
Shiro Dan yang lainnya sekarang sedang berasa di lapangan luas yang masih berada dalam Istana.
Leshanna,Reine, dan juga Rose melihat kearah Cyne, Myne dan Shiro yang berdiri di tengah tengah lapangan.
" Kalian berdua cobalah lawan aku "
" Hee ?! Shiro sama ! I-itu tak mungkin ! "
" Ya benar master ! Kami Tak ingin melukai master ! "
" Kalian bilang seperti itu, apa kalian yakin bisa menyentuhku sekali saja ? "
" Y-yakin ! "
" Jangan meremehkan kami Master ! "
" Baiklah, 1 hit, maka kalian menang, dan Aku akan memberi kalian 1 permintaan "
Cyne dan Myne kini terlihat lebih bersemangat mendengarnya, Mata Myne dan Cyne berbintang bintang, kemudian mereka saling tatap dan mengangguk.
" Baik lah Shiro sama ! "
" Oke master ! "
Shiro meremehkan mereka dengan menggunakan kode tangan menyuruh mereka maju.
Myne langsung melesat mendakti Shiro dan langsung menghunuskan pedang pendekny ke arah lengan Shiro, akan tetapi Shiro dengan mudahnya menangkap tangan Myne dan melemparnya kebelakang, membuatnya terpental, menubruk tanah.
" duh duh... sakitnya"
Myne kembali berdiri dan membersihkan pakaiannya yang terkena debu
Sedangkan Cyne terlihat ragu ragu, dia mengumpulkan Cahaya di lengannya dan melemparkan 4 buah sekaligus cahaya yang melesat ke arah Shiro, Shiro dapat mengelak semuanya dengan pergerakan yang kecil.
4 buah cahaya tersebut akhirnya mengenai Myne yang masih membersihkan Pakaiannya.
" Cyne nee chan! sakit tau!"
" m-maaf Myne chan"
Shiro menghela napas kecil
Shiro PoV
Myne datang!, dia sedang menuju kearahku, dia memang cepat tetapi meskipun cepat dia masih tak bisa mengimbangi kecepatan normal ku, sedangkan dia menggunakan Accel untuk mencapai ke kecepatan itu.
Myne mencoba menebaskan pedang pendeknya keperutku, aku meghindari nya dengan pergerakan kecil, dia mundur beberapa langkah saat serangannya tak mengenaiku.
dia kembali menyerangku dengan 3 tusukan menuju leher, ku tangkis 3 serangannya dengan telapak tanganku, menangkap tangannya, lalu melepaskan Pedang pendek nya dari tangannya, Myne tak menyerah, dia menggunakan kakinya untuk menendang kaki ku.
Sebelum itu terjadi aku lebih dahulu mendorong tubuh nya kebelakang, membuatnya hilang keseimbangan.
T-tunggu! sejak kapan Cyne melancarkan serangan itu!
kulihat 1 bola cahaya menuju tepat di wajahku beberapa meter lagi, akhirnya aku harus melompat kesamping agar tidak terkenang, apes nya lagi ternyata, Myne sudah mengira aku menghindar kesana, dia penuh semangat.
" kita menang Cyne nee chan!"
dia sudah merayakan nya walaupun dia masih baru melancarkan serangannya kepadaku, terpaksa aku harus mengeluarkan senjata
[ Form: Wooden Sword]
aku menangkis pukulannya dengan Pedang kayu ku, namun saking kerasnya pukulannya, pedang kayu ku retak, saat itu aku langsung menghilangkan senjataku, dan membiarkan aku terkena pukulan Myne.
" Kita menang Cyne nee chan!"
" kerja bagus Myne chan!"
Cyne menghampiri Myne dan mengelus rambutnya
" hehe~"
Leshanna dan yang lainnya menghampiri kami
" Shiro ada apa?"
Reine sepertinya sadar dengan apa yang terjadi
" ya benar, kenapa tiba tiba, menghilangkan senjata?"
hoo~ bahkan Leshanna juga, Rose dan yang lainnya keliatan bingung
" memangnya ada apa?"
Rose sedikit penasaran.
