
Shiro PoV
Saat aku bangun, aku mendapati diriku sedang berada di kamar, dengan Bind nya Rosalia yang masih aktif namun melemah, aku bisa menghancurkan Bind nya Rosalia dengan mudah, aku meregangkan badanku.
Lalu aku mendengar seseorang memasuki kamarku.
" Shiro?!"
Dia adalah Rose, wajahnya menunjukkan bahwa dia khawatir
" Kenapa Shiro ada disini?! Bukannya kamu ikut bertarung?"
" bertarung apa maksudmu Rose?"
Rose mulai meneteskan air mata, dan dia mulai kesal.
" aku tau?! Kau hanya bersantai disini kan?! Kau tak peduli dengan nasib kerajaan ini?!"
Dia perlahan mendekatiku, dan memukul mukulkan kedua tangannya di dadaku, sambil menangis.
Tentang apa sih? Apa yang sebenarnya terjadi, saat aku tak sadarkan diri?
" Rose bisa jelaskan padaku apa, yang terjadi? "
" tak usah berlaga bodoh Shiro! Aku membenci mu!"
Dia mendorongku, dan keluar dari kamar, sambil menghancurkan pintu.
Aku membuka jendela, dan melihat keadaan luar.
Aku benar benar terkejut.
Kerajaan ini menjadi lautan, benar benar seperti lautan, rumah rumah tenggelam, namun di sekeliling istana ini ada sebuah perisai, yang menahan agar air tak bisa masuk ke sini.
Sebenarnya ada apa ini?!
Perhatian ku mulai tertuju, pada Monster yang sangat besar itu, memiliki banyak Tentakel, aku bisa melihat ada 4 orang yang sedang bertarung di sana, namun aku tak tau itu siapa.
Lalu aku teringat akan perkataan dewa sialan itu.
" saat kau bangun nanti, jika kau tak menggunakan 45% kekuatan mu, maka akan ada banyak orang terdekatmu yang mati"
Kau pikir aku akan percaya?! Aku tak akan menari di atas tanganmu!
Dengan perasaan geram, aku langsung melompat keluar, dengan cepat aku menorobos Perisai, tanpa di sadari para penyihir yang membuat perisai.
Aku berlari di atas air dengan kecepatan penuh ku, agar segera sampai ke tempat monster tersebut.
Aku menoleh keatas, dan ternyata yang sedanb bertarung adalah, Yura, Selise, Rosalia dan entah siapa satunya aku tak tahu.
Mereka terdesak, Yura terkena serangan, dan terpental, aku melihat Selise tertusuk Tentakel di perutnya, dan menembusnya sampai kebelakang, aku mendengar teriakan wanita yang berada di atas air tersebut yang aku tak tau siapa.
Rosalia terpental kearah tembok, dengan kecepatan tinggi, jika aku tak bisa menangkapnya, luka Rosalia akan semakin parak.
Dengan terpaksa aku menggunakan Double Accel untuk menangkap Rosalia, dan berhasil
Saat aku menyentuh perutnya, dia juga terluka, bahu nya cukup parah, sepertinya patah tulang.
Aku mendekati gerumunan orang di atas tembok, di sana aku melihat Githa, Glenda, aku langsung menurunkan Rosalia dan para Healer pun langsung mengobati Rosalia
Aku melihat sepertiny Glenda juga tak sadar kan diri, Githa pun mendekatiku
" Shiro-san, dari mana saja anda?"
Aku bisa merasakan Githa sepertinya marah padaku, walaupun dia tak menunjukan bahwa dia marah.
Ya itu bukan salahku, salahkan ratu mu ini, karena mengikatku.
" haha maaf aku tertidur"
" uhuk uhuk!"
Rosalia terbatuk batuk darah, dia mulai membuka matanya, dan memandang ku.
Aku mendekatinya, dan duduk bersila.
" Aku akan membantu, asalkan pinjamkan portal itu"
" t-tapi..."
" kau tau, tak ada dari kalian yang bisa mengalahkan monster tersebut bahkan jika kalian menggabungkan kekuatan"
" Jangan seenaknya berbicara dengan Ratu seperti itu!! Memangnya kau siapa hah?!!"
" Diam kalian semua, kalian harusnya berterimakasih kepadanya, karena dialah yang menyelamatkan kerajaan ini dulu!"
