Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda

Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda
Chapter 19 - Lady Killer ( 2 )


__ADS_3

" Ara~ sepertinya aku kedatangan seorangan tamu anak remaja~"



Seseorang dari balik bayangan muncul secara perlahan, menampilkan sesosok wanita berparas cantik.



Siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta kepadanya.



" Bagaimana indahkan pemandangan disini?~"



Wanita itu bertingkah seolah olah ini adalah taman bermainnya, berputar putar, darah yang bergenangan di lantai menciprat, satu tubuh dia injak dengan keras, sehingga hancur.



Emosi ku mulai melunjak, sedikit lagi aku hampir saja kehilangan kendali, namun aku bisa menahannya.



" Kenapa kau melakukan ini?"



" Kenapa?, Tentu saja karena menyenangkan~"



Dia memang benar benar gila!



" Kau gila!"



" Jahatnya~ mengatakan kata seperti itu ke seorang perempuan"



Lalu dia melemparkan pisaunya kearahku, aku memiringkan kepalaku untuk menghindarinya, namun wanita itu menghilang.



Aku merasakan bahaya di belakangku dan langsung berguling kesamping.



Dia berada di belakangku? Teleport?



Dia menancapkan pisaunya ditempat di berdiri tadi, lalu mengambil satu pisau lagi, dan melemparkannya ke arahku.



Aku mengeluarkan Katana ku dan bersiap menangkisnya, namun beberapa cm lagi sampai ke padaku, Wanita itu langsung berada di depanku, dan mencoba menusuk perutku, dengan cepat aku menebasnya, wanita itu kembali berdiri di tempat semulanya, dan melemparkan 3 pisau ke arahku.



Aku langsung menangkis ketiganya dengan katana ku dan pisaunya terlempar agak jauh.



Dia lumayan kuat, teleportnya itu mengesalkan.



Tunggu... Itu bukan Teleport, pisau itu.. Ya benar, dia bisa berpindah menggunakan pisaunya.



" fufu~ sepertinya kau hebat juga bisa menghindari seranganku"



Hahaha... Ini menarik.



Aku tersenyum kepadanya, dia membuat ekspresi terkejut



" a-apa kau menjadi gila, s-setelah tau kau akan mati?"



Suara wanita itu sedikit bergetar, dia sepertinya mulai agak ragu dengan dirinya.



Teruslah seperti itu, maka aku akan menghancurkanmu, hahahaaha!



" Sudah waktunya aku mengirim mu ke neraka!"



Kali ini dia tak melempar pisaunya, melaikan menuju kearah ku serasa langsung, ke cepatan luar biasa, namun itu tak cukup bila hanya seperti itu.



Dia mengeluarkan dua pisaunya, dan menyerangku secara beruntun.



Semua serangannya dapat kutangkis dengan Katana ku, dia melakukan perputaran dengan tubuhnya, melempar 3 pisau ke arahku.



Pada saat itu aku mengganti Katana ku ke Dual Dagger dan menepis semua pisaunya.



" ck! Siapa kau sebenarnya!"



Dia mulai marah, haha!



" Hei.. Nona, seorang Assassin itu harus tenang"



Ya walaupun aku juga lebih sering marah, lol.



" Sialan!"



Pergerakannya kali ini terlalu tergesa gesa, maka dari itu aku bisa mengenainya, aku menggores pinggangnya yang mulus itu.



Darah mulai mengalir dari goresan itu.



Dia pun terlihat menahan rasa sakitnya.



" Ayo ayo... Kemana semangatmu tadi ~"



Ini menyenangkan, memprovokasinya seperti ini.



Dia menggertak kan giginya.



Mengeluarkan 6 pisaunya dan melemparkan berurutan ke arahku.



Namun semua tetap saja aku dapat menangkisnya, pada saat itu aku sedikit lengah, aku tak melihat ada pisau yang tertanca di belakang tempat ku berdiri.



Menggunakan kesempatan itu melakukan perpindahan ke pisaunya, dan mencoba menusuk ku.



[Accel] dengan terpaksa aku mengaktifkan Accel, sehingga hanya terkena goresan saja.



Aku mengambil jarak agak jauh dari dirinya.



Namun kepala ku terasa sedikit pusing, apa ini?



" Akhirnya kau kena juga, fufu~"



Racun?! Gawat...



Dia mendekatiku, dan menendang kepalaku, sehingga aku terjatuh.



" Fufufu~ kau cukup menyusahkan ku"



Seharusnya aku tadi menggunakan Double Accel, cihh!



" Maka dari itu kau akan ku beri hadiah, pergilah ke neraka"



Dia mengeluarkan pisaunya dan mencoba menusuk dadaku.


__ADS_1


Bergeraklah! Tubuhku terasa berat, sialan!



Sedikit lagi tusukan itu mengenaiku, namun aku bisa menggerakkan tanganku, dan langsung kutangkap tangannya.



Dia terkaget kaget, dan langsung kulempar dia hingga menghantam dinding.



Dia mulai memuntahkan darah, membersihkan darah yang keluar dengan tangannya.



Wanita itu kembali kesal, dia menatapku, seakan serius kali ini.



