Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda

Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda
Chapter 24 - Serangan ( Akhir )


__ADS_3

3rd PoV


" Shiro-san?!"


Githa terbelalak saat melihat Shiro terkena tusukan di kakinya dan tenggelam di lautan.


Tak ada tanda tanda Shiro keluar dari Laut.


Para prajurit mulai kehilangan harapan, begitupula dengan para murid yang masih tergolong labil.


Sedangkan ratu Rosalia mulai kehabisan energi, cahaya nya mulai meredup, sayapnya pun sudah hilang, namun lubang di perut Selise sudah tidak ada lagi.


Ratu Rosalia pun ambruk,para prajurit mulai panik dan menyebut Yang Mulia Ratu.


Para Healer pun segera mengeluarkan sihir penyembuh lagi


" Yang Mulia Rosalia!"


Githa mendekati Ratu Rosalia, dengan ekpresi khawatirnya.


" kenapa?! Kenapa semua ini harus terjadi?!"


Remora memukul mukul ke bawah, sampai tangannya berdarah, lalu dia pun menangis.


" Tak ada kah yang bisa menyelematkan kita.... "


Remora mulai melemah, kesadarannya mulai hilang, namun dia menahannya, dia samar samar melihat, ada aliran listrik yang sangat besar dari laut, semakin terang, kemudian seseorang muncul melaju ke atas dengan tubuhnya yang di baluti aliran listrik berwarna ungu.


" A-anak itu?...."


Lali Remora tak sadarkan diri, dia tak bisa menahannya lagi.


Githa yang melihat hal tersebut, di matanya masih ada secercah harapan.


" Berjuanglah Shiro-san"


Githa menggenggam kedua tangannya di dekat dadanya dan berdoa.


Shiro kembali menggunakan Kaminari Form nya namun kali ini dia menggunakan 20% nya, setiap naik 10% maka warnanya akan berubah.


Dan kecepatannya pun semakin meningkat.


Akan tetapi hanya bisa di gunakan dalam waktu 3 menit.


Bila lebih dari itu akan menyebabkan Shiro tak bisa menggerakkan tubuhnya seharian penuh,walaupun itu lewat 1 detik saja.


" Aku tak mempercayai kata dewa sialan tersebut!"


Leviathan tersebut tak hanya tinggal diam, dia memulai serangan kepada Shiro yang sedang melayang, dia mengibaskan Trisula nya, namun dengan mudahnya Shiro menghindari serangan tersebut.


Shiro mengeluarkan Dual Daggernya, dan langsung melesat ke arah tangan Leviathan yang memegang Trusula tersebut, dan memutuskannya, tak sampai di situ Shiro melesat ke sana kemari, sambil menebas semua bagian tubuh Leviathan tersebut.


Namun semuanya kembali beregenerasi.


Tentakel diam diam menyerang dari belakang, namun Reflek Shiro lebih cepat, maka dari itu dengan mudahnya dia menghindar, serangan beruntun dari Tentakel Leviathan tersebut terus di lancarkan, dan semuanya dihindari oleh Shiro.


Shiro mundur dan mengambil jarak sejauh 100 meter, mengganti Dual Daggernya ke Dual Rakth


" [ Upgrade ]"


Dual Rakht nya seakan menyatu, dan membentuk sebuah alat mecha yang besar, tengahnya yang bolong persegi panjang, di aliri listrik warna warni


Listrik listrik tersebut mulai menyatu secara bertahap, mulai dari bawah, sedikit lagi mencapai ujung.


Namun ada Tentakel dari bawah yang memotong senjatanya.


Untungnya Shiro sempat melepaskan Tembakan tersebut, dengan scala yang besar, meluncur kearah Leviathan tersebut, dan Sialnya satu senjata Shiro lagi yang pecah dan menjadi partikel.


Tembakan besar tersebut menembus mulai dari bagian perut keatas.


Di saat itulah Shiro melihat sebuah cahaya ke biruan yang ada di tengah tengah bagian Tentakel nya bersatu tersebut, semacam Kristal.


Tanpa basa basi lagi Shiro langsung melesat.


