Secret Hubby

Secret Hubby
Perpisahan Aira dan Eghan


__ADS_3

~Yang Aku Rasakan Sekarang Adalah, Semacam Dibunuh Tapi Tak Mati~


Aira semakin bingung dengan makna lagu yang Eghan bawakan. Dahinya menyerit heran, dan matanya terus menatap Eghan dalam tanda tak mengerti. Sedang Gumira sibuk tersenyum menikmati indahnya suara Eghan. Diikuti dengan Sinthya, mama Eghan. Shintya tau betul anaknya itu memiliki suara yang merdu dan lembut. Semua bersorak ketika Eghan sudah selesai bernyanyi. Mereka bersorak seraya berdiri memberi tepuk tangan begitu juga dengan guru-guru.


Eghan menunduk memberi hormat kepada semua orang yang ada di dalam gedung. Ia langsung turun menuju meja tempat Aira berada. Tanpa bicara sepatah katapun, Aira melongo melihat Eghan yang kini sudah duduk disampingnya.


PLAAKK!


" Awwww sakit! " Sontak pukulan dari Eghan membuat Aira bersuara. " Ngapain sih Lo ngeliatin gue kayak gitu? awas naksir Lo " ledek Eghan seraya tertawa. Dengan cepat Aira tersedak ketika mendengar Eghan berbicara. " Ha? apa? naksir? idih pede Lo " ketus Aira sedikit kasar. Eghan hanya memainkan bibirnya dengan sedikit dimajukan ke depan.


Mereka asik mendengarkan lagu dari para siswa/siswi lainnya. Karena ini adalah hari terakhir mereka sekolah, jadi mereka bebas mau melakukan apa. Asalkan tidak terlalu melewati batas ya. Sudah ada beberapa pelayan yang datang mengantarkan minuman dan makanan ke meja Aira. Mereka benar-benar menikmati masa kelulusan ini untuk terakhir kalinya.


" Eh Ra Lo mau kuliah dimana kira-kira? " tanya Eghan sambil meneguk jus jeruk.


" Gue rencana mau kuliah di University Oxford, Inggris Ghan " sahut Aira sekilas menatap. Sontak Eghan langsung tersedak karena mendengar ucapan Aira.


" Jauh banget Ra. Lo yakin mau ninggalin mama Lo sendirian di Bandung? " tanya Eghan lagi seraya mengelap bekas air dibibir nya.


" Kan ada kak Manda sama Bang Alvin Ghan. Tapi gue belum bilang sih ke mama. Kalo mama sih maunya gue kuliah di Bandung aja. Cuma gue gak mau " jelas Aira panjang lebar. Eghan mengangguk paham lalu menunjukkan sebuah kertas sejenis browser pendaftaran kepada Aira.


" Eh. Lo mau kuliah di Kanada? serius? yah jauh dong jarak kita Ghan " ucap Aira dengan nada sedikit sedih.


" Gak terlalu jauh kok jarak dari Kanada ke Inggris. Paling cuma 5-6 jam Ra. Kalo Lo ada apa-apa bilang aja ke gue, gue pasti langsung nyusul Lo kok " sahut Eghan tersenyum lebar.


Tiba-tiba Aira menangis karena terharu dengan ucapan Eghan tadi. Aira langsung memeluk Eghan dan menangis dipundaknya. " Hmm makasih " ucap Aira gemas. Eghan hanya tertawa kecil seraya mengacak-acak rambut Aira.

__ADS_1


" Gue tebak pasti Lo ambil jurusan musik kan? " tanya Aira sok tahu. Eghan menyerit dan memainkan bola matanya keatas dan kebawah. " Iya kan Ghan? " tanya Aira lagi. Kali ini Eghan tersenyum manis pada Aira.


Sudah lebih dari 2 jam akhirnya acara kelulusan itu selesai. Acara itu diakhiri dengan penyerahan piagam dan medali untuk para siswa/siswi. Terlihat jelas kesedihan di wajah para siswa/siswi karena pada akhirnya setiap pertemuan akan selalu ditutup dengan sebuah perpisahan. Mereka menangis dan memeluk semua orang yang ada di sana. Sedang pada orang tua ikut menangis bahagia karena anak-anak mereka telah lulus sekolah.


