Secret Hubby

Secret Hubby
Kelulusan Aira dan Eghan


__ADS_3

~Ayah Ibu Terimakasih, Berkatmu Aku jadi Lebih Kuat~


Sudah dua bulan berlalu. Dan hari ini adalah hari kelulusan Aira. Aira benar-benar bingung, hadir atau tidak. Pasalnya dari kecil Aira selalu ditemani oleh papanya. Tapi kali ini ada yang berbeda. Aira hanya ditemani oleh mama dan kak Alvin. Alvin adalah kakak sepupu Aira yang paling dekat dengan Aira. Alvin sudah dianggap sebagai Abang kandung oleh Aira yang menggantikan posisi Abangnya yang telah lama meninggal sekitar usia Aira 8 tahun karena kecelakaan. Sejak meninggalnya Abang kandung Aira, Seno menjadi seorang yang temperamental dan kadang tak suka diganggu. Dari peristiwa itulah Aira mulai menjadi anak yang nakal karena tak pernah mendapat perhatian yang lebih dari Seno. Seno lebih suka bekerja di kantor dibandingkan berada di rumah.


Tampak Aira yang sudah cantik dengan gaun selutut berwarna hijau dan hight hils berwarna peach. Ia berjalan menelusuri anak tangga dengan anggun. Sudah ada beberapa orang yang menunggu Aira. Tapi entah kenapa rasanya Aira tak mau berangkat. Ia seketika merasa kesepian akan sosok seorang Papa. Langkahnya terhenti sejenak, ketika ia melihat beberapa foto masa kecilnya dan Papanya terpampang jelas di tembok berwarna abu-abu terang. Ada rasa rindu yang menggebu tapi ia langsung mengingat kejadian yang memalukan beberapa bulan yang lalu dan semua rasa rindu itu berubah menjadi rasa benci. Aira terus melanjutkan langkahnya kebawah dengan senyum yang sudah ia siapkan. Ya, Aira menyembunyikan kesedihannya dengan senyum.


" Wah cantiknya adik Abang " Ucap Alvin terkagum melihat Aira yang sangat cantik bak seorang princess.


" Alah lebay. Bilang aja ada maunya makanya muji-muji aku " Sahut Aira memutar bola matanya.


" Hahahaha. Kalo kamu gak mau dipuji ya udah orang Abang tulus kok Ra " Ucap Alvin seraya tertawa.


" Bohong ah. Aira lagi gak punya uang bang jangan puji dulu. Nanti kalo Aira udah punya uang baru boleh dipuji haha " Sambar Aira tertawa keras.


Alvin hanya menggeleng kepalanya lalu berjalan meninggalkan Aira sendirian. Aira yang tau ditinggal sendirian lalu bergegas membuntuti Alvin ke depan. Sudah ada satu mobil Nissan grand Livina LV A/T berwarna gold yang siap digunakan. Mobil itu milik Alvin pemberian dari Arkan Abang kandung Aira ketika Alvin memenangkan penghargaan speaking di Swiss.


Keluarga Aira boleh dikatakan sangat mahir dalam speaking. Sebenarnya keluarga Aira adalah keluarga ningrat. Tapi Aira tak pernah mau memasukkan kata ningrat didalam namanya. Sebab itulah Seno sangat marah jika Aira membuat masalah. Karena dalam tradisi keluarga mereka, orang yang berstatus ningrat tak boleh kelihatan nakal. Bisa-bisa nanti membuat keluarganya tak punya harga diri.


" Ayok berangkat Ra " Ajak mama yang sedari tadi berdiri didepan Aira.


" Yuk " Sambar Aira cepat.


Mereka langsung masuk kedalam mobil dan perlahan mobil melaju. Di sepanjang perjalanan Aira sibuk membereskan make up nya. Sesekali ia menambahkan lipstik ke bibirnya agar kelihatan cetar.


" Udah napa Ra. Tu bibir udah mirip kayak ikan Nemo masih aja di tambahin lipstik " Ucap Alvin mengintip dari kaca depan. Aira hanya memonyongkan bibirnya seraya memutar bola matanya tanda kesal akan ucapan Alvin. Alvin membalasnya hanya dengan tawaan kecil, lalu fokus lagi menyetir.