Kemudiam para Prajurit terdiam dan tak bisa berkata apa apa lagi mengunci mulutnya rapat rapat.
Melihat Rosalia semarah ini, tak biasanya.
" Shiro ku serah kan padamu... "
Lalu Rosalia kembali tak sadarkan diri
" ku rasa itu jawabannya iya yah tentang portal tersebut"
Aku kembali meregangkan badanku, dan berdiri di dekat pinggir tembok
__ADS_1
Aku melompat ke air dan berjalan dengan santai diatasnya.
Aku melihat Selise yang sebelumnya tertusuk di hempaskan ke bawah sampai tenggelam.
Dan wanita di depanku ini, dia terlihat gemetar, dia pasrah akan keadan ini.
Tentakel meruncing dan bersiap menusuk nya
" Jika kau takut, pergi saja sana, kau tak pantas berada disini"
Lalu dia menoleh kearahku, dengan tatapan kaget
" S-siapa kamu?"
aku menghiraukannya dan berdiri di depannya
" Hei menyingkirlah?! Atau kamu akan mati!"
Lalu aku menatapnya dengan tatapan dingin
" Orang tak berguna sepertimu, lebih baik diam dirumah saja, dan menangis sambil memeluk bantal"
Remora PoV
J-jangan menatapku seperti itu!
Tatapan dinginnya... Ahhh.... Kenapa tubuhku jadi panas...
Kata katanya yang membuatku nyesek, tapi kenapa aku ke enakan?!
H-hentikan, jangan tatap aku seperti itu lagi... Kumohon...
Lalu tanpa ku sadar aku melihat tentakel yang meruncing tersebut langsunh menerjang kearah anak yang berdiri di depan ku ini, aku tak bisa melindunginya...
Namun apa yang kulihat, membuatku sangat kaget, semua tentakel yang berusaha menusuknya langsung terpotong.
Dengan sebuah pedang nya, yang ku tak tau pedang macam apa itu, aku baru pertama kali melihatnya.
3rd PoV
Shiro menyarungkan Katana nya kembali.
Leviathan tersebut berteriak kesakitan, mungkin di karenakan tentakelnya terpotong sekaligus.
Namun tentakelnya kembali tumbuh, lalu Leviathan tersebut mengamuk, menghantam hantamkan tentakelnya ke air, sehingga membuat gelombang seperti tsunami.
Remora yang masih tak bisa bergerak hanya menutup matanya.
Shiro tetap berdiri ditempat, sambil memasang kuda kuda ingin melakukan tebasan Iai.
Saat ombak sudah mendekatinya langsung saja di tebasnya dan terbelas menjadi dua.
Shiro mulai bergerak, dia berlari kearah samping, dia tak mendekati Leviathan melainkan, ingin mengangkat Yura yang sedang mengapung.
Lalu melemparnya ke arah tembok para yang lainnya berdiri
" Githa tangkap! "
" heh? Hueh? Heeehhh??!"
Dengan panik Githa mondar mandir kesana kesini, untuk menangkap Yura kepala sekolahnya.
Githa dapat menangkapnya, lalu merebahkannya di samping Glenda
" Itu bahaya tau Shiro-san!"
Githa berteriak dengan kencang kearah Shiro, namun Shiro mengabaikannya
Sambil menghindari tentakel dan menebasnya.
Lalu satu Tentakel mengincar Remora yang tak bisa bergerak
Shiro mendecik kesal
Lalu dengan cepat mengangkat Remora dengan kasar
" Kyaa~ t-tunggu di mana kau menyentuhku!"
Tanpa Shiro tau, dia menggenggam payudara nya Remora yang besar dengan cukup kasar, dia cengkramnya seperti mau meledakkan balon.
"ngg... Ahhh...!"
" kau mengganghu, minggir sana!"
Shiro melemparkan Remora, dengan kecepatan yang tinggi Remora mengarah ke tembok
"hehhhh lagi?!!!"
Githa kembali panik dan menangkap Remora.
Akibat Shiro yang lengah terkena serangan, membuatnya terjatuh dan meluncur sampai ke dasar air.
Shiro kesusahan bernafas, dia melihat sekeliling
Saat itu matamya terpaku kepada seseorang di dekatnya, yaitu Selise, langsung saja dia mendekati Selise yang tak sadarkan diri, dan berenang mendekati tembok tanpa di ketahui Leviathan.
