
Pada tengah malam, Handphone Jason berbunyi. Jason Awalnya membiarkannya karena matanya susah untuk dia buka akan tetapi,suara handphonenya tak henti-henti berbunyi. Akhirnya Jason terbangun dari tidurnya dan melihat telponnya. Ternyata yang menelpon dia adalah Michael.
''Hello Ell,ada apa menelpon malam-malam begini?'' Tanya Jason.
''Begini Jas,aku udah selesai dioperasi,tadi aku telpon-telpon istriku untuk menyampaikan kabar ini tapi dia tidak angkat-angkat juga,yaudah aku kabari kamu aja sambil minta tolong besok untuk menyampaikan kepada istriku ya,maaf jika aku menelpon mu malam-malam'' Ujar Michael lewat telpon.
''Oh iya Ell, syukurlah operasimu berjalan lancar,besok akan aku sampaikan ke istrimu kayaknya sekarang dia sudah tidur karena ini sudah terlalu malam'' Ujar Jason.
Setelah mereka mengobrol,Jason pun melanjutkan tidurnya lagi.
Pada keesokan harinya,Jason bangun lebih pagi dari biasanya. Dia merasa cukup semangat pada pagi itu. Jason pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Ketika sedang membuat sarapan,Aldara keluar dari pintu kamarnya.
''Pagi Al....'' Ujar Jason.
''Pagi juga Jas'' Jawab Aldara.
''Kemarin aku di telpon sama suamimu,katanya dia sudah dioperasi dan operasinya berjalan dengan lancar'' Ujar Jason menyampaikan pesan Michael kemarin.
''Yang bener kamu? kok aku gak ada dikasi kabar ya sama dia'' Tanya Aldara kepada Jason.
''Kamu kemarin sudah di telpon berkali-kali oleh suamimu,tapi katanya kamu gak angkat-angkat telponnya,makanya Michael menitipkan salamnya dari aku saja'' Jawab Jason.
''Benarkah? mungkin karena handphoneku aku silent,biar tidak menggangu tidur anakku'' Ujar Aldara.
''Bisa aku bantu tidak kamu membuat sarapannya?'' Tanya Aldara.
''Gak usah,,,,Jahitan Kamu pasti masih sakit,ntar kamu kenapa-kenapa lagi'' Jawab Jason.
''Justru itu,aku harus melawan rasa sakit ini,kalau tidak aku lawan,mau sampai kapan aku begini?'' Ujar Aldara.
Karena Aldara memaksa,Jason pun mengizinkan Aldara untuk membantunya. Ketika sedang memasak,Jason mendengar suara tangisan bayi dari kamarnya. Jason buru-buru mencuci tangannya dan pergi ke kamarnya untuk mengambil anaknya.
Setelah Axel ditimang-timang oleh Jason,tak lama setelah itu Axel pun berhenti nangis. Jason menyuruh Aldara untuk melanjutkan memasak sarapannya di dapur.
Ketika sudah pukul setengah tujuh,sarapan pun selesai di buat, kemudian Jason dan Aldara sarapan di meja makan sedangkan saat itu Axel di taruh di keretanya dan Angelina masih tertidur di kamarnya.
''Al,kenapa kamu menolak tawaran aku untuk membeli asimu untuk anakku?'' Tanya Jason ketika sedang sarapan bersama Aldara.
''Bukannya gimana-gimana ya,aku merasa kasian sama anakmu yang sudah kehilangan ibunya dari kecil, sedangkan umur segitu seharunya mendapatkan asupan asi yang sempurna'' Jawab Aldara.
''Ya maka dari itu,tolong terima uang ku ya biar kita sama-sama enak. Aku mau kontrak asimu selama 6 bulan untuk anakku'' Ujar Jason.
Aldara terus-terusan menolak tawaran Jason. Karena Jason sudah lelah memaksa Aldara,Jason pun berkata ''Terima uangku atau aku pecat suamimu''
Aldara yang merasa suaminya masih memerlukan pekerjaan dari Jason pun akhirnya Aldara menerima tawaran Jason.
''Baiklah Jas,aku terima tawaranmu'' Ujar Aldara.
__ADS_1
''Nah gitu dong,kan kita jadi sama-sama enak'' Ujar Jason.
