Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda

Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda
Chapter 25 - Hari Normal


__ADS_3

Hemia dan Chyme berjalan bersama di lorong lorong sambil berbincang bincang


" Chyme menurutmu bagaimana dengan nasib Preta ? "


" Preta ? Hmm entahlah,aku tak peduli,aku hanya peduli pada Yang Mulia Satania "


Chyme mengkhayal seakan akan Satania ada di depannya sambil menciumi dan memeluk nya


Hemia menghela napas kecil.


" Yo Hemia-chan, Chyme-chan "


Chyme dan Hemia menoleh kebelakang dan mendapati seorang wanita Naga,rambutnya berwarna Hitam panjang sampai ke pinggang,sayapnya berwarna merah,dan tentunya Payudaranya yang besar H cup, pakaian yang minim, seperti plester menempel hanya menutupi bagian pentil nya saja, dan sesuatu berbentuk segitiga menutupi bagian ** nya di bawah.


Dia adalah Shemmy ras Naga, wujud aslinya adalah naga legendaris Drakengar, Naga api hitam yang melelehkan segala hal.


Dan tentunya dia juga salah satu dari 7 Commander.


Tampaknya Shemmy membawa banyak manusia.


" Shemmy, mau kau apakan para manusia ini ? "


Hemia yang penasaran langsung bertanya


" Tentu saja kau makan,ya kan Shemmy ? "


" Chyme-chan tak sopan~, aku tak akan memakan mereka "


" Lalu untuk apa ? "


" Entahlah,aku juga tak tau, Demelza-chan menyuruhku membawa ke lab nya "


" Lagi lagi Demelza "


Hemia menepuk dahinya sendiri


Demelza dia jarang keluar dari labnya, dia adalah satu satunya Ras Undead yang memiliki tubuh seperti manusia,walaupun dalam tubuh anak anak, kalian tak usah tanyakan ukuran payudaranya tentu saja A cup,dasar lolicon kalian.


" Kalau begitu aku menuju Demelza-chan, dadah Chyme-chan, Hemia-chan "


Chyme dan Hemia melambaikan tangan mereka ke Shemmy yang berjalan menjauh dari mereka.


" Hemia,kau mau kemana ? "


" Entahlah,aku terlalu malas keluar,jadi sepertinya aku akan diam di istana saja "


" Pilihan yang bagus !, Kalau begitu temani aku ke yang mulia Satania "


Chyme menarik tangan Hemia


" T-tunggu Chyme ! "


4 hari berlalu lagi


Akademi sudah berjalan sebagai mana mestinya, para murid yang bertarung waktu melindungi kerajaan, selalu menyombongkan diri mereka masing masing,tentang cara mereka mengalahkan Leviathan tersebut.


Padahal mereka hanya diam tak ikut membantu, yang melawannya hanyalah Shiro,meskipun mereka tak tau Shiro itu siapa.


Cyne dan yang lainnya terus terusan kesal mendengar setiap ada yang menyombongkan hal tersebut, padahal bukan mereka yang melakukan hal tersebut, melainkan Shiro.


Cyne dan yang lainnya di ceritakan oleh Githa yang datang ke akademi demi mengantarkan Kepala Akademi mereka Yura dan Wakil Kepala Akademi Remora, Pada saat itu Githa menceritakan yang terjadi,termasuk Shiro yang tak sadarkan diri, Cyne pun khawatir dan ingin menjenguk Shiro,namun Yura melarang mereka untuk keluar dari akademi karena sudah perjanjian.


Cyne hanya bisa pasrah, Leshanna menenangkan Cyne, Leshanna tampak tenang di luarnya, tapi di dalamnya dia lebih khawatir.


Dan untuk kali ini Myne tak seenaknya, alasannya adalah karena Shiro adalah Masternya, dia harus menuruti perintah Masternya, dan dia percaya bahwa Masternya akan baik baik saja.


Reine pun dia biasa saja, dia tak perlu khawatir karena itu Shiro.


" Hahh.... Habis ini ada pelajaran sejarah, Malas "


" Tak boleh begitu Cyne-Oneechan ! "


Myne tampak bersemangat, dia suka belajar, karena menurutnya itu menyenangkan, beda dengan Cyne yang hanya suka pelajaran memasak dan Sihir saja


" Contohlah Myne yang serius dalam semua pelajaran Cyne "


Tentunya Reine juga suka belajar, dan tak mengeluh soal pelajaran apapun.


Leshanna yang selalu memegang sebuah buku,dia selalu membaca buku tersebut, yang menceritakan sejarah para Elf.