Begitupun dengan Eghan. Dia juga berpamitan dengan para anggota tim basket dan tim musik. Karena Eghan memang cukup terkenal karena ketampanannya, jadi mudah sekali bagi Eghan untuk masuk kedalam tim-tim tersebut. Eghan juga mahir dalam memainkan alat musik drum, gitar, dan juga bass. Bisa dibilang Eghan mampu menguasai semuanya. Karena otaknya yang memiliki kapasitas memori cukup besar. Berbeda dengan Aira yang sangat lamban dalam memahami suatu hal. Tapi entah kenapa Aira sangat mahir dalam speaking berbagai bahasa. Sudah hampir 5 bahasa yang ia kuasai. Mungkin karena Aira yang suka menonton dengan berbagai ragam bahasa asing. Sehingga dia lebih terbiasa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.


Mata Eghan tampak sibuk mencari sesuatu yang hilang. Berjalan ke sana dan ke sini di tengah kerumunan orang. " CK! gak ketemu. Lo dimana sih Ra susah banget dicari " gumam Eghan pelan. Eghan melanjutkan langkahnya keluar gedung kelulusan. Sontak matanya langsung menangkap sosok wanita cantik itu yang sedang bengong sendirian.


DOORR!


" Iiiih apaan sih Ghan ngagetin orang " ketus Aira kesal.


" Kaget ya? haha sorry deh Ra kalo Lo kaget. Lagian Lo ngapain sih bengong sendirian di sini, terus Lo lagi ngeliatin apaan sih Ra? " tanya Eghan sedikit kepo karena mata Aira yang fokus ke depan dan mengacuhkannya.


Dan rupanya Aira sekarang sedang menatap kearah seseorang. Seorang anak dan ayahnya yang sedang berpelukan karena anaknya lulus. Aira tampak murung, raut wajahnya berubah menjadi sedih. Eghan yang mengetahui sahabatnya itu sedih langsung menarik lengannya dan mengajaknya jalan-jalan.


" Udahlah ikut aja " sahut Eghan cepat.


Mereka berjalan kesebuah toko yang menjual berbagai macam jenis ice cream. Memang inilah cara untuk membuat Aira senang kembali. Eghan membelikan sebuah ice cream kepada Aira sebagai hadiah kelulusannya.


" Selamat Ra. Nih ice cream buat Lo " ucap Eghan seraya menyodorkan ice cream.


" Selamat buat? " sahut Aira bingung.


" Karena Lo dan gue lulus. Yah boleh dikata ini tu sebagai salam perpisahan hehe " Eghan tertawa kecil. Aira mengangguk paham lalu mulai menikmati ice cream itu.

__ADS_1


Semua kesedihan yang terpancar di raut wajah Aira mencair seketika. Dia tak merasakan lagi yang namanya kesepian akan sosok seorang Papa. Aira benar-benar sudah menjadi anak yang kuat karena bantuan dari Eghan.


" Hmm gue gak yakin kita bakalan ketemu setiap hari lagi Ghan " ucap Aira menatap Eghan.


" Kenapa Lo gak yakin Ra? " sahut Eghan menaikan satu alisnya.


" Kan Lo kuliah di Kanada pasti bakalan sibuk di sana lah " ucap Aira seraya membuang napasnya kasar.


" Oh haha. Sesibuk apapun gue, gue bakalan selalu ada buat Lo Ra " sahut Eghan tersenyum lebar.


Tak terasa hari menjelang sore. Saatnya Aira dan Eghan kembali ke rumah masing-masing. Pasalnya dari tadi hp Aira sudah sibuk berdering. Aira dan Eghan melanjutkan langkahnya menuju gedung kelulusan.


Sepanjang perjalanan Eghan selalu saja menjahili Aira dengan menarik hidungnya hingga merah. Ada saja kelakuan Eghan sampai-sampai membuat Aira kesal dan jengkel.


" Haha ih marah. Jelek Lo kalo lagi marah Ra " Ucap Eghan tertawa terbahak-bahak.


" Diem Lo gak lucu ah " ketus Aira kesal.


Mereka akhirnya sampai di gedung kelulusan. Terlihat kak Alvin yang sudah menunggu Aira di mobil bersamaan dengan Gumira.


" Ghan gue duluan ya mama sama kak Alvin udah nunggu di mobil " ucap Aira cepat seraya meninggalkan Eghan.


" Iya hati-hati. Eh iya Ra, besok gue berangkat ke Kanada Ra " teriak Eghan menghentikan langkah Aira. Aira sejenak mematung mendengar ucapan Eghan dia benar-benar kaget bahwa Eghan akan berangkat besok.


To be continued :')

__ADS_1


Hayuk pantau terus next episode nya 💋🤗 Tengkyuu


like komen and vote yaa 🖤


__ADS_2