
youngmin mengendarai mobilnya dan berhenti ke suatu tempat yaitu...
Rumah abu
"wae?kesini?"tanya Soo youn.
"kau tunggu disini..nanti aku kembali!"ucap youngmin keluar dari mobil.
Youngmin masuk membawa bunga aster dan membuka kaca abu kedua orang tuanya.
"eomma..appa..aku kembali lagi..!"senyum youngmin diikuti air matanya.
"apa kalian merindukan ku?"tanya youngmin.
"eomma..aku terluka..tapi sudah mendingan..tapi masih sakit..!"ucap youngmin menatap dekat foto kedua orangtuanya.
Tubuh youngmin merosot kebawah dan terduduk membenam wajahnya.
"eomma..aku minta maaf...hiks... huhuhuhuhu..hiks..appa..aku minta maaf..aku menjadi lemah mengurus perusahaanmu..hiks..hiks.."lirih youngmin,menangis sesenggukan.
Soo youn mengintip dari jauh,dan melihat orang yg bersifat dingin berubah seketika lembut dan selembut kapas saat ke tempat abu orang tuanya.
"eomma..appa..maaf..aku belum bisa memaafkan diriku..jika aku tdk ceroboh saat itu kalian tdk akan pergi.. meninggalkan aku sendiri..aku anak ceroboh..hiks...hihihihhihi..hiks..appa..."tangisnya mengisi satu ruangan.
Soo youn yg tdk tega melihatnya terus menangis menghampiri dan memeluknya,saat dia masih duduk.
"kau jangan menangis..tenanglah..aku juga kehilangan keluarga..ku..!"ucap Soo youn.
youngmin membalas pelukan Soo youn,pertama kalinya dia menangis dihadapan orang lain.
"kau jangan menangis..ayo kita pulang..!"ajk Soo youn menuntun youngmin ke mobil.
"kau istirahat lah,aku yg akan menyetir!"ucap Soo youn,hatinya tersentuh melihat laki laki yg masih merenung duka.
"he...apa aku boleh tinggal dirumahmu?"tanya Soo youn,memberanikan diri.
__ADS_1
"aku baru diusir dari rumah kosku..!"ucap Soo youn.
pernyataan yg dikatakan Soo youn mampu membuat youngmin tersenyum tipis.
"ayo kerumah ku!"ucap youngmin.
"kau perbolehkan?"tanya Soo youn.
"hmm!"jawabnya
Sampai dirumah
youngmin dengan kesalnya melepas dasinya secara asal membuat dasi itu lepas dan tdk teratur.
"astaga..!"batin bibi.
youngmin langsung kekamarnya dan mandi.
"nona..anda disuruh tinggal disini?"tanya bibi.
bibi Jung hanya tersenyum
"bibi..!"ucap Soo youn,menghampiri bibi yg sedang membuat minuman.
"kenapa young selalu ke rumah abu?ada apa dibalik kecelakaan orang tuanya?"tanya Soo youn penuh dengan penasaran.
"untuk apa nona tau?..."tanya bibi sibuk mengupas apel.
"tadi dia menangis sesenggukan disana!"ucap Soo youn.
bibi seketika berhenti mengupas apel"dia menangis?"tanya bibi kembali.
"hmm iya menangis!"ucap Soo youn.
"cari tau sendiri dari dirinya..jika dia sudah berani mengatakan privasinya..artinya dia percaya pada nona;"ucap bibi,naik kekamar youngmin.
__ADS_1
"aishh "menebar pandang kerumah youngmin.
"rumah bak istana..tapi yg ada disini cuma 3 orang..ehh 4 orang aku lagi satu!!"ucap Soo youn.
Dikamar youngmin sedang bersandar di kursi balkon,memejamkan matanya,bukan tidur tapi..menikmati rasa angin salju.
"tuan..ini saya buatkan minuman!"ucap bibi.
youngmin membuka matanya dan tersenyum tipis.
"apa yg tadi Soo youn tanyakan pada bibi?"tanya youngmin.
"apa tuan melihatnya?"tanya bibi.
youngmin mengangguk pelan.
"dia bertanya penyebab tuan menangis tadi katanya!"ucap bibi.
"jangan katakan apa apa!"perintah youngmin.
"baik tuan,sya tdk akan mengatakan apa apa!nanti tuan minumlah obat tuan jangan sampai lupa!"ucap bibi.
"iya..!"jawab youngmin.
Paginya
youngmin masih bingung bagaimana cara menyusun dasi didepan kaca.
"bagaimana caranya?"batinnya.
"kenapa aku harus melepas asal kemarin?"batinnya.
Soo youn yg menunggu dimeja makan akhirnya naik kekamar youngmin.
"young..apa..kau sudah bangun?"ucapnya dari balik pintu.
__ADS_1
tdk ada jawaban dari pemilik kamar,tanpa pikir panjang Soo youn pun masuk dan melihat youngmin masih sibuk dengan dasi dilehernya.