" Apa Shiro-sama sudah sadar ?, Sudah 12 hari berlalu "


Kuping Remora bergerak, dia mendengar nama Shiro, seorang laki laki yang menyelamatkan Kerajaan dan melawan Leviathan seorang diri.


Remora sangat sangat penasaran dengan laki laki tersebut.


Remora melihat kearah Cyne dan yang lainnya,membicarakan tentang Shiro, dia pun langsung mendekati Cyne dan yang lainnya.


" Ekhem ! "


" Hiii?!!! "


Cyne dan Myne langsung ketakutan, karena mereka sering dihukum oleh Remora,bahkan pada pertama kali masuk.


" Maafkan kami Remora-sensei ! "


Mereka berdua langsung bersujud

__ADS_1


" Berdiri lah "


" Baik ! "


Dengan cepat Cyne dan Myne berdiri tegak


" Aku dengar kalian membicarakan orang yang bernama Shiro "


" Benar Remora-sensei ! "


Myne dan Cyne menjawab secara bersamaan


" Apa hubungan kalian dengannya ? "


" Apa Sensei jatuh cinta dengan Master ? "


" A-a-a-apa maksudmu ?!! "


Remora langsung salah tingkah,wajahnya memerah seperti tomat


" Maaf saja Remora-Sensei, aku sebagai calon Istri Shiro-sama tak akan menyerahkannya kepada Sensei,meskipun Sensei adalah seorang Sensei "


" A-a-a-aku tak j-j-jatuh cinta padanya !! "


" Tak usah mengelak Sensei, Master itu orang yang ganas,wajar saja Sensei suka "


" G-g-ganas ?!! "


Yang ada dalam pikiran Remora


Shiro dengan tatapan tajamnya, mengikat tubuh Remora yang sedang telanjang bulat,dan menggantungnya.


" Dasar budak masokis !"


Shiro memukuli pantat nya Remora.


" Kyaa~, a-ampuni aku mastweeerrr! Ahhhh.... Nggg~ "


Wajah Remora bagaikan seorang lacur yang ke enakan, meskipun pantat nya di pukuli berkali kali sampai membekas, Remora terus mendesah dengan Keras, Dia pun klimaks berkali kali,sampai membanjiri lantai dengan cairannya.


" Dasar budak nakal ini, se enaknya membasah lantai,akan kuhukum kau "


Remora yang tenggelam dalam pemikiran hal tersebut,langsung menggeleng geleng kepala,dia pun menjadi terangsang.


" C-cukup kalian ! "


" B-baik ! "


Myne dan Cyne kembali berdiri tegak.


" Berani beraninya kalian memperlakukan ku seperti itu, kalian semua lari putari lapangan sebanyak 50× "


Myne dan Cyne pun hanya bisa pasrah


" Kalian berdua juga "


" Apa ? "


" Kenapa kami harus ikutan ? "


" Berisik,cepat lari sana ! "


Akhirnya Reine dan Leshanna ikut terkena hukuman, padahal mereka berdua tidak ikut ikutan.


Shiro akhirnya sadar dari tidur panjangnya, dia beranjak dari ranjang, meregangkan tubuhnya, dia merasa tubuhnya sudah tak apa apa.


" Sudah berapa hari ini ? "


Shiro mendengar seseorang membuka pintu, dia pun langsung menoleh kearah tersebut, Rose, ekspresinya langsung berubah, menjadi bahagia, dia langsung berlari, dan memeluk Shiro


" Rose ? "


" Shiro-nii, syukurlah "


Shiro teringat dulu dia sering di tambahkan kata Nii di akhir namanya, dan itu membuatnya benar benar senang.


Sekaligus , wow hebat sekali ( bacot teros )


Lalu Shiro teringat dia sudah memukul Rose waktu itu


" Rose maafkan aku waktu itu- "


Tak sempat Shiro menyelesaikan katanya, Rose mengecup bibir Shiro


Hal itu tak di antisipasi oleh Shiro,dan jelas Shiro juga sangat kaget, sejak kapan Rose seperti ini.


Dan Bibir lembut Rose ini hampir membuatnya hilang kendali, untung saja Rosalia datang.


" Ara~ , Rose kau sudah dewasa,fufu~ "


Tentu saja itu membuat Shiro dan Rose kaget dan langsung melepas ciumannya.


" Shiro-kun~,fufu~ "


Shiro merasakan dia tak akan bisa keluar jika sampai tertangkap, akhirnya Shiro melarikan diri lewat jendela dengan cepat.


