Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda

Sekai : Ore wa sekai de motto tsuyoi ningenda
Chapter 20 - Serangan ( 1 )


__ADS_3

12 hari telah berlalu.


Selama 12 hari itu aku sudah menyiapkan diriku, sekarang aku akan kembali ke Faleran Kingdom.


Waktunya pembalasan dendam, meskipun kurasa teknik ini belum terlalu sempurna untuk melawan mereka, tapi tak ada salah nya langsung kucoba kemereka.


Tapi yang aku bingungkan, ada seberapa banyak prajurit di sana? Walaupun aku memakai serangan kejutan secara langsung ke dalam istana, dan semisalnya bertemu 6 Holy Knight, itu akan menghambatku, dan membuat para prajurit bisa mengepungku.


Itu bila ke 6 nya berkumpul, tapi kalau cuma bertiga atau berempat, para Holy Knightnya itu bukan tandingan ku.


Sebenarnya mereka hanyalah kroco kroco yang tak berguna.


Yang ku takutkan adalah dia ayahnya Reine dan Raja itu, aku rasa mereka berdua sangat kuat.


Dan aku tak akan bisa membunuh ayahnya Reine, kalau aku membunuhnya dia pasti akan sangat marah.


Tapi tidak membunuh itu akan sangat susah, beda cerita kalau aku dapat melumpuhkannya, memotong kakinya misalnya? Mungkin Reine tak akan marah, selama aku tak membunuhnya kan?


Perjalanan ke Faleran Kingdom akan sangat lama jika berjalan kaki, aku tak bisa mengendarai kereta, masih menumpang kereta juga kurasa akan sangat lama nantinya, apa ada cara lain?


Mungkin ada semacam pintu portal begitu, atau apalah.


Apa kutanyakan saja ke Rosalia?


*tok tok tok


Aku mendengar bunyi ketukan


" Shiro kun~, apa kau sudah bangun? Aku masuk~"


Baru saja aku mau menemuinya dia sudah datang saja Ratu Rosalia.


" Ara~ ternyata sudsh bangun"


Rosalia duduk di sampingku dan memegang tanganku.


Tangan satunya mulai menyentuh lembut pipiku, dia mulai mendekatkan bibirnya, pertanda dia ingin menciumku.


Langsung saja ku kecup bibirnya yang indah itu secara ganas, liur kami saling bertukar, aku menindihnya sambil terus berciuman secara liar.


Selama 12 hari ini, kami selalu rutin melakukan Sex, sehari 3× tanpa di ketahui Rose, apa jadinya, jika Rose tahu kami melakukan ini?.


Kami berhenti sejenak, dan mengambil nafas sebentar, kepulan asap keluar dari mulut Rosalia yang terbuka  dia kepanasan, ekspresi mesumnya, membuatku semakin bergairah.


" kau terlalu liar Shi-"


Aku tak membiarkannya berbicara, aku kembali mencium bibirnya dengan liar.


Aku mulai menggerayangi tubuhnya, kuremas remas payudaranya yang besar dan indah itu di baluti dengan pakaiannya, walaupun begitu terasa sangat empuk.


Dia menggelinjang, suaranya sedikit keluar dari dalam mulutnya.


Tunggu dulu, ada hal yang lebih penting dari ini, aku harus berhenti sebelum terlambat.


Jika ini terus berlanjut ini akan bisa sampai siang.


Aku melepaskan ciumanku.


Ku pandangi wajah Rosalia, dia terlihat lemas dengan mulutnya yang masih terbuka dia ter engah engah.


" Ke... napa berhenti? Hah.... Hah...."


Bahkan berbicaranya pun terengah engah.


" Ada yang ingin kutanyakan padamu Rosalia?"


Dia membenarkan pakaiannya yang sedikit teracak, dan duduk dengan normal.


" tentang apa itu? Apakah tentang benih bayi yang selalu kau masukkan ke rahim ku? ~ "


" tentu bukan itu Rosalia"


Entah kenapa aku merasa kesal saat dia bilang hal itu.


" Apa kamu tau berapa kira kira pasukan dari kerajaan Faleran?"


" hmmm... Kurasa ada 25000 yang ada di sana, akan tetapi biasanya yang siap sedia dalam ke jadian mendadak ada sekitar 2000-4000 mungkin, memang nya kenapa?"


" satu hal lagi, sebelum aku memberitahumu, apa kah ada semacam portal pemindah antara kerajaan atau apapun itu? "


" ada sih... Kerajaan ini mempunyai satu Portal untuk ke negara lain, tunggu... Jangan bilang kau ingin pergi ke Faleran? "


" kalau begitu aku tak perlu menjelaskannya kalau kamu sudah tau "


" tunggu Shiro, apa kah kamu gila! Ingin melawan prajurit sebanyak itu berserta ke 6 Holy Knight yang tersisa?! "


" memangnya kenapa? Mereka hanyalah kroco bagiku, tak ada apanya "


" hentikan lah sifat angkuhmu itu! "


" sudahlah berikan saja portal itu kepada ku "


" aku menolak "


" kenapa? "


" tentu saja aku tak ingin kamu mati bodoh!  "


" aku tak akan mati semudah itu "


" tak peduli sekuat apapun kamu, melawan 1 kerajaan sendirian itu gila! "

__ADS_1


" bla bla bla bla... Tinggal berikan saja portal itu, ayolah Rosalia "


" tidak "


Ck, keras kepala sekali Rosalia ini, tak ada pilihan lain, aku akan pergi berjalan kesana, tak peduli berapa lama di tempuh.


