
~Lakukan apa yang menurutmu baik, perihal aku abaikan saja, apa yang terbaik untukmu itu juga terbaik untukku, karena sekarang salah satu tujuanku hidup cuma ingin membuatmu bahagia~
Seminggu kemudian
Aira terlihat tergesa-gesa berangkat menuju kampus. Ia kaget setelah melihat jam di ponselnya. Itulah kebiasaan Aira. Telat dan selalu saja seperti itu. Saking paniknya, ia sampai lupa memakai sebelah kaus kakinya lagi.
Sesampainya di kampus Aira baru sadar, bahwa tugas yang sudah ia kerjakan tertinggal di meja apartemennya. Ingin rasanya Aira pulang untuk mengambil tugas itu, namun waktu tak berpihak padanya. Aira pun mengacak-acak rambutnya yang kemudian ia tiup dengan menggunakan mulutnya. Arghhh sial!! batin Aira kesal.
2 menit kemudian. Dosen pembimbing datang dan menagih tugas yang diberikan. Semua maju untuk mengumpulkan tugas itu, namun beda halnya dengan Aira. Ia pura-pura sibuk mencari tugas di tasnya. Setelah sadar dosen memperhatikan gerak-geriknya, Aira mulai panik.
" Aira? tugas kamu mana? ini tinggal kamu yang belum ngumpulin tugas " ujar Mrs Anna
" Ah...anu Mrs, saya...saya lupa bawa Mrs " sahut Aira gagap.
" Sini kamu " panggil Mrs menyuruh Aira maju.
Aira pun maju ke depan dan berdiri di hadapan Mrs Anna.
" Aira-Aira. Kamu kesiangan ya? tuh liat kamu cuma pakek satu kaos kaki " ucap Mrs Anna menyadarkan Aira.
Aira menoleh ke bawah. Setelah sadar, ia hanya tersenyum menahan rasa malu. Alhasil, satu kelas pun mentertawakan nya.
" Ya sudah saya maafkan kali ini. Tapi besok jangan sampe terulang lagi. Nanti kirimkan lewat email saya " peringat pertama dari Mrs Anna.
Aira hanya mengangguk pelan dengan senyum terpaksa nya. Mrs Anna pun menyuruhnya kembali ke tempat duduk.
Akhirnya setelah 1 jam berada di kelas, kini saatnya beristirahat. Karena Aira yang belum sempat sarapan, ia pun memilih makan di kantin. Walaupun sebenarnya Aira tak suka keramaian, namun cacing di perutnya lebih dulu berdemo.
Sepanjang perjalanannya menuju kantin, Aira merasa seperti sedang di ikuti oleh seseorang. Tapi hal itu tak membuat Aira takut. Ia mengabaikannya begitu saja. Saat sedang menikmati makanannya, seorang wanita berpenampilan kutu buku dan berkacamata berdiri dihadapan nya.
" Permisi. Aku boleh duduk disini gak? " tanya wanita itu seraya membetulkan kacamatanya.
Pertanyaan wanita itu tak mendapat jawaban. Aira hanya melirik wanita itu sekilas dan kembali menikmati makanannya. Karena tahu tak mendapat jawaban, wanita itu langsung duduk di depannya.
" Nama aku Dinda. Dari Jakarta " ujarnya lagi memperkenalkan diri.
__ADS_1
Lagi dan lagi Aira mengabaikan Dinda. Sejujurnya Aira memang tipe yang tak bisa bergaul. Dari SMA pun ia hanya berteman dengan Eghan. Sifat tak perduli dan angkuh lah yang membuat Aira sulit mendapatkan teman.
" Hmm. Aira dari Bandung " sahutnya sambil melihat layar ponsel.
Walau terdengar tak sopan. Tapi itulah sifat Aira yang tak pernah bisa dirubah.
Selang beberapa menit. Datang Johan dengan penampilannya yang menipu mata para wanita. Johan berjalan mendekati meja yang sedang di tempati Aira. Tanpa basa-basi Johan pun langsung menarik kursi dan menggeser posisi Dinda.
" Hallo cantik. Benar kan ini tuh takdir. Buktinya kita ketemu lagi " ucapnya percaya diri.
Seketika Dinda terabaikan karena kehadiran Johan. Dinda dengan penampilan kutu buku nya hanya diam dan tak berani bersuara.
