
''Bersyukurnya aku nikah kesini, mendapatkan mertua dan suami yang sangat menyayangi aku'' Ucap Intan dalam hati setelah cukup lama menikah dengan Andre.
Tiba-tiba Intan merasa mual dan ingin muntah-muntah. Intan secepatnya berlari menuju kamar mandi dan muntah-muntah.
''Huek.....Huek.....''
Andre yang mendengar suara muntah tersebut dari ruang tamu langsung pergi menuju kamarnya untuk mengecek istrinya.
''Kamu kenapa?'' Tanya Andre.
''Gak tau nih, tiba-tiba aku mual-mual dan ingin muntah'' Jawab Intan.
''Jangan-jangan kamu hamil?'' Tanya Andre tersenyum kepada Intan.
''Entahlah, tapi semoga saja iya'' Jawab Intan.
''Untuk lebih meyakinkan, besok kita akan periksa ke dokter'' Ujar Andre.
Intan tak menjawab memakai kata-kata,ia hanya menganggukkan kepalanya dan mengajak suaminya untuk keluar dari kamar mandi.
Setibanya di kamar, Intan langsung merebahkan badannya di atas kasur.
''Kok aku ingin makan yang asem-asem ya? mulutku rasanya pahit banget'' Ujar Intan.
__ADS_1
''Tahan dulu ya, besok sepulang dari dokter kita singgah membeli yang asem-asem'' Jawab Andre.
Karena sudah cukup malam, mereka berdua memutuskan untuk tidur saja.
Pada pagi harinya, sesuai rencana mereka, Intan dan Andre akan pergi ke dokter untuk mengetahui apakah benar Intan sedang hamil atau tidak.
Mereka berdua sarapan terlebih dahulu di rumah dan menyelesaikan beberapa hal di rumah.
Ketika jam menunjukan pukul 09.30 pagi, mereka berdua pun berangkat menuju dokter. Jarak rumah mereka cukup jauh untuk menuju dokter.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan lama,kini mereka pun tiba. Karena pada hari itu di dokter tidak ada antrian, Intan dan Andre pun langsung masuk ke ruang dokter. Mereka menjelaskan kepada dokter apa tujuannya datang kesana.
Setelah menjelaskannya kepada dokter, Intan disuruh untuk berbaring dan kemudian dokter mulai memeriksa keadaan Intan.
Tak menunggu lama,dokter pun datang dengan membawakan hasil pemeriksaan terhadap Intan.
''Selamat ya buat kalian berdua, hasilnya menyatakan positif hamil'' Ujar dokter sambil memberikan hasil pemeriksaan kepada Andre.
Intan dan Andre sangat senang setelah mengetahui hasil yang di dapat dari dokter.
''Kan sudah aku bilang kalau kamu itu hamil'' Ujar Andre sambil memeluk Intan.
''Hehe iya,akhirnya tuhan memberi kita kepercayaan untuk merawat anak'' Ujar Intan.
__ADS_1
Dokter kemudian pergi untuk meracik resep obat untuk Intan agar janin di dalam kandungannya kuat.
''Obat ini tolong diminum secara rutin ya supaya janin yang ada di dalam perut dapat bertumbuh dengan baik dan kuat. Kalau obatnya sudah habis berarti sudah waktunya melakukan USG lagi untuk mengecek kandungan yang ada di dalam perut'' Jelas dokter sambil memberi obat.
Setelah urusan di dokter selesai, Intan dan Andre pun keluar dari dalam ruangan dokter.
''Masih ingat kan dengan janji kemarin?'' Tanya Intan kepada Andre.
''Masih dong,nanti di jalan kita nyari-nyari'' Jawab Andre.
Selama perjalan mereka mencari-cari pedagang rujak. Ketika melintasi pedagang nanas, Intan pun berkata ''Aku pengen makan nanas''
Andre pun menjawab ''Kamu lagi hamil,mana boleh makan nanas. Nanti debay nya kenapa-kenapa''
''Yah....gak apa-apa deh,aku makan mangga muda aja'' Sahut Intan.
Setelah mencari-cari cukup lama, akhirnya mereka menemukan pedagang rujak. Andre membeli dua porsi rujak.
Setelah selesai mengantre dan mendapatkan pesanannya,mereka pun kemudian lanjut pulang.
Sesampainya di rumah, Andre dan Intan ingin merahasiakan saja tentang kehamilannya Intan,karena mereka takut beritanya terdengar sampai ke tetangga dan siapa tau ada orang yang ingin jahat kepada Intan.
Intan dan Andre pun memakan rujak yang dibeli tadi. Karena Intan sudah mendapatkan keinginannya,rasa mualnya pun agak mereda dan dia sangat senang pada hari itu karena dia sedang mengandung anaknya.
__ADS_1