Secret Hubby

Secret Hubby
Ngejar Bis


__ADS_3

~Sebenarnya kita ini apa sih?~


Aira tersadar ketika mendengar beberapa kali ketukan pintu dan teriakan dari luar. Sumpah itu bikin telinga Aira budek dan bikin Aira sulit tidur. Alhasil dia nyerah dan akhirnya bangun. Sontak dia melotot pas liat jam dinding dan ya ampun gue telat lagi batin nya seraya memukul jidat, dia lari ke kamar mandi terus berdandan ala kadarnya.


Aira ngaca sambil mengikat rambut, dalam hati Bodo ah gak usah nyisir, udah cantik ini. Dengan cepat, dia turun ke bawah untuk pakai sepatu.


" Ma, papa mana? " Tanyaku menyeritkan dahi.


" Udah pergi dari tadi "


" Yah kok gak nungguin aku sih? "


" Orang kamu dibangunin gak bangun-bangun, jadi papa berangkat duluan "


****** gue, mana udah jam 7 lagi. Bis masih ada gak ya? batin Aira.


" Ya udah deh ma, Ara berangkat dulu ya. Assalamualaikum love you ma! " Teriakku seraya membetulkan tali sepatu.


" Eh sarapan dulu Raa "


Dia lari secepat kilat ke stasiun bis. Hari ini kebetulan ada pelajaran Pak Ahmad. Dan dia belum ngerjain tugas kimia. Pasti hari ini dia disuruh keluar hormat bendera lagi. " Gak papa namanya juga anak teladan " Gumam Aira sendirian.


Tapi ketika Aira sedang berlari, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya berlari. Seketika dia melirik ke arah samping. Yah benar memang ada yang ikut lari. Siapa lagi kalau bukan Eghan, Eghan Mahendra.


" Lah Lo belum berangkat juga Ghan? " Tanya Aira dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Belum, gue kesiangan Ra " sahutnya sambil berlari.


" Tumben Ghan, biasanya Lo bawa mobil "


" Mobil gue di bengkel Ra "


Eghan terpaksa berbohong demi bisa berangkat bareng Aira. Padahal dia tak kesiangan dan Eghan adalah cowok yang rajin, seumur hidup jarang sekali yang namanya telat. Mobil? mobilnya juga tak di bengkel. Cuma, kalau dia bawa mobil berarti dia harus berangkat pagi, kalau jam segini jalanan pasti sudah macet.


" Pagi ini pelajaran pak Ahmad Ghan, gue belum bikin tugas lagi " Ucap Aira sambil berlari.

__ADS_1


" Ya udah Lo kumpul tugas gue aja " Teriak Eghan.


" Lah terus elo? "


" Gue lagi males masuk kelas, paling nanti ke kantin Bi Rini aja "


" Eh Ghan mobilnya udah mau berangkat. Pak tunggu pak! Pak! " Teriak Aira histeris.


Flashback On


Kok Aira belum keluar-keluar juga ya udah hampir mau jam 7, pasti ni anak belum bangun juga!


Akhirnya Eghan memutuskan untuk ke rumahnya, karena Eghan bingung padahal papanya Aira sudah berangkat, tapi kenapa Aira belum kelihatan.


" Assalamualaikum Tante "


" Eh nak Eghan waalaikumsalam, udah mau berangkat sekolah ya? " Tanyanya lembut.


" Iya Tante, Aira? "


Tok...tok...tok...tok " Ra! " Teriak Eghan pelan.


Entah kenapa setiap kali liat Aira tidur, Eghan tak pernah tega untuk ngebangunin Aira. Jadi kali ini Eghan mutusin biarin Aira sampai bangun sendiri. Karena Eghan tak mau ganggu, Eghan tau Aira capek.


" Gimana Ghan? bangun? " Eghan menggeleng cepat lalu tersenyum manis.


" Enggak Tante, kayaknya Eghan duluan aja. Permisi Tante, Assalamualaikum " Pamitnya sambil mencium punggung tangan mama Aira. Mama Aira hanya tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.


Kayaknya gue tunggu di bawah ayunan rumah gue aja deh, nanti kalau Aira udah keluar gue langsung ikut lari sama dia. pikir Eghan.


__________


Akhirnya setelah lari-lari ngejar bis, kami berdua bisa naik juga. Karena sopirnya ngeliat kami yang lari-lari sambil teriak-teriak, jadi dia berhenti.


" Ghan ayo cepetan, kelas pasti udah mau mulai " Ajak Aira sambil menarik lengan Eghan.

__ADS_1


Tok...tok...


" Permisi Pak "


" Oh Aira Seno Gumira dan Eghan Mahendra Putra kalian ini memang pasangan serasi ya. Kalian tau sekarang jam berapa? "


" Jam 7 lewat Pak " Sahut Aira polos.


" Sudah salah malah ngejawab. Sekarang siapa diantara kalian gak ngerjain tugas? "


" Saya pak " Sahut Eghan seraya tunjuk tangan. Pak Ahmad hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku kami berdua.


" Eghan-Eghan mau jadi apa kamu ha! Keliling lapangan 7 kali terus hormat bendera sampai jam pelajaran saya habis " Eghan mengangguk pelan lalu bergegas menuju lapangan.


Dan Aira hanya bisa melihat saja, karena kalau pak Ahmad sudah marah mana ada yang berani berkutik. Aira sesekali memberi kode ke Eghan, tapi Eghan tak kunjung paham dan malah bingung. Alhasil pak Ahmad melihat kalau Aira sama Egha lagi kode-kodean.


" Dan kamu Aira, kali ini saya maafkan. Sekarang duduk di kursi kamu! " Bentaknya. Aira hanya mengikuti saja apa yang dikatakan oleh pak Ahmad daripada dia diceramahi panjang lebar.


Sementara dibawah, Eghan sibuk berlari mengelilingi lapangan. Dengan tampang yang emang ganteng dan cool. Tak heran sih, kalau Eghan jadi bahan rebutan para cewek di sekolah.


" Nih minum dulu " Eghan langsung mengambil botol yang Aira kasih dan dia meminumnya tanpa sisa.


" Kayaknya haus banget pak. Eh iya makasih ya Lo udah bantuin gue "


" Apaan sih Ra, kayak sama siapa aja, kan udah biasa gue ngebantuin elo " Aira mengangguk-angguk sambil tersenyum paham.


" Yuk ah ke kantin " Ajak Eghan.


Belum sampai di kantin, Aira bertemu sama Ryan dan cewek centil di sebelah Ryan. Aira seneng sekali dan langsung ingin menemui Ryan. Tapi tangan Aira tiba-tiba ditarik dengan Eghan.


" Ghan Lo apaan sih, gue mau ketemu Ry.... " Mulut Aira dibekap sama Eghan. Eghan langsung menatap Aira dalam tanpa ngomong sepatah pun. Deg...deg.... kenapa jantung gue berdetak kencang kalau Eghan natap gue kayak gini ya? sebenarnya kita ini apa sih? batin Aira.


🌸🌸🌸🌸🌸


Lanjot gak? kalau gak di like komen and vote author gak mau lanjot niih. Yuks budayakan baca, like komen and vote yaa πŸ–€πŸ€— Terimakasih reader.

__ADS_1


__ADS_2