Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda

Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda
Chapter 16 - Shiro itu suamiku !


__ADS_3

Shiro dan yang lainnya sekarang berkumpul di meja makanan, di kelilingi oleh para pelayan.



Sambil menunggu hidangan datang, Ratu Rosalia sangat akrab dengan yang lainnya, sedangkan Shiro di abaikan, meskipun dia mencoba memanggil Cyne dan yang lainnya tetap di abaikan, bahkan Myne pun ikut mengabaikannya.



Shiro menghela nafas, dan diam diam pergi keluar dari ruang makan



" Apa sih... Mereka malah mengabaikan ku, cih.. "



Shiro berjalan di lorong lorong Istana, armor Ksatria berjejer di pinggir pinggir, dengan mengangkat masing masing kapak keatas.



" Aku tak pernah terbiasa di kerajaan seperti ini "



Shiro menyentuh armor itu, dingin dia rasakan saat menyentuh nya.



Telinganya Shiro seakan mendengar suara langkah kaki, dia berbalik, dan melihat seorang gadis tinggi 162 cm dengan rambut Twintail warna kuning, matanya berwarna biru langit, menatapnya dengan terkejut.



Dan sepertinya Shiro juga ikut terkejut siapa yang di lihatnya.



" Ro- "



Gadis itu berlari dan langsung memeluknya, sambil menetes kan air mata



" Baka baka baka baka baka baka baka baka, Shiro baka !!! "



Dia memukul mukul dada Shiro berkali kali, Walaupun Shiro tak merasa sakit, mungkin untuk menghormatinya saja, dia bilang itu sakit



" Itu sakit Rose.. "



" Bakaa ! Kemana saja kau selama ini ? Bakaa !, Menghilang seenaknya setelah insiden itu ! "



Rose menghentikan pukulannya dan kembali memeluknya, dia terisak isak.



Shiro mengelus rambutnya Rose



5 tahun yang lalu



Di tengah derasnya hujan, Shiro berdiri di tumpukan mayat mayat prajurit, seluruh tubuhnya yang penuh darah luntur ketanah akibat derasnya hujan.



" Dasar monster ! "



Masih tersisa seorang prajurit, tapi pakaiannya agak berbeda, mungkin dia adalah pimpinan pasukan ini.



Shiro menatap orang tersebut dengan tatapan sinis



" Yang monster itu adalah kalian... Berani beraninya membunuh raja. "



" Heh kau tak tau apa yang di sembunyikan Kerajaan ini, karena alasan itulah Raja harus dibunuh "



" Aku tak tau, dan aku tak mau tau, jadi matilah ! "



" Kau- "



Darah muncrat seperti air mancur dari leher yang sudah terpisah dari kepalanya, terjatuh ke tanah, dengan mata yang masih terbuka, ekspresi terkejut.



Shiro berdiri di belakang orang itu dan menancapkan Katana nya ketanah



" Haaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! "



Dia berteriak dengan keras di tengah derasnya hujan ini.



Suara langkah kaki terdengar dari belakang Shiro yang terlihat seperti orang putus asa yang tak lain adalah Ratu Rosalia



Ratu Rosalia langsung memeluk Shiro dari belakang, menempelkan Payudaranya besar ke punggung Shiro, mengelus ngelus Rambut Shiro.



" Aku tau ini pasti berat untukmu Shiro seorang anak seperti mu melakukan hal seperti ini... "



Dalam pikiran, Shiro mengucapkan, " aku bukan anak anak, ini hanyalah tubuhku "



Ratu Rosalia membalikkan Badan Shiro dan membenamkan wajahnya ke payudaranya yang besar itu.



Perasaan hangat di hati muncul dari Shiro meskipun di tengah derasnya hujan.



Hujan mulai reda, genangan air kecil terbentuk, berwarna darah akibat banyaknya darah dari para prajurit yang telah mati.



Seminggu telah berlalu setelah insiden itu, Shiro dan Ratu Rosalia terlihat sangat dekat seperti sepasang kekasih.



Ibu kota kerajaan kembali seperti sedia kala, seperti tak terjadi apa apa.



Akan tetapi tak ada yang tau siapa pahlawan yang berjasa menyelamatkan kota ini, selain Ratu Rosalia, Deus dan Putri Rose.