Sekali senjata yang kupakai Patah atau pecah, maka itu tak akan bisa di gunakan lagi, meskipun di hilangkan, itu tak akan bisa di gunakan lagi, Yang bisa kugunakan tinggal sedikit, yaitu Intinya Katana, Sabit, Pedang besar, Dual Dagger, Tombak, Gauntlet, dan Dual Rakth, hanya tersisa tujuh, dulu aku banyak menghancurkan senjataku, total 50 mungkin.
setelah kuceritakan hal tersebut, Myne terus meminta maaf
ya.. intinya tetap saja aku kalah, karena membiarkan mereka menyentuh ku 1×
" jadi apa yang kalian berdua inginkan?"
Mereka tampak berpikir, kemudian keduanya menampilkan ekspresi Ero ( Mesum) kepadaku, hah dengan ini aku paham apa itu..
setelah melewati malam panjang sampai pagi dengan Myne dan Cyne, sudah waktunya aku membawa mereka ke Akademi di pagi hari ini.
di jalan mereka terlihat senang, Rose juga turut serta, para warga menyambut hangat Rose karena seorang Putri kerajaan.
dan parahnya, kenapa harus aku yang membayar yang mereka beli di jalan cih..
namun melihat mereka tersenyum tak buruk juga, aku akan melindungi senyuman mereka, dan aku akan menghajar siapapun yang membuat mereka bersedih aku janji itu.
Kami akhirnya sampai di depan Akademi besar, tempatnya para penyihir dan petarung belajar.
"woaaah! Apakah kami akan benar benar belajar disini?!"
aku mengangguk pada Myne yang matanya berbintang bintang.
tanpa membuang waktu lagi, kamj segera mencari ruangan kepala sekolah, tetapi
sebenarnya aku tak tau dimana, hehe
y-ya karena aku hanya kenal dengan kepala sekolahnya
untungnya ada Rose, kami megikuti Rose, dan sampai lah didepan pintu yang bertulisan " Kepala sekolah" dan di bawahnya ada tulisan " Jangan masuk tanpa mengetuk pintu"
mengabaikan Tulisan di bawahnya aku segera membuka pintu.
Kenapa aku tak kaget? karena aku tau dengan kebiasaannya, Masturbasi saat sendirian.
muka nya memerah padam, dia sangat marah, lalu saat dia sadar siapa aku, dia langsung berlari kearahku dan memelukku
" Kyaaa~ Chiro camaa~"
" hoi hentikan"
aku mencoba melepaskan pelukannya namun dia sangat menempel.
__ADS_1
" a-ano siapa dia Shiro?"
" ah dia lah kepala sekolah"
" heeeeeeeeeee!!!"
semuanya terkejut, bagaimana tidak seorang kepala sekolahnya adalah Seorang Loli berpakaian Gothic dengan rambut twintaill berwarna Hitam pekat.
" Jangan tertipu dengan penampilannya dia sudah berumur 50 tahum"
" Apaaaaa?!!!!!"
Mereka malah lebih kaget, padahal Leshanna lebih tua, dari kepala sekolah, tapi Leshanna Usia normal sij bagi para elf.
Lol- kepala sekolah ini memukul kepala ku, dan itu terasa sangat sakit.
" sakit, nenek.. dan lepaskan pelukan mu!"
" Jangan panggil aku nenek, baka!!"
Aww! Pukulannya memang selalu menyakitkan.
" Chiro Camaa~, aku kangen hehe"
Aku memegang kepalanya, dan dia melihat kemata ku dan memiringkan kepalanya seperti orang bingung, kulemparkan dia kemeja.
"Ittai~, bisakah kau lebih sopan?"
" Yura bisakah jangan menggunakan wujud itu??"
" tapi kita harus melakukan hal 'ini' dan 'itu' lagi yah? Hehe~"
Entah kenapa aku kesal Yura menggodaku seperti ini.
" iya iya aku paham"
" T-tunggu Shiro sama apa maksudnya itu!!"
Oh sial, aku yakin Cyne pasti marah, bukan hanya Cyne mungkin semua, mereka menatapku dengan tajam, seperti mau membunuhku, kenapa wanita semengerikan ini.
Kemudian, kilauan Cahaya meliputi tubuhnya Yura, tubuhnya semakin meninggi, ikuram payudara nya pun membesar menjadi E cup, bokongnya kencang, ahh.. aku merasa nostalgia.
" ehem... sekarang aku tau kenapa Shiro sama tertarik"
" Aku t-tau master penggemar payudara besar!"
" Shiro ecchi!"
" b-binatang buas!"
" S-Shiro hentai!"
Oh sial, mereka semua menganggapku mesum, memang kenyataan sih hehehe.
