Secret Hubby

Secret Hubby
Music is My Life : Eghan Mahendra Putra


__ADS_3

~Kadang Ada Perih Yang Tak Sempat Dicatat. Kadang Pengorbanan Membeku Disudut Hening Cerita~


Langkah Aira terhenti ketika Eghan berucap seperti itu. Batinnya penuh tanya Kenapa harus besok? gak bisa pergi bareng gitu?. Eghan tau Aira langsung membeku ketika mendengar ucapannya. Lantas Eghan pun berjalan mendekati Aira.


PLAAKK!


" Budek Lo ya? gue bilang besok gue berangkat ke Kanada. Kok Lo malah diem sih? " ujar Eghan yang memukul kepala Aira.


" Paan sih Lo! gak usah suka mukul deh " sambarnya pedas.


" Kalo suka Lo boleh gak? " iseng Eghan dengan pertanyaannya.


" Gak! gak boleh juga! " sangga Aira cepat seraya memainkan bola matanya.


" Lo hati-hati ya di Bandung nak nakal. Jangan lupa sholat " ucap Eghan mencubit pipi Aira.


" Bodo ah gue gak mau denger " Aira pun langsung pergi meninggalkan Eghan sendirian.


Kali ini Eghan tak mengejar karena ia tahu Gumira sudah menunggu Aira di mobil dari tadi. Eghan menatap mobil milik Alvin yang kini sudah melaju menjauhinya.


TIN!


Hanya satu klakson dari Alvin untuk Eghan sebagai ucapan pamit mereka. Sekarang saatnya Eghan pulang ke rumah untuk menyiapkan segala hal keperluannya di Kanada.


_______


Di dalam kamar tampak Eghan yang sedang memainkan gitar dan meresapi nyanyiannya.


🎶Ten Ten teng.....


🎶Ten Ten teng..... (suara irama gitar)


🎶Bahagianya diriku telah milikimu


Tak pernah ku meragu


Tak lagi ku mencari cinta selainmu


Takkan kutinggalkan kamu


Jika ku dapat menata jalanku


Kuingin kau selamanya denganku


Engkau wanita tercantikku


Kuingin kau tahu


Maukah kau jadi teman cintaku?


Tak akan ku mencari cinta selainmu


Takkan kutinggalkan kamu


Jika ku dapat menata jalanku

__ADS_1


Kuingin kau selamanya denganku🎶 (Devano Danendra-Teman cintaku)


Di sela Eghan menyanyi, dari arah luar terdengar beberapa kali ketukan pintu. Eghan pun menyudahi nyanyiannya. " Masuk ma. Gak Eghan kunci kok " sahut Eghan lembut.


" Gimana udah siap berangkat ke Kanada? " tanya Shintya.


Eghan menghela napas kasar seraya meletakkan gitarnya di kasur. " Insyaallah ma " singkat Eghan. Shintya tau anak tunggalnya itu berat untuk berpisah dari dirinya. Pasalnya memang Eghan adalah anak satu-satunya di keluarga besar Mahendra.


" Harus siap dong sayang. Mama tau kamu suka banget sama musik. Jadi kamu harus benar-benar wujudkan cita-citamu " ujar Shintya seraya mengelus rambut Eghan.


" Iya ma Eghan tau. Cuma Eghan gak bisa jauh-jauh dari mama. Takut gak kuat nahan rindu " ucap Eghan menjahili Shintya.


" Aduh kamu nih ya kok malah gombalin mama. Oh iya kamu di sana kalo bisa sekalian cari jodoh ya Ghan. Mau jomblo terus? " celetuk Shintya.


" Ih apaan sih ma. Eghan tu gak jomblo, orang Eghan udah punya pacar " sambar Eghan membantah ucapan Shintya.


" Eh kok gak bilang-bilang ke mama sih? siapa namanya Ghan? " tanya Shintya sedikit kepo.


" Namanya tu Shintya Halabi " singkat Eghan seraya tertawa terbahak-bahak.


" Eh itukan nama mama Eghan! " ucap Shintya menjewer telinga Eghan.


" Adu..du..duh ma sakit " keluh Eghan kesakitan.


" Ya udah kamu cepetan siap-siap ya. Siang ini kita ke bandara " ujar Shintya lalu pergi meninggalkan Eghan.


Eghan pun langsung bergegas menyiapkan semua barang-barang yang akan dia perlukan di sana. Dia hanya perlu satu koper. Kan sudah dibilang kalau Eghan adalah tipe yang tak mau ribet.