" Shiro-nii ! "

__ADS_1


Rose berteriak


" Maaf Rose, lain kali saja "


Shiro melompat lompat dari atas atap bangunan ke bangunan lainnya


Sambil memperhatikan sekitar, rumah rumah yang awalnya hancur kini sudah kembali normal, semuanya sudah pulih, jadi berapa hari dia tak sadarkan diri pikir Shiro.


Perutnya berbunyi,menandakan dia lapar, tentu saja dia tak pernah makan semenjak dia tak sadarkan diri, Shiro turun kebawah dan berjalan seperti orang lain, sambil melihat lihat Kedai makanan yang cocok untuknya.


Lalu dia melihat sebuah Kedai makanan yang tak seramai yang lainnya, mungkin hanya ada 4-5 orang yang ada di dalamnya.


Shiro memasuk kedai tersebut, baru masuk saja, sepertinya dia sudah merasa betah, lalu dia memilih salah satu meja makan, dekat jendela.


" Selamat datang tuan, apa yang ingin an- "


Shiro melihat kearah pelayan tersebut,dan dia sedikit kaget, karena pelayan tersebut dia mengenalnya, Dia adalah sang Guardian Githa


" S-Shiro-san ! "


" Hee... Aku tak tau kau bekerja disini "


" A-ah tidak, aku hanya membantu ibuku saja "


" Hoo, jadi ini rumahmu "


" I-iya "


" Tak usah dipikirkan, tak aneh seorang Guardian jadi pelayan di kedai makanan, apalagi ini kedai mu sendiri "


" B-baik "


" Kau cukup imut juga memakai pakaian pelayan "


" J-jangan memuji ku"


Wajah Githa langsung memerah seperti tomat.


Lalu seorang wanita yang sangat mirip dengan Githa menghampiri Githa


" Mohon maaf, apakah anak saya mengganggu anda tuan ? "


" Tidak tidak "


" Ibu ! Jangan membuatku malu ! "


" Haha, maafkan aku anak ku "


Mereka benar benar mirip, meskipun sifat mereka sedikit berbeda.


" Jadi apa kau mengenal pelanggan ini Githa ? "


" I-iya, dialah orang yang mengalahkan Monster tersebut "


" Hoo ?! Benarkah itu ?! "


" Ibu jangan seperi itu... "


" Kalau begitu ijinkan keluarga kami memberikan imbalan, kau bisa makan sepuasnya hari ini "


" B-benarkah ! "


Shiro langsung bersemangat dengan air liur nya yang menetes.


" Ibu apa tak apa ? "


Ibunya Githa berbisik ke Githa


" Kau tidak berbohongkan, anak seperti dia mengalahkan monster macam itu ? "


" Jika ibu tak melihatnya sendiri memang sulit di percaya, tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, dia bukan manusia ! "


" Kalau begitu tak apa ! "


" Aku mau Kare ! "


" Ada lagi ? "


" Aku mau Kare ! Semuanya Kare, banyak banyak ! "


" B-baik... "


Ibunya Githa tak tau harus berkata apa, dari semua makanan, dia malah meminta Kare.


Akhirnya Shiro memakan Kare sepuasnya hari ini, 20 Piring kare habis dia lahap, semua bahan membuat kare habis di dapur.


Shiro berterimakasih, dan berkata dia  akan datang lagi dan makan kare, tentu nya dia akan bayar selanjutnya.


Tak terasa hari sudah malam, Shiro berjalan di kota, orang orang lalu lalang, bahkan sangat berisik meskipun ini bukan pasar.


Lalu Shiro merasa, dia sedang di awasi, namun dia tak tau oleh siapa, maka dari itu dia pura pura tak tau, dan berjalan biasa saja, namun Shiro sengaja berjalan ke jalanan yang agak sepi, dia berkelok ke tempat remang remang.


Siloute hitan tersebut sepertinya terkaget, dan terburu buru mengejar Shiro.


Shiro menunggu,sambil menempel di dinding dinding rumah, untuk menangkap siapa yang mengikutinya, langkah kaki orang tersebut tak terdengar, Shiro mencoba mengeluarkan katana nya, namun dia ingat bahwa dia sudah tak punya senjata apa apalagi, dan itu benar benar membuatnya despresi, maka dari itu dia akan menghajar orang yang mengikutinya ini.


Dia menajamkan telinganya, dan sedikit lagi orang tersebut, sampai pada belokan, langsung saja Shiro menarik leher orang tersebut dan...

__ADS_1


To be continue


__ADS_2