" yasudah kalau begitu, aku akan pergi berjalan saja "


Aku beranjak dari ranjangku.


" [Bind] "


Namun Rosalia menggunakan Sihir [Bind] untuk mengikatku, sial... Aku sungguh tak menduga ini akan terjadi, aku tak bisa lepas dari Sihirnya, sihirnya sangat kuat!


Aku mencoba memberontak untuk melepaskan Bind ini


" mengertilah Shiro, aku tak ingin kehilangan dirimu, jangan paksakan dirimu melawan 1 kerajaan"


Ck, berisik, apa apaan sih, sudah kubilang aku tak akan mati!


" ekspresimu mengatakaan, kamu tak akan mati dan kalah bukan?, itu tak benar, kamu hanya belum bertemu dengan musuh yang lebih hebat, banyak orang diluar sana yang lebih kuat darimu"


"diam! Aku lah manusia terkuat di dun-"


Tak sempat aku menyelesaikan kataku tiba tiba kepalaku pusing dan semuanya menjadi gelap.


" maafkan aku Shiro, aku tak ingin kamu pergi kesana untuk mengantarkan nyawamu, tidurlah"


Rosalia menggunakan Sihir hipnotis, untul menidurkan Shiro.


Rosalia membaringkan Shiro di ranjangnya, namun tak melepaskan Bind nya agar dia tak lari saat bangun nanti.


3rd PoV


Rosalia meninggalkan Shiro di kamar, dan kembali ke ruangannya sendiri.


Saat itu Rose masuk ke dalam ruangan Rosalia.


" Mama, Apa Shiro sudah bangun?"


" dia masih tidur"


" benarkah? Kalau begitu aku akan membangunkannya"


" Rose, aku punya tugas untuk mu"


" heeee..... Apa boleh buat"


Rosalia sengaja memberikan tugas, kepada Rose, agar tak membangunkan Shiro yang dia hipnotis dan melepaskan Bind nya yang di pasang.


Hari sudah mulai siang


Meskipun Leshanna,Cyne berbeda kelas dengan Myne dan Reine, mereka akan tetap bersama saat istirahat.


Mereka bersantai di sebuah lapangan yang luas, di bawah pohon beringin yang besar, angin berhembus dengan kencang, membuat rambut panjang, Leshanna dan Reine terurai indah.


Banyak para Murid laki laki yang mengincar Leshanna dan Reine, bahkan Senior mereka pun juga turun mengincar, banyak yang menyatakan cinta ke mereka namun terus saja di tolak oleh Leshanna dan Reine.


Cyne juga tak kalah banyak yang suka dengan dia, Cyne yang memakai Seifuku sangat cantik, sangat berbeda saat dia memakai pakaian pelayan, Myne pun juga sangat di gemari para laki laki dari Demi Human, Myne yang periang, sangat mudah berinteraksi dengan teman temannya sesama Demi Human.


" aku berpikir apa yang sedang di lakukan Shiro sama..."


Cyne melamun sambil membayangkan wajah Shiro sedang berkedip kepadanya


" apa jangan jangan Master bermain dengan cewe lain?!"


Reine langsung memukul kepala Myne


" i-itu t-tak mungkin bodoh!"


" sakit Reine onee chan "


Myne memegangi kepalanya yang di pukul sambil mengelus ngelusnya.


" Aku rasa Shiro sedang bersantai dan tidur tiduran. "


" benar juga, itulah Shiro sama "


" benar juga, kadang Shiro itu memang orang yang suka santai yah "


" tidak! Kalian semua salah! Master pasti sedang bermain dengan Rose!"


" A-apa?!"


Tiga tiganya terkaget secara bersamaan.


Mereka tak pernah memikirkan itu dan lupa kalau ada 1 cewe lagi yaitu Rose.


Ketiganya langsung mengeluarkan Aura membunuh, Myne pun mengeluarkan tanda tanya di atas kepalanya sambil memiringkan kepalanya?


" hah! Aku rasa aku ingin memukul orang"


Reine berdiri dengan aura mencekamnya sambil memukul mukul kan tangannya ke telapak tangan satunya.


" Sepertinya aku harus menembak sesuatu"


Bahkan Cyne pun ikutan berdiri mengeluarkan Bola cahaya yang lebih besar dari pada dulu saat dia pertama kali.


" sepertinya tanganku terpeleset"


Leshanna melepaskan anak panahnya di samping kepala Reine.

__ADS_1


Dan itu membuat Reine kesal, mereka pun langsung baku hantam di lapangan tersebut.