Sudah seminggu Shiro tak melihat Rose kembali, karena dia disuruh bersembunyi di luar kota dengan 3 Guardian



3 Guardian adalah pelindung Kota ini, mereka taat akan perintah Ratu Rosalia, dan selalu melindungi Putri Rose.



Meskipun mereka tak tau detailnya tentang siapa yang menyelamatkan kota, mereka tak ingin bertanya lebih dalam.



3 hari setelah kepergian Shiro, putri Rose kembali ke kerajaan, dan bertanya kepada ibunya Ratu Rosalia, dimana keberadaan Shiro, namun Ratu Rosalia hanya tersenyum kepadanya, dan mengatakan



" Dia sudah pergi Rose ku.. "



Kata kata tersebut membuatnya salah paham, mengira Shiro sudah mati, dia pun menangis sejadi jadinya.



Dan juga Ratu Rosalia tidak peka, kalau Anaknya Rose itu salah paham akan perkataannya.



Rose meminta ketiga Guardian untuk mengajarinya untuk bertempur dan melindungi.



Ratu Rosalia sempat melarang, namun melihat tekat yang di miliki Rose akhirnya dia mengijinkannya.



" Terimakasih mama ! "



Ratu Rosalia tersenyum dan mencium keningnya Rose.



" Kalo begitu, Selise, Glenda, Githa ajari aku oke ! "



" Baik tuan putri ! "



Ketiga Guardian tersebut menunduk dan mengucap nya bersama sama



Selise Dawnfowl wanita berumur 20 tahun tinggi 166 cm berambut pony tail berwarna Hitam, tahi lalat kecil di bawah mata kirinya, matanya berwarna Ungu tua, memakai Armor ringan namun sangat kuat, senjata yang dia pakai adalah sebuah Lancer, sedangkan ukuran payudara nya adalah C cup.



Glenda Stormwind berumur 20 tahun tinggi 164 berambut kepang dua berwarna merah, matanya berwarna hitam, armor yang dia pakai cukup berat, dan senjata yang dia pakai adalah pedang panjang dan sebuah perisai besar, seorang tanker, dan yang terpenting adalah ukuran payudaranya berukuran antara C dan E cup.



Terakhir Githa Faringray berumur 19 tahun tinggi 165  rambutnya panjang sampai ke punggung berwarna putih salju, matanya seperti warna air laut, dia memakai Armor simple yang hanya menutup bagian vitalnya saja, sisanya hanya kain sutra, seorang penyihir yang menggunakan 2 element Api dan Es, termasuk orang jenius meskipun pemalu.



- Flashback end-



Shiro dan Rose berjalan jalan di sekitaran istana, di tengah tengah, istana ada sebuah ruang terbuka yang tak lain adalah taman, yang indah penuh dengan bunga bunga.



Rose bercerita banyak hal tentang pengalaman dia waktu berlatih dengan ketiga Guardian nya.



Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk bersantai.



" Terus Selise onee san itu orangnya sangat kasar, dia menghajar ku habis habisan,meskipun aku yang meminta sih, hehe "



Alih alih mendengarkan ucapannya Shiro malah memandangi wajahnya Rose.



Rose tersipu malu



" A-apa apa di wajahku ?.. "



Rose menyentuh pipinya sendiri



" Kau sudah besar ternyata Rose "



Shiro meletakkan tangannya di kepala Rose.



Rose terlihat kesal



" T-tentu saja aku sudah 18 tahun !, K-kau seperti orang tua saja ! "



Shiro terkekeh kecil, dan memegang tangannya Rose, Rose sedikit terkejut dan Tersipu



" A-apa maksudnya ini, S-shiro ? "



" Shiro sama ayo m- "


__ADS_1


Cyne terdiam melihat Shiro memegang tangan Seseorang tak di kenalnya, Reine dan Leshanna yang baru datang ikut terdiam melihat, dan muncul guratan guratan kecil di dahi mereka, menandakan marah.



Sedangkan Myne yang baru datang langsung berteriak



" Kucing pencuri !!! Jauhi Master ku ! "



Myne langsung berlari kearah Shiro dan Rose



" Myne Chan! "



Shiro masih belum sadar dengan keberadaan mereka karena lebih fokus ke Rose, sedangkan Rose melihat kearah belakang Shiro dan melihat seorang Demi human ras kelinci berlari menghampiri mereka.