" Ganggu Lo. Gue jadi gak laper lagi ah! " bentak Aira sambil berdiri dari duduknya.
" Eh sorry. Duduk lagi dong, Lo habisin dulu makanan nya " Johan mulai memikat hati Aira.
Setelah Aira selesai makan. Ia berniat beranjak pergi dari duduknya. Tapi lagi-lagi Johan menahan kepergiannya. " Lo suka Exo ya? " tanyanya singkat.
Mata Aira sontak membulat ketika mendengar kata Exo. " Kok Lo tau? " sahut Aira dengan nada lembut.
Tanpa pikir panjang, Aira mengiyakan ajakan Johan. Karena telah di iyakan oleh Aira, Johan pun tersenyum puas. Ia berdiri dan berlutut di hadapan Aira.
" Aira, Lo mau gak jadi pacar gue? " tanya Johan didepan orang banyak.
Sontak Aira tersedak mendengar ucapan Johan. Matanya kali ini terbelalak. Entah apa yang dipikirkan oleh Johan sampai ia mengatakan hal yang tak seharusnya.
" Ha? apaan sih Lo Han. Berdiri gak! malu tau. Woi jangan bikin onar Lo " celetuk Aira panik.
" Guys kalian dengar ya. Mulai hari ini Lee Johan dan Aira berpacaran. Oke? " tekan Johan pada semua orang.
Pipi Aira memerah bak kepiting rebus. Siapa sih yang tak mau dengan Johan? Semua orang pun bermimpi ingin menjadi pacarnya. Pria berambut klimis itu benar-benar memikat hati Aira. Ingat ya, Aira hanya memancarkan sifat jual mahalnya. Padahal tiap kali Johan ada didekatnya, hati Aira selalu berdebar kencang. Jadi sangat munafik jika Aira menolak Johan.
*****
Wajah Eghan terlihat lemas. Setelah kelas selesai, ia memutuskan untuk mampir ke sebuah cafe yang tak jauh dari kampusnya. Canada's cafe adalah salah satu cafe terenak di Canada. Menyajikan berbagai macam minuman, bahkan di sana juga bisa belajar membuat minuman sendiri.
__ADS_1
Siang ini Eghan ditemani dengan secangkir es tea lemon. Cuaca Canada di siang hari cukup terik. Ditambah lagi tugas kampus yang menumpuk. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sudah seminggu ia berada di Canada, namun tetap saja rasanya seperti baru sehari di sana.
Sambil menyeruput es tea lemon, tangan Eghan tak lepas dari keyboard laptop. Jari jemarinya tak henti mengetik tugas dalam bahasa Canada. Bahasa Canada memang terbilang cukup sulit, namun bagi Eghan semua begitu mudah jika kita mau belajar dan menyukai tantangan baru.
Sejak SD Eghan telah belajar banyak bahasa. Mulai dari Inggris, Arab, Canada, Korea, dan China. Tapi Eghan hanya mendalami Inggris dan Canada. Karena saat itu tes masuk kampus hanya 2 bahasa.
Jam tangan bermerek Mont Blanc itu telah menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat. Eghan memutuskan untuk pulang sejam lagi. Ia masih ingin menikmati suasana siang di cafe ini. Walau mata Eghan terlihat sangat lelah, tapi sejak tadi Eghan tak pernah berpaling dari layar laptop.
Drttt
" Hallo Ra? "
Eghannnnnnn!!! pekik Aira di balik ponsel.
Eghan sedikit memundurkan ponsel dari telinganya. Dan langsung memasangkan headset bluetooth.
" Apaan? Lo kenapa teriak-teriak? "
Lo mau tau Ghan?
" Gak. Gue matiin ya "
Ih nyebelin! dengerin gue dulu. Tunggu bentar, gue tarik napas dulu
" Ada apa sih Ra? Lo kayak orang kesurupan tau. Lo gak sakit kan Ra? " tanya Deffa seraya menyeruput minumannya.
Dengerin ya. Jangan kaget oke? Gue...gue jadian sama Johan, cowok yang kemaren gue ceritain. Aaaaaa!
Uhuk-uhuk!!
" Hah? "
*****
To be Continued ✨
__ADS_1