Mereka pun akhirnya selesai sarapan. Jason mencuci perabotan kotor yang ada di dapur sedangkan Aldara disuruh oleh Jason untuk menyusui Axel karena tampaknya Axel sudah kehausan dari baru bangun tadi.
Ketika Jason sudah selesai mencuci perabotan dapur, terdengarlah suara tangisan dari kamarnya Aldara. Jason kemudian mengambil Axel dari Aldara dan Aldara pun pergi menuju kamarnya untuk mengambil dan menenangkan anaknya.
Setelah itu,Jason pergi ke atas dan menuju kamarnya karena ia hendak memandikan Axel. Walaupun masih sangat pagi,tapi Jason ingin segera menyelesaikan urusan anaknya karena biar secepatnya ia dapat membuat pekerjaan dari kantornya.
Axel pun dimandikan oleh Jason di kamar mandi yang ada di kamarnya. Setelah Axel selesai mandi,Jason memakaikan anaknya baju dan kemudian menidurkan anaknya.
Setelah anaknya tidur,Jason menaruh anaknya di kasur dan kemudian ia pun memasuki kamar mandi untuk mandi. Sesudah Jason selesai mandi,ia pun langsung mengambil laptopnya untuk melakukan pekerjaannya.
Ketika siang hari waktu istirahatnya Jason,ia pergi ke dapur untuk makan siang. Karena Jason masak sarapannya lumayan banyak,ia pun memakan sisa sarapan yang ada dan tak lupa menyisakannya untuk Aldara.
Saat sedang makan,anaknya Jason menangis dari dalam kamar. Jason pun pergi ke kamarnya untuk mengambil anaknya dan kembali lagi ke meja makan untuk menghabiskan makanannya. Jason pun makan sambil menggendong anak.
Selesai Jason makan,ia menaruh Axel di keretanya dan mengajak Axel jalan-jalan ke halaman rumah sebentar.
''Kebun ini tampak sudah perlu di pangkas,banyak sekali sampah daun yang berserakan di sini. Padahal baru ditinggal beberapa hari oleh Michael tapi keadaan rumah ini sekaan sudah seperti ditinggal lama'' Ujar Jason dalam hatinya ketika melihat halaman rumahnya yang begitu kotor.
Setelah merasa cukup lama di luar,Jason pun mengajak anaknya masuk ke dalam rumah lagi dan Jason pergi ke kamar Aldara.
''Al,nanti kamu makan sisa sarapan tadi pagi aja ya,soalnya aku tidak sempat untuk memasak makan siang dan nanti kalau kamu sudah selesai makan tolong berikan anakku asi ya'' Ujar Jason.
''Baik jas,tapi aku akan menidurkan anakku dulu'' Jawab Aldara.
Jason tersenyum menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya sambil mengajak anaknya.
Selang beberapa lama,Aldara pun mengetuk pintu kamar Jason.
''Tok.....Tok.....Tok...Jas aku datang hendak menyusui anakmu'' Ujar Aldara.
''Iya masuk aja gak apa-apa'' Jawab Jason.
Axel pun diambil oleh Aldara karena Aldara hendak menyusui Axel. Aldara membawa Axel menuju kamarnya yang di bawah dan mulai menyusui Axel.
''Jadi ternyata begini ya yang dirasakan ibu-ibu di luar sana yang memiliki anak kembar,begitu rumitnya apalagi saat ditinggal oleh suaminya'' Ujar Aldara dalam hatinya.
Setelah Axel tertidur,Aldara menghentikan memberi Axel Asinya dan kemudian menaruh Axel disamping Angel tidur.
''Mereka berdua tampak serasi,semoga kelak suatu saat nanti kalian berjodoh'' Ujar Aldara dalam hatinya.
Ketika kedua bayi itu telah tertidur pulas,Aldara pun pada akhirnya ikut tertidur juga.
Tak terasa sore hari tiba,Angel tiba-tiba terbangun dan menangis. Tangisan Angel membuat Aldara dan Axel terbangun,ketika Axel terbangun Axel pun ikut menangis. Aldara bingung mau menenangkan yang mana dulu hingga pada akhirnya tangisan kedua bayi tersebut terdengar di telinganya Jason yang membuat Jason pergi menuju kamar Aldara untuk mengambil anaknya.
''Cup....Cup....Cup....Anak bapak sudah bangun'' Ujar Jason sambil menimang-nimang anaknya.