" Pergi kauuu kucing pencuri!!! "



Akhirnya Shiro sadar dan berbalik, Myne langsung menerjang Shiro dan memeluknya, menatap Sinis Rose.



Cyne dan yang lainnya menghampiri.



" Shiro sama apa maksudnya ini ? "



" Shiro bisakah kau jelaskan ? "



" Atau kau ingin dihukum lagi ? "



Kata kata Leshanna cukup menakutkan.



" Shiro siapa mereka ? "



" Mereka ad- "



" Aku adalah istrinya Shiro sama ! "



" Aku adalah Istrinya Shiro !"



" Aku adalah istrinya Master ! "



Mereka berempat berbarengan menjawab itu, kemudian mereka saling tatap dan memunculkan Aura mencekam.



" T-tidak ! Istri Shiro itu aku ! "



Rose ikut mengakui Shiro sebagai Suaminya.



" Naniii?!!! "



Semuanya ikut terkaget mendengar ucapan Rose.



Rose menjadi terlihat sombong, sambil membusungkan dadanya, dan tersenyum penuh kemenangan.



" T-tunggu ka- "



" Diam !! "



Shiro di bentak oleh semua Haremnya :v, Dan terdiam bagaikan kucing.



" Ara ara~ "



Semuanya menoleh kesumber arah, yang ternyata adalah Ratu Rosalia, di temani oleh ke tiga Guardian.



" Hoo~ ? Jadi dia pahlawan 5 tahun yang lalu ?, Tak meyakinkan ya kan Selise ? "



" Benar, dia seperti orang lemah saja, aku Tak percaya dia 5 tahun yang lalu penyelamat Kerajaan ini "



" S-selise, G-glenda, jangan begitu... "



Berbeda dari Selise dan Glenda, Githa terlihat lebih sopan.



" Kalian ingin mentest nya ? "



" Bolehkah itu Ratu ?? "



" Silahkan saja, kau Tak keberatan kan Shiro ? "



" Sebenarnya aku kelelahan, tapi apa boleh buat "



" Yosh ! Aku Akan melawannya ! "




" Sendiri ? Jangan bercanda, err.. siapa namamu tadi yah ? Gerindra ? "



Glenda terlihat kesal, dengan ucapan Reine yang mengejeknya.



" Lawanlah dia bertiga, bahkan aku Tak yakin kalian Akan menang "



Glenda berbicara, bahkan sang Ratu berbicara seperti itu, sekuat apa anak ini ?



" Yasudahlah, ayo Kita bersama sama, Githa, Glenda "



" Baik !! "



Keduanya menjawab secara bersamaan Dan memasang kuda kids bertarung.



Cyne dan yang lainnya, mulai mundur Dan mencari tempat agar Tak mengganggu pertarungan.



" Ayo kalahkan mereka Master ! "



Myne berteriak menyemangati Shiro.



" Maju kalian "



Shiro tersenyum meremehkan ke mereka bertiga, sehingga Glenda kesal dan langsung melesat kearah Shiro.



" Untuk seorang Tank kau cukup gesit juga yah "



Tanpa meperdulikan perkataan Shiro, Glenda menghunuskan pedang panjangnya seperti tombak ke arah perut Shiro.



Shiro mengeluarkan Katana nya menepis sedikit ujung pedang panjangnya Glenda Dan berputar kearah kanannya, lalu bersiap menebas lehernya dengan Bagian tumpul.



Akan tetapi, Gumpalan Es melesat kearah wajah Shiro, dengan gerakan Tak terlihat, Es tersebut terbelah dua mengenai Bagian tajam Katana Shiro, sontak Glenda dan Githa terkaget.



Shiro langsung menendang Glenda, namun Glenda menangkis tendangan Shiro dengan perisainya walaupun dia termundur sedikit.



{ Tendanganya kuat sekali ! }



Githa kembali melancarkan serangan Es nya secara beruntun, namun Shiro dapat menebasnya semua hingga menjadi potongan Kecil.



