Sebatas Partner Ranjang

Sebatas Partner Ranjang
Kekecewaan Rayyan


__ADS_3

Rayyan pergi dengan membawa sejuta kekecewaan, Rayyan menangis di dalam mobilnya.


Seorang pria akan meneteskan air mata nya di saat ia merasakan sakit yang luar biasa, bukan karena lebay atau alay namun itu menandakan perasaan nya yang begitu dalam.


" Aku tak mengerti dengan jalan pikiran mu yang sepicik itu Lea, Kamu tega mengkhianati cinta kita yang sudah lama kita bina hanya untuk menyelamatkan keluargamu, terus apa gunanya aku di sini?" Guman Rayyan dengan memegang dadanya yang terasa sesak.


Rayyan bukan pria cengeng namun hanya Milea yang benar-benar ia cintai saat ini, dimana cinta nya kini telah menggoreskan luka yang begitu dalam.


Sulit rasanya mengembalikan hati yang telah patah, entah sampai kapan sakit itu akan terus bersemayam di dalam hatinya.


Sementara Milea masih terdiam di taman, ia kembali menumpahkan air matanya, tak kuasa menahan segala yang telah terjadi.


Sebenarnya Disini Milea juga adalah korban dari kekacauan yang terjadi yang di buat oleh saudara kembar nya.


Milea mencoba tegar dan ikhlas menghadapi semuanya, namun ternyata semua tak semudah yang ia bayangkan, melihat kekecewaan Rayyan saja hatinya juga sakit apalagi menjadi Rayyan, sungguh tak bisa membayangkannya.


" Maafkan aku Ray, maaf!" Lirih Milea dan ia meninggalkan taman kembali ke kamar nya namun ia langsung membereskan pakaian nya ia berniat pulang.


" Pak, antar saya pulang!" Titah Milea pada supir yang akan mengantarkan nya pulang ke mansion Dave.


Sepanjang perjalanan tak hentinya Milea menangis, ia sebenarnya tak sanggup menghadapi kenyataan ini, bagaimana pun Rayyan adalah laki-laki yang sangat ia cintai tak ingin kehilangan nya namun ia pun tak mau berdosa.


Milea sekarang adalah wanita yang bersuami, tak baik untuk dirinya terus-terusan mengingat laki-laki lain yang bukan muhrim nya.


Namun apa mau di kata Rayyan tak bisa di lupakan begitu saja, seribu kenangan telah tercipta dari pria tampan yang tadi melamar nya.


"Nyonya kita sudah sampai!" Ucap Supir yang mengantar nya pulang.

__ADS_1


" Ahh apa, sudah sampai?" Tanya Milea dan di angguki oleh supir.


Namun Milea bingung, rumah yang ia tuju bukan lah rumah besar dan mewah ini, ia melihat ke sekeliling dan benar dirinya tidak mengenal tempat yang dirinya lihat sekarang.


"Maaf pak, Ini rumah siapa ya?" Tanya Milea


" Ini mansion tuan Dave nyonya!"


" Hahh, mansion Dave, tapi aku memintamu untuk mengantarku pulang ke rumah pak bukan ke sini!"


" Iya nyonya tapi tuan Dave menyuruh saya mengantarkan nyonya pulang ya ke sini!"


" Oh Tuhan, aku lupa kalau Dave memang menyuruhku pulang ke sini!" guman Milea dan ia pun turun dari mobil dan menatap takjub rumah yang ia akan tempati saat ini.


" Bismillah!" Tak lupa Milea mengucapkan Basmallah saat ia akan memasuki rumah itu, memanjatkan doa agar rumah itu akan bisa menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk hidupnya kelak.


" Terimakasih,!" Milea pun melanjutkan melangkah ke dalam rumah dan ternyata di sopa tamu sudah berada dua orang wanita berbeda generasi yang tersenyum sinis melihatnya.


"Selamat datang di rumah kami menantu!" Ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik namun wajahnya sangat angkuh seperti Dave.


" Terimakasih mah!" Ucap Milea dan ia pun mengulurkan tangan nya seraya mencium tangan Maria.


" Nyonya.. Panggil saya nyonya bukan mamah, mengerti!" Ketus Maria membuat Milea bingung kenapa harus memanggil dengan sebutan nyonya bukankah dia adalah mertuanya sendiri.


" Baiklah nyonya!" Mau tak mau Milea pun mengiyakan titah sang nyonya.


" Dan perkenalkan ini Audrey, dia akan tinggal disini juga karena sekarang dia bekerja di kantor Dave sebagai sekertaris nya!" Jelas Maria dengan mengenalkan wanita lain yang hanya punya jabatan sebagai sekertaris di kantor anaknya dan dengan bangganya ia membuat keputusan akan memberi tumpangan di rumah besar itu untuk Audrey.

__ADS_1


Milea hanya mengangguk saja, sebenarnya Milea paham tentang keberadaan wanita itu di rumah Dave, namun saat ini Milea tak ingin memikirkannya.


Milea sedang tidak baik-baik saja, makanya ia hanya diam dan memilih meninggalkan kedua wanita yang di temuinya di ruang tamu.


" Maaf nyonya saya harus ke kamar dulu, membereskan semua barang-barang saya!" Izin Milea dan meminta Aisyah mengantarkan nya ke kamar.


" Bi, tolong tunjukan kamar saya!"


Aisyah pun membantu Milea menuju kamarnya, dan membawa barang-barang nya juga.


" Cih, seperti nyonya besar saja dia!" Guman Audrey.


"Tenang saja sayang, dia tidak akan kuat berada di sini lama-lama lagipula Dave menikahinya agar bisa mendapatkan semua warisan ayah nya dan setelah itu dia akan di tendang dari rumah ini." Jelas Maria pada Audrey yang di sambut senyum merekah dari bibirnya.


" Aku sudah tidak sabar Tante!"


......................


Sementara Dave saat ini sedang memendam rasa marah nya, ia tidak suka ada yang menyentuh sesuatu yang sudah jadi miliknya.


" Ada hubungan apa dia dan Rayyan?" Tanya Dave pada seseorang di sebrang telpon.


Ternyata gerak gerik Milea sedari tadi di laporkan oleh seseorang kepada Dave.


Foto-foto Milea dan Rayyan pun telah banyak di kirimkan ke hp Dave, apalagi saat kening istrinya di kecup oleh Rayyan membuatnya semakin geram.


" Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu jalangg!"

__ADS_1


To be continued


__ADS_2