" Fufufu~, jadi ada apa Shiroo~"
Nada suaranya memanggilku itu membuatku terangsang saat dia berubah menjadi seperti ini, meskipun sifatnya itu aku kurang suka.
" apa mugkin Shiroo~ kangen dengan rasa ini ku? Fufu~"
Yura menunjul ke selangkangannya dengan ekspresinya mesum.
" grrrr!! Master itu milikku!"
Myne melompat kearahku, dan melihat Yura yang menurutnya mau mengambil diriku
" y-ya benar! Shiro sama itu milikku!"
Reine memplototi Cyne
" k-kalian salah! Shiro punyaku!"
" Hmpp! Kalian semua diam, Karena Shiro adalah punyaku, dan kami akan menikah nanti disini!"
Hah... kenapa hal seperti ini terus terjadi padaku menjadi rebutan, kenapa tidak akur saja, kan lebih enak hehe, kita jadi bisa Five some hehe, bodo amat ama sebutannya.
" Jadi Shiro siapa yang kau pilih?"
Reine melontarkan pertanyaan itu, dan yang lainnya ikut menatapku menunggu jawaban.
" Menarik Shiroo~, ka-"
" Diam nenek!!!"
Mereka berlima bersamaan mengucapkan kata itu, sehingga membuat Yura seperti tertusuk jarum di hatinya.
" i-ini b-bukan waktunya membahas itu!"
"Hmmp! kurasa Shiro ada benarnya"
Syukurlah Rose paham.
" kalo begitu kami akan menunggu setelah selesai ini"
" kurasa itu perlu waktu lama"
" apa maksudnya Shiro sama?"
" Yura, kau bisakan memasukkan mereka ke akademi?"
" tentu, tapi itu tak gratis Shiroo~ fufu"
Entah kenapa aku tau apa yang dia mau
" yayaya, baiklah aku paham"
" kalau begitu, akan ku isikan data kalian"
Yura menulis semua data mereka, mulai dari nama sampai ke tempat asal mereka.
Setelah selesai menulis kan data, Yura memberitahukan, berapa lama mereka akan belajar, yaitu selama 3 Tahun dan mereka harus tinggal di lingkungan akademi.
" aku tak mau berpisah selama 3 tahun dengan Master!"
" y-ya benar, aku tak setuju Yura!"
" Panggil aku Sensei Cyne"
" a-aku tak ingin jauh jauh..."
" sudahlah, kalian, hanya 3 tahun kan, kalian harus dewasa"
" jangan sok dewasa Reine san! Aku yakin kau juga tak mau!"
" a-apa kau bilang Cyne!"
Hah... aku rasa aku harus turun tangan.
" hei kalian dengar.."
__ADS_1
Mereka semua menatapku dengan serius.
" Kalian harus menjadi lebih kuat, dan 3 tahun nanti, mungkin aku akan memutuskan siapa yang menikah dengan ku, bagaimana?"
" baiklah, kami setuju!!!"
Mereka terlalu mudah di hasut dengan itu, hahahaha.
" tapi aku akan mentest kalian nanti oke? tapi jangan berharap aku tak menjadi kuat juga, karena aku adalah Manusia terkuat di dunia, hehe"
" kau tak berubah Shiroo~ masih saja mengucapkan itu"
" tentu saja, karena itulah diriku"
Aku tersenyum ke Yura, dan Yura juga tersenyum, banyak hal yang terjadi dulu saat aku bersama Yura, mungkin nanti akan kuceritakan ke mereka ( di special chapter ).
Aku melihat kearah Cyne dan yang lainnya sepertinya mereka membahas sesuatu, tapi kenapa aku merasa aneh?
" baik kami sudah putuskan Shiro sama"
Apa yang diputuskan?
" sebelum kita berpisah selama 3 tahun"
Ah.. aku merasakan hal yang melenceng disini, dan aku yakin apa itu
" Cium kami dengan mesra disini!"
Sudah kuduga! Bahkan mereka mengucapkannya dengan lantang.
Dan membuat Rose shock tak bisa berkata kata, Yura yang tadinya mau minum langsung menyemburkannya.
" iyaiya aku paham."
Tak ada pilihan lain selain menuruti mereka, 3 tahun waktu yang cukup lama juga... jadi kurasa tak apa
Mereka berempat berbaris, aku mulai dari ujung kanan ku, yaitu Cyne.
