
Kerajaan terlihat seperti lautan api, kebakaran di mana mana di sebabkan oleh semburan api naga yang terbang.
Para murid akademi menyatukan kekuatan mereka dan menyerang naga tersebut, namun tak mempan sama sekali, naga tersebut menyemburkan bola api ke arah para murid yang menyerangnya, membuat mereka terpencar dan panik.
Ledakan terjadi saat bola api menyentuh tanah, membuat lubang yang cukup besar.
Seseorang meluncur ke arah naga tersebut terbang.
" Hei apa itu?"
Para murid yang melihat itu bingung.
Glenda membuang perisainya, dan memegang pedangnya dengan dua tangan.
Sembari meluncur kearah naga tersebut yang masih belum sadar, dia mengaktifkan skillnya
" [ Heavenly Great Sword ]"
Pedangnya tersebut tiba tiba membesar secara perlahan, dan berubah menjadi warna kuning terang seperti cahaya, dengan sayap kecil di dekat gagangnya.
Masih terus tumbuh membesar, posisinya sudah semakin dekat dengan naga tersebut.
Glenda mengangkat pedang besarnya keatas dengan susah payah.
Pedangnya berhenti membesar, besarnya sudah seperti ukuran naga tersebut.
Naga tersebut sadar akan keberadaan Glenda, dan langsung berbalik, mencoba menggigit Glenda.
Glenda langsung menebaskan Pedang besarnya kebawah.
Tubuh Naga tersebut masih belum terbelah.
Perlahan pedang Glenda mengecil dan kembali seperti semula.
Tubuh naga tersebut terbelah menjadi dua.
Dan membuat tebasan sepanjang 3 kilometer, tanah terbelah, dan terbuka seperti sebuah jurang.
Tanah mulai bergetar.
Tepat di bawah kerajaan ini, terdapat air yang sangat besar di tampung.
Akibat terbelahnya tanah tersebut, Air akan segera meluap, dan membanjiri kerajaan ini.
Tak tau berapa lama lagi, sampai air mencapai keatas, namun itu tak akan terlalu lama, sebab getaran tanah semakim terasa.
Glenda terjun bebas di langit tak sadarkan diri
Githa yang sudah di obati, menunggu tepat di bawah Glenda, dan mencoba menangkapnya.
Akibat dari cepat jatuhnya Glenda, Githa yang menangkapnya, langsung terduduk ketanah, dan merasakan sakit yang amat luar biasa di bagian bokongnya.
" S-sakit..."
Sedangkan itu di depan gerbang, Remora menebaskan Tombaknya seperti pedang ke arah Ogre yang ada di depannya, tersisa 15 Ogre lagi yang hidup, Remora tak terlihat kelelahan sama sekali.
Selise yang melihat tersebut hanya bisa terdiam.
Dia merasa bersalah kepada Remora, seharusnya yang terpilih menjadi Guardian adalah Remora bukan dia.
Hanya karena Remora melindungi Selise dari tangan para bangsawan yang keji ingin melakukan hal tak senonoh kepada Selise, sebab itu Remora membunuh bangsawan tersebut dan menjadi tahanan selama 4 tahun.
Seharusnya Remora sudah mengikuti ujian untuk jadi Guardian.
Namun karena hal tersebut Remora tak bisa ikutan, Selise lah yang terpilih menjadi kandidat Guardian tanpa tes sama sekali, Selise terus di latih sampai dia menjadi hebat, dan di angkat lah dia menjadi Guardian.
Di saat itu pula Remora di bebas kan dari penjara, dan Kepala Akademi Yura lah yang merawatnya dan mengasah kemampuan nya, sampai dia menjadi Wakil kepala akademi.
Selise terlihat sangat senang, namun dia sekaligus bersalah, dia tak jadi menemui Remora, karena takut Remora akan marah pada nya.
Mengingat hal tersebut Selise masih saja merasa bersalah.
Remora sudah selesai membantai para Ogre yang tersisa, dan mendekati Selise.
" Hei kau baik baik saja?"
" Aku...."
" tak usah dipikirkan Selise, aku tau, itu bukan salah mu"
Remora tersenyum kepada Selise, Selise langsung memeluk Remora dan Remora membalas pelukannya Selise.
" Aku senang, kau baik baik saja Remora, aku meridukanmu"
"Aku juga merindukanmu Selise"
"maafkan aku tak menemui mu waktu kau di bebaskan"
" tak apa Selise, aku yakin kau sibuk dengan urusanmu, tak usah dipikirkan"
Yura sedang bertarung dengan sengit.
