
Hari demi hari,mereka semua jalani seperti biasa dan normal-normal saja. Tidak ada gangguan dari arwah Michael lagi. Aldara dan Michael berniatan untuk berkunjung ke makam Ryan ketika mereka ada waktu.
****************
4 Hari kemudian, Michael libur dari kerjanya.
''Jadi gak kita berkunjung ke makam Ryan? mumpung hari ini aku libur'' Tanya Michael.
''Iya jadi,tapi agak siangan dikit biar aku selesaikan pekerjaan rumah dulu'' Jawab Aldara.
''Yaudah aku bantu biar pekerjaan mu cepat selesai dan biar kamu juga gak terlalu kelelahan,kasian janin yang ada di perut kamu'' Ujar Michael.
Michael membersihkan halaman rumah hingga selesai. Kemudian Michael membantu Aldara membersihkan di di dalam rumah sampai selesai.
''Ya walaupun tidak terlalu bersih,gak apa-apa intinya sudah dibersihkan'' Ujar Michael.
''Iya, besok-besok juga aku membersihkannya lagi. Yuk kita siap-siap biar gak terlalu panas nanti di jalan'' Ujar Aldara.
Mereka berdua bersiap-siap untuk pergi ke makam Ryan.
''Duarr......'' Tiba-tiba ada suara petir yang sangat keras dan hujan turun dengan sangat deras.
''Hujan? Dari mana datangnya hujan ini? perasaan tadi matahari bersinar cerah'' Tanya Aldara kebingungan melihat fenomena alam tersebut.
''Sudah hukum alam namanya, kapan pun dan dimana pun kamu berada,apa yang dikehendaki Tuhan pasti akan terjadi. Jadi tunggulah hujan reda kemudian baru kita pergi ke makam Ryan'' Ujar Michael.
1 Jam.......
2 Jam.......
__ADS_1
3 Jam.......
''Huh...... Lama banget sih hujannya,aku jadi ngantuk'' Ketus Aldara menatap keluar dari arah jendela.
''Sabar sayang,bentar lagi pasti akan reda kok'' Ujar Michael.
Tak lama setelah itu,hujan perlahan mulai mereda. Sinar matahari sudah mulai kelihatan sedikit demi sedikit.
''Hujan sudah berhenti,kita pergi sekarang aja gimana?'' Tanya Aldara.
''Tunggu sebentar lagi,biarkan mendung benar-benar hilang. Kalau mendung masih ada kemungkinan untuk turun hujan masih ada. Jadi bersabarlah'' Ujar Michael.
''Sabar terus dari tadi,kalau mendung masih ada sampai malam,kita kesananya di malam hari gitu?'' Tanya Aldara dengan nada kesal.
''Yaudah kita pergi sekarang aja,nanti kalau ada hujan jangan salahkan aku ya!'' Jawab Michael agak sedikit kesal karena Aldara tidak sabaran.
Mereka berdua pun pergi dengan sepeda motor sebab mereka berdua tidak memiliki mobil lagi.
''Ha....Kenapa makam Ryan begini? apakah tidak ada yang pernah mengunjunginya kesini?'' Ujar Aldara terkaget-kaget ketika melihat makam Ryan ditutupi oleh semak-semak. Selain semak-semak,makam Ryan juga dibanjiri oleh genangan air. akan tetapi makam-makam yang berada di sekitaran makam-makam Ryan tampak baik-baik saja dan terlihat sangat terawat.
Michael saat itu hanya terdiam saja dan bengong. Seperti ada hal yang ia rasakan.
Tak lama kemudian,Aldara melihat penjaga kubur lewat dan ia pun memanggilnya.
''Pak....Pak....Kesini sebentar'' Teriak Aldara Memanggil penjaga kubur tersebut.
''Begini pak,makam ini tampak tidak pernah terawat dan ini juga dipenuhi genangan banjir,takutnya nanti makamnya jebol. Maukah bapak merawat makam ini? nanti saya beri bayaran setiap bulannya'' Ujar Aldara.
''Baik kalau begitu,nanti akan saya bersihkan makam ini seminggu sekali'' Ujar Bapak penjaga kubur.
__ADS_1
''Terima Kasih banyak pak,dan terima ini pak sebagai bayaran pertamanya'' Ujar Aldara sambil memberikan bapak tersebut amplop yang berisi uang.
Bapak penjaga kubur itu menerima dan membilang terimakasih lalu pergi dari tempat itu.
Michael dan Aldara memutuskan untuk pulang. Sesampainya mereka di motor,Hujan turun lagi walaupun tidak begitu deras-deras banget.
''Neh kan dah aku bilang pasti hujan lagi'' Ujar Michael.
''Gak apa-apa kita terobos aja,aku pengen hujan-hujanan sama kamu. Nanti sampai rumah kita mandi'' Ujar Aldara tersenyum bahagia.
Mereka berdua pulang ke rumah sambil hujan-hujanan selama perjalanan. Aldara tampak menikmati moment tersebut akan tetapi, Michael tampak cemberut dan sedikit kesal karena ia tidak suka hujan-hujanan.
Sesampainya di rumah,mereka masuk dan Aldara berkata ''Seru ya,kapan lagi kita bisa begini" Michael tidak menyahut dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi karena ia takut besok sakit.
''Tok... Tok...Tok aku mau ikut mandi,aku gak mau mandinya ditunda-tunda ntar aku sakit'' Ujar Aldara.
Michael membukakan pintu kamar mandi dan mereka berdua pun mandi.
Selesai mandi, Michael mengatakan apa yang ia alami tadi di kuburan.
''Waktu sedang di kuburan kamu mendengar sesuatu gak?'' Tanya Michael.
''Gak tuh,emang suara apa?'' Tanya Aldara.
''Tadi itu aku mendengar kayak suara air yang sedang direbus dan suara teriakan orang minta tolong karena kepanasan,setelah aku mendekat ke kuburan Ryan suaranya makin keras'' Ujar Michael.
''Ha? yang benar? kok aku tidak ada mendengar sesuatu? udah-udah jangan ceritain itu lagi,aku takut. Biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan,kita gak usah ikut campur di dunia ini,cukup benahi diri saja'' Ujar Aldara.
Michael terus memikirkan hal yang tadi,begitupula dengan Aldara,ia juga ikut memikirkan apa yang dikatakan Michael tadi. Meski mereka tidak saling membahas hal itu secara langsung,tetapi mereka memiliki pikiran yang sama.
__ADS_1
Michael dan Aldara berpikir bahwa hal itu adalah siksa kubur untuk Ryan karena semasa hidupnya selalu berbuat dosa dan banyak menyakiti hati seseorang.