" 45% apa nya? Heh... Cukup 20% saja, akan ku akhiri"


Dengan sangat yakin, Shiro melesat ke arah kristal tersebut sebelum bagian atasnya beregenerasi.


Mengeluarkan Dual Daggernya.


Mengaliri Dual Daggernya dengan Listrik.


" [ Lightning Dual Slash]"


Menebas kristal tersebut dan melewatinya.


Dua sabitan sepanjang 10 meter tercipta.


" Dengan ini selesaikan haha..."


Lalu dia tak merasakan Dual Dagger di tangannya, Dual Dagger nya pecah, dan menjadi butiran partikel.


Lalu matanya terbelalak, melihat Leviathan yang sudah kembali utuh.


Shock dengan hal tersebut Shiro tak bisa bergerak, laku tentakel menangkap Shiro dan mengangkatnya ke depan wajah nya


Wajah Leviathan tersebut seakan tersenyum sinis kepadanya, giginya yang runcing terlihat.


Shiro mencoba melepaskan diri, namun dia tak bisa, akibat kencangnya jeratan tentakel tersebut.


" Apa yang kalian lakukan? Apa kalian hanya melihat saja? Bukankah tugas prajurit untuk melindungi kerajaan?, tapi apa yang terjadi, kalian bergantung pada seseorang yang bukan dari kerajaan ini! Apakah kalian masih bisa menyebut diri kalian sebagai pelindung Kerajaan ?!! "


Yang tak lain adalah Rose, dia membentak seluruh prajurit yang ada hanya bisa melihat terdiam kearah Leviathan tersebut yang sedang menjerat Shiro dengan tentakelnya.


Para prajurit mulai merenung, dan memantapkan tekat mereka, mereka pun berteriak dengan semangat.


Githa lalu mendekat ke Rose, dan menurunkan satu kakinya, dengan lututnya yang mencapai tanah.


Githa meminta maaf kepada Putri Rose, karena dia sudah gagal sebagai seorang Guardian.


Rose tersenyum dan bilang tak apa apa.


"Apakah kalian semua mendengarkanku?!"


Dengan suara lantang Rose berbicara, semuanya menoleh kearah Putri Rose.


Dan perlahan Glenda mulai sadar.


" D-dimana ini?"


Glenda memegangi kepalanya yang pusing, dia mulai menjernihkan pandangannya, Lalu Githa langsung memeluknya.


" Aku senang kamu baik baik saja Glenda!"


Githa meneteskan sedikit air matanya


Glenda pun tersenyum kecil, dan mengelus punggung Githa.


" ngomong kenapa kita ada di atas sini?"


" ya kamu bisa liat, bagaimana kondisi kita sekarang"


Alangkah terkejutnya Glenda melihat sekitaran yang sudah menjadi laut, dan lebih terkejutnya saat dia melihat monster besar yang ada di kejauhan sana.


" M-m-m-monster apa itu?!!!"


" Monster legenda, Leviathan"


"Apaaaaa?!!!"


Glenda hampir saja pingsan, namun di tahan oleh Githa.


" hampir saja aku pingsan"

__ADS_1


" baguslah kau bangun Glenda"


Tiba tiba Putri Rose mendekati Glenda, dan langsung saja Glenda memberikan hormat ke Putri Rose.


Lalu Putri Rose mulai terbang di depan semua prajurit dan yang lainnya.


" Sebagai Putri dari Kerajaan Neval aku memerintahkan kalian, untuk menutup jurang besar yang ada di kerajaan, sekarang pergilah, dan buat kerajaan ini kembali seperti semula!!"


Semuanya berteriak, dan segera mencari sumber jurang yang mengeluarkan air tersebut.


Lalu Rose berbalik dan melihat kearah Shiro yang sedang berusaha melepaskan diri.


" Kali ini Shiro akan berhutang padaku~ "


" Rose-Himesama, apa yang ingin anda lakukan??"


Glenda dan Githa, tinggal di atas tembok ini untuk menjaga Ratu Rosalia, Yura, Remora, dan Selise.


Lalu Rose mengeluarkan sebuah benda berbentuk Hati dan ada sayap malaikat di sisinya.