Selise berada di udara setinggi 7 meter, terjun dengan posisi kebawah, Dan menghunuskan Lancernya ke arah kepala Shiro, yang terlihat masih Tak sadar akan keadaan Selise, tersenyum penuh kemenangan sebelum dia menyadari bahwa Shiro sudah menghilang dari tempat, sehingga Lancernya menancap ke tanah



" Kemana dia ?! "



Selise mencoba mencari kemana Mana, Bahkan Glenda Dan Githa ikut mencari kemana Mana, tetapi mereka tak menemukan Shiro dimanapun.



Tiba tiba Githa merasakan ancaman datang dari depannya, dan segera mengaktifkan sihir perlidungan.



" [ Icey Wall] ! "



Shiro yang bersiap menebas dengan sisi tumpul Katana nya, terlihat, Shiro tersenyum, sesaat Katana nya langsung berubah menjadi sebuah Pedang Kayu besar sepanjang 3 Meter



[ Form : Wooden Gigantic Sword ]



Shiro mengibaskan pedang besarnya, menembus dinding pertahanan Es nya Githa, Githa terlihat langsung shock.



Shiro menghentikan kibasannya sebelum mengenai pinggang Githa.



Githa terduduk lemas, dan nafasnya Tak beraturan.



Merasakan hawa seseorang di belakangnya, Shiro langsung menangkis serangan tersebut dengan Bagian lebar pedangnya.



" Boleh juga kau ! "



Selise mencoba menembus pedang Kayu besarnya Shiro, namun Shiro mengubah pedangnya menjadi Dual Dagger, dan bergeser sedikit kekiri, sehingga Selise kehilangan Keseimbangan dan terjatuh kedepan.



Shiro sontak menangkapnya.



Shiro merasakan sensasi kenyal di tangannya, Dan meremas remasnya.



Selise menatap Shiro dengan Mata berkaca kaca, lalu Shiro sadar dia memegang apa Dan langsung melepaskannya, membuat Selise terjatuh ke tanah.

__ADS_1



Selise bangun, sambil menutup Payudaranya dengan kedua tangannya sambil tersipu malu.



" D-dasar m-mesum ! "



" K-kau sentuh dia dimana Shiro ! "



Reine kesal Dan langsung berteriak



" Ya benar ! Shiro sama ! Kalau Shiro sama segitu inginnya, Pegang saja punya ku ! Bahkan Shiro sama boleh mengemutnya ! "



" T-tunggu Cyne ! Kenapa kau s-sangat mesum ! "



" Cyne nee Chan Hentai ! "



" Y-ya, Cyne mesum ! "



Shiro terlihat panik, melihat wajah Selise yang memerah seperti kepiting Rebus.



Glenda yang dari tadi mencoba mencari celah, Dan sekarang adalah kesempatannya, dia berlari menuju punggungnya Shiro dan mencoba menghantamkan Perisainya kepunggungnya, Akan tetapi Shiro sudah sadar, berputar kekanan, Glenda kehilangan Keseimbangan, Dan terjatuh ke tanah.



" Aww ! "



" Haiii~ cukup sampai di sana ! "



Ratu Rosalia menepuk kan tangannya dan mendekati Shiro.



Ke tiga Guardian tadi langsung berdiri, dan kembali ke belakang Ratu Rosalia.



" Mama !  Sejak kapan Shiro ada disini ?! "



Rose mendatangi Ratu Rosalia dengan ekspresi yang agak cemberut.



" Haha, baru saja kok, Aku juga akan memberitahu mu kok sebenarnya "



Rose tersenyum, lalu berbalik ke arah Shiro.



" Rose "



" Nani ? Mama ? "



" Apa maksudmu memeluk lengan Shiro dan menekan nekan kan payudaramu ke tangannya? "



" Apa? Ya tentu saja kan Shiro jadi suami ku nanti ya kan, mama ? "



" Heeeee ?!! "



Semua berteriak terjun dengan Kata kata Rose.



" T-tunggu! A-aku Tak peduli Mau kau putri atau apa, tapi Shiro itu milikku !



" Tidak Reine San, Shiro sama adalah Suami ku ! "



" Hem hem! Aku lah suaminya Master, nyahaha ! "



" K-kalian Salah ! A-aku lah Suami Shiro ! "



" Ara~ Ara ~, kalian Tak bisa seperti itu~ "



" A-apa maksud mama ?? "



" Karena Shiro itu adalah Mi-lik-ku~ ❤️ "



Ratu Rosalia menarik Shiro kedalam pelukannya, Dan memejalkan wajahnya ke payudara besarnya



" Twong a-kyuu t- "



Shiro Tak bisa berbicara bebas, Dan Tak bisa bernafas.



