Sekretaris Dan CEO Dingin

Sekretaris Dan CEO Dingin
Kuatnya sang CEO dingin menahan sakit.


__ADS_3

keesokan harinya,Soo youn datang dari luar membawa perban dan antibiotik,youngmin sudah bangun membuka matanya saja.


"bawa aku pulang..."lirih youngmin mencengkram tangan sooyoun sekuat tenaganya.


"kau sudah gila?kita akan kerumah sakit dulu..!"ucap Soo youn seketika dia kasihan pada youngmin.


"antarkan aku pulang...uhuk..uhk.."mulut youngmin mengeluarkan darah.


"turuti kataku..!!"ucap youngmin.


"ya..iya..kau berjanjilah padaku..jangan mati sekarang!"ucap Soo youn begitu lancangnya.


"hmm..! kau berharap aku mati nanti?"


"tdk juga..jangan mati..!!! itu perintahku..!!"ucap Soo youn


Dengan terpaksa Soo youn akan melihat telanjang dada youngmin lagi untuk kedua kalinya.


membersihkan darahnya dan lukanya langsung memberi perban pada lukanya dan antibiotik.


DIMOBIL


youngmin dikursi penumpang samping Soo youn.


"kau masih kuat?"tanya Soo youn memastikan.


youngmin hanya mengangguk pelan sambil memejamkan matanya.


30 menit kemudian


sampainya dirumah, beruntungnya Soo Yun masih ingat letak rumah youngmin.


sungyon langsung menghampiri mobil.


"tuan..tuan sudah.. pulang?"


tapi saat Soo Yun membuka kaca mobil


"youngmin terluka cepat panggil dokter!"bentak Soo Yun.

__ADS_1


"aku akan membawa tuanmu masuk!"ucap sungyon membuka pintu untuk youngmin dan memapahnya kekamar.


"tuan..tuan..apa tuan mendengar sya?"tanya bibi.


youngmin mengangguk pelan,


dokter pun datang dan mengangkat kepala youngmin,dan membiusnya.


Orang sekaya youngmin apa sih gk bisa dia miliki?semua dia bisa.


salah..dia tdk memilki hati untuk mencintai,tapi dia ada rasa kasihan pada orang lain,bahkan saking kayanya dia dipanggilkan dokter dokter kepercayaannya.


ada 5 dokter yg datang menanganinya,dan dokter itu hanya fokus pada satu orang yaitu youngmin sendiri.


"kemarin sya sudah keluarkan pelurunya!"ucap Soo youn.


seketika bibi kaget "peluru?dia ditembak?"tanya bibi.


"iya...dia ditembak kliennya didaegu!"ucap Soo youn yg tdk berhentinya menggigit kuku tangannya.


air mata bibi Jung jatuh melihat pemuda yg hidup sendiri terkapar diranjang dengan nyenyak.


"bertahanlah!"gumam bibi.


Malamnya Soo youn masih bengong di kamar youngmin,


"nona..sya bawa kimbap makanlah.."ucap bibijung menaruh didepan meja Soo youn,namun mata Soo youn terpaku melihat youngmin.


apa dia lupa punya kekasih?


"apa dia memang bersifat begitu?"tanya Soo youn melihat bibi Jung.


"apa?kenapa?"tanya bibi.


"kenapa dia menyembunyikan rasa sakitnya dengan bersifat dingin?"ucap Soo youn.


"saya kurang tau penyebabnya!"ucap bibi.


drttt...drrrtt...drrrt...*suara handphone youngmin*

__ADS_1


Soo Yun mendekati seketika youngmin membuka mata dengan tatapan dinginnya dia melirik Soo Yun dan handphone nya.


youngmin seketika melepas alat bantu nafasnya.


"wae?"tanya youngmin saat Soo Yun membeku melihat youngmin sadar dan dirinya seperti baik baik saja.


"kau..kau..!"lidah Soo Yun menjadi kelu.


bibi seketika menghampiri "tuan?apa ada yg sakit?"


"berikan handphone ku!"kata yg seharusnya saat baru sadar dari tidurnya.


bibi mengambil handphone dan memberinya ke youngmin.


diponsel tercetak nama paman yg menelpon.


"wae?"berusaha memaksimalkan suara walau baru sadar dari tembaknya.


"young?kau young?"kaget dongwook.


"wae?aku youngmin wae?"tanya youngmin.


"kau baik baik saja?"tanya dongwook berharap youngmin akan lenyap.


"he..aku kenapa?aku baik baik saja!"ucap youngmin.


youngmin berusaha menahan sakitnya.


"ah..tdk. paman hanya menanyakan keadaanmu..!"ucapnya.


menutup telpon.


"sialan..."triak dongwook.


mampu membangunkan istrinya yg tadinya tidur.


"wae?ada apa?"tanya Choi(istrinya)


"aku gagal menghabisi youngmin!!"kesalnya.

__ADS_1


"ahh..kau akan seperti plankton yg mengejar resep rahasia tuan krab"ucap Choi kembali tidur dan selimut.


"young..min..awas kau ...bocah tengil!"ucap dongwook.


__ADS_2