Myne yang tak tahu apa apa pun ikut ikutan baku hantam dengan yang lainnya, mereka bertarung secara seimbang, meskipun Reine tak bisa mengeluarkan Gauntletnya, dia tetap kuat.


Lapangan yang sebelumnya penuh dengan rerumputan kini penuh dengan lubang lubang akibat pertarungan mereka berempat.


Siswa dan siswi yang melihat mereka bertarung, tercengan tak bisa berkata apa apalagi dengan situasi ini.


Sampai pada akhirnya, mereka berempat dibawa keruangan kepala sekolah Yura.


Mereka di ceramahi selama 2 jam oleh Yura.


Saat mereka keluar ruangan, keempatnya langsung menuju kamar, dan merebahkan diri masing masing.


Telinga mereka memerah, akibat ceramah dari Yura yang sangat panjang, berbelit belit, padahal yang intinya cuma satu yaitu ' Jangan mengulanginya lagi, atau kalian akan di keluarkan'.



Pasukan para Demon yang di pimpin oleh Preta sudah mendekati dinding Neval Kingdom.


Para penjaga gerbang, menyadari adanya serangan para Demon, mereka semua panik, dan segera melaporkan kepada Ratu mereka Rosalia.


" gerombolan para Demon?!"


" iya benar yang mulia"


Prajurit itu menunduk sambil melaporkannya


" Pertahankan gerbangnya, jangan sampai para Demon itu masuk!"


" Baik yang mulia!"


Lalu prajurit itu keluar dari ruangan Rosalia.


" Para Demon sudah mulau bergerak, ini benar benar terjadi seperti yang dia bilang.."


" mama aku sudah selesai"


Rose masuk ke ruangan Rosalia untuk melaporkan bahwa misinya sudah selesai.


" Rose, ini darurat, suruh ketiga Guardian datang kesini cepat"


" hehh... B-baik!"


Rose segera berlari mencari 3 Guardian


Setelah itu 3 Guardian berkumpul di depan Ratu Rosalia, Rose berdiri di samping Rosalia.


" Aku rasa kalian sudah tau kan apa yang terjadi, kalau begitu simple saja"


" Lindungi gerbang apa pun yang terjadi, jangan biarkan mereka masuk, itulah prioritas kalian"


" baik yang mulia!"


" Jika saja... Jika mereka berhasil menembus, maka... Amankanlah para warga"


" tenang saja yang mulia percayakan kepada kami"


Selise tersenyum penuh percaya diri, di ikuti dengan senyuman yang lainnya.


" mama apa yang terjadi?"


" para Demon mulai menyerang kita"


" apa?! Kalau begitu aku harus ikut juga!"


Rose ingin mengikuti Selise dan yang lainnya, namun di hentikan oleh Rosalia, Rosalia menggelengkan kepalanya


" percayakan kepada mereka, anakku..."


Orc dan Kobold mulai mendekati Gerbang, Di atas pagar, para pemanah berbaris, dan langsung menghujani para Demon yang mendekat.


Meskipun begitu masih banyak yang lolos, kali ini giliran para Penombak memakai tameng yang berbaris membentuk barikade untuk menghabisi yang mau menerjang ke arah gerbang.


Kemudian para Goblin, Troll dan Ogre  muncul, jalan mereka sedikit pelan, para pemanah segera membidik mereka, para goblin itu memakai perisak kecil di tangan mereka, dan mengangkat keatas untuk melindungi diri mereka dari hujanan panah, para Ogre dan Troll pun tak kenapa kenapa akibat kulit mereka yang keras.


Barikade Penombak mulai hancur oleh serangan kobold yang masih banyak, para pemanah semakin ketakutan.


Para goblin, Troll dan Ogre sampai di depan para penombak, langsung saja Troll mengibaskan Pentungannya ke arah Penombak itu, dan membuat mereka semua remuk dan darah nya menciprat kemana mana, tak ada satu pun Penombak yang selamat, para pemanah mundur, dan mengganti senjata mereka ke pedang, untuk melawan para Demon di jarak dekat.


Gerbang di pukul pukul oleh Ogre dan Troll.


Namun para Ogre dan Troll yang berada di depan terpental jauh.


Muncul lah ketiga Guardian di depan gerbang.


Githa mulai merapalkan Sihirnya dan menembakannya ke para Demon yang mendekat.


Glenda dan Selise bergerak maju dan menghajar semua Troll dan Ogre yang ada, banyak yang tumbang, namun masih banyak lagi yang tersisa.


" apapun yang terjadi jangan biarkan mereka masuk!"


Selise berteriak.


Gerbang mulai terbuka, para prajurit bermunculan dan berlari menerjang para Demon, kemudian gerbang di tutup lagi, sekitar 300 prajurit menyerbu para Demon, para dapat di habisi prajurit sedangkan Troll dan Ogre di serahkan kepada 3 Guardian


Semuanya tetap berjalan lancar.


Tapi ancaman yang lebih besar akan segera mendatangi mereka.


To be Continue

__ADS_1


__ADS_2