Akhirnya 20 menit Aira sampai di gedung kelulusan. Ia langsung turun dari mobil dan menggandeng mamanya. Sedang Alvin mencari tempat parkir mobil terdekat. Aira memasuki gedung dan berjalan disebuah karpet merah yang panjang. Aira disambut hangat oleh para penjaga gedung dan beberapa teman-temannya.


Sudah ada kursi bertuliskan nama Aira di sana. Jadi Aira dan Gumira langsung menduduki kursi itu. Hari itu Aira sudah seperti selebritis yang diajak berfoto oleh para pria tampan. Dan pastinya Aira tak mau menolak ajakan itu. Dengan gaya yang khas Aira berpose layaknya model papan atas. Tampak semua wanita di gedung itu menatap Aira dengan tatapan iri karena melihat Aira yang dikerumuni banyak pria tampan.


" Boleh minta no hp? " Tanya pria tampan itu seraya menyodorkan hp nya.


" Boleh. Ni udah aku save ya " Sahut Aira tersenyum.


Ssstt


" Awwww " Tangan Aira tiba-tiba ditarik oleh seorang pria yang tinggi menggunakan jas hitam dibalut dasi kupu-kupu. Sehingga membuat pria itu tampak tampan sekali.


" Ih apaan sih Ghan. Sakit tau! " Ucap Aira kesal.


" Genit Lo. Ngapain foto sama cowok lain " Sahutnya menatap Aira tajam.


" Lah kenapa? kan mereka yang ngajak. Lagian ganteng tau Ghan haha " Nyinyir Aira.

__ADS_1


" CK! ganteng dari mananya. Gantengan juga gue " Gumam Eghan pelan.


" Eh Lo ngomong apa tadi? " Eghan hanya menggeleng lalu menarik lengan Aira.


Para pengisi acara tampak menaiki panggung. Ada yang menyumbangkan satu buah lagu dan puisi. Beberapa wanita tampak tengah memaksa Eghan agar menyanyi di atas panggung. Dengan cepat Eghan menolak, tapi Aira mencubit perut Eghan dan memberi kode agar Eghan mau bernyanyi. Akhirnya Eghan pasrah dan memutuskan untuk naik keatas panggung.


" Wooooo! " Teriak beberapa wanita ketika melihat Eghan memegang mik. Aira tersenyum ketika melihat sahabatnya itu akan bernyanyi. Suara Eghan memang tak bisa diragukan lagi. Setiap ada lomba bernyanyi pasti Eghan selalu juara umum.


" Ehem... lagu ini saya persembahkan untuk orang yang paling spesial bagi saya " Ucap Eghan dengan mik. " wooooo " Semua bersorak. Dan lantunan musik mulai diputar.


(*Bulan terdampar di pelataran....


Hati yang temaram


Matamu juga mata-mataku


Ada hasrat yang mungkin terlarang


Satu kata yang sulit terucap....


Hingga batinku tersiksa


Tuhan tolong aku jelaskanlah


Tak bisa hatiku menafikkan cinta....


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Kudapati diri makin tersesat....


Saat kita bersama


Desah napas yang tak bisa dusta


Persahabatan berubah jadi Cinta


Tak bisa hatiku menafikkan cinta....


Karena cinta tersirat bukan tersurat

__ADS_1


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Apa yang kita kini tengah rasakan.....


Mengapa tak kita coba 'tuk satukan


Mungkin cobaan untuk persahabatan


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Tak bisa hatiku menafikkan cinta....


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Apa yang kita kini tengah rasakan.....


Mengapa tak kita coba 'tuk satukan


Mungkin cobaan untuk persahabatan


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Meski bibirku terus berkata tidak.....


Mataku terus pancarkan sinarnya


Mungkin cobaan untuk persahabatan


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan*)


Eghan bernyanyi dengan senyum khasnya tapi matanya hanya fokus menatap Aira. Sedang Aira mulai mematung tak mengerti dengan apa makna dari lagu Eghan.


To be Continued ✨


Yups pembaca mulai baper haha 🤣 makanya pantau terus next episode nya 💋


jgn lupa like komen and vote yaa 🖤 tengkyuu

__ADS_1


__ADS_2