Sekretaris Dan CEO Dingin

Sekretaris Dan CEO Dingin
perebutan perusahaan yg berhasil


__ADS_3

"jiyong..."panggil dongwook


"ya tuan?"tanya jiyong


"dimana sekretaris youngmin?"tanya dongwook dengan mata berbinar-binar.


"saya kurang tau tentang sekretarisnya,sya rasa dia resign..!"ucap jiyong dengan perasaan campur aduk,antara kesal dengan perlakuan dongwook yg tdk menghiraukan keponakannya,dan rasa panik karna tumben dipanggil.


"saya minta berkas pindah jabatan!"ucap dongwook.


jiyong seketika membeku,dan panik.


"he ..maaf..sya kurang tau tentang itu..!"ucap jiyong.


"apa yg kamu tau?"bentak dongwook.


bergegas meninggalkan jiyong ke ruangan privasi youngmin,dia mengobrak-abrik ruangan itu sampai hancur.


"sialan!!!"bentaknya saat dia tdk mendapatkan apa yg dia inginkan.


Dirumah sakit


detitan ventilator mengisi ruangan sunyi,


didunia bersalju dengan pakaian style putih



younmin berjalan kearah Utara dengan perjalanan gontai gontai dihamparan salju yg dingin.


"youngmin...aaa!"panggil dua orang dari belakang.


youngmin yg merasa dipanggil menoleh kebelakang.


matanya berbinar-binar dan tersenyum lebar saat tau jika yg memanggilnya ialah eomma dan appa.

__ADS_1


"eomma...appa..!"triaknya,berlari dengan tersenyum ke arah dua orang yg dia nantikan.


dan memeluk dengan gembiranya,senyum yg tdk pernah dia tampakkan di kehidupan nyatanya.


"eomma...hiks.. hihihihi..aku merindukanmu...appa...hiks.."ucap youngmin memeluk 2 orang bersamaan.


"youngmin...aaaa!"ucap eomma.


"hmmm?"melepas pelukan.


"hentikan tangismu..!!"perintah appa.


"wae?"tanya youngmin.


"untuk apa kau menangis?apa yg kau tangisi? kesalahan mu?apa kesalahanmu?"nada marah dari seorang appa.


"appa marah?"tanya youngmin sedikit manja.


"ya..appa marah..kenapa kau merasa bersalah?kenapa kamu tertidur sekarang dirumah sakit? bagaimana perusahaan ayah?hey..kau dilahirkan untuk menjadi nyata bukan menjadi sempurna!"ucap appa, memegang kedua bahu putranya.


"eomma tdk suka kau begini...!"ucap eomma.


"wae?"tanya youngmin.


"putra eomma orang ceria..kenapa sekarang begitu?dengarkan eomma..kau jangan salahkan dirimu atas perginya eomma..dan appamu...!"ucap eomma.


"tapi itu salahku!"ucap youngmin,menunduk.


"itu takdir..takdir eomma dan appamu dimobil itu!"ucap eomma,dan dibenarkan appa.


appa menyentuh dada putranya dan tersenyum.


"wae?"tanya youngmin,yg bingung.


eomma yg ada disana juga menyentuh dada youngmin.

__ADS_1


"kau masih bisa hidup!kembalilah..siapa yg kau cintai?kau menyukai seseorang?"tanya appa.


"wae?ayah berkata begitu?"tanya youngmin.


"kau menyukai seseorang?"tanya eomma


"hmm..aku tdk tau!"ucap youngmin,yg masih bingung dengan perasaannya.


"pejamkan matamu..!"ucap appa.


youngmin memejamkan matanya,dan saat dia membuka mata, ternyata,mimpi sependek itu perlu waktu sebulan.


Dan saat membuka mata dia sudah dirumah sakit dengan alat yg tdk dia ketahui.


4 orang bodyguard yg menjaganya masih setia disitu.


Dengan lesu youngmin melihat ke 4 orang yg membelakanginya.


saat dia meregangkan tangannya..


"argh..!"pekiknya saat tangannya terasa sakit infus lagi.


seketika 4 bodyguard itu menoleh ke youngmin yg sudah sadar dari komanya.


salah satu bodyguard menekan tombol merah yg ada diatas ranjang untuk memanggil dokter.


"Soo youn..naaa!"lirih youngmin disela tubuhnya yg lemas.


"Soo youn..naaa!lirihnya lagi.


Dokter datang dan melepas alat bantu nafas yg menutup mulut dan hidungnya.


dokter dengan gerak cepatnya memeriksa keadaan CEO yg terkenal dingin itu.


"kau sudah sadar.. istirahatlah aku akan memanggil pembantuku!"ucap dokter.

__ADS_1


"panggil..Soo youn..naaaa!"perintah youngmin.


__ADS_2