Lalu melemparkannya keatas


" Henshin! "


Rose berpose, mengangkat satu kaki nya kedepan, lalu satu tangannya membentuk tanda Peace di depan matanya.


Benda berbentuk hati tersebut lalu menjadi partikel partikel, semua pakaian Rose menghilang, lekuk kan tubuhnya yang indah terlihat dengan sangat jelas, bahkan payudara nya menjadi lebih besar dari saat dia. Memakai pakaiannya.


Setelah itu tubuhnya terbaluti cahaya, dan menciptakan sebuah kostum berwarna biru dan putih,bagian perutnya yang terlihat dan dadanya yang menyembul, dan bagian bawahnya hanya menutupi bagian pentingnya saja.


Lalu muncul sebuah Lancer besar dan panjang.


Rose mengumpulkan kekuatannya di satu tangannya, dan melempar Lancer tersebut ke arah tentakel, Shiro terbebas dari jeratan tersebut, dan sedikit bagian dadanya Leviathan berlubang, namun kembali beregenarasi lagi.


Rose kemudian ingin mendekat ke arah Shiro


"Jangan mendekat!"


Rose terhenti di tengah jalan saat mendengar Shiro berteriak kepadanya, nadanya seakan akan dia marah tersebut, membuat Rosw takut.


"Aku adalah manusia terkuat! Jangan membantu ku! Atau aku akan memotong bagian tubuh mu!!"


Rose tak percaya dengan apa yang di ucapkan Shiro kepadanya, dia merasa seakan dia bukanlah Shiro yang dia kenal.


" tapi Shiro aku ing-"


Shiro sudah berada di depan, Putri Rose, Putri Rose tak semoat bereaksi, lalu hantaman keras dia rasakan di perutnya, sehingga membuatnya terpental ke arah Githa dan Glenda.


Glenda dengan sigap menangkap Putri Rose.


" Hoi!!! Beraninya kau memukul Putri Rose! Sialan!"


Glenda berteriak dengan amarahnya kearah Shiro, namum Shiro tak menggubrisnya.


" G-glenda s-sudahlah"


Githa seakan ketakutan melihat Shiro


" Kekuatan macam apa itu..."


Putri Rose terbatuk batuk dan mengeluarkan darah di mulutnya.


"Rose-Himesama apa anda tidak apa apa?"


"T-tak apa"


Rose mencoba berdiri, namun dia merasakan rasa sakit yang amat di perutnya, dia pun tak bisa berdiri.


Ratu Rosalia mulai siuman, dia melihat kesekitar, dan melihat anaknya yang sedang terbarik di pangkuan Glenda, dengan cepat Ratu Rosalia mendekati Rose dengan wajah khawatirnya.


"Rose anak ku apa kau tak apa?"


" Aku tak apa mama"


Nada marahnya Rosalia memadam,dan kemudian memeluk Rose.


" Kenapa nekat menyerang Leviathan tersebut Rose..."


" yang melakukan hal tersebut ada-"


" A-aku hanya ingin membantu Shiro!"


Rose menatap dengan tatapan me mohon ke Glenda, Glenda mengangguk dan paham, Ratu Rosalia tak curiga sama sekali, karena sekarang yang dia pikirkan anaknya baik baik saja.


Lalu Ratu Rosalia melihat ke arah Shiro yang sedang melayang, Listrik di sekitarnya pun berubah menjadi warna Hijau.


Yang sebelumnya adalah ungu, hijau artinya dia menggunakan 30% kekuatannya.


" Dengan ini kemenangan sudah ada di tangan kerajaan kita"


Rosalia memeluk Rose dengan erat.


Shiro yang sudah di kuasai oleh amarahnya, kini langsung melesat kearah Leviathan tersebut, dan menebas setiap tentakel yang mencoba menyerang nya.


Kecepatannya kini semakin meningkat, bahkan mata Rosalia susah untuk mengikutinya, Namun Leviathan tersebut, masih bisa memprediksi gerakan Shiro, yang mencoba memotong bagian perutnya, dengan cepat Leviathan tersebut menutupi bagian perutnya dengan banyak tentakel, sehingga tebasan Shiro tak bisa mengenai perutnya melainkan tentakelnya saja.


