
Arghhhhh..... Teriak Aldara sambil terbangun dari tidurnya.
''Kamu kenapa?'' Tanya Michael.
''Aku mengalami kesulitan bernafas dan tiba-tiba di mimpiku ada Ryan yang memaksa aku melakukan itu lagi dengannya. Tolong aku butuh ketenangan'' Jawab Aldara sambil menghela nafas dan mengusap keringat dingin diwajahnya.
"Sabar ya sayang,aku akan memanggil orang pintar agar arwah Ryan tidak bisa ganggu kamu lagi" Ujar Michael
Michael pergi bekerja lebih pagi sebab ia ingin mampir terlebih dahulu ke rumah temannya yang mengenal orang pintar. Ketika hendak pergi Ryan di stop Buk Laksmi sambil berkata ''Tidak perlu kamu memanggil orang pintar untuk datang ke rumah ini,biar saya saja yang mengatasi arwah yang selalu mengganggu Aldara''
Mendengar hal tersebut,Ryan tampak kebingungan dan bertanya-tanya dalam hatinya ''Dari mana Buk Laksmi bisa tau ya? Sedangkan aku dan Aldara merasa tidak ada menceritakan kejadian itu ke siapapun'' Michael tidak mau berpikir yang macam-macam, Michael hanya menjawab iya dan langsung pergi ke rumah Jason untuk bekerja.
Sesampainya di rumah Jason, Michael dihampiri oleh Olive dan menceritakan tentang kejadian tadi malam.
''Ell kamu tau gak,tadi malam aku di datangi hantunya Ryan,ia tiba-tiba minta maaf ke aku,dan seakan-akan dia ingin meminta bantuan ku tapi karena aku takut aku suruh pergi dari hadapan ku'' Ujar Olive.
''Ya Liv,aku dan Aldara juga merasa hal yang sama,aku hanya bisa merasakan hawanya saja sih tetapi Aldara dia terus merasa diganggu oleh arwahnya Ryan dan sekarang aku udah cari seseorang untuk menemaninya di rumah selama aku bekerja'' Ujar Michael.
Mereka semua merasa tidak tenang dengan keberadaan arwah Ryan yang selalu mengganggu mereka. Hingga pada suatu saat, Michael mendengar suara orang menyapu di halaman depan. Tanpa lama-lama, Michael pergi untuk mengecek sumber suara tersebut.
Ketika Michael mengecek,ia melihat seorang pria bertangan bengkok sedang menyapu halaman rumah itu. Michael pun bertanya ''Permisi apakah anda orang baru disini?'' Pria itu tidak menjawabnya. Tak lama kemudian pria itu berkata ''Bisa bantu aku?'' Michael pun menjawab ''Tentu saja''
Michael kemudian diberi sapu oleh pria itu dan kemudian pria itu bilang mau pergi ke belakang sebentar. Lama Michael menunggu pria itu di tempat awal tetapi pria itu tidak muncul kembali. Olive kemudian datang dari dalam rumah dan berkata ''Mengapa kamu berdiri disini? dan tongkat itu untuk apa?''
__ADS_1
''Ha Tongkat?'' Tanya Michael sambil melihat sapu yang ia pegang tadi dan benar saja sapu itu telah berubah menjadi tongkat yang berisi tulisan yang Michael tidak bisa baca.
''Olive,apakah ada orang baru di rumah ini? soalnya tadi ada pria disini sedang menyapu dan saat aku samperin pria itu berkata Bisa Bantu Aku dan kemudian memberikan sapunya pada ku tetapi sapunya tiba-tiba berubah menjadi tongkat ini'' Ujar Michael.
''Ha orang baru? aku tidak ada memperkerjakan orang lagi selain kamu. Bisa disebutkan ciri-ciri orangnya?'' Tanya Olive.
''Pria tersebut kira-kira seumuran denganku, tingginya juga sama dengan aku tetapi tangannya bengkok'' Ujar Michael.