Preta menggunakan Trisulanya menangkis pukulan pukulan Yura yang di aliri listrik.
Preta sedikit terpojok.
" Boleh juga kau Loli"
" berisik dada sapi!"
__ADS_1
Yura melayangkan pukulannya kearah wajah Preta, namun masih dapat di tepis dengan Trisulanya.
" Kalau petir aku juga bisa"
Preta menjentikkan jarinya, lalu petir menyambar kearah Yura, Yura langsung menjauh dari dia berdiri
Tanah yang tadinya di pijak langsung berlubang oleh sambaran tersebut.
Preta tersenyum ke arah Yura, Yura juga ikut tersenyum, keringat mulai keluar dari dahinya dan mengucur kebawah secara perlahan.
Yura langsung melesat kearah Preta, dan menghujaninya dengan banyak pukulan, namun semua pukulan tersebut dapat di tangkis oleh Preta.
Yura dengan cepat langsung menghantam tanah dengan Pukulannya, sehingga terjadi ledakan aliran listrik di sekitarnya
Preta terkena ledakan tersebut dan sedikit termundur.
" sakit juga"
Yura tersenyum
Dan langsung mendekati Preta lagi
Kali ini Yura menendang, Preta dapat menghindarinya dengan bergerak kearah kiri, namun tanah lah yang dituju Yura, saat kakinya terhentak ketanah, ledakan listrik terjadi lagi, dan mengenai Preta, membuatnya kesakitan lagi.
Tak hanya itu Yura mendekatinya lagi, dan akhirnya Pukulannya bida mengenai Perut Preta, dan membuatnya terpental di iringi dengan sengatan dari listrik Yura, membuatnya sedikit tersetrum.
Preta melakukan salto di udara dan mendarat dengan sempurna di tanah, dan kembali berdiri tegak.
" Sepertinya aku terlalu meremehkanmu manusia, namun riwayat kalian sudah tamat"
Yura terkejut dan langsung melihat kebelakang
Shiro PoV
Aduh kepalaku sakit sekali, aku memperhatikan sekitarku, tempat ini...
Aku rasa aku tadi berada di kamar kenapa sekarang berada disini?
Dewa sialan keluarlah
" tak baik memanggil dewa dengan sebutan sial tau"
Aku menolah kebelakang, disitu rupanya
Kenapa kau membawaku kesini lagi?
" bukan begitu, kaulah yang masuk kesini"
Jangan bercanda, aku ingin lekas pergi.
" Kau tak ingat? Kau di buat pingsan oleh Rosalia"
" ah benar juga aku ada spoiler apa terjadi nanti, ingin tau?"
Hah? Apa maksudmu?
3rd PoV
Air sudah mencapai kerajaan, dengan cepat menyapu kerajaan, rumah rumah roboh, walaupun api terpadamkan, banyak para prajurit terhantam oleh Air tersebut, para Murid yang bisa menggunakan sihir terbang, langsung menaiki tempat yang tinggi.
Air hampir menenggelamkan Kerajaan, dinding setinggi 20 meter hampir tenggelam oleh air yang keluar dari bawah tanah.
Hanya sedikit prajurit dan murid yang bisa mengungsi keatas dinding.
Bagian terdalam kerajaan yaitu di tengah tengahnya di lindungi oleh dinding sihir, Akademi berada di dalam perisai tersebut jadi mereka tak tau apa yang sedang terjadi.
Para penyihir tingkat tinggi, berkeliling menggunakan sihir mereka untuk membuat Pelindung ini agar tidak menenggelamkan kerajaan ini.
Ratu Rosalia turun di samping Remora dan Selise yang berada di Dinding
Sesaat mereka melihatnya, mereka langsung bersujud
" Ratu Rosalia apa yang anda lakukan disini? Disini berbahaya.."
" maaf sebelumnya, Remora, aku tak tau kau melindungi Selise dari bangsawan tersebut, maafkan kerajaan yang telah menjebloskan mu kepenjara"
" i-itu tak apa yang mulia"
" maka dari itu, serahkan saja pada Yura dan Ratu mu ini"
Rosalia terbang dan mendekati Yura yang berdiri di atas air.
" Yura bagaimana keadaan disini?"
" R-ratu?!"
Yura langsung terkaget dan mencoba bersujud
" Yura tak usah sopan padaku, kita adalah teman"
" t-tapi..."
Rosalia tersenyum kepada Yura
Tiba tiba air mulai bergelombang
Sesuatu mulai muncul dari balik air tersebut.