Aku menggenggam bahunya, wajahnya sedikit memerah, kemudian dia menutup matanya, aku mengecup bibirnya, kami saling beradu lidah, cukup sampai situ, aku berhenti
Sekarang giliran Myne, aku melakukan hal yang sama seperti ke Cyne.
Selanjutnya Reine, err.. aku rasa ini pertama kalinya.
" i-ini ciuman pertamaku, j-jadi buatlah semesra mungkin.."
Wajah Reine seperti ini imut juga, dia menutuo matanya, Pipinya memerah.
Aku mengecup bibirnya, dan mulai menjilatinya, dia pun ikut memainkan lidahnya, saling bersatu, air liur kami menetes kelantai.
Opp... sepertinya harus ku hentikan sebelum aku hilang kendali.
Reine terlihat seperti orang mabuk, alkohol.
Lalu terakhir Leshanna, bibir tipisnya itu benar benar menggodaku, tanpa basa basi aku langsung mengecupnya, bahka lebih ganas dari yang lainnya, Leshanna melingkarkan tangannya di leher ku.
Sepertinya dia menikmatinya juga, kaki kanannya mencoba seperti memelukku.
Aku rasa dia terangsang, tapi ini bukan waktunya, kurasa aku harus menunggu 3 tahun lagi.
Aku selesai.
Tapi kenapa mereka berdua ikut berbaris Yura dan Rose?
" hei kami juga ingin, ayo Shiroo~"
*********
Di malam yang gelap ini tanpa penerangan bulan, seorang berjubah bergerak di atas atap atap rumah.
Dia berhenti di atas sebuah rumah, dia masuk melalui jendela, di kamar ini ada 3 anak kecil perempuan sedang tertidur pulas, dia mengambil sebuah karung dimensi, dan langsunh memasukkan ketiganya sekaligus, lalu dia keluar dari rumah itu, dan mencari rumah lainnya, namun saat dia berlari diluar, ada 3 penjaga melihatnya.
" hei kau, apa yang kau lakukan?"
Salah satu penjaga itu mencoba mendekati, orang itu masih berdiam diri dan tak menjawab, penjaga itu membuka tudung nya, dan terlihat seorang wanina cantik berambut ungu, rambutnya di gerai kebelakang, pakaian di dalamnya pun seperti seorang pelacur di isekai.
" oh pelacur rupa..."
Para penjaga lainnya pun mendekat
" mau bermain bersama kami?"
" kami terlalu bosan malam ini, jadi?"
Wanita itu tetap diam.
Salah satu penjaga itu mencoba menyentuhnya, Wanita itu segera mengeluarkan pisau pendek, dan langsung menusik lehernya penjaga itu yang tak ada bahan metalnya, Darah bermuncratan seperti air mancur, ke 2 penjaga lainnya pun terkejut, dan berteriak ingin melarikan diri.
Namun wanita itu melempar pisaunya ke kaki penjaga itu, dan membuatnya terjatuh.
Lalu dia mematahkan kakinya penjaga itu, saat penjaga itu berteriak, dia langsung menusuk leher depannya penjaga itu dan membuatnya tak bersuara lagi.
Namun salah satu penjaga telah kabur darinya, tapi dia tak menghiraukannya.
Dia lalu tersenyum, dengan wajahnya yang penuh darah, menjilati sisa sisa darah dipisaunya.
Lalu dia meninggalkan 2 penjaga yang di lumuri darah itu di sana.
Ke esokannya, seluruh warga gempar, namun ini bukanlah, pertama kalinya terjadi.
" Banyak anak anak yang hilang, bahkan penjaga juga di bunuh secara kejam, aku rasa mereka berhubungan"
Ratu Rosalia mengumpulkan 3 Guardian, dan juga kenapa aku harus ikut?
" jadi untuk itu, aku ingin kalian berempat berjaga malam ini"
Eit, aku harus segera menyangkal ini
" tunggu dulu!, pertama aku tak ikut, kedua aku tak ikut, ketiga aku tak mau ikut"
" bukankah itu sama saja semuanya"
Kalau tak salah namanya Glenda?
" brisik"
" tentu saja aku akam memberikan sesuatu untuk mu Shiro"
" dan apakah itu?"
" Ra~ha~sia~, fufufufu"
Entah kenapa aku tak suka dengan kata rahasia.
" kau taukan, aku bukanlah seseorang yang ingin menjadi pahlawan, tapi kalau itu menguntungkan, baiklah"
" Jaa~ jadi sudah putuskan!"
To be continue
__ADS_1