
Matahari perlahan memancarkan sinarnya yang hangat dari timur. Suasana kampung sangat dirasakan pagi itu. Semua keluarga dan saudara-saudara yang jauh berkumpul di dalam rumah tersebut.
Tangisan Intan di pagi itu tak kunjung selesai juga. Ibu terus berusaha menenangkan Intan agar berhenti untuk menangis.
Pada hari itu, pemakaman Bapaknya Intan akan dilaksanakan secepatnya karena semua saudara telah berkumpul.
Sesudah jenazah dikafankan,kini semuanya menuju ke kuburan termasuk Jason dan Axel. Meski cuaca panas,tapi Jason tidak menghiraukan hal tersebut karena Jason ingin anaknya melihat kakeknya untuk terakhir kalinya meskipun saat itu Axel masih belum mengerti apa-apa.
Setibanya di kuburan,Bapak dimakamkan di samping makam anaknya yaitu Olive karena kebetulan sebelah makam Olive masih kosong.
Saat bapaknya Intan hendak di kubur,Intan menangis sejadi-jadinya dan Ibu juga mulai meneteskan air matanya. Datanglah Lastri untuk menenangkan Intan.
Jason hanya memandang jenazah mertuanya sambil menggendong Axel,karena Jason juga masih tidak menyangka mertuanya pergi. secepat itu.
Setelah proses pemakaman Bapak selesai,kini Jason dan yang lainnya ke makam Olive untuk mendoakan Olive juga.
__ADS_1
''Sayang,anak kita udah besar.....Udah bisa jalan loh. Kamu yang tenang ya disana'' Ujar Jason ketika berada di makan Olive.
Setelah memberikan doa kepada Olive,semua orang pun akhirnya pulang.
Setiap langkahnya Intan dirasa berat olehnya. Sesekali ia menengok ke arah makam Bapaknya seakan-akan dia tidak mau meninggalkan makam Bapaknya.
Ibu menarik Intan untuk diajak pulang. Meski hati ibu pada saat itu juga sedang sangat sakit karena ditinggal oleh sang suami,tetapi Ibu terlihat tegar dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Setibanya di rumah,semua saudara masih ada di sana untuk menenangkan hati Intan dan Ibunya.
''Buk mau aku belikan makanan saja untuk tamu? kasian mereka tidak diberi hidangan apapun'' Ujar Jason bertanya kepada Ibu mertuanya.
''Gak usah Jas, Ibu sudah memesan di tetangga sebelah. Sebentar lagi diantar kok'' Jawab Ibu.
Tak menunggu lama,makanan pun tiba dan langsung disajikan. Ibu menyuruh semua yang ada di rumah tersebut makan.
__ADS_1
''Tan,makan yuk? kata Ibumu dari kemarin kamu gak ada makan sama sekali'' Ujar Lastri mengajak Intan untuk makan.
Intan menolak ajakan Lastri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ibu kemudian mengambilkan Intan sepiring nasi dan memaksa Intan untuk memakannya. Intan tetap tidak mau dan pada akhirnya Ibu menyuapkan Intan.
''Tan,makan lah. Ibu tau kamu sangat kehilangan,Ibu juga merasakannya Tan. Tidak baik terus menangisi orang yang sudah pergi. Mungkin kita tidak dipertemukan lagi di dunia tapi mungkin saja kita akan dipertemukan kembali di akhirat nanti. Makanlah sekarang walaupun sedikit,asalkan perutmu tidak kosong'' Jelas Ibu kepada Intan.
Intan pun akhirnya mau makan walaupun tidak begitu banyak. Setelah makan,Intan mengobrol-ngobrol dengan Lastri. Lastri mencoba untuk menghibur Intan lewat obrolan tersebut.
Ketika siang hari,satu persatu tamu dan saudara-saudara yang dari jauh izin untuk pulang. Suasana rumah perlahan menjadi sepi.
Tak lama setelah itu,Lastri juga Izin untuk pulang ke rumahnya. Intan pun kembali bengong di ruang tamu sendirian. Ibu yang melihat Intan bengong kemudian menyentuh bahu Intan dan berkata "Tan, istirahat sana ke kamar. Nanti kalau kamu bangun kamu lebih semangat''
Intan pun kemudian pergi ke kamarnya dan Istirahat. Ia langsung tertidur karena dari kemarin malam dia tidak tidur dan terus menangis karena ditinggal Bapaknya.
__ADS_1