" Mama ! Apa maksud nya ini ?!! "



" Ya Ratu Rosalia ! A-anda Tak s-sebaiknya begitu ! "



Cyne ikut Tak terima dengan perlakuan Ratu Rosalia ke Shiro, yang lain ikut ikutan protes, Dan hanya di tanggapi tersenyum oleh Ratu Rosalia, Dan membawanya ke Dalam Istana



" Tunggu mama ! Mau di bawa kemana Shiro ?!! "



" Tentu saja ke-ka-mar, fufufu~ "



" Apaaaaaa ?!????? "



Semuanya berteriak termasuk para Guardian.



Reine Dan yang lainnya langsung mengejar Ratu Rosalia, sedangkan ketiga Guardian hanya terdiam diluar mencerna maksud ini.



" H-hubungan macam apa yang dimilikki Ratu de-dengan dia... "



" Y-yang terpenting a-adalah, a-apa yang Akan terjadi di kamar... "



Githa terlihat tersipu saat bertanya, Dan menundukan wajahnya



" Githa~ kau penasaran ? "



Githa mengangguk kepada Glenda, lalu Glenda membisikkan sesuatu ke Githa



Wajah Githa langsung memerah macam tomat, kabur



" Dasaaaarrrrr mesummm,binataanggg !!! "



Selise menghela nafasnya, Dan berjalan perlahan kedalam Istana



" Apa yang Akan kaulakukan Selise ? Apa kau mengintip ? "



" T-tentu saja tidak bodoh ! "



Glenda tertawa mengejek Dan merangkul Selise.



**********



Di sebuah gereja Tua yang sudah Tak terawat terdengar jeritan jeritan keras anak anak.



Tampak dalam biasanya hanya sebuah gereja biasa yang Tak terurus, namun ada sebuah ruangan bawah tanah, yang luas.



Banyak tubuh anak Kecil berserakan di lantai penuh darah, Bahkan banyak Bagian yang terpotong, mengeluarkan Bagian Bagian Dalamnya seperti Isis, lambunh Dan jantung.



" Hiyaa!! T-tolong Aku, ibu ! Ayah ! "



Seorang anak Kecil wanita, terduduk Dan mencoba mundur mengesot dia terlihat Sangat ketakutan, dia menangis sejadi jadinya.



Bunyi langkah Kaki perlahan mendekatinya



Pisau terjuntai dari tangan yang mendekatinya tersebut, seseorang berjubah Dan bertudung, di penuhi darahnya tersenyum senang melihat ekspresi anak Kecil yang ketakutan tersebut, membuat anak kecil itu mengompol di celana sambil terisak isak.



" Fufufufu~ menyenangkan sekali mendengar jeritan anak Kecil yang ketakutan ! "



Terdengar dari suaranya dia adalah seorang perempuan.



" K-kenapa ?! K-kenapa kau melakukan hal ini ? Kenapa ? "



" Kenapa ? Karena menyenangkan ! "



Lalu wanita berjubah itu menusuk Kaki anak Kecil itu Dan membuatnya menjerit kencang, Tak sampai di situ dia memutuskan kakinya anak Kecil itu, membuat darah muncrat dari kakinya, jeritan anak Kecil itu semakin menjadi jadi, dia mencoba merangkak, namun Kaki satunya kembali di penggal dia semakin menjerit.



Wanita itu membalikkan tubuh anak itu, Dan menusuk perut anak Kecil itu, jeritan anak Kecil itu Tak terdengar lagi, mulutnya mengeluarkan darah, Dan busa.



Dia sudah mati.



" Membosankan... "



Lalu dia memenggal kepala anak itu Dan menggantungnya di rantai.



Berpuluh puluh kepala anak Kecil tergantung di rantai, dengan Mata terbuka terbelalak kesakitan, darah Segar di mulut mereka masih ada yang mengalir, yang tandanya baru saja di gantung.



Walaupun sudah Mati, anak Kecil tadi, mengeluarkan air mata Dan menetes ke lantai.



To be continue

__ADS_1




__ADS_2