Namun Shiro menebasnya secara beruntun seperti menggali sebuah tanah, Shiro tak memikirkan apa apa lagi selain menghancurkan perutnya Leviathan, sehingga dia tak menyadari sebuah pukulan dari tangan Leviathan mengenai perutnya, Shiro langsung terpental, hingga mengenai Pelindung kerajaan, dan terjatuh ke air, namun dengan cepat, Shiro bangkit, dan melesat.


Lalu Shiro berhenti di tengah jalan.


Dia terpikir, dia akan membuat jurus baru sekarang.


Shiro merentang kan tangan Kirinya, dengan telapak terbuka.


" [ Katana Special Skill : Unlimited] "


Puluhan, tidak, ratusan Katana mulai keluar dari sebuah lubang Hitam.


Rosalia yang baru melihat tersebut langsung terkaget.


"Aku tak tau dia mempunyai Skill tersebut "


" Apakah mama tau itu?"


" 100 Tahun yang lalu, ada sebuah cerita di mana seorang pahlawan dari dunia lain yang datang ke dunia kita untuk mengalahkan Raja Iblis, dia berhasil menyegel Raja Iblis tersebut, dengan menggunakan Skill yang sama persis seperti Shiro gunakan sekarang ini, namun Pahlawan tersebut kemudian mati, setelah dia selesai menggunakan skill tersebut "


" Mama!! "


Rose langsung kaget, dan berteriak kepada Shiro


" Shiro! Ku mohon jangan gunakan kekuatan itu! "


Rosalia hanya bisa berdoa semoga cerita itu hanyalah bohongan, namun dia juga takut, akan kehilangan orang yang dia cintai lagi saat melindungi kerajaannya.


( Author : Apaaaaaa?!!!! Rosalia cinta sama Shiro, shieetttt)


Namun Shiro mengabaikan Rose, dia meluncurkan Ratusan Katana tersebut tanpa henti, bahkan kini Katana tersebut mencapai jumlah ribuan, Seluruh katana tersebut menusuk ke Leviathan tersebut, sehingga membuatnya tak sempat beregenerasi lagi, dengan cepat Shiro meluncur, mendekati Kristal yang sudah terlihat, Ribuan Katana tersebut masih saja mengujani perutnya Leviathan.


Shiro sampai di depan Kristal tersebut, mengumpulkan seluruh kekuatannya di Katananya, dia akan mengakhiri ini dengan Teknik Iai nya.


Ctang! Dia menebas Kristal tersebut, namun Kristal tersebut bahkan tak ada goresan sedikit pun.


Lalu Shiro kembali menebasnya, namun masih tak ada goresan, lalu secara beruntun Shiro menebas Kristal tersebut.


"HAAAAAA!!!! HANCURLAHLAH SIALANNNN!!"


Seakan dia hilang kendali, Katananya mulai memunculkan retakan.


Lalu listrik di sekitaran tubuh shiro berubah menjadi warna kuning, artinya dia menggunakan 45% kekuatannya.


" [ Triple Slash]"


Satu tebasan yang mengakibatkan 3 Tebasan

__ADS_1


Tak sampai disitu dia terus menebas Kristal tersebut, hanya sedikit goresan terlihat di kristal tersebut.


" [ Stand ]"


Shiro menyarungkan Katananya, dan mengambil posisi untuk menebas.


" Satu Tebasan vertikal"


Satu tebasan vertikal menganai kristal tersebut dan menggoresnya


" Dua Tebasan menukik"


Melancarkan satu tebasan secara menukik


" Tiga tebasan menyilang"


Tebasan berbentuk X membuat Kristal tersebut mulai retak


" [ Seven Combo] "


Shiro menebaskan Katananya, namun hanya dalam satu tebasan yang pelan namun dapat menembus Kristal tersebut.


Skill Special Katananya Shiro sudah berhenti, lalu tubuh Leviathan kembali beregenarasi, namun dia tak bisa bergerak.


Air mulai menyurut.