Shiro melompat, dan mendarat di atas tembok, lalu merebahkan Selise.
__ADS_1
Remora yang melihatnya langsung saja mendekati nya
" Selise! Hei Selise!"
Nadanya Remora bergetar, dan tak sanggup melihat lubang besar yang ada di perutnya.
Selise sudah kehilangan banyak darah, namun denyut nadinya masih bisa di rasakan oleh Githa.
Rosalia yang sudah sadar, mendekati Selise.
Dan meletakkan tangannya di atas perut yang bolong tersebut.
Rosalia yang masing dalam wujud Dewi nya, sehingga dia bisa menggunakan kekuatan penyembuh, namun karena dia sudah melemah dia tak tau sampai mana bisa dia Mengobati Selise.
Shiro kembali ke medan tempur, kali ini dia mencoba mendekat langsung.
Berjalan di atas tentakelnya, dan menebas tentakel tentakel yang mencoba menyerangnya walaupun selalu beregenerasi.
Shiro mengganti Katana nya dengan Sabit.
Lalu menyabit perut Leviathan, hingga terbelah.
" berhasil kah?!"
Para prajurit dan murid murid terlihat mulai gembira, namun itu tak terjadi
Karena tubuhnya kembali beregenerasi.
Shiro terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Leviathan tersebut mulai mengayunkan Trisula, dan ingin menusukkannya ke Shiro
Shiro langsung mengganti ke 2 Handed Swordnya
Dan menahannya dengan bagian lebarnya
Bunyi retakan dari senjatanya terdengar
Dia langsung mendorong pedangnya, dan membuat Trisula yang di pegang Leviathan terlempar jauh.
2 Handed Swordnya Shiro pun pecah, dan menjadi butiran partikel.
Kali ini Shiro mengeluarkan Dual Rakth nya, dan berlari mengelilingi Leviathan sambil menembakinya, lubang lubang kecil tercipta di tubuh Leviathan, namun lubang tersebut kembali beregenarasi.
" Omong kosong!"
Dengan amarahnya Shiro terus menembaki meskipun selalu beregenarasi.
Satu tentakel mencoba menyerang dari belakanb Shiro.
Shiro yang menyedari hal tersebut, langsung mengganti Dual Rakth nya dengan Sabitnya, berbalik dan langsung menyabit tentakel tersebut.
Dari bawah air, Tentakel menghantap Sabitnya Shiro dan membuatnya Pecah menjadi partikel partikel kecil lagi.
Shiro mendecik dan geram, dia menggertakkan giginya.
Shiro PoV
Sialannnn, tadi pedang besar ku, sekarang sabitku yang hilang!
Bagaimana ini?! Aku dari tadi mencari kelemahannya, namun aku tak menemukannya, bagaimana cara menghentikannya?
Dia terus saja beregenerasi
Aku belum mencoba kepalanya, namun saat aku mencoba kekepalanya, jika dia masih bisa beregenerasi mungkin akan terkena serangan
Menghindari serangan di udara itu cukup sulit
Tapi itu pantas untuk di coba.
Aku mengeluarkan Katana ku, dan berlari mendekati nya.
Menebas Tentakel tentakel yang menyerang ku, dan menaiki tubuhnya.
Aku langsung melompat kebagian kepalanya, dan langsung menebas kepalanya, hingga terputus.
Berhasil?!
T-tidak! Gawat!
Aku gagal, aku tak bisa menghindar saat kehilangan keseimbangan di udara, 1 tentakel menusuk kaki kiri ku, dan membuatku sangat kesakitan, ahh sialann!
Lalu kepalanya kembali tumbuh.
Aku terjatuh ke air dan tenggelam
Rasa pedih terasa saat air mengenai kaki ku.
Aku teringat kata dewa tersebut
"keluarkan kekuatan mu 45%,jika tidak orang terdekatmu akan mati"
" namun saat kau memakai kekuatan 45% Senjata mu tak akan kuat menahannya, apakah kau siap kehilangan senjata mu?"
Jika disuruh memilih, itu adalah hal yang sangat sulit, senjata ini sangat penting juga bagiku, namun orang terdekat juga penting.
Dan terlebih lagi, sebenarnya aku tak mau menuruti kemauan dewa sialan tersebut.
__ADS_1
Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?
To be Continue