang terlihat seperti seringai mengerikan.
Sudah bererapa jam berlalu dan akhirnya resepsi pernikahan Dave dan Milea pun selesai di gelar.
Dave dan Milea kembali ke kamar hotel, Milea tampak gugup dengan pandangan Dave terhadapnya, ada gelagat aneh yang tersembunyi di balik tatapan Dave kepada dirinya.
"Aku bersih-bersih dulu!" Ucap Milea dan ia langsung menuju kamar mandi.
Dave hanya mengangguk tanpa bersuara, ia kemudian duduk di tepi ranjang.
Ranjang yang sudah di hias oleh ratusan kelopak bunga mawar berbentuk cinta.
"Cih, seperti malam pertama perjaka dan perawan saja harus di hias seperti ini." gerutu Dave yang ia yakini Milea sudah pernah berhubungan badan dengan kekasih nya.
Dave sempat mendengar Milea sudah lama berpacaran dengan Rayyan dan mana mungkin Milea mampu mempertahankan kesucian nya di Zaman sekarang.
Sementara Milea sedang kesusahan di kamar mandi, ia tidak bisa membuka resleting gaun pengantin yang di pakainya.
"Hmm, susah sekali aku harus meminta bantuan kepada siapa? Masa iya harus sama Dave mana mungjin pria itu mau membantuku.!" guman Milea yangvkesal sendiri karena sedari tadi tidak bisa membuka gaun nya.
Akhirnya mau tak mau ia pun kembali keluar dengan masih memakai gaun pengantin nya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Milea dengan gugup, "Bukannya mau mandi? " tanya Dave
__ADS_1
"Maaf, bo.. Boleh minta bantuanmu?" tanya Milea terbata.
"Apa?"
"Aku tak bisa membuka gaun ku, bisakah bantu melepaskan resleting nya?" wajah Milea memerah hanya dengan meminta bantuan seperti itu saja membuat nya sangat malu, ini kali pertamanya ia meminta bantuan seorang pria untuk membuka gaun nya yang di mana punggung Milea akan sangat terekspos setelah gaun itu terbuka.
" Hanya itu saja?" tanya Dave dan ia langsung berdiri di depan Milea dan Milea pun mengangguk.
"Bahkan aku bisa membuka seluruh nya jika kau mau?" bisik Dave tepat di telinga nya Milea membuat Milea merinding karena hembusan nafas Dave menerpa telinganya.
Bahkan perkataan Dave mampu membuat Milea bergidik ngeri, karena sangat gugup Milea langsung membelakangi tubuh Dave agar Dave bisa dengan cepat membantunya.
Srreeeeettttt
Dengan perlahan Dave membuka nya menampilkan pungguh indah milik Milea yang seputih susu dan selembut sutra, membuat Dave menelan saliva nya dengan susah payah.
" Punggung yang indah!" ucap Dave dan membuat pipi Milea kembali bersemu merah, saat Dave ingin menyentuhnya Milea langsung melangkah ke kamar mandi.
" terima kasih!" Milea dengan cepat melangkah membuat Dave tak sempat menyentuh punggung mulus itu, namun Dave tersenyum.
" Aku tak akan mengampunimu!"
Setengah jam kemudian Dave kesal karena Milea tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Dia mandi atau pingsan sih lama sekali?" ketus Dave namun tak berselang lama pintu kamar mandi itu terbuka kembali.
Milea pun keluar dari kamar mandi, Ia keluar dengan mengendap-ngendap takut Dave melihatnya. karena ia lupa membawa baju ganti akhirnya ia hanya keluar dengan handuk sebatas paha, rambut nya yang di gulung ke atas membuat leher jenjang nya terekspos bebas.
"Oh Tuhan ternyata dia masih terjaga!" Guman Milea yang berpikir Dave sudah tidur karena terlalu lama menunggunya di kamar mandi.
" Dave bisa kah kau keluar sebentar? Aku ingin memakai baju!" Milea akhirnya meminta izin agar Dave keluar sebentar namun tanpa di jawab Dave langsung berdiri.
Dave berbalik arah menuju pintu keluar, "Ternyata tidak susah mengusir nya sebentar !" bathin Milea dan ia tersenyum.
Namun di luar dugaan Dave malah mengunci pintu dan kemudian mendekat pada Milea.
