
Gelapnya malam kini telah berganti dengan terang nya sinar mentari, Milea yang sudah bangun dari tadi kemudian membangunkan Dave karena sudah pukul enam lebih tiga puluh menit.
Dave terbiasa bangun pukul setengah tujuh, makanya saat Milea membangunkan Dave kurang dari jam setengah tujuh Dave marah.
" Dave bangun, apa hari ini kamu tidak akan ke kantor?" Tanya Milea seraya mengguncangkan tubuh Dave.
" Lebih baik aku ke kantor dari pada aku harus di rumah dengan tukang selingkuh!"
Jlebbb
Hati Milea sakit mendengar kata-kata pedas seperti itu, dirinya tidak pernah selingkuh bahkan kemari dia memutuskan hubungan dengan orang yang ia cintai karena memilih laki-laki kasar yang sudah menjadi suaminya.
" Aku tidak pernah selingkuh Dave!" Tegas Milea dengan nada sedikit membentak.
" Waw hebat sekali kamu sudah berani membentak ku!" Ujar Dave sambil mencengkram dagu Milea lalu menghapuskan nya begitu saja membuat Milea kembali meringis kesakitan.
" Awwhh..." Milea meringis merasakan sakit di dagu dan juga tubuhnya, karena tubuhnya pun di hpaskan dengan kuat hingga membentur kepala ranjang.
"Jangan pernah berani pergi dari rumah ini tanpa izin dariku!" Dave mengultimatum Milea agar tidak pernah pergi tanpa seizin darinya.
Milea terisak merasakan sakit di hatinya, bahkan sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan sakit di hatinya.
Namun Dave tidak perduli ia tetap berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sungguh kejam memang, namun itulah Dave tak pernah merasa kasihan pada siapapun termasuk kepada Milea.
Walau merasa sakit di tubuhnya, namun Milea tetap melakukan pekerjaan nya ia memilih pakaian untuk Dave pakai ke kantor hari ini.
Milea menyiapkan kemeja berwarna putih tulang dan celana kain berwarna hitam, kontras dengan kulit Dave yang tidak terlalu putih namun tidak juga gelap.
Termasuk menyiapkan cilini dilim untuk Dave pakai, disimpannya di sisi ranjang agar Dave bisa langsung memakainya tanpa mencari lagi.
Tak lama Dave keluar dari kamar mandi dengan menyugar rambutnya yang basah, tetesan air mengenai tubuhnya yang membuat Dave terlihat lebih sexy apalagi perut kotak-kotaknya yang membuat Milea merasa kepanasan melihatnya.
__ADS_1
Mengingat bagaimana perkasanya tubuh Dave saat semalam menggagahinya hingga benar-benar lelah.
Dave membuka handuknya di depan Milea membuat Milea membulatkan matanya karena melihat pemandangan indah di pagi hari.
Karena Milea yang merasa risih, ia pun langsung keluar dari kamar dan menuju dapur, memilih membantu para ART yang sedang berkutat dengan bahan makanan.
" Hei kamu, buatkan aku nasi goreng seafood tapi jangan terlalu pedas!" Titah Audrey pada Milea yang baru saja masuk ke dapur dan menyaksikan semua ART sedang bekerja.
" Iya nona, saya akan membuatkan nya untuk anda!" Jawab salah seorang ART muda yang sedang mengiris bawang.
" Bukan kamu tapi dia!" Tunjuk Audrey pada Milea dan Milea pun menunjuk dirinya sendiri.
" Apa..aku?"
" Iya kamu!"
" Kenapa harus aku? Tanya Milea pada Audrey.
" Karena aku hanya mau kamu yang membuatkan nya!" ujar Audrey membuat Milea terdiam namun ia tak mau ditindas di rumah ini.
" Nyonya biar saya saja yang membuatnya!" Seorang ART menawarkan diri untuk memasak nasi goreng untuk Audrey.
" Tidak usah, biar aku saja!" Ucap Milea dan ia langsung mengeksekusi semua bahan yang sudah tersedia.
Tak perlu waktu lama, nasi goreng pun sudah siap di dalam piring.
" Okay selesai, selamat menikmati dan selamat sesuatu....!" guman Milea.
" Nita!" Panggil Milea pada ART yang tadi menawarkan diri untuk membuatkan nasi goreng untuk Audrey.
Milea tahu nama ART itu karena setiap ArT yang bekerja di mansion Dave di beri nametag di baju nya.
" Iya nyonya!"
__ADS_1
" Tolong bawa ini dan berikan pada Audrey!"
Nita langsung membawa nasi goreng itu ke meja makan, dan di meja makan sudah ada Maria dan Audrey yang sedang menunggu.
Tak lama Dave turun dari kamar, dan memandang ke arah meja makan tak menemukan Milea di sana.
" Kemana Milea?" Tanya Dave pada Maria.
" tidak ta...!"
" Aku disini sayang!" Jawab Milea saat Audrey akan menjawab tidak tahu.
Dave tersenyum mendengar Milea memanggilnya dengan kata sayang, Dave tahu Milea ingin menegaskan kalau dirinya adalah Milik Milea seorang, Dave juga tidak keberatan karena memang Dave tidak suka dengan Audrey.
Maria terus saja menjodohkan Audrey dengan Dave, membuat Dave jengah sendiri, saat almarhum papah nya menyuruh menikahi anak dari kenalannya sebagai syarat untuk mendapatkan warisan, dengan senang hati Dave menyetujuinya walau ia tidak mencintai Milea atau pun kakaknya.
" Dari mana saja?"
" Audrey menyuruhku memasak nasi goreng untuknya!" Jawab jujur Milea namun dengan cepat Audrey menyangkal.
" Hei kapan aku menyuruhmu?" pura-pura Audrey.
" Itu buktinya!" tunjuk Milea pada nasi goreng buatan nya yang ada di piring Audrey.
" Lain kali suruh ART untuk memasak nya, jangan menyuruh istriku!" Tegas Dave pada Audrey yang langsung mendelik menatap Milea tidak suka.
Maria hanya diam, ia tidak mau ikut campur masalah Milea dan Audrey, yang ada ia pun akan kena getahnya kalau ikut campur disana.
" Sudah semuanya makan!"
Semua orang langsung makan, termasuk Dave yang piring nya sudah terisi dengan nasi dan lauk oleh Milea.
Tak lama perut Audrey terasa panas, bahkan sakit, isi perutnya seakan ingin keluar.
__ADS_1
Duuuttttttt.....
To Be continued