Efek racun ini masih ada padaku, aku hanya bisa menggerakkan perlahan tubuhku ini.



Ahhh! Mengesalkan! Aku benci orang yang punya racun sepertinya, menghambat pergerakanku saja.



Tapi aku takkan kalah.



Karena aku adalah, Manusia terkuat di dunia, hehehe



******



" ngg- ahh!.... Ma.. Ma... Hentikan.."



Rose menggeliat luar biasa



Rosalia memainkan ****** Rose, tangan satunya menggunakan jarinya untuk menggesek gesekkan bagian Vaginanya Rose.



Rose sudah berkali kali klimaks, di buat oleh Rosalia.



Namun Rosalia masih tetap memaikannya tubuh anaknya, Rose.



" kya~ mama... Ahhh..."



Rose kembali klimaks.



Rosalia berhenti memainkannya, dan memandang wajah Rose yang memerah, wajah Rosalia pun juga memerah, air liurnya keluar, dia seakan menahan nafsu besar.



" Rose mama tak tahan lagi.."



" hah... Hah.... Mama... Akhirnya berhen...ti hah..."



Rosalia mulai membuka selangkangan Rose



" M-mama, apa yang ingin mama lakukan?!"



Rose terkejut dengan apa yang di lakukan Rosalia, membuka pahanya selangkangannya lebar lebar, sehingga Vaginanya yang di penuhi jus cinta terlihat.



Rosalia yang di penuhi nafsu, membuka kakinya lebar lebar, dan mulai menempelkan vaginanya ke ****** Rose.



"ngggg!!"



Rose klimaks lagi, jus cintanya menyembur ke ****** Rosalia.



Rosalia tersenyum kepada Rose, dan mulai menggerakkan pinggulnya, ****** mereka saling bergesekan, menciptakan suara mesum dari cairan mereka berdua.



Rose mendesah tak karuan, Rosalia pun mendesah walaupun hanya desahan kecil yang dia keluarkan.




Rose yang selalu klimaks, kini terbaring tak berdaya dibuat oleh ibunya, namun Rosalia tetap saja menggesek vaginanya dengan sadis ke anaknya.



Setelah Rosalia klimaks, akhirnya dia berhenti, dan terjatuh ke samping Rose, mereka saling memandang.



Mata Rose sayu seperti orang mengantuk.



Pupil mata Rosalia berubah menjadi Hati, yang menandakan pikirannya tak ada hal lain lagi selain ke enakan dalam berhubungan badan. ( Mind Break)



Akhirnya mereka berdua tertidur bersama di satu ranjang.



Sedangkan saat itu, Shiro masih bertarung dengan Wanita tersebut.



Namun sudah terlihat akhir dari pertarungan ini akan di menangkan siapa.



Tubuh wanita itu dipenuhi luka di sekujur tubuhnya, sedangkan Shiro hanya terlihat lusuh namun tak ada luka berarti.



Sepertinya dia sudah di ambang batas, aku memperhatikan nafasnya sudah tak teratur lagi.



Dia sudah sangat kelelahan, sedangkan diriku masih stabil, bahkan tak ada kelelahan sama sekali, efek dari racun tadi pun sudah menghilang, dan bisa bergerak leluasa lagi.



Wanita itu mulai berlari, menancapkan pisaunya ke lantai, dan membentuk lingkaran besar mengelilingiku.



Apa yang ingin dia lakukan?



Setelah dia selesai membentuknya, dia berhenti sejenak dan tersenyum sinis kepadaku.



Tiba tiba saja dia menghilang, dan langsung berada di depanku.



Sontak itu membuatku kaget, dan reflek menebaskan dagger ku arahnya  namun dia kembali menghilang.



Dia tak terlihat, keberadaannya pun tak bisa kurasakan.



Lagi lagi dia muncul, dan mencoba menusukan pisaunya ke arahku, spontan lagi aku mencoba menangkisnya, namun dia kembali menghilang dengan cepat.



Apa yang sebenarnya terjadi? Apa dia bisa memakai skill invisible?



" fufu~"



Aku mendengar suara tawanya bergema diruangan ini namun aku tak tau dia dimana.



Aku memperhatikan sekitar, dan aku baru ingat.



Hal yang bisa membuatnya seperti berteleport adalah Pisau nya, jangan jangan, dia menancapkan pisau itu agar bisa berpindah tempat dengan cepat.



Namun dia tak ada melemparkan pisaunya kepadaku...



Aku merasa terdesak, aku harus tetap waspada dia bisa muncul di mana mana, seakan ini adalah daerah kekuasaannya...



Tunggu! Itu dua, daerah kekuasaan! Lingkaran yang dia ciptakan dari menancapkan pisau itu, dan artinya di dalam sini dia bebas bergerak.



Hahahaha! Aku merasa ingin tertawa keras sekarang, aku ini benar benar hebat dan jenius!

__ADS_1



Aku mengganti Dual Dagger ku ke Katana.



Aku langsung mengambil kuda kuda, memegang Katana ku di samping kiri, tangan kananku memegang gagangnya.



Ukuran lingkaran ini, pas sekali, hahahaha!.