__ADS_1
Setelah mengambil anaknya,Jason menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Dari memandikan anaknya,memasak,menyelesaikan pekerjaannya dari kantor,kemudian ia mandi dan selanjutnya ia tidur.
Pada pagi harinya,Jason ditelpon oleh ibu mertuanya.
“Jason,hari ini Intan akan ke rumahmu dan ibu suruh tinggal disana untuk bantu-bantu kamu mengurus Axel jika kamu sedang bekerja” Ujar ibu mertuanya.
“Wah yang bener buk? Kebetulan banget aku lagi kewalahan bekerja sambil menjaga anakku,soalnya Michael habis mengalami kecelakaan” Ujar Jason.
“Iya ibu sudah dengar berita tersebut dari warga sekitar,maka dari itu ibu menyuruh Intan untuk pergi ke rumahmu sekarang. Oh ya,intan nanti kesana diantar oleh bapaknya” Ujar ibu mertuanya.
“Oh baik buk. Kalau begitu aku akan menyiapkan kamar untuknya” Jawab Jason.
Setelah Jason menunggu Intan beberapa saat di dalam kamarnya sembari ia menyelesaikan pekerjaan kantornya,tiba-tiba Aldara berteriak dari bawah. Jason yang ikut kaget buru-buru keluar dari kamarnya untuk menemui Aldara.
“Kenapa kamu berteriak Al?” Tanya Jason.
“Ini ada Olive,Bukannya dia sudah meninggal?” Tanya Aldara sambil ketakutan.
“Jadi kamu belum tau ya? Ini tuh Intan kembarannya Olive,Jadi kamu gak usah takut melihatnya” Jawab Jason.
Meskipun Jason sudah memberitahu Aldara bahwa itu kembarannya Olive,akan tetapi Aldara masih agak takut-takut karena dipikirannya itu masih tetap Olive.
“Bapak kemana? Kok tidak singgah dulu kesini?” Tanya Jason kepada Intan.
“Tadi bapak buru-buru,katanya sudah kesiangan pergi ke tempat kerja,jadinya bapak tidak sempat buat singgah kesini” Jawab Intan.
“Kasian bapak harus buru-buru,semoga saja bapak tidak telat sampai di tempat kerjanya” Ujar Jason.
Selama Jason dan Intan mengobrol,Aldara terus menatap Intan,seakan-akan ia tidak mempercayai itu adalah kembarannya Olive. Saat Aldara masih berada di ruang tamu bersama Jason dan Intan,tiba-tiba terdengar suara tangisan anaknya. Aldara langsung menuju kamarnya untuk menenangkan anaknya.
Sedangkan Jason dan Intan masih berada di ruang tamu mengobrol-ngobrol.
“Dimana Axel?” Tanya Intan.
“Dia ada di kamar” Jawab Jason.
Jason pun kemudian mengajak Intan pergi ke kamarnya untuk menemui Axel.
“Axel masih tertidur,tadi habis aku mandiin Axel dan sehabis mandi aku suruh Aldara untuk menyusui Axel” Ujar Jason.
“Jadi yang tadi itu namanya Aldara? Siapa dia? Kenapa dia bisa disini?” Tanya Intan kepada Jason.
''Iya namanya Aldara,dia adalah istrinya Michael,karena Michael sedang di rumah sakit jadinya aku suruh Aldara tinggal disini saja biar sekalian memberi Axel Asi'' Jawab Jason.
''Oh begitu,nanti boleh tidak aku ajak Axel main-main di kamar Aldara?'' Tanya Intan.
''Terserah kamu mau ajak Axel kemana,asalkan kamu jangan ajak Axel keluar rumah,soalnya kulitnya masih sensitif'' Jawab Jason.
__ADS_1
Intan kemudian mengambil Axel dari kasur sedangkan Jason melanjutkan pekerjaan kantornya.
Jason merasa dirinya agak tenang semenjak ada Intan datang ke rumah itu,karena ia merasa ada sosok istrinya di dalam tubuh Intan dan Jason berharap kehadiran Intan membuat Axel dapat merasakan kasih sayang seorang ibu. Selain itu Jason juga terbantu oleh adanya Intan di rumahnya karena Jason tidak perlu susah-susah lagi untuk menimang-nimang anaknya dan meninggalkan pekerjaannya jika anaknya terbangun dari tidurnya.