"Berani nya kau mengusirku, kenapa aku harus keluar hah, kita sudah sah menjadi suami istri berarti sudah halal bagiku untuk melihat nya bahkan merasakan ini semua!"
"Akhhh.!"
Milea meringis merasakan sakit saat satu buah melon mengkal milik nya di remas dengan sangat kuat oleh Dave.
Dave tersenyum senang karena buah melon itu terasa masih kenyal dan juga sangat pas di genggaman nya, bahkan sedikit lebih besar dari perkiraan nya.
"Kenapa sakit?" tanya Dave
"Apa yang kau lakukan Dave?" tanya Milea dengan hati yang berdebar.
"Aku hanya ingin merasakan apa yang sudah aku miliki, jangan menolak karena aku tidak suka di tolak!" ucap Dave tegas.
__ADS_1
Bahkan kini handuk yang di pakai Milea sengaja di tarik oleh Dave membuat Milea membulatkan matanya, Milea dengan cepat mengambil kembali handuk nya namun tangan nya di cekal oleh Dave.
" Diam jangan tutupi lagi keindahan ini, ini adalah milikku sekarang.!"
Emmmppp
Dave langsung membungkam bibir milik Milea yang terlihat begitu menggoda, bibir manis Milea terus di sesap oleh Dave namun karena terkejut Milea hanya terdiam sampai akhirnya Dave menggigit bibir bawah Milea membuat nya langsung terbuka dan tanpa basa basi lagi lidah Dave masuk menerobos nya, menyusuri setiap inci mulut Milea yang menurut Dave begitu manis.
Dave terus ******* bibir Milea dengan rakus bahkan kini Milea sedikit membalas membuat Dave lebih tertantang.
Di hisap dan di ***** nya dalam, memberikan sensasi yang berbeda pada Milea.
Mungkin baru kali ini Milea merasakan ciuman yang sangat menuntut, menuntut lebih dari itu, bahkan kini Milea memejam kan mata nya, menikmati setiap sentuhan Dave.
Tangan nakal Dave kini sudah berada di atas dua gunung kembar Milea yang sudah tak terhalang, Milea merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya.
Milea hampir kehabisan nafas nya, membuat Dave melepas ciuman itu dan memberi ruang Milea untuk menghirup oksigen yang banyak.
"Akkhhhh."
Milea mendessahh kembali saat merasakan satu tangan Dave malah bergerilya di bawah sana.
Dave menjatuhkan tubuh Milea ke ranjang, mengungkung nya di bawah tubuhnya, memandang tubuh Milea yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Milea yang di tatap Dave seperti itu begitu malu, hingga ia tak kuasa melihat mata indah Dave yang sudah sangat berkabut gairah, Milea pun memalingkan wajahnya.
Bibir Dave kembali mencumbu daerah sensitif Milea membuat Milea menggelinjang tak karuan, di sesap nya pucuk cokocips yang berwarna merah muda itu silih bergantian membuat sensasi yang luar biasa.
Tangan Dave kembali mencari ruang di balik hutan rimba di bawah sana, ia mulai menggesekkan jari nya di sana, ternyata sudah sangat basah dan Dave pun memasukan salah satu jemarinya namun ternyata memang sangat sempit membuat Dave mengurungkan niat nya dan mengganti jari nya dengan lidah nya.
"Ahhhhh.!"
Milea kembali mendesaah, membuat Dave semakit bersemangat menenggelamkan wajah nya di area yang begitu memabukan itu.
Bau yang khas dan juga wangi yang berbeda membuat Dave sangat suka, Milea benar-benar bisa merawat tubuh nya hingga membuat Dave sangat menikmati permainan nya di bawah sana.
"Dave hentikan aku ma..mau pip..pis Dave!" Ternyata Milea akan mengalami pelepasan nya yang pertama, namun benar Dave malah menghentikan aksinya dan membuat Milea kecewa.
"Kenapa kesal? Bukankah itu yang kamu mau?" Tanya Dave dengan seringai senyum nya.
" Kauu!!" Milea mendengus kesal.
"Apa kau ingin yang lebih?" Tanya Dave
Dengan malu-malu Milea pun mengangguk, ia sudah sangat menginginkan nya.
To be continued
Udah dulu ah, lanjut nanti ya masih siang soalnya, othor lagi kerja banri gak fokus lagi.
__ADS_1
Yang mau di lanjut kasih jempol dulu donk!
Terima kasih...