Mendengar hal itu,Olive terkaget dan berkata ''Huu.....Siang hari pun dia datang,Itu adalah arwah Ryan yang gentayangan, ciri-ciri yang kamu sebutin tadi sama persis dengan yang aku lihat kemarin,sebab kemarin juga aku melihatnya dengan tangan yang bengkok''
''Astaga,aku baru tau kalau itu suaminya Aldara yang telah meninggal,soalnya selama ini dia tidak menunjukan foto Ryan ke aku, jadinya aku tidak tau wujud dan muka suaminya yang telah meninggal itu'' Ujar Michael.
''Yaudah sekarang kamu sudah tau, hati-hati aja ya dan sekarang kembalilah bekerja'' Ujar Olive.
Michael kembali mengambil pekerjaannya hingga selesai walaupun selama bekerja ia terus kepikiran dengan keadaan di rumahnya karena dia masih bingung dari mana Buk Laksmi tau masalah yang sedang terjadi.
Setelah menunggu tak begitu lama,motornya pun bisa digunakan kembali. Michael bergegas kembali untuk buru-buru pulang.
Sesampainya di rumah,tenanglah perasaan Michael ketika melihat istrinya dan Buk Laksmi sedang masak dengan keadaan baik-baik saja.
Michael pergi mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya. Ketika sedang mati, tiba-tiba lampu kamar mandi mati,keran air yang juga ikut mati.
''Tolong jangan ganggu kami lagi,kita ini sudah beda alam'' Teriak Michael.
__ADS_1
Setelah Michael berteriak seperti itu,lampu kemudian hidup lagi dan air pun menyala kembali tetapi air dari keran itu mengalir dengan sangat bau dan berwarna butek. Michael yang niat awalnya mandi kembali memakai pakaiannya sebab keinginannya untuk mandi hilang.
Michael kemudian turun ke dapur dan ia telah disajikan makanan di atas meja makan oleh istrinya dan Buk Laksmi.
''Udah selesai mandinya?'' Tanya Aldara.
''Aku gak jadi mandi,tadi lampu dan air tiba-tiba mati,tetapi setelah nyala kembali airnya sangat bau dan warnanya butek. Bahkan bau airnya seperti bangkai yang dibiarkan selama berhari-hari'' Ujar Michael.
Mendengar hal itu,Aldara merasa ketakutan lagi sedangkan Buk Laksmi hanya bengong tampak memikirkan sesuatu.
Aldara dan Michael mulai makan dan buru-buru menghabiskan makanannya karena mereka sudah tidak tahan rasanya dengan semua hal ini.
''Tenang saja kalian berdua,aku akan atasi masalah ini,sekarang pergilah kalian tidur dengan tenang,jangan takut ada gangguan malam ini'' Ujar Buk Laksmi.
Michael dan Aldara pergi memasuki kamarnya dan mulai membicarakan tentang Buk Laksmi.
''Kenapa yang Buk Laksmi tampak aneh sekali?'' Tanya Aldara.
''Ntahlah tadi pagi juga dia tau kalau aku mau cari orang pintar dan permasalahan tentang Ryan,padahal kita tidak ada menceritakannya'' Ujar Michael.
''Tuh kan aku jadi takut besok sendirian dirumah'' Ujar Aldara.
''Sudah tidak apa-apa,mungkin maksud buk Laksmi memang baik untuk keluarga kita'' Ujar Michael.
__ADS_1
Aldara terus-terusan memeluk Michael karena saking takut dan traumanya dengan kejadian-kejadian yang ia alami.
Pada awalnya Michael mau menceritakan tentang kejadian di rumah Jason tadi tentang ia melihat Ryan dan tongkat yang berisi tulisan yang tidak bisa ia baca. Akan tetapi niat Michael untuk menceritakan itu semua di batalkan sebab ia merasa kasian terhadap istrinya yang sedang trauma dengan kejadian-kejadian yang telah terjadi belakangan ini dan terus meneror mereka.