Sesuatu yang sangat besar, lebih besat dari kerajaan ini
__ADS_1
Leviathan, ini lah sosok asli iblis Preta yaitu Leviathan

Monster bawah laut yang sangat besar dan mengerikan.
Berdiri di hadapan Yura yang sangat kecil bagaikan semut di pandangan Leviathan.
Para prajurit dan murid yang melihat hal tersebut hanya bisa menganga dan ketakutan.
Selise dan Remora terkejut melihat makhluk legenda Leviathan di hadapan mereka.
" A-aku tak menyangka Leviathan memang ada"
Sedangkan Selise tak bisa berkata apa apa.
Remora menggenggam Tombaknya, dan membulatkan tekatnya untuk membantu Ratu Rosalia dan Yura.
Remora langsung melompat dan berlari di atas air
" R-Remora!"
Namun Remora tak menghiraukan Selise
Selise bergetar, dan dia meyakinkan dirinya.
Dia berulang kali menyebutkan "aku adalah Guardian, ini tugasku" di dalam hati nya
Akhirnya Selise memberanikan diri ikut melompat dan berlari di atas air.
Yura menghidari setiap tentakel besar yang mencoba menusuknya, dan memukulnya sampai hancur, namun tetap sajap tentakel nya selalu tumbuh.
Rati Rosalia menggunakan sihir Bindingnya mengikat 4 sekaligus Tentakel dan mengeratkannya sampai meledak, akan tetapi Tentakel tersebut kembali tumbuh.
Leviathan mulai menaikkan tangannya, dan menghentakkannya ke air, sehingga terjadi cipratan yang besar dan membuat gelombang besar yang mengarah ke dinding.
Dengan cepat para murid yang bisa memakai sihir pelindung, langsung mengaktifkannya bersamaan untuk bertahan dari gelombang air tersebut.
Yura melompat tinggi, dan bersiap meninju wajahnya Leviathan, namun langsung tangan yang satunya mengibaskannya sehingga Yura terkena dan terpental lumayan jauh.
Rosalia menggunakan kesempatan tersebut dan mengeluarkan sihir Bind nya kearah kepala Leviathan.
Binding tersebut terpasang, Rosalia mencoba mengeratkannya, namun berapa kali pun mencoba, Rosalia tak bisa memecahkannya, sehingga sihirnya membalik ke arahnya.
Remora melempar 2 Tombak nya kearah badan Leviathan, dan dapat melukainya sedikit, Leviathan berteriak dengan kencang sehingga memekikkan telinga yang mendengarnya.
Remora menutup telinganya
Lalu Selise melompat dari belakang Remora dan meluncur kearah dada Leviathan sambil menghunuskan Lancer nya
" [ Lancer Break Vital"
Namun serangan Selise tergagalkan, dia tertusuk oleh tentakel di tepat di perutnya
Darah mulai mengucur dari mulutnya, dan juga perutnya.
Tentakel tersebut lalu menghempaskan Selise ke bawah air, sehingga membuatnya tenggelam.
" SELISE!!!"
Remora berteriak dengan sangat kencang sambil meneteskan air matanya.
Dia melihat ke arah sekitar, Yura mengapung di air, sedangkan Ratu Rosalia berada di atas dinding karena terluka parah lalu di obati oleh para Healer.
Yang tersisa hanya dia.
Leviathan memandangnya,seperti ingin memakannya, raut wajah Leviathan tersebut seperti tertawa.
Remora ketakutan.
Dia tak ingin mati
Seluruh tubuhnya tak bisa di gerakkan.
" aku tak ingin mati... Tolong aku seseorang..."
Remora mencoba untuk bergerak, namun ketakutannya tak bisa dia atasi.
Monster ini tak bisa dia atasi, sudah berbeda level
Dia tau itu, tapi kenapa dia tadi mencoba bertarung?
Dia menganggap monster ini hanya besar, tapi kekuatan nya sangat luar biasa.
Siapa yang bisa mengalahkannya.
Remora pun kini pasrah, dan bersiap menunggu di jemput azalnya.
Puluhan tentakel meruncingkan ujungnya dan bersiap menusuk Remora.
Remora memejamkan matanya.
Lalu dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan di atas air di belakangnya.
Dia akhirnya bisa menggerakannya walaupun hanya kepalanya, dia menoleh kebelakang, dan mendapati seorang yang tak dia kenali.
" Jika kau takut, pergi saja sana, kau tak pantas disini"
To be continue
__ADS_1