" Mati kau!!"



Wanita itu berteriak, dan muncul di atasku sambil menghunuskan pisaunya kearah kepalaku.



" [ Katana Style : Air Circle]"



Menebaskan Katana ku ke depan dengan cepat, lalu kembali menyarungkannya.



Saat itulah terjadi banyak tebasan dalam lingkaran beradius 6 meter.



Semua yang berada di dalam jarak kurang dari 6 meter akan terkena banyak tebasan tersebut, kecuali penggunanya.



Skill ini pernah ku pakai saat melawan 50 Monster di hutan yang sedang mengelilingiku.



Wanita itu terkena banyak tebasan, membuat seluruh tubuhnya di penuhi dengan luka, darah darah mulai mengalir dan membasahi seluruh tubuhnya.



"a-ampuni aku... Ampuni aku... Ampuni aku... Ampuni aku...."



Dia terus memohon untuk di ampuni, bahkan dia mengeluarkan air matanya, dia menangis.



Namun mana mungkin aku akan memaafkan seseorang seperti mu yang tega melakukan hal keji ke pada anak anak tak berdosa.



Kau akan mendapatkan balasan setimpal.



" Kau mau tau rasanya bagaimana saat ada bagian tubuhmu di potong?"



" t-tidak, tidak!"



Aku perlahan mendekatinya, menancapkan Katana ku ke pahanya, dan membuatnya berteriak amat keras.



" Aaaarghhhhhh!!! H-hentikan!"



Pandangan ku mulai gelap.



Jangan! Sialan kau! Jangan mengendalikan tubuhku!



Aku sepenuhnya tertarik ke dalam kegelapan.



Sialan! Seenaknya lagi mengambil kendali tubuhku!



" yo Shiro kun!"



Suara ini, kau Dewa sialan!



" Kasarnya seperti itu kepada dewa~§"



Brisik dewa sialan!, apa apaan ini, kenapa dia selalu mengambil tubuhku saat di penuhi amarah!



" Bukankah itu memang dirimu"



Jangan bercanda! Walaupun aku merasakannya aku tak akan sampai mau membunuhnya seperti itu!



Aku melihat bayangan diriku yang sedang menyiksa wanita tadi, Kedua kakinya sudah di putuskan, Lantai di penuhi oleh darah, bahkan wanita tersebut sudah tak bisa berkata kata lagi, Pandangan nya sudah seperti ikan mati.



Tubuhnya yang di penuhi oleh darah segar berwarna merah, membuat orang berpikir pasti dia sudah mati.



Lalu saat itu aku melihat diriku itu ingin memenggal kepala wanita itu, namun aku mendengar ada suara langkah kaki di belakangku, dan meneriakan namaku.



Saat itu lah jiwa ku yang asli kembali ke tubuhku.



Untung saja mereka datang, jika saja mereka terlambat kepala wanita ini akan terpenggal, aku sudah puas hanya dengan memutuskan kedua kakinya, agar dia tau bagaimana rasanya saat anak anak itu di mutilasi oleh dirinya.



" S-shiro!"



Aku menoleh kearah sumber suara tersebut.



Selise? Dan disusul oleh Glenda yang sedang memanggul Githa yang terluka.



Selise dan Glenda yang melihat apa yang ada didepannya, seorang wanita tergeletak di penuhi oleh darah dengan kedua kakinya yang sudah putus, sangat terkejut.



Aku lelah, aku ingin segera tidur.



" Aku serahkan pada kalian"



" T-tunggu kau h-"



Aku mengabaikan kata katanya Selise dan segera keluar dari ruang bawah tanah ini.



Aku berjalan seperti biasa, sebelum itu, aku membersihkan wajahku yang dipenuhi noda darah, dan membersihkan bajuku.



Dan mencari tempat untuk tidur, kembali ke istana? Atau tidur diluar? Mungkin di istana aku tak akan bisa tidur, kalau begitu aku akan tidur di luar saja, jadi aku harus mencari tempat yang nyaman.



***********



Rombongan para Monster mendekati sebuah desa kecil.



Dia adalah Preta dia memimpin 2000 pasukan Demon yang terdiri dari ras Orc,Kobold, Goblin, 2 Naga, Succubus, Troll, Ogre, Dan Gargoyle.



Saat mereka sampai di desa tersebut,. Para warga sekitar langsung berlarian kesana kemari, para naga mulai menyemburkan api dari mulutnya, membakar seluruh desa.



Orang orang yang tak sempat melarikan diripun terkena hembusan api tersebut dan langsung menjadi abu, sedangkan para warga yang bisa kabur langsung di kejar Kobold dan Gargoyle.



Preta sang pemimpin duduk di atas salah satu naga sambil menikmati pemandangan desa yang terlahap oleh api



Dia tersenyum puas



" aku tak sabar untuk menyerang ke kerajaan itu, hahaha!, tinggal 12 hari lagi, kerajaan itu akan musnah!"



Rombongan para Demon yang di pimpin oleh Preta menuju Kerajaan yang di diami Shiro sekarang yang tak lain adalah Kerajaan Neval.



To be continue

__ADS_1




__ADS_2