Para prajurit dan Murid sudah berhasil menutup jurang tersebut, dan membuat air ini kering, kembali seperti semula.


Lalu Shiro menyarungkan Katana nya


7 Tebasan terjadi dengan sangat cepat di bagian dalam tubuhnya Leviathan tepatnya di Kristalnya,dan pecah.


Leviathan mulai hancur, dan kembali ke tubuh semulanya, dan terjatuh di tanah, dengan kesakitan.


Shiro mendekati Preta.


" Manusia si-"


Shiro langsung menebas kakinya Preta dan membuatnya berteriak kesakitan.


Para prajurit mulai bergembira.


Padahal yang berjasa adalah Shiro, ya walaupun mereka juga melakukan penutupan Jurang.


Ratu Rosalia lega, dan Rose pun sudah bisa berdiri, Rose memeluk Ibunya dan menangis


" Kita menang mama!"


Rose menangis di pelukan Ratu Rosalia.


Lalu Remora mulai sadar, dan perhatian nya langsung tertuju kepada Selise


" Selise?!!"


Remora menggoyangkan tubuhnya Selise.


Selise mulai sadar


"haaa?! Apa aku sudah mati?!"


"Selise!"


Remora langsung memeluk Selise dengan sangat Erat.


" I-ittai Remora"


" m-maaf"


Remora melepaskan pelukannya.


Dan melihat ke arah Ratu Rosalia dan yang lainnya, mereka berlari mendekati Shiro.


"Apakah sudah selesai?"


" hem, aku rasa"


" siapa anak itu?"


" ceritanya panjang, ayo kita ikut melihat"


Namun saat Selise mencoba berdiri, dia merasakan sakit di perutnya


" Selise?!"


Remora langsung menggendongnya


"H-hentikan R-remora, ini memalukan"


Lalu Remora melompat dan menyusul Ratu Rosalia.


"H-hentikan! Ku mo- Arghhhh!"


Kaki dan tangannya sudah buntung.


Preta mulai mengeluarkan air mata.


" jadi kau juga bisa menangis? Hahaha"


Preta menangis sesegukkan


" Cepat Bunuh saja aku, manusia sialan!!"


Lalu Shiro menarik lidahnya Preta, dan memotongnya, sehingga Preta tak bisa berbicara dengan jelas lagi.


Lalu Shiro menusuk perutnya Preta namun sengaja tak dia kenakan bagian vitalnya.


Bahkan untuk berteriak saja dia dia tak bisa lagi.


Preta sudah kehilangan akal sehatnya, dia seakan orang yang sudah mati, matanya menjadi kosong, darah merahnya yang sama seperti manusia mengalir tubuhnya.


" Shiro hentikan!"


Lalu Rose langsung memeluk Shiro, Shiro mencoba menebas Rose, namun Katana nya pecah, dan menjadi butiran partikel.


" Sial... Aku kehilangan kendali.."


Shiro terjatuh tak sadarkan diri


Walaupun tak banyak luka yang dia dapat.


Akan tetapi dia sudah menggunakan Kaminari Form versi gabungan dengan Listriknya yang dulu selama 10 menit lebih.


Dan kita tak tau berapa Lama dia akan tertidur dan tak bisa bergerak.


Lalu mungkin Shiro akan terkejut saat dia tak bisa menggunakan Charge Katana nya lagi.


Para prajurit mendekat, dan membawa Preta yang sudah tak sadarkan diri lagi, dengan bagian tubuh nya yang banyak hilang.


Rosalia merencanakan untuk mengintrogasi Demon tersebut.


Akan tetapi kesadaran Shiro lebih penting.


Rosalia dan Rose selalu tidur di sampingnya Shiro yang tak sadarkan diri selama 8 hari.


Kerajaan pun sudah mulai di renovasi, dengan bantuan warga.


Tak tau berapa lama lagi sampai Shiro sadar.


Rosalia sebenarnya sangat ingin melakukan hal tak senonoh dengan tubuh Shiro yang tak sadarkan diri, namun akibat adanya Rose yang tak pernah meninggalkan Shiro dia tak bisa melakukannya.


Rosalia hanya bisa Menghela napas kecewa.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2