Drttt.... Drttt (getaran hp Eghan)


From : Nak nakal


To : Nak nakal


Gue sibuk wkwk


From : Nak nakal


Ih nyebelin banget sih Lo. Tuh kan baru gini aja Lo udah sibuk apalagi nanti :')


Pesan terakhir dari Aira hanya dibaca oleh Eghan. Sudah jelas Aira kesal karena pesannya diabaikan oleh Eghan. Karena merasa kesal Aira pun mengirimi lagi pesan kepada Eghan.


To : Psycophat


Woii vangke ihh nyebelin :(


Beberapa saat kemudian ada orang yang melempari Aira batu kerikil. Batu itu tepat mengenai punggung belakang Aira. " Eh apaan nih kok ujan jadi sakit gini. Apa ujan udah berubah bentuk ya? semoga aja ujan duit " gumam Aira sendirian.


Ketika Aira membalikkan badannya kebelakang, ia sontak terjengkang dari ayunan yang ia duduki.


" Arghhh "


BRUUKK!


Aira jatuh tepat di pelukan seorang pria yang wajahnya sungguh tak asing lagi bagi Aira. Dengan mimik wajah yang datar dan postur tubuh yang sixpack. Siapa lagi kalau bukan Eghan. Denah lokasi rumah pohon itu juga hanya Aira dan Eghan yang tahu. Jadi sudah pasti orang lain tak akan menemukan rumah pohon itu.

__ADS_1


" Lo tu ya Ghan udah kek dedemit aja tau gak. Bisa gak sih kalo dateng kesini tu kabarin gue " caci Aira.


" Haha ada yang sakit gak? " tanya Eghan santai.


" Lah kok Lo pake nanya sih Ghan! ih nyebelin banget sumpah. Gue gak mau tau gendong pokoknya sakit semua ni badan gue " rengek Aira.


Memang sudah menjadi rutinitas Eghan jika Aira jatuh ia selalu menggendong Aira. Lalu mengobati semua yang terasa sakit.


" Mana aja yang sakit? " tanya Eghan santai.


" Ini, ini, ini juga, terakhir yang ini " Aira menunjuk semua tubuhnya yang sakit. Eghan pun mulai mengobati semua tubuh yang ditunjuk oleh Aira. Tapi Eghan terhenti mengobati ketika Aira menunjuk kearah dada yang katanya sakit.


" I...itu juga Ra? " tanya Eghan menatap Aira.


" Iya. Sakit banget disini Ghan gak tau kenapa rasanya sesak pas denger Lo mau berangkat " ujar Aira membalas tatapan Eghan.


Eghan sedikit mundur, menjauh dari Aira. Ucapan Aira benar-benar membuat jantung Eghan mau copot dan tak hentinya berdetak kencang. Eghan hanya memalingkan wajahnya yang sedikit memerah dari Aira.


" Hahahaha " Aira tertawa puas.


" Apa yang lucu? " sahut Eghan sekilas menatap.


" Lo baper Ghan? serius? buset dah. Gue cuma becanda kali Ghan " celetuk Aira mengejek Eghan.


PLAAKK!


Satu lemparan obat merah melayang ke Aira. Eghan pun keluar dari rumah pohon dan memilih duduk di ayunan sambil memainkan gitar miliknya.


" Ya ampun Lo marah Ghan? " tak ada jawaban sama sekali dari Eghan.


" Ghan! gue ngomong Lo malah sibuk main gitar. Siang ini jadi berangkat? " tanya Aira lagi.


Aira hanya mendapat anggukan kepala dari Eghan sedang mulut Eghan sibuk komat-kamit dengan lagu yang ia nyanyikan.


" Kayaknya Lo suka banget sama musik Ghan sampe gue ngomong aja Lo cuekin " ujar Aira dengan nada yang sedikit berbeda.


CSSTT


Satu tali gitar Eghan langsung putus ketika Eghan berhenti memainkannya. Ya, ucapan Aira benar-benar membuat Eghan kaget dan takut dengan nada bicara Aira yang berbeda dari sebelumnya.


" Sorry Ra gue tadi.....Ck!


Eghan tak melanjutkan ucapannya dia hanya mengacak-acak rambutnya. Tangannya mengepal kuat lalu menarik lengan Aira kedalam pelukannya.


" Sorry ya Ra " ucap Eghan lembut seraya memeluk Aira.


Gue emang hobi banget sama musik Ra. Tapi hobi gue ilang seketika, pas orang yang gue suka gak suka sama hobi gue batin Eghan.


Gue bukannya gak suka Lo main musik Ghan. Tapi gue lebih gak suka kalo Lo cuekin gue cuma karena musik batin Aira meronta.


To be Continued ✨


Udah baper belum? kalo belum ya author bikin baper lagi niii haha. Makanya like komen and vote biar author rajin up para reader kuhhh yang cantik and ganteng awokwok.


Si Eghan sukanya mendem ya kek aku Batin